
tari meninggalkan kantor dengan tergesa-gesa raut wajahnya sangat menakutkan tidak ada senyum di bibir nya
tari melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju butik Ara dirinya ingin meminta penjelasan apa sebenarnya motif dan tujuan nya membuat undangan itu
tidak butuh waktu lama tari tiba di butik Ara,tanpa bertanya dirinya masuk begitu saja
"Ara…apa maksud nya itu semua"tari langsung bertanya tanpa basa-basi terlebih dahulu
"kak Tari"Ara terkejut saat melihat kakak nya masuk begitu saja tanpa ada tegur sapa dari tari
"kakak mau kamu jelaskan semuanya"
"apa yang harus Ara jelas kan, lagian kak tari datang datang langsung masuk aja gak seperti biasanya dan di tambah lagi sekarang marah marah"
"tidak perlu berbelit belit Ara apa maksud dari undangan itu"tari melampiaskan marah nya dengan memukul dinding ruangan kerja Ara hinga tangannya berdarah
"undangan apa sih kak"Ara pura pura tidak tau
__ADS_1
"Ara jangan buat Kakak marah"
Ara tidak menjawab dirinya berjalan mengambil kotak p3k untuk mengobati tangan tari yang terluka dengan hati bersedih, baru kali ini Ara melihat tari semarah ini
"Ra kamu dengar kakak ngomong gak sih"
"kak…tari gak usah marah marah dulu"balas Ara dengan lembut
"apa kamu pikir semua ini hanya permainan, bagaimana kita menghadapi keluarga Kak Alex"
"Kak tari tidak perlu kuatir, Ara yang akan bicara kepada mereka, pasti mereka akan terima"
"Ra Kakak mau tau apa alasan kamu melakukan ini"
"Ara cuman mau melihat Kak Tari bahagia itu saja"
"bagaimana cara nya kakak bahagia bila kakak hidup dengan orang yang di cintai oleh adik kakak sendiri"
__ADS_1
"Ra kalian saling mencintai, lalu kenapa kamu
berubah begini"ujar tari kembali
"kak walau pun Kak tari tidak bercerita dengan Ara Tapi Ara tau kalau kak Alex itu sangat mencintai kakak"ujar Ara seraya menyimpan kotak p3k
"Ra kamu itu dapat cerita dari mana sih, kalau Kak Alex itu cinta sama kakak"
"kak tari tidak perlu pusing tenang aja semua pasti beres"ujar Ara seraya mengambilkan segelas air putih buat tari
tari meraih gelas dari tangan Ara, dirinya langsung menegak habis air tersebut, rasanya tenggorokan tari sangat kering
"kak seharusnya Ara yang marah sama kakak karena kakak banyak menyimpan rahasia"Ara berbicara dalam hati nya
"keputusan yang kamu buat ini terlalu berlebihan, seharusnya kamu bicara dulu dengan kakak, kamu tanya kakak jangan bertindak sendiri"ujar Tari terlihat murung
sedangkan Ara hanya diam tidak menjawab dirinya sibuk dengan bahan yang ada di tangan nya, dirinya menyesal telah membuat kakak nya menjadi murung, memang benar apa yang di katakan oleh tari, seharusnya Ara bertanya terlebih dahulu
__ADS_1
benar kalau tari itu cinta kepada Alex namun untuk menikah tari belum terpikir karena tari masih mau mengembangkan perusahaan miliknya, ditambah lagi usianya masih sangat mudah
"kak maaf kan Ara, semua ini Ara lakukan karena Ara ingin melihat kakak bahagia tidak ada niatan yang lain, karena Kak tari sudah banyak berkorban buat Ara, Kak tari memberikan semua apa yang Ara butuhkan lalu apakah salah kalau Ara ingin melihat kakak bahagia?"Ara menjelaskan