
Putri Ming Ming menyerahkan stempel dan surat kuasa Kekaisaran Ming kepada Zhang Xiao Long yang telah menaklukkan hatinya meskipun gadis itu dengan teguh tetap mempertahankan sikap dan prinsipnya sebagai seorang Putri terhormat.
"Kalian semua mari ikuti aku menyelusuri hutan ini sampai kita dapat menemukan Biksu Feng yang asli dalam keadaan hidup atapun mati agar kita bisa tahu apa yang telah terjadi pada sekte Shaolin. " Kata Zhang Xiao Long kepada para pasukannya yang berada di bawah pohon tebing jurang lereng Pegunungan tak di kenalnya.
"Tak ada jalan lain kecuali terjun ke dasar jurang di belakang mu. " Kata Putri Ming Ming di dekat Zhang Xiao Long.
"Emm, aku punya cara yang lebih manusiawi daripada caramu. Lihatlah dasar jurang itu adalah kawah gunung berapi aktif yang dapat meleburkan dirimu. " kata Zhang Xiao Long yang menuding telunjuknya ke kening sang putri.
Putri Ming Ming menggigit bibir bawahnya untuk diam tak membantah perkataan Zhang Xiao Long. Ia juga mengikuti langkah pemuda yang telah menobatkannya sebagai Nyonya Selir Kekaisaran Naga Merah dengan menyematkan tusuk konde bunga plum giok di atas puncak rambutnya yang panjang, warna hitam halus bak sutra hitam dan wangi bunga persik di musim semi.
Zhang Xiao Long membawa pasukannya ke arah timur hutan belantara dengan gerakan yang luar biasa cepat sehingga ia dan rombongannya tiba di depan sungai yang membentang lebar dan luas di depan mereka.
"Sungai tanpa harapan di kaki gunung Zheng kah sungai ini? " tanya Zhang Xiao Long menyentuh keningnya sendiri sambil mengamati sungai di depannya.
"Lihatlah airnya menggelembung-gelembung bak uap panas yang berarti sungai ini adalah aliran lahar dari gunung berapi di bawah tebing jurang di belakang pohon kita tadi. " Kata Putri Ming Ming yang memiliki kecerdasan yang amat mengagumkan Zhang Xiao Long.
"Ya, sudah kita harus bisa menyeberangi sungai ini untuk kita bisa sampai ke tempat selanjutnya dari perjalanan kita ke kota Zheng an. " Kata Zhang Xiao Long membuat keputusan yang amat mengesankan Putri Ming Ming dan para pasukannya.
Zhang Xiao Long dan rombongannya melesat bak sejumlah burung rajawali saja yang terbang melewati sungai tersebut dengan gerakan yang amat tangkas luar biasa sehingga mereka dapat menyeberangi sungai ini dengan sempurna.
Brrrr!
Setibanya Zhang Xiao Long dan rombongannya tiba di daerah yang terlihat lebih suram dan gelap dari daerah hutan belantara yang sedang mereka telusuri saat ini. Di depan mereka ada sejumlah pasukan serigala buas yang siap untuk mencabik-cabik mereka semua dan dibelakang pasukan serigala terdapat beberapa orang yang berpakaian serba hitam dan bertopeng kulit yang tatapan matanya begitu mencorong tajam dan buas sekali.
"Hmm, sekelompok orang-orang dungu yang tak layak untuk hidup lebih lama lagi di dunia ini..! " Hardik Putri Ming Ming yang telah mencabut pedang payungnya dari sarungnya lalu gadis itu menerjang dengan gerakan pedang payungnya bak sinar yang membutakan sejumlah mata serigala yang menerjang gadis itu juga.
Singg!
Wushhh!
Crakkkk!
Putri Ming Ming yang menebas sejumlah besar serigala yang menerjang ke arahnya dengan ilmu pedang payung gobi yang menakjubkan sekali sehingga Zhang Xiao Long mengakui bahwa gadis itu memiliki ilmu silat yang tak kalah darinya.
Zhang Xiao Long dan rombongannya menerjang para pasukan orang-orang yang memakai topeng kulit itu dengan gerakan telapak tangan pemuda ini melakukan gerakan menampar yang amat cepat sekali meskipun sejumlah lawannya telah bergerak pula untuk membunuhnya.
Plakk!
Plakk!!
Desss!
Rombongan Zhang Xiao Long menyerang para pasukan sekte serigala hitam yang menghadang jalan Zhang Xiao Long dan rombongannya di hutan belantara di daerah pegunungan Zheng.
Trangg!
Trang!!
Trangg!
Sejumlah pedang yang dihadapi para pasukan serigala hitam itu di hadapi dengan sejumlah pedang di tangan para pasukan Kekaisaran Naga Merah yang hebat.
__ADS_1
Zhang Xiao Long menghadapi tiga orang yang di duga pimpinan dari pasukan serigala hitam yang menghadangnya maka ia tak memberikan satu kesempatan bagi para pasukan serigala hitam untuk membalas serangannya dengan langsung menghantam mereka dengan ilmu sinkang arak sakti.
Plakk!
Plakk!
Plakk!
Desss!
"Arghhh! " pekik ketiga orang itu yang tewas di tangan Zhang Xiao Long dalam keadaan kepala mereka remuk.
Putri Ming Ming menghantamkan pukulan telak ke arah seorang pria yang menggunakan pedang yang sangat lincah dalam menghadapi ilmu pedang payungnya.
Plakk!
Trangg!
Pria itu menggerakkan pedang dengan lincah di tangan kirinya dan tangan kanannya membalas ilmu pukulan telak dari Putri Ming Ming dengan ilmu pukulan telak yang mengejutkan Putri Ming Ming.
"Ming Ming, mundurlah dan biarkan aku yang menghadapinya..! " perintah dari Zhang Xiao Long yang melihat kekasihnya kesulitan dalam menghadapi lawan yang tangguh itu.
Putri Ming Ming segera mematuhi perintah dari Zhang Xiao Long dengan bergerak mundur dari pertarungannya melawan putra ke empat dari Sheng Kun yang bernama Sheng Jing.
Brrrr!
Sheng Jing cepat melintangkan pedangnya di depan dadanya dengan tatapan matanya telah menatap Zhang Xiao Long yang berdiri tegak di depannya dengan sikap arogan sekali dan juga merendahkan dirinya.
"Laknat! Bocah tak tahu diri yang harus mati di tanganku sebelum kau menjadi parasit di kemudian hari bagi kejayaan Keluarga Sheng..! " Hardik Sheng Jing.
Wushhh!
Sheng Jing menggerakkan pedang yang amat membahayakan keselamatan Zhang Xiao Long yang tak mengelak sama sekali saat pedang di tangan Sheng Jing meluncur ke arahnya dengan kecepatan kilat.
Wuttzzz!
Tapi di luar dugaan yang terjadi bukanlah Zhang Xiao Long yang tersebas pedang di tangan Sheng Jing melainkan Sheng Jing yang tewas terkena tinju halilintar hitam Zhang Xiao Long yang menghancurkan pedangnya dan juga organ dalam tubuhnya dengan meninjunya tepat di dadanya.
Bughhh!
Zhang Xiao Long sudah berdiri tegak di depan Putri Ming Ming yang tersenyum untuk ucapkan terimakasih atas pertolongan dari Zhang Xiao Long untuknya.
"Tak perlu kau mengucapkan terimakasih atas pertolongan ku kepadamu karena aku membenci mereka yang berkaitan dengan Sheng Kun si Bajingan tua laknat yang menjadi musuh besar ku sejak aku berusia tiga tahun. " kata Zhang Xiao Long nada lembut dan serius kepada Putri Ming Ming.
"Iya, baiklah. Aku batalkan untuk memberikanmu ucapan terimakasih ku. " kata Putri Ming Ming yang melewatinya untuk meneruskan perjalanan ke arah paling timur dari hutan belantara itu.
"Eits.. Tunggu bentar aku mau kamu ucapkan terimakasih mu dengan cara lain. " kata Zhang Xiao Long meraih pergelangan tangan gadis itu lalu membalikkan tubuh gadis itu dengan cepat untuk gadis itu berhadapan dengannya lalu Ia tak perlu menunggu waktu lama untuk mencium bibir gadis yang sangat manis baginya meskipun gadis itu sangat sukar di raih hatinya.
"Bisakah kau melepaskan ku, sekarang juga usai kau berhasil mencium bibirku? " pinta Putri Ming Ming mengerjapkan matanya.
Zhang Xiao Long tak menjawabnya melainkan ia menambah ciuman yang membuat rongga mulut gadis itu terbuka untuk lidahnya bermain liar di rongga mulut gadis itu.
__ADS_1
"Hmmmph.. Zhang Xiao Long... "
Putri Ming Ming tak bisa melepaskan dirinya dari Zhang Xiao Long yang terus saja menjelajahi mulut dan bibirnya dengan tak pernah puas untuk satu kali bermain di sana.
"Awww.. Sakit.. "
Putri Ming Ming menginjak kaki Zhang Xiao Long dengan keras yang membuat pemuda ini melepaskannya namun senyuman menang telah menghiasi bibir pemuda itu.
"Ahh, kau sungguh menantang gairah laki-laki ku dengan bibir mu dan mulutmu yang semanis buah plum musim sekali sampai aku ingin sekali melakukan hal itu lagi, lagi dan lagi.. " kata Zhang Xiao Long menyeka bibirnya sendiri yang basah dengan punggung ibu jarinya.
"Kau sudah tak waras, ya? Aku bukan gadis yang mudah kau taklukkan dengan rayuan gombal mu dan ciumanmu tak ada artinya bagiku.. " kata Putri Ming Ming nada ketus.
Gadis itu melangkah sepasang kakinya yang bersepatu mungil dengan langkah lebar dan cepat meninggalkan Zhang Xiao Long dan para pasukan Kekaisaran Naga Merah di belakang tepi sungai panas.
"Heii.. Bagaimana kalau aku melamarmu agar aku bebas menyentuhmu? " Zhang Xiao Long mengejarnya dan meraihnya dengan cara yang persis di lakukan Kakak kembarnya dahulu kepada Kakak iparnya.
"Kau mengingatkan ku kepada Kakak Huan.. " Kata Putri Ming Ming suaranya pelan sekali di sisi Zhang Xiao Long.
"Aku cemburu dengan Kakakmu yang selalu ada di dalam ingatanmu. " Kata Zhang Xiao Long merengkuh gadis itu untuk berjalan bersama dengannya.
"Kau tak pernah bisa menggantikan posisi Kak Huan di hatiku dan ingatanku.. Kau tahu andai ia bukan Kakak kembar ku.. Aku akan jatuh cinta kepadanya karena di dunia ini tak ada laki-laki yang seperti dia. " Kata Putri Ming Ming dengan jujur kepada Zhang Xiao Long.
"Emm, aku akan menggeser posisinya dari hati dan ingatanmu cepat atau lambat kau akan jatuh cinta kepada ku seperti aku mencintaimu. Aku bukanlah laki-laki yang mudah menjatuhkan hati ku kepada sembarangan wanita di manapun dan kapanpun ku temui. Aku mencintaimu seperti aku mencintai diriku sendiri. Aku ingin sekali melindungimu dan membahagiakanmu seumur hidupku. Ayolah buka hatimu dan ingatanmu untuk ku seorang. Aku janji setelah ini aku takkan pernah memiliki istri lagi. Ayolah kau bisa membantuku untuk meraih kemenangan di dalam hidupku. " kata Zhang Xiao Long nada halus kepada Putri Ming Ming.
"Huh, semua laki-laki sama saja usai menikahi wanita satu, dia akan bosan dan menikah lagi.. Aku tak mau menjadi permainan laki-laki yang seperti mu.. Aku dulu sudah pernah menikah dengan laki-laki yang seperti mu yang untungnya aku cerdas mempermainkannya juga sehingga ia tak pernah bisa mendapatkan apa yang di inginkannya dariku.Kini, aku menjadi janda yang masih suci alias perawan suci.. " kata Putri Ming Ming nada bangga dengan keadaannya yang sekarang ini.
"Jangan membodohi ku, kau menggunakan satu taktik menukar nasibmu dan takdirmu dahulu dengan kakak seperguruan mu yang memiliki wajah, tubuh dan sikap yang sama seperti mu sehingga Kakakmu tak bisa membedakan mana adik aslinya dengan adik palsunya. Ahh, Ming Ming kau sama sekali belum pernah menikah dengan laki-laki manapun. Hal itu terbukti dari kau tak bisa melakukan ciuman seperti yang bisa dilakukan oleh wanita-wanita yang sudah pernah menjalin hubungan dengan laki-laki. " Kata Zhang Xiao Long mencubit hidung Putri Ming Ming dengan gemas.
"Emm, berengsek kau mengetahui semua hal yang ku rahasiakan selama ini..?! " Teriak Putri Ming Ming mendelik sebal kepada Zhang Xiao Long.
"Tsk,sayangku..Aku ini Zhang Xiao Long.. Ingat itu. " Kata Zhang Xiao Long menarik kembali Putri Ming Ming untuk merapatkan diri di dekat dirinya.
"Ceraikan semua istri-istri mu, jika kamu mau menikahiku.. " Kata Putri Ming Ming membuat transaksi kepada Zhang Xiao Long.
"Tidak bisa.. " Jawab Zhang Xiao Long tegas.
"Ya sudah.. Kau takkan pernah bisa menikahiku. " Kata Putri Ming Ming juga tegas.
"Siapa juga yang mau menikahimu? Aku cuma mau menjadikan mu tawanan ku seumur hidupku.. " Balas Zhang Xiao Long yang amat mengejutkan Putri Ming Ming.
"Kau bilang apa barusan? " tanya Putri Ming Ming kaget.
"Aku bilang aku bisa mendapatkanmu tanpa aku menikahimu.. Huh, bukankah itu berarti harga nilai mu lebih murah daripada para istri ku di rumahku yang semuanya telah aku nikahi dan ada surat nikahnya secara resmi? " Ucapan tajam Zhang Xiao Long membungkam Putri Ming Ming.
"Kau sungguh kurang ajar sekali..! Aku bukan barang murah yang bisa kau dapatkan dan kau mainkan lalu di hempaskan begitu saja sesuka hatimu.. " kata Putri Ming Ming menangis pada akhirnya.
"Aku sudah bilang tak pernah ada satupun dari mereka para wanita ku di rumahku yang aku mainkan dan ku hempaskan begitu saja sesuka hati ku.. Dan hal yang sama juga akan Aku lakukan terhadap mu. Di zaman kita sekarang ini.. Mana ada laki-laki yang memiliki istri cuma satu orang saja? Juga mana ada wanita di zaman sekarang ini yang menolak tawaran baik dan manis dariku seorang pria penguasa paling tertinggi di seluruh wilayah daratan besar.. "Kata Zhang Xiao Long tak tersentuh dengan tangisan Putri Ming Ming yang memiliki taktik untuk Ia bisa luluh dengan tangisan seorang wanita saja.
" Astaga, dia lebih sadis dari Kakak Huan- ku..! Dia di luar dugaan ku, ku kira dia akan takluk dengan airmata seorang wanita apalagi secantik diriku.. " Batin Putri Ming Ming.
"Uhh, licik benar wanita ini, dia pikir aku bisa di taklukkan dengan tangisannya.. Uhh, aku bukan guruku yang terlalu lemah kepada wanita.. " Batin Zhang Xiao Long.
__ADS_1
Putri Ming Ming menepis lengan Zhang Xiao Long yang merangkul pundaknya sambil mereka berjalan keluar dari hutan belantara yang ujung nya adalah pintu belakang kota Zheng an sendiri.
Bersambung!