
Sesudah menunggu selama lima belas menit di tempat duduknya untuk menanti Tuan muda Yang hadir di acara yang diadakan oleh seorang pria yang identitasnya sangat misterius sekali sehingga menimbulkan rasa penasaran di hati Zhang Xiao Long.
Akhirnya Tuan muda Yang muncul juga dengan penampilan memakai baju berwarna hitam dan wajahnya di tutupi oleh topeng kulit sehingga ia hanya bisa dilihat dari sepasang matanya yang tajam dan indah luar biasa sampai Zhang Xiao Long semakin besar rasa penasarannya itu.
"Selamat siang dan selamat datang bagi para tamu undangan yang telah hadir di acara yang akan aku gelar di rumah pelelangan ku ini.. Aku Tuan muda Yang akan mulai acaranya dengan di perlihatkan lima benda pusaka langkah yang bisa semua tamu undangan tawar dengan harga murah dan berkualitas sehingga benda-benda itu bisa di miliki oleh kalian semua dengan aman dan nyaman juga tepercaya. " kata Tuan muda Yang membuka acaranya dengan pidato singkat nya.
"Wah, ya kami sudah lama menunggu acara ini dimulai karena kami sudah tak sabar untuk lihat, menawar dan membeli benda-benda langka yang Anda lelang pada hari ini di rumah anda ini yang disebut sebagai rumah pelelangan Tuan muda Yang telah terkenal di dunia persilatan dan seluruh negeri ini.. " kata para tamunya dengan antusias tinggi.
"Baik.Anda sekalian mohon untuk bersabar dan mari kita lihat benda pertama yang akan aku keluarkan dari ruang penyimpanan harta karun ku yang akan di perlihatkan kepada Anda semua di sini. " kata Tuan muda Yang nada tenang dan serius.
Lalu salah seorang dari staf rumah pelelangan Tuan muda Yang telah membawa nampan yang berisi batu yang berwarna hijau dan ditaruh di meja di tengah-tengah ruang utama di rumah pelelangan Tuan muda Yang.
"Batu mustika hijau yang bermanfaat untuk obat ajaib yang dapat menetralisir segala macam jenis racun ganas sekalipun di dunia ini.Dan, harganya di buka lima ratus keping tail. Silakan anda semua menawar benda ini dengan harga yang sesuai dengan kualitas dari batu mustika hijau ini. " kata wakil Tuan muda Yang dengan senyuman memikat kepada para tamu undangan yang hadir di ruang utama di rumah pelelangan Tuan muda Yang.
"Kami mau membelinya dengan harga delapan ratus keping tail. " kata sekelompok orang dari sekte Hoa San Pai kepada Tuan muda Yang.
"Wah, harga yang hebat sekali. Baik, kita simpan dahulu harga yang di berikan oleh pihak Sekte Hoa San Pai terhadap batu mustika hijau untuk kita semua dapat melihat siapa lagi dan berapa harga untuk benda itu. " kata Tuan muda Yang suaranya sangat pandai memikat hati para tamu undangannya yang berebut untuk membeli batu mustika hijau dengan harga yang awalnya lima ratus keping tail menjadi delapan ratus keping tail dan jatuh ke tangan sekte Bu San Pai yang menjadi pemilik batu mustika hijau itu.
Lalu benda kedua dikeluarkan oleh Tuan muda Yang dan benda itu adalah buku kitab ilmu silat sepasang burung bangau sakti yang langka dan kuno sekali.
"Kami menetapkan harga buku ini dengan harga dua ribu keping tail perak. " kata Tuan muda Yang membuka harga.
"Dua ribu lima ratus keping tail perak..! " teriak sekte Hoa San Pai dan sekte Ching San Pai di barisan ketiga.
"Kami sekte Kuda Merah memberikan harga tiga ribu lima ratus keping tail perak...!" teriak sekte kuda merah di barisan pertama.
"Baik, siapa lagikah yang akan menawar buku ini dengan harga yang lebih baik lagi? " tanya Tuan muda Yang dengan sengaja menaikan suaranya.
"Aku Ketua Sekte Bidadari Putih memberikan harga buku itu dengan harga lima ribu delapan ratus keping tail perak. " jawab gadis manis yang duduk di tempat duduk di barisan kelima di sisi kanan Zhang Xiao Long.
Tuan muda Yang mengalihkan pandangannya ke arah Ketua sekte Bidadari Putih di tempat duduk para tamunya dan sejenak mereka berdua saling berpandangan satu sama lainnya lalu Tuan muda Yang menganggukan kepalanya kepada gadis baju putih itu.
"Baik, buku kitab ilmu silat sepasang burung bangau sakti kini menjadi milik Ketua sekte Bidadari Putih yang telah membelinya dengan harga lima ribu delapan ratus keping tail perak. " kata Tuan muda Yang pun memberikan buku itu kepada wakilnya yang menyerahkan buku itu kepada Nona Ketua sekte Bidadari Putih.
"Benda ketiga yang di lelang adalah kipas emas peninggalan dari orang sakti tak diketahui nama dan asalnya yang dibuka dengan harga satu juta tail perak oleh ku.. " kata Tuan muda Yang usai benda pusaka ketiga di keluarkan dari brankas nya dan di taruh di meja tengah-tengah ruang utama di rumah pelelangan nya sendiri.
"Ugh, barang palsu saja kau perlihatkan kepada kami, apakah kamu ingin menghina kami ya?! " suara mencemooh yang dikeluarkan oleh mulut Ketua sekte pengemis kota bunga Kamboja merah muda menimbulkan kegaduhan di rumah pelelangan Tuan muda Yang sampai Tuan muda Yang menatapnya dengan tajam.
"Apa maksud dari perkataan mu itu, Tuan Song Lam? " tanya Tuan muda Yang nada tajam sekali kepada Ketua sekte pengemis kota bunga Kamboja merah muda yang sudah melompat ke depannya dan menyodorkan kipas emas di tangannya kepada Tuan muda Yang.
__ADS_1
"Kipas emas di tangan Ketua sekte pengemis kota bunga Kamboja merah juga ada??" seluruh tamu menatap tajam kepada Tuan muda Yang.
"Para sahabat sekalian harap kalian tenang agar aku bisa menjelaskan mengenai pusaka kipas emas di meja dan kipas emas di tangan Ketua sekte pengemis kota bunga Kamboja merah ini kepada kalian. " kata Tuan muda Yang dengan nada tenang.
"Bagaimana kami bisa merasa tenang kalau ada dua pusaka kipas emas di dunia ini? Sedangkan berdasarkan pengetahuan kami bahwa kipas emas cuma ada satu buah di dunia ini..! Bisakah kau memberikan kami penjelasan mengenai dua kipas emas itu untuk menunjukkan kipas emas yang manakah yang asli di antara dua buah kipas emas itu? " tutur Ketua sekte pengemis kota bunga Kamboja merah muda dengan nada yang jauh lebih tajam kepada Tuan muda Yang.
"Tuan Song, bolehkah aku bertanya darimana kau mendapatkan kipas emas di tanganmu itu? " tanya Tuan muda Yang dengan sinar matanya yang tajam kepada Ketua sekte pengemis kota bunga Kamboja merah muda.
"Uhh, aku mendapatkannya melalui kamu yang telah menjualnya kepada ku beberapa hari lalu di markas besar sekte Bidadari Emas di kota bunga Kamboja emas , tapi sekarang kamu tak mau mengakuinya bahwa kamu menjual barang palsu kepada kami dengan memperlihatkan kipas emas lainnya di rumah pelelanganmu ini...! " hardik Ketua sekte pengemis kota bunga Kamboja merah muda yang tak bisa menahan amarahnya sudah menyerang Tuan muda Yang dengan tinjunya ke arah wajah Tuan muda Yang di hadapannya.
Wutttttzzzz!
Tuan muda Yang dengan sigap melompat ke arah meja untuk mengambil kipas emas di atas meja namun kipas emas telah lenyap dari meja dan Ia terpaksa harus menghadapi serangan maut dari Ketua sekte pengemis kota bunga Kamboja merah muda dengan pukulan telak ke arah dada Ketua sekte pengemis kota bunga Kamboja merah muda.
Bettzzz!
Plakkk!
Ujung kipas emas di tangan Ketua Song Lam di hadapannya telah menangkis serangannya itu sehingga ia melayang mundur ke belakang para tamu undangan yang tak lain adalah Zhang Xiao Long yang mencengkram lehernya lalu kepala nya telah putus di tangan Zhang Xiao Long.
Kress!
Wuuttzz!
Plakk!
Blaaar!
Plakk!
Prakk!
Ketua sekte pengemis kota bunga Kamboja merah muda dan semua orang di ruang utama di rumah pelelangan Tuan muda Yang tercengang kaget melihat seorang pemuda sangat tampan telah membunuh Tuan muda Yang dan Ketua sekte Bidadari Putih dengan mudah sekali.
"Ahh, Kaisar Naga Merah... " suara para anggota Sekte Hoa San Pai, Bu San Pai dan Ching San Pai yang terkejut dengan kehadiran Kaisar Naga Merah di antara mereka di rumah pelelangan Tuan muda Yang.
Xiao Leng cepat menengok kearah Zhang Xiao Long setelah mengetahui bahwa pemuda sangat tampan itu yang menjatuhkan hatinya dan telah menobatkannya sebagai selir adalah Kaisar Naga Merah sendiri.
"Benar.Akulah Kaisar Naga Merah yang telah hadir di rumah pelelangan Tuan muda Yang dan juga membunuh Tuan muda Yang dan Ketua sekte Bidadari Putih. " jawab Zhang Xiao Long dengan sikap berwibawa sekali kepada semua orang di rumah pelelangan Tuan muda Yang.
__ADS_1
Lalu semua orang di rumah pelelangan Tuan muda Yang bersujud di depan Zhang Xiao Long dengan menyerukan namanya sebagai Kaisar Naga Merah mereka.
"Hormat kami kepada Kaisar Naga Merah!Hormat kami kepada Yang Mulia panjang umur..! Panjang umur..! " seruan para tamu undangan di rumah pelelangan Tuan muda Yang termasuk para anggota rumah pelelangan Tuan muda Yang.
"Yang Mulia, apa maksud dari kedatangan anda ke rumah pelelangan Tuan muda Yang? Apakah anda juga menginginkan pusaka kipas emas itu yang kini ada buah kipas emas? " tanya Ketua sekte pengemis kota bunga Kamboja merah muda nada hormat kepada Zhang Xiao Long di depannya.
"Menghukum mati para kaum korupsi gurita di kota ini adalah tujuan ku datang, dan kalau mengenai kipas emas itu adalah salah satunya adalah milikku yang telah lama dimiliki oleh mendiang ibuku. Ketua Song, diantara dua kipas emas itu ada perbedaannya untuk mengetahui yang mana kipas emas asli dan yang mana kipas emas palsu, dan kipas emas di tanganmu memang adalah kipas emas palsu dan yang asli di tangan ku sekarang ini. " jawab Zhang Xiao Long dengan tenang memperlihatkan pusaka kipas emas asli di tangannya kepada Ketua sekte pengemis ini juga semua orang di rumah pelelangan Tuan muda Yang.
"Ahhh! Lalu apa perbedaannya untuk mengetahui kipas emas asli dan kipas emas palsu, Yang Mulia? Bukankah keduanya tak ada bedanya? ' tanya Anggota sekte Bidadari Putih ingin tahu kepada Zhang Xiao Long.
"Garis di pinggir kipas emas yang dapat kita lihat keasliannya dari kedua kipas emas itu. " jawab Zhang Xiao Long menunjukkan garis kipas emas di tangannya lebih halus daripada garis kipas emas di tangan Ketua Song Lam.
"Ahh, ya sudah kami serahkan kipas emas palsu dan asli kepada Anda saja. " kata Ketua Song Lam menghela napas dalam-dalam karena dia sudah kecewa dengan benda pusaka yang di inginkan olehnya.
"Aku akan menukar kipas emas di tanganmu dengan ilmu silat bangau gurun pasir sakti untuk mu, bagaimana? Apakah kamu mau menerima ilmu silat ku itu? " Zhang Xiao Long berbaik hati menukar kekecewaan Ketua Song Lam dengan salah satu dari sekian banyak ilmu silat yang di kuasainya itu.
"Tentu saja, Hamba mau menerima ilmu silat anda dengan senang hati. " jawab Ketua Song Lam gembira.
"Yang Mulia, kami juga mau menerima ilmu silat dari Anda. " kata para tamu di rumah pelelangan Tuan muda Yang dengan serentak kepada Zhang Xiao Long.
"Baiklah, aku akan memberikan satu ilmu silat ku kepada kalian semua secara adil dan terbuka. " kata Zhang Xiao Long dengan senang hati sekali memberikan satu ilmu silatnya kepada semua orang di rumah pelelangan Tuan muda Yang.
Xiao Leng memperhatikan Zhang Xiao Long di tengah-tengah ruang utama di rumah pelelangan Tuan muda Yang mencontohkan ilmu silat bangau gurun pasir sakti dengan cara kedua telapak tangan pemuda itu membentuk mulut bangau dan kaki kirinya di taruh di betisnya lalu meluncur dengan cepat menerjang meja hingga hancur karena terjangan pemuda itu.
Kemudian serpihan-serpihan meja menggulung bak pasir sakti yang dihempaskan ke dinding rumah pelelangan Tuan muda Yang hingga jebol dan memperlihatkan luar rumah itu.
Braakkk!
"Wahhhh... Hebattttt...! " puji Xiao Leng.
Semua orang itu mulai belajar dari Zhang Xiao Long dengan di rumah pelelangan Tuan muda Yang selama beberapa hari ini sampai Zhang Xiao Long menyatakan bahwa mereka semua telah mengusai ilmunya itu.
Barulah Zhang Xiao Long meninggalkan rumah pelelangan Tuan muda Yang untuk melanjutkan perjalanan ke wilayah pegunungan Himalaya kini tak terlalu jauh lagi.
"Tuan muda.. Bukan Yang Mulia.. Izinkanlah aku mengikuti Anda seumur hidupku.. " pinta Xiao Leng mengejarnya ke pintu keluar dari kota bunga Kamboja putih.
"Xiao Leng, tanpa kamu meminta izin dari ku pun untuk mengikuti ku seumur hidupmu.., kau sudah memiliki kewajiban untuk menjadi selir ku dan juga pelayan pribadi ku seumur hidupmu.. " kata Zhang Xiao Long tersenyum ramah kepada Xiao Leng seraya mengulurkan tangannya kepada Xiao Leng yang cepat meraih uluran tangannya dan mereka berdua berkelebat cepat ke arah barat daratan besar seakan-akan menembus matahari terbenam.
Zhang Xiao Long menatap cahaya matahari di ufuk barat dengan senyuman ceria dan sinar matanya pun membayangkan akhir dari segala urusan di dunia persilatan daratan besar yang selalu menjadi impiannya itu.
__ADS_1
Bersambung!!