
waktu menunjukan pukul delapan malam Alex berpamitan pada Adam untuk mengantar Ara pulang
"dam…aku antar Ara pulang dulu ya, udah malam ni"ucap Alex
"oh…silahkan aku juga harus kembali ke rumah sakit untuk memeriksa pasien"jelas Adam
akhirnya mereka bertiga meninggal kan restoran itu, Adam menuju rumah sakit sedangkan Ara dan Alex menuju apartemen Ara
"Ra kakak gak usah ikut masuk ya,"ucap Alex
"kita ngopi dulu di apartemen Ara"tawar Araa
"sebenarnya kakak kepengen tapi kakak capek banget ingin cepat istirahat"tolak Alex dengan halus
"ya udah kalau gitu,lain kali juga bisa kita ngopi bareng"ucap Ara dengan lembut
akhirnya mobil nya Alex tiba di depan Partemen Milik Ara, Alex berlalu pergi meninggal Ara
***
Ara melihat Tari yang sedang sibuk dengan Dokumen perusahaan BG grup
__ADS_1
"Ara…kenapa baru pulang"melihat Ara yang baru saja masuk
"iya…kak,tadi Ara makan malam bersama kakak Alex dan Adam"ucap Ara
mendengar ucapan Ara, Tari jadi rindu pada Alex , namun Tari harus bisa menahan diri Ia tidak mau melihat Ara bersedih
"oh…gitu, sekarang masuk lah dan mandi biar langsung istirahat"ujar Tari
"kakak juga harus istirahat jangan kerja terus "ujar Ara yang berjalan menuju kamar nya
sejak Tari yang memimpin BG grup, Tari semakin sibuk banyak dokumen yang harus di periksa dan di perbaiki serta mencari investor untuk menggandakan kerja sama
perusahaan BG grup di bidang perhotelan, Tari memiliki beberapa hotel di Jakarta dan di berbagai daerah
Tari juga ingin melebarkan usahanya di bidang restoran makanan khas Indonesia , Ia ingin perusahaan yang di dirikan oleh papa nya dapet berkembang dengan pesat,
"non…ini kopi nya"bik Ijah memberikan segelas kopi pada Tari
"makasih ya Bu, Tapi lain kali ibu gak usah repot-repot , Tari bisa buat sendiri
"bibi tidak merasa di repot kan nona,ini udah tugasnya bibi"ujarnya
__ADS_1
"ibu bukan pembantu kami, walaupun ibu bukan yang melahirkan kami tapi perjuangan ibu untuk kami itu cukup berarti"ujar Tari
"tolong jangan pernah panggil kami dengan sebutan" nona"mohon Tari
"bibi bingung nona mau panggil apa"
"panggil sesuai nama aja bu"
"bibi akan coba ya nak"
"nah begitu kan bagus!"ucap Tari
"kalau begitu ibu istirahat lah, Tari masih harus kerja
"jangan sampai larut malam kalau kerja nak ,jaga kesehatan mu"ucap bik Ijah
setelah bik Ijah pergi Tari melanjutkan kerjanya,jari jari lentik nya menari nari di atas papan keyboard laptop nya
Hinga menjelang pagi hari Tari baru selesai dengan kerja nya, Tari terlihat sangat lelah Ia sandarkan kepalanya di sandaran kursi nya, punggung nya terasa pegal
Tari menutup mata nya serta memijat bagian tengkuk leher nya yang terasa kaku
__ADS_1
lelah rasanya tubuh Tari ingin Ia memanjah kan tubuh nya berendam dengan menggunakan air hangat, tari berencana untuk tidak masuk kerja besok, Ia berencana untuk istirahat dan semua kerja nya akan Ia serahkan kepada sekretaris nya Monik
karena lelah nya Tari tertidur di sofa dengan wajah penuh kedamaian