Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Istana Rahasia Di Istana Kepangeranan Kekaisaran Li.


__ADS_3

Brrrr!


Zhang Xiao Long melesat meninggalkan istana di sisi barat daya dari istana Pangeran Shu Guan Ping setelah ia mendengar suara langkah kaki Pangeran Shu Guan Ping yang berjalan bersama dengan temannya ke arah istana tersebut. Zhang Xiao Long meringkuk di atas genteng istana itu menitip seseorang yang sedang bicara tentang pusaka kepada Pangeran Shu Guan ping.


"Tuan Kasim Chu, terimakasih atas informasi mu mengenai pusaka yang wajib aku berikan di hari pertemuan Kaisar Li dengan Putri Ching Ching pada esok pagi. " Kata Pangeran Shu Guan ping.


"Ya, aku wajib memberitahukan informasi yang paling penting untuk wibawamu tak jatuh di depan Ibu Suri Leng dan Permaisuri Agung Fu Xiao Chi apalagi kamu menginginkan Putri Agung untuk melihat kehadiranmu dan keluarga mu di hari paling penting bagi kebahagiaan hati semua orang di Kekaisaran Li. " Kata Kasim Chu yang memutar kotak kecil bentuk kubus warna merah dengan putaran jarum jam serigala.


Krekk!


Sebuah jalan terlihat di depan mereka yang telah di amati dengan cermat oleh Zhang Xiao Long di genteng istana itu. Mereka mengambil lampu minyak atau pelita di sudut dinding sebelum mereka berjalan masuk melewati jalan yang telah muncul di depan mereka. Zhang Xiao Long pun melesat cepat mengikuti mereka dengan ilmu ginkang cicak di dinding secara halus dan diam -diam tanpa diketahui oleh keduanya.


Kasim Chu mengajak Pangeran Shu Guan ping ke arah yang menuju ke taman yang melengkung pada pintunya lalu pria ini menekan tombol pada salah satu dinding yang kemudian terdorong masuk ke dalam ruangan yang berisi rak dan laci yang jumlahnya mencapai seratus laci pada rak itu.


"Kau pilihlah salah satu dari seratus laci pada rak itu untuk mendapatkan pusaka yang paling mengesankan untuk mu. " Kata Kasim Chu yang tersenyum ramah kepada Pangeran Shu Guan ping.


"Aku pilih laci nomor dua puluh lima dari rak itu yang sesuai dengan tanggal kelahiran ku sendiri yaitu tanggal dua puluh lima bulan dua belas tahun macan. " Kata Pangeran Shu Guan ping tersenyum sopan kepada Kasim Chu.


"Kau sungguh mengagumkan dengan pilihanmu kali ini. " Kata Kasim Chu yang membukakan laci nomor dua puluh lima lalu mengeluarkan sebuah guci keramik warna keemasan yang dia berikan kepada Pangeran Shu Guan ping yang langsung menerima pusaka itu.


"Guci emas ini apa manfaatnya untuk besok pagi aku berikan kepada Kaisar Li? " Tanya Pangeran Shu Guan ping mengangkat alisnya karena dia tak suka dengan pusaka di tangannya itu.


"Aish, Pangeran Shu Guan ping kau jangan lihat dari sisi luarnya saja mengenai pusaka di tangan mu itu, cobalah kau rogoh dalamnya dan lihat ada benda apakah di dalamnya. " Ucap Kasim Chu dengan sikap menyakinkan sekali kepada Pangeran Shu Guan ping.


"Baiklah, Kasim Chu aku akan mencoba melihat isi dalam pusaka ini. " Kata Pangeran Shu Guan ping merogoh dalam guci keramik emas itu dan menemukan kotak kecil yang isinya adalah tujuh butir pil yang warnanya hijau dan tak tercium aroma obat itu berasal dari apa.

__ADS_1


"Tujuh butir pil keabadian yang berarti hidup mu akan panjang sampai kau bisa menyaksikan cucu mu tumbuh besar dan memiliki anak lagi untuk keturunan mu berikutnya. " Kata Kasim Chu mengambil salah satu dari tujuh butir pil itu dari kotaknya.


"Tujuh butir pil keabadian terbuat dari embun pagi di awal musim semi setiap lima tahun sekali untuk khasiatnya semakin besar dan luar biasa untuk dikonsumsi oleh seorang besar dan hebat seperti mu yang dapat kau berikan kepada Kaisar Li. " Kata Kasim Chu lagi dengan senyum cerah kepada Pangeran Shu Guan ping.


"Hmm, baiklah aku terima pusaka yang telah kau pilihkan untuk ku. " Kata Pangeran Shu Guan ping yang menyimpan pusaka itu di saku dalam pakaiannya.


"Yang Mulia Pangeran Shu Guan ping,sepertinya kunjungan ku hari ini di istana mu sudah cukup baik dan sekarang aku harus kembali ke istana untuk mempersiapkan diri untuk membantu persiapan hari istimewa untuk Kaisar Li kita cintai. " Kata Kasim Chu sesudah mereka pergi dari ruangan itu dan istana tersebut.


Zhang Xiao Long masih berada di ruangan yang menyimpan banyak pusaka yang di bongkar oleh Zhang Xiao Long satu -persatu dari laci lalu di temukan sebuah daun teratai giok di salah satu laci pada rak itu.


"Daun teratai giok manfaatnya untuk menghisap racun paling kuat sekalipun bisa luntur oleh daya isap daun teratai giok ini. " Kata Zhang Xiao Long yang menyimpan daun teratai giok di saku celana panjangnya lalu melesat meninggalkan ruangan itu dengan cara yang sama untuk ia bisa keluar dari ruangan itu dan istana yang telah diketahui olehnya bernama istana rahasia di istana kepangeranan Kekaisaran Li.


Zhang Xiao Long telah kembali kepada semua orangnya yang sudah berkumpul bersama di depan pintu kamar tamu khusus untuk dirinya di istana Pangeran Shu Guan ping.


"Yang Mulia Kaisar, silakan Anda bersiap untuk mengantarkan Paduka Putri Ching Ching ke istana Kekaisaran Li sesuai dengan jadwalnya yaitu pada pukul matahari pagi naik ke awan (pukul delapan pagi waktu setempat). " Kata Cheng Shi yang mendatanginya di depan pintu kamar.


"Mahkota mu harus di pakai untuk menambah wibawamu, Kak Long. " Kata Liu Yi Fei selirnya yang membantunya untuk merias dirinya.


"Adik Fei, apakah kamu sudah minum susu untuk pagi ini ? " Tanya Zhang Xiao Long lembut untuk selir kesayangannya itu.


"Sudah, Kak Long terimakasih atas perhatianmu untuk ku. " Jawab Liu Yi Fei tersenyum manis di bibir indahnya kepada Zhang Xiao Long yang memberinya kecupan lembut kasih sayang.


"Kak Long, ikat pinggang mu harus warna emas. " Kata Yu Lian Shing selirnya yang lain telah datang membawakan ikat pinggang warna emas kepada Zhang Xiao Long.


"Kak Long, saputangan mu." Kata Tilana dengan sikap manis kepada Zhang Xiao Long.

__ADS_1


Zhang Xiao Long menoleh ke arah Tan Tan Ling Ming yang duduk dengan tenang di dekat Nalan Yan Ran yang merapikan rambut panjang dan indah gadis remaja yang semakin hari semakin cantik jelita bukan main menawan hati bagaikan sekuntum bunga mawar merah yang sangat manis sekali.


"Adik Ming, kemarilah. " Panggil Zhang Xiao Long lembut untuk gadis itu yang segera datang kepadanya.


"Ya? Ada apa Kak Long? " Tanya Tan Tan Ling Ming menatapnya dengan sinar mata seindah sepasang matahari pagi kembar yang cantik bukan main.


"Pakai tudung dan cadar warna merah. " Jawab Zhang Xiao Long yang menarik gadis itu untuk mendekat kepadanya lalu dipakaikan tudung dan cadar warna merah sesuai dengan keinginan hati Zhang Xiao Long.


"Untuk apa aku pakai ini? " Tanya Tan Tan Ling Ming yang ingin menolak untuk dipakaikan tudung dan cadar warna merah oleh Zhang Xiao Long.


"Untuk gelar mu sebagai calon permaisuri kedua ku di masa depan. " Jawab Zhang Xiao Long yang mengecupnya dengan lembut sekali.


"Ihhh, ada-ada saja kau ini. " Kata Tan Tan Ling Ming menghapus sisa ciuman singkat namun dalam dari bibir lembut Zhang Xiao Long dengan saputangan miliknya sendiri.


"Nalan Yan Ran, kau juga pakailah tudung dan cadar warna merah muda sebagai calon permaisuri kehormatan ku. " Kata Zhang Xiao Long yang mengalihkan perhatiannya kepada Nalan Yan Ran yang lebih kalem daripada Tan Tan Ling Ming.


"Ya, Paduka. " Jawab Nalan Yan Ran yang begitu penurut sekali kepada Zhang Xiao Long yang menyukai sikap dan sifat gadis yang patuh pada segala ucapannya itu.


"Xiao Feng kau bantu aku untuk menjaga Putri Ching Ching selama perjalanan menuju ke istana Kekaisaran Li dari istana Pangeran Shu Guan ping ini. " Kata Zhang Xiao Long mengatur tugas untuk para selirnya.


"Yu Lian Shing dan Tilana awasi gerak-gerik tiap orang di istana Kekaisaran Li selama acara berlangsung. "Perintah dari Zhang Xiao Long.


" Adik Fei, kau harus selalu bersama denganku untuk memastikan keamanan dan keselamatan mu terjaga dengan sebaik mungkin oleh ku. "Kata Zhang Xiao Long.


Lalu Zhang Xiao Long dan rombongan keluar dari kamar menuju ke halaman utama istana Pangeran Shu Guan ping.Dimana Pangeran Shu Guan ping dan rombongan dari pihak Kaisar Li sudah menunggu untuk mereka bersama-sama menuju ke istana Kekaisaran Li.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2