
Dayang istana Putri Agung Wen Baoning yang bernama Aching menerima kembali surat dari Putri Agung Wen Baoning yang dikembalikan oleh Yu Lian Shing kepadanya.
"Kenapa? "
"Yang mulia ingin Tuan Putri Agung Wen Baoning sendiri yang datang kepada Beliau di istana ini. " Jawab Yu Lian Shing nada wibawa kepada Aching.
"Ahh, keterlaluan sekali. " Kata Aching yang lalu pergi ke istana Putri Agung Wen Baoning untuk melaporkan hal ini kepada majikannya itu.
"Apaaa? Zhang Xiao Long berani meminta ku untuk datang ke istananya? Apakah dia tidak tahu kalau aku Putri Agung yang sangat di hormati oleh semua orang di istana Kekaisaran Li yang berarti bahwa tak ada seorangpun yang berani untuk menolak panggilan ku..?? " Tanya Putri Agung Wen Baoning marah dengan sikap angkuh Zhang Xiao Long.
"Iya, Putri Agung. Anda harus memberikannya peringatan untuk ia bisa menghormati Anda sebagai calon istrinya yang berkedudukan tinggi di atas kedudukannya sebagai putra calon menantu Kaisar Li. " Kata Aching yang geram dengan keangkuhan Zhang Xiao Long.
"Jangan khawatir, Aching. Aku Wen Baoning akan menaklukkannya dengan cara ku sendiri. " Kata Putri Agung Wen Baoning dengan rahang yang mengeras.
Gadis yang penasaran dengan Zhang Xiao Long ini memilih untuk mencari tahu sendiri tentang calon suaminya itu. Ia menanggalkan atribut dan pakaian kebesarannya dengan pakaian ringkas dan sederhana lalu melesat cepat meninggalkan istananya ke arah selatan istana Kekaisaran Li.
Brrrr!
Kebetulan Zhang Xiao Long juga melesat cepat meninggalkan istananya untuk berwisata malam di istana Kekaisaran Li dan menemukan taman yang di kelilingi bidak catur.
"Taman catur. " Kata Wen Baoning tersenyum manis di samping Zhang Xiao.
"Taman catur? Hmm, menarik sekali.. Aku ingin mencoba untuk bermain catur. " Kata Zhang Xiao Long yang melompat ke arah tanah yang bentuk papan catur.
"Cobalah dan taklukkan jika kamu mempunyai kemampuan. " Kata Wen Baoning yang ingin mencoba kemampuan yang dimiliki oleh Zhang Xiao Long.
"Baik." Jawab Zhang Xiao Long yang melesat ke arah bidak catur hitam yang melayangkan bidak catur putih ke arahnya.
Whusss!
Zhang Xiao Long menggerakkan bidak catur hitam ke arah catur putih yang melayang ke arah dirinya yang membuat bidak catur putih turun di tanah papan catur di barisan paling kiri.
Wetttzzz!
Lalu angin kencang menerpa ke arah Zhang Xiao Long yang menggunakan ilmu sinkang arak sakti di telapak tangannya untuk angin kencang yang menerpa dirinya terdiam dan membuat tanah papan catur berubah menjadi sejumlah besar patung manusia di depannya.
Bress!
"Wah, patung para jendral Kekaisaran Li di masa lalu. " Kata Wen Baoning yang melangkah maju ke dekat Zhang Xiao Long.
"Apa kamu tidak tahu tentang Taman catur ini adalah Monumen nasional patung para jenderal Kekaisaran Li zaman dulu? " Tanya Zhang Xiao Long mengangkat alisnya kepada Putri Agung Wen Baoning.
"Aku bukan putri Kekaisaran Li, jadi wajar Aku tidak tahu apa-apa mengenai Taman catur ini. " Jawab Putri Agung Wen Baoning manyun di tegur tak tahu apa-apa oleh Zhang Xiao Long.
"Uhh, yang benar saja kau bicara. " Kata Zhang Xiao Long tak percaya dengan kejujuran gadis itu.
__ADS_1
Zhang Xiao Long menggunakan kakinya untuk menendang bidak catur hitam yang ke arah patung para jenderal Kekaisaran Li masa lalu di depannya yang ingin mengayunkan golok ke arah lehernya.
Dukkk!
Bruakk!
Patung para jenderal Kekaisaran Li masa lalu itu melayang jatuh dari area tanah papan catur yang membuat jalan setapak menuju ke suatu tempat yang tertutup hutan bunga Li Merah muda.
"Hutan bunga Li Merah Muda di dalam istana Kekaisaran Li. Mari kita lihat. " Kata Wen Baoning yang meraih jemari Zhang Xiao Long lalu mereka melesat bersama-sama ke arah timur dari taman catur.
Brrrr!
Hutan bunga Li Merah muda yang didatangi oleh Zhang Xiao Long dan Putri Agung Wen Baoning terdapat sebuah kolam air mancur yang warna airnya adalah warna merah muda.
"Aneh sekali air dari kolam air mancur di tengah hutan bunga Li Merah muda dalam istana Kekaisaran Li. " Kata Wen Baoning dengan hati ingin tahu mengenai keanehan air mancur itu.
"Coba saja kau masuk dan beritahu aku di sini. " Kata Zhang Xiao Long nada ringan.
"Hei, apa kau bilang aku yang harus memeriksa air mancur itu? " Tanya Wen Baoning yang tak pernah percaya bahwa tunangannya sama sekali tak mempedulikan keselamatannya.
"Bukankah kamu penasaran dengan air mancur itu? Ya, masuklah sana. " Kata Zhang Xiao Long tersenyum untuk memberikan tantangan kepada Wen Baoning.
"Baik." Sahut Wen Baoning yang melompat ke dalam air mancur itu lalu berenang ke dasar kolam air mancur hingga ia menemukan sebuah gua yang menarik perhatiannya.
Gua yang mereka masuki terdapat ukiran yang terpahat pada ranjang es di dalam gua itu yang membuat mereka penasaran dengan rahasia dari ranjang es di depan mata mereka.
"Kita coba saja berbaring di ranjang es untuk kita bisa tahu rahasianya. " Kata Zhang Xiao Long yang mengajak Putri Agung Wen Baoning untuk berbaring bersamanya di ranjang es.
Lalu..
"Arghhh!! " Pekik Wen Baoning yang di tangkap Zhang Xiao Long tepat waktu saat mereka tersedot masuk ke dalam lubang hitam di dalam ranjang es.
Brushh!
"Aduh.. Dimana kita sekarang? Kenapa gelap sekali disini? " Tanya Wen Baoning yang jatuh di atas tubuh kekar Zhang Xiao Long yang jatuh di tanah.
"Ssst..Jangan berisik. " Kata Zhang Xiao Long yang mengajaknya untuk bersembunyi di balik batu gunung buatan di dalam tempat gelap itu yang ternyata adalah penjara bawah tanah.
Mereka mendengar suara langkah sejumlah orang yang datang ke tempat gelap itu dari arah cahaya di ujung jalan dari penjara bawah tanah yang tak sengaja mereka masuki itu.
"Kakak, apakah pria dungu itu mau menjawab semua pertanyaan yang diajukan olehmu pada nya? " Tanya Ibu Suri Leng yang bayangannya terlihat dari dinding penjara bawah tanah oleh Zhang Xiao Long dan Putri Agung Wen Baoning dari balik gunung buatan bawah tanah papan catur.
"Ada kaki patung salah seorang dari keduabelas patung para jenderal Kekaisaran Li di taman catur yang masuk ke tanah di depan kita." Kata Wen Baoning melalui tatapannya kepada Zhang Xiao Long yang merapatkan dirinya di dinding gunung buatan sampai napas hangat pemuda itu terasa oleh Wen Baoning yang merasakan debaran jantungnya sendiri.
Bersambung!!
__ADS_1
Nb ;
Zhang Xiao Long saat jadi Kaisar Naga Merah.
Tan Tan Ling Ming :Putri dari Marquis He dan murid dari Manusia Dewa Tanpa Nama.. Permaisuri Agung Kekaisaran Naga Merah.
Nalan Yan Ran :putri suku Nalan dan murid dari Si Bodoh Luo Kai , Permaisuri kehormatan Kekaisaran Naga Merah.
Puteri Agung Wen Baoning ;Adik Mu Yanmi yang menjadi Permaisuri Kekaisaran Naga Merah
Liu Yi Fei : kembaran Putri Ching Ching yang menjadi Selir Agung Kekaisaran Naga Merah.
Liu Tong : Sahabat Zhang Xiao Long yang menjadi Perdana menteri Kekaisaran Naga Merah.
Li Hong Xiu ; Istri dari Liu Tong.
Xi Ke : Sahabat Zhang Xiao Long yang menjadi Jenderal Kekaisaran Naga Merah
Liu Shi Shi : Istri Xi Ke
Istana Kekaisaran Li
Istana Kekaisaran Naga Merah
__ADS_1