Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Hutan Luar Kota Fu an.


__ADS_3

Zhang Xiao Long dan para pasukannya melesat bersama-sama dengan kecepatan yang amat cepat agar mereka bisa secepatnya sampai di kota Zheng an sesuai petunjuk dari Biksu Feng.


Belum lama mereka memasuki hutan yang amat gelap dengan sejumlah pohon bambu yang mirip dengan pohon cemara berjejer rapi di dua sisi hutan itu terdengar suara desiran angin kencang dan pepohonan bambu bergeser ke sisi yang berlawanan dengan arah mereka datang.


Werr, wer, wer, wer!


"Formasi Hutan Bambu Sesat.. " Kata Zhang Xiao Long mengedarkan pandangan matanya ke sekitar pepohonan bambu yang menutupi jalan mereka ke dalam hutan itu.


"Mereka sungguh ingin membunuh kita semua di hutan pohon bambu sesat yang mereka gunakan sebagai perangkap kita saat kita semua datang ke hutan ini. " Kata Fu Haifeng mengeluarkan pedangnya dari sarung pedang sehingga cahaya pedang menyambar-nyambar ke segala penjuru arah hutan itu.


Benar sekali yang baru saja di ucapkan oleh Fu Haifeng karena muncullah sejumlah besar orang yang beterbangan bak kelelawar ke arah mereka dengan kedua tangan sejumlah besar orang itu di bentangkan.


Wushhhh!


Zhang Xiao Long menanggapi serangan maut itu dengan sebelah tangannya membuat pepohonan bambu sesat tumbang seketika itu juga yang lalu digunakan sebagai senjatanya menyerang para pasukan kelelawar manusia itu.


Werrrrrr!


Sejumlah besar pasukan sekte kelelawar Merah terkejut dengan serangan balik Zhang Xiao Long yang mengancam keselamatan mereka semua sehingga mereka cepat menggunakan pedang di tangan mereka dengan cepat dan menebas habis sejumlah besar pohon bambu yang telah meluncur ke arah mereka.


Wushhh!


Trakkk!


Trakkkk!


Tetapi Zhang Xiao Long telah menghantamkan kepalan tangannya yang menghancurkan mereka semua hingga tak tersisa lagi sampai Fu Haifeng dan para pasukannya berdecak kagum dengan kehebatan Kaisar Naga Merah mereka.


Bughhh!


Bruakkk!

__ADS_1


Lalu Zhang Xiao Long kembali melesat cepat ke arah dalam hutan itu, dimana ia menemukan gubuk yang dapat digunakan untuk tempatnya beristirahat sejenak untuk malam hari itu.


"Yang Mulia, silakan anda makan malam yang sudah kami siapkan untuk Anda. " Kata Fu Haifeng memberikan roti kering dan sekantong air teh segar kepada Zhang Xiao Long yang duduk di atas jerami dalam gubuk tengah-tengah hutan itu.


"Terimakasih, Fu Haifeng. " Kata Zhang Xiao Long nada singkat.


"Biksu Feng,silakan kau juga makan malam yang sama seperti yang kami makan saat ini. " kata Fu Haifeng memberikan roti kering dan sekantong air teh milik salah seorang dari anggota laskar Pendekar Naga Merah kepada Biksu Feng.


Zhang Xiao Long menajamkan semua indera di dalam tubuhnya sambil istrahat di atas jerami dalam gubuk tengah-tengah hutan bambu di hutan luar kota Fu an untuk berjaga-jaga demi keamanan dan keselamatan para pasukannya.


Di sebuah tempat yang berbeda dengan tempat istirahat Zhang Xiao Long dan para pasukannya terlihatlah seorang gadis muda duduk seorang diri di atas pohon rindang menatap rembulan di malam hari itu.


"Emm, apakah Tuan Putri Ming Ming sudah tiba di penginapan mustika Zheng sekarang ini? " tanya gadis itu pada dirinya sendiri.


Saat gadis itu akan terlelap di atas pohon yang amat rindang datanglah secercah cahaya yang bersinar terang dari arah timur hutan itu yang membuat gadis itu segera siaga.


"Tuan Muda Bong, gadis angkuh itu harus kita tangkap untuk Pangeran Mahkota Kekaisaran Phoenix Emas tak pernah risau untuk mencari gadis itu terus menerus dan kita juga akan dapat keuntungan besar dari jasa kita terhadapnya." kata seorang wanita yang berjalan di samping seorang pemuda tampan yang memakai topi caping seperti seorang nelayan.


"Aku tak mau di perintah oleh siapapun, Ahui. Aku mau menangkapnya untuk menyedot hawa murni yang dimilikinya agar aku bisa menjadi orang paling sakti di seluruh dunia persilatan daratan besar. " kata pemuda yang di panggil Tuan Muda oleh gadis bernama Ahui.


"Tsk! Kau bisa diam atau tidak, Ahui?! Aku amat pusing mendengar perintah dari orang-orang sialan itu yang seakan-akan aku ini budak yang harus menjalani segala perintah mereka..! Aku ini Raja muda Lui Rao Tian atau adik kandung Kaisar Lui Rao Yu penguasa wilayah Lui..! " Bentak Raja muda Lui Rao Tian kepada Ahui.


"Astaga, apakah Tuan muda Lui jatuh cinta pada gadis sialan itu yang menyebabkan kematian seluruh rakyat ku di daerah Yuen karena dia waktu itu menyelamatkan Kaisar Zhou Yu Min dengan gagah perkasa sekali? " tanya Ahui nada resah dan menuntut keadilan bagi rakyatnya kepada Raja muda Lui Rao Tian yang dianggap koleganya tapi malah enggan untuk membantu mereka menghadapi gadis yang sangat di takuti oleh mereka semua.


"Ahui, kau jangan pernah bicara sembarangan ya tentang aku?! Dengar, ya? Aku Lui Rao Tian tak pernah jatuh hati kepada gadis sialan yang amat suka ikut campur urusan dunia persilatan..! " suara marah Lui Rao Tian kepada Ahui.


"Ah, ya, Tuan muda Lui Rao Tian. Aku minta maaf atas sikap lancang ku kepada mu. Aku Ahui cuma khawatir kau akan melenceng dan kau akan membela musuh kita hanya karena dia itu seorang gadis yang sangat cantik jelita sekali bak Dewi Kuan Im yang reinkarnasi ke dunia manusia saja cuma wataknya seperti Iblis neraka saja.. " Kata Ahui merangkapkan kedua tangannya dengan wajahnya manisnya begitu memikat hati siapapun yang melihat kecantikan gadis itu secara dekat.


"Ahui, kau cantik sekali.. " Kata Lui Rao Tian yang merengkuh wajahnya lalu mengecupnya lembut sampai gadis itu mengeluarkan suara halusnya.


"Tuan muda Lui, jangan di sini.. Aku khawatir akan ada orang yang melihat kita.. " Kata Ahui menahan tangan pemuda itu yang menyusup ke dalam celana panjangnya.

__ADS_1


"Ahh, tempat ini sunyi senyap begini, mana ada orang datang.. Ayolah Ahui.... " Kata Lui Rao Tian yang mendorong gadis itu ke pohon lalu mulai menjelajahi gadis itu sampai Chen Hui Ling yang berada di atas pohon itu menutup sepasang matanya dari pandangan tak pantas di lihatnya.


Chen Hui Ling terpekik kaget saat seseorang dari arah lain menyambar lengannya dan ia pun terpaksa harus mengikuti langkah orang yang telah membawanya ke arah hutan lain di dalam hutan luar kota Fu an.


"Kau siapakah? Kenapa kau membawaku ke sini dan tempat apakah ini? " tanya Chen Hui Ling nada ingin tahu kepada pemuda sangat tampan yang membawanya ke jalan setapak menuruni puncak gunung Fu.


"Zhang Fei Yang putra dari Jenderal Kekaisaran Ming yang ingin menanyakan soal Putri Ming Ming kepada mu dan kau jangan khawatir soal tempat ini, tempat ini sangat aman terjaga keamanannya. " Jawab Zhang Xiao Long yang menyamar sebagai Zhang Fei Yang putra dari Jenderal Kekaisaran Ming kepada Chen Hui Ling pelayan pribadi Putri Ming Ming.


"Ah , begitu rupanya? Baiklah. Begini Tuan muda Zhang.. Aku sudah menunggu kedatangan Tuan Putri Ming Ming selama lima hari ini di pintu masuk ke kota Zheng an tapi Putri Ming Ming juga belum datang sampai aku memutuskan untuk mencarinya di sekitar kota Fu an hingga ke hutan luar kota Fu an. " tutur Chen Hui Ling jujur kepada Zhang Xiao Long.


Bersambung!!


Nb:



Para istri dari Zhang Xiao Long


1.) Tan Tan Ling Ming jabatan Permaisuri Agung Kekaisaran Naga Merah.


2.) Nalan Yan Ran jabatan Permaisuri Kekaisaran Naga Merah.


3.) Wen Baoning jabatan Ratu Kekaisaran Naga Merah.


4.) Yu Lian Shing jabatan Selir Agung Kekaisaran Naga Merah.


5.) Kim Hwee Li Nyonya Selir Kekaisaran Naga Merah.


6.) Putri Ming Ming jabatan Nyonya Selir Keabadian Kekaisaran Naga Merah.


7.) Putri Hong Tian Erl jabatan Selir Kebajikan Kekaisaran Naga Merah.

__ADS_1


8.) Shia Ziwei jabatan Selir Kehidupan Kekaisaran Naga Merah.


9.) Liu Yi Fei jabatan Selir Kehormatan Kekaisaran Naga Merah.


__ADS_2