
Zhang Xiao Long tiba di paviliun timur laut pulau Yun. Ia mengelilingi seluruh paviliun tersebut dari dalam maupun luar untuk mencari dan juga menemukan istri keduanya yang hilang tanpa jejak dari paviliun timur laut pulau Yun.
" Tak ada jejak penculiknya di seluruh paviliun timur laut pulau Yun. " Kata Zhang Xiao Long di depan pintu kamar istri keduanya. Ia melangkah masuk untuk sekian kalinya untuk memastikan bahwa ia tidak boleh kehilangan sesuatu yang bisa di temukan olehnya untuk mencari tahu siapa yang telah menculik istri keduanya itu.
" Kak Long, di seluruh paviliun ini aku juga sudah mencari keberadaan Yanmi tetapi aku tidak bisa menemukannya. " Kata Liu Lu Sian istri pertama nya yang menyentuh pundaknya yang kekar.
" Hmm, tapi aku mencium aroma serbuk yang tak dapat aku ketahui jenis serbuk apa yang telah mereka gunakan untuk menculik Yanmi dari paviliun timur laut pulau Yun atau lebih tepatnya dariku. " Kata Zhang Xiao Long yang kini sibuk memikirkan orang yang telah menculik istri keduanya.
" Tuan muda Zhang, bagaimana dengan urusan para Pendekar yang telah kehilangan ilmu silat mereka akibat racun bunga champa merah muda yang di gunakan oleh keluarga Yun untuk menguasai mereka?" Tanya Yu Song Bu yang telah menyusulnya ke paviliun timur laut pulau Yun.
Zhang Xiao Long menoleh ke belakang paviliun timur laut pulau Yun dan menemukan seluruh Pendekar yang hadir di acara pertemuan para Pendekar di pulau Yun telah menunggu untuk meminta pertolongan darinya.
" Perintahkan mereka untuk duduk berbaris di ruang serbaguna paviliun timur laut pulau Yun ini agar aku bisa mengobati mereka sekaligus tanpa aku harus membuang waktu dan tenaga lebih lama. " Kata Zhang Xiao Long dengan nada serius kepada Yu Song Bu pelayan nya.
" Siap, Tuan muda. " Jawab Yu Song Bu segera melaksanakan perintahnya.
Zhang Xiao Long mengalihkan perhatiannya ke arah istri -istrinya yang lain yang memandangi nya dengan tatapan mata penuh kasih sayang dan cinta yang tulus kepadanya.
"Kalian bertiga bersiaplah untuk mengemasi semua barang yang kalian miliki karena setelah aku selesai mengobati para Pendekar itu, kita akan segera pergi meninggalkan pulau Yun untuk melakukan misi selanjutnya. " Kata Zhang Xiao Long dengan nada serius kepada ketiga istrinya yang lain di depannya.
" Iya, Kak Long. " Jawab ketiga orang istrinya di depannya segera melaksanakan perintah dari nya.
Zhang Xiao Long menemui para Pendekar yang telah duduk rapi di ruang serbaguna paviliun timur laut pulau Yun dan menanti pengobatan darinya.
" Pendekar Zhang, jika kamu bisa mengobati kami semua dari racun bunga champa merah muda, maka kami semua dengan tulus hati akan menjadi pengikut setia mu. " Kata para Pendekar itu dengan sungguh-sungguh kepada Zhang Xiao Long..
" Ya, aku akan membuktikan kemampuan ku untuk mengobati kalian semua dan menjadikan kalian semua sebagai pengikut setia ku seumur hidup kalian. " Jawab Zhang Xiao Long yang kini sudah meletakkan kedua telapak tangannya yang di arahkan secara langsung ke arah para Pendekar di depannya lalu ilmu sinkang bunga Xia masuk ke seluruh tubuh para Pendekar itu bersama dengan serbuk pil ginseng panca indera yang telah di dapatkannya dari Puteri Ming Ming yang menjadi koleganya yang paling senior.
Beng Loan Ki menoleh ke arah Puteri Ming Ming yang sedang mengatur orang-orang nya untuk persiapan perjalanan pulang dari pulau Yun ke daratan besar di ruangan lain dari paviliun timur laut pulau Yun.
" Wanita itu sungguh mengesankan sekali dan juga menakutkan dengan kepandaiannya yang di atas kemampuan ku seorang pria. " Kata Beng Loan Ki menghela napas panjang sekali sebelum ia berjalan ke kamarnya untuk merapikan barang pribadinya juga.
" Ting Ting, mari kita coba selidiki ulang kamar tidur dari Nyonya muda kedua kita untuk kita bisa menemukan sesuatu yang berguna untuk mencari tahu siapa orang yang telah menculik Nyonya muda kedua kita tanpa kita sadari. " Kata Xi Ke yang menarik jemari kekasihnya untuk pergi ke kamar tidur dari istri kedua dari majikan mereka.
Mereka berdua melihat kehadiran Liu Tong dan Li Hong Xiu yang sudah sibuk mencari segala sesuatu di kamar tidur dari Nyonya muda kedua mereka dengan cermat sekali termasuk ranjang kosong di sudut kamar itu.
" Aku menemukan sisir giok milik Nyonya muda kedua di bawah ranjangnya. " Kata Li Hong Xiu yang menyelipkan jarinya untuk mengambil sisir giok milik Yanmi yang terselip di bawah ranjang.
" Kita bisa menggunakan sisir giok milik Nyonya muda kedua untuk mencari jejaknya. " Kata Liu Ting Ting menemukan ide untuk mencari jejak penculik Nyonya muda kedua mereka.
" Iya, Ting Ting. Ini ambillah. " Kata Li Hong Xiu yang cepat memberikan sisir giok milik Nyonya muda kedua mereka kepada Liu Ting Ting yang menggunakan sisir giok itu menyapu lantai di kamar itu dan menemukan adanya serbuk warna kecoklatan yang terlihat di sisir giok di tangan Liu Ting Ting.
__ADS_1
" Kak Xi Ke, cobalah kamu lihat serbuk warna coklat ini. " Kata Liu Ting Ting nada serius sekali kepada Xi Ke yang sedang mencari jejak di kamar mandi dan begitu Xi Ke mendengar suara panggilan dari Liu Ting Ting dengan nada serius sekali. Xi Ke pun segera mendatangi kekasihnya yang telah di kelilingi oleh Liu Tong, Li Hong Xiu dan Yu Song Bu serta Yi Sun-sin salah seorang dari orangnya Puteri Ming Ming yang ikut serta dalam penyelidikan terhadap kamar tidur dari Nyonya muda kedua Zhang.
" Obat bius keluarga Bao dari sekte rubah hitam di daerah Kerajaan Bao. " Kata Yi Sun-sin yang mengenali jejak serbuk warna coklat di sisir giok milik Nyonya muda kedua mereka di tangan Liu Ting Ting.
" Hmm, keluarga Bao berani sekali mereka telah mengganggu Nyonya muda kedua kita dengan menculiknya dari paviliun timur laut pulau Yun di bawah hidung kita semua yang menjadi pengikut setia Tuan Muda Zhang. " Kata Liu Tong dengan nada geram sekali dengan penculik Nyonya muda kedua mereka.
" Keluarga Bao itu adalah keturunan dari Kaisar Naga gurun pasir kuning di daerah barat daya dari kota Ti An timur. " Kata Beng Loan Ki yang telah bergabung dengan yang lainnya setelah ia mendengar bahwa teman-temannya telah berhasil menemukan jejak dari penculik Nyonya muda kedua mereka di paviliun timur laut pulau Yun.
" Siapapun mereka bila mereka berani untuk mencari masalah dengan Ku Zhang Xiao Long, maka aku tidak akan pernah segan untuk habisi mereka semua hingga tak ada seorangpun yang bisa hidup tenang dan bahagia. " Kata Zhang Xiao Long yang telah mengambil sisir giok milik istri keduanya dari tangan Liu Ting Ting sampai kekasih dari Xi Ke ini terkejut sekali karena sisir giok telah pindah tangan dari tangan gadis itu ke tangan Zhang Xiao Long tanpa sepengetahuan gadis itu sendiri.
" Pendekar Zhang, kami semua bersedia untuk menjadi pengikut setia anda dan mematuhi segala perintah yang Anda berikan kepada kami para Pendekar wilayah barat laut. " Kata para Pendekar yang telah berhasil di sembuhkan oleh Zhang Xiao Long. Mereka semua bersujud di bawah sepasang sepatu kulit Zhang Xiao Long dengan kepala mereka tertunduk dan telapak tangan mereka di dada mereka.
Zhang Xiao Long melihat mereka semua dengan senyuman kecilnya dan anggukan kepalanya yang tegas lalu memberikan tanda keanggotaan mereka semua sebagai laskar Naga Merah di bawah pimpinan Yu Song Bu sebagai wakilnya.
" Kalian semua di mulai hari ini adalah laskar ku yang bernama laskar Naga Merah dengan tanda keanggotaan kalian yang telah aku berikan di punggung kalian. Maka, kalian semua harus mematuhi peraturan dan perintah Ku Zhang Xiao Long. " Kata Zhang Xiao Long dengan suaranya yang berkarakter kuat sekali sehingga semua orang di bawah sepasang sepatu kulitnya itu takluk terhadapnya.
" Baik, Pendekar Zhang, kami siap membantu Anda dengan nyawa kami sebagai taruhannya. " Jawab semua Pendekar itu dengan suara mereka yang lantang.
" Tuan Muda, kami sudah siap untuk berangkat kembali ke daratan besar dengan menggunakan kapal laut laskar Naga Merah Anda yang telah siap di dermaga. " Kata Puteri Ming Ming yang tersenyum ramah kepada Zhang Xiao Long.
" Ya, mari kita tinggalkan pulau Yun sekarang juga. " Kata Zhang Xiao Long yang telah melihat Liu Lu Sian, Yu Lian Shing dan Tang Yuan Jing telah berkemas dan mendatanginya di luar kamar itu.
Rombongan Zhang Xiao Long semakin besar dengan jumlah mereka mencapai lima ratus orang pengikut yang membuat namanya sebagai Pendekar Naga Merah semakin lama semakin di kenal orang-orang di seluruh dunia persilatan Tionggoan.
"Kakak Huan, aku telah membantumu untuk anak itu menjadi orang besar. Aku harap kamu di langit selalu melindunginya di setiap langkahnya menuju ke keberhasilan dalam hidupnya. Aku Ming Ming adik kembar mu akan selalu menjadi orangnya sesuai keinginan mu untuk seluruh dunia bersatu dan damai. " Batin Putri Ming Ming yang menatap langit dari atas kapal laut laskar Naga Merah yang berlayar ke arah barat dari posisi pulau Naga Merah.
Zhang Xiao Long berdiri di atas tali kapal laut laskar Naga Merah dengan sepasang matanya itu mencorong tajam ke arah sebuah pulau yang dikelilingi oleh asap tebal dengan sejumlah besar kapal laut di sekitar pulau itu.
" Pulau apakah itu yang mengalami kebakaran hebat dan di kelilingi oleh sejumlah kapal laut di sekitarnya? " Tanya Zhang Xiao Long penasaran.
" Kak Long, pulau itu adalah pulau Persik milik Ketua Chen Hao. " Jawab Yu Lian Shing istri keempatnya yang berdiri di tiang pinggir kapal laut laskar Naga Merah.
" Ah, lalu siapakah kelompok yang menyerang pulau itu? " Tanya Zhang Xiao Long ingin tahu sekali.
" Kelompok sekte tiga setan laut Timur. " Jawab Yu Lian Shing istri keempatnya dengan serius sekali.
" Hmmm, aku harus menolong pulau Persik milik Tuan Chen Hao. " Kata Zhang Xiao Long yang telah meluncur ke arah pulau Persik dengan ilmu ginkang Naga menembus awan mendung.
Brrrrr!
"Kak Long, tunggu aku.. "Kata Yu Lian Shing istri keempatnya segera mengikutinya dengan ilmu ginkang burung murai putih yang sangat ringan sekali m
__ADS_1
Brrr!
Mereka berdua tiba di pantai pulau Persik yang telah hangus dan menemukan sejumlah anggota sekte pulau Persik telah menjadi mayat yang berserakan di sekitar pantai.
" Kejam sekali mereka. " Kata Zhang Xiao Long yang langsung melesat cepat dengan lengan bajunya bergerak menampar sejumlah anggota sekte tiga setan laut Timur yang mengeroyok seorang wanita yang telah kehabisan tenaga di depan istana pulau Persik.
Plakk!
Plakk!!!
" Arghh....! " Pekik kematian sejumlah anggota sekte tiga setan laut Timur yang tewas terkena hamparan lengan baju Zhang Xiao Long.
Yu Lian Shing mengibaskan sabuk sutra warna putih yang menyerang sejumlah anggota sekte tiga setan laut Timur yang mengeroyok seorang pemuda usia sebaya dengan usia Zhang Xiao Long di taman bunga Persik yang telah tumbang beberapa bagian dan terbakar hangus.
Whuuushh!
Tarrr!
" Arghhh...! " Pekik kesakitan para anggota sekte tiga setan laut Timur yang mengeroyok seorang pemuda di taman bunga Persik yang terkena serangan dari sabuk sutra milik Nyonya muda keempat Zhang.
" Nona, terimakasih atas pertolongan mu kepada ku. " Kata pemuda tampan putra dari Ketua Sekte Pulau Persik yang berhasil di selamatkan nyawanya itu oleh Yu Lian Shing istri keempat dari Zhang Xiao Long.
"Tuan muda siapakah kamu yang di keroyok oleh mereka para anggota sekte tiga setan laut Timur dan kenapa mereka menyerang pulau Persik? " Tanya Yu Lian Shing ramah kepada pemuda itu seraya menghadapi sejumlah anggota sekte tiga setan laut Timur yang telah menerjang istri keempat dari Zhang Xiao Long dengan sabuk sutra warna putihnya yang meledak-ledak di sekitar para pengeroyok itu.
Tar!
Tar!
" Aku putra bungsu dari Ketua sekte Pulau Persik dan namaku Chen Yi Han. Mereka menginginkan pusaka sekte Pulau Persik yang di simpan oleh ayahku untuk membantu Kaisar Naga gurun pasir kuning di barat daya. " Jawab Chen Yi Han pemuda itu yang terus menerus melawan para anggota sekte tiga setan laut Timur di sekitar taman bunga Persik dengan pedangnya yang telah berlumuran darah para musuhnya dan juga darahnya sendiri.
Trang!
Trang!
Trang!
Pedang yang di gunakan oleh Chen Yi Han telah terkikis oleh seorang pimpinan dari sekte tiga setan laut Timur yang menggunakan linggis di tangan kanan dalam menghadapi serangan pedang pemuda itu.
" Bocah menyerahlah kamu di tangan kami dan mintalah ayahmu untuk serahkan pusakanya kepada kami atau kami akan membunuh kalian semua. " Kata pimpinan dari sekte tiga setan laut Timur yang menyerang pemuda itu dengan ujung linggis nyaris mengenai tenggorokan pemuda itu. Jika tak ada sinar perak yang di lontarkan oleh Yu Lian Shing untuk menyelamatkan nyawa pemuda itu dengan tepat waktu sebelum ujung linggis menembus tenggorokan pemuda itu.
Crang!
__ADS_1
Bersambung!