
"Ada empat desa di wilayah gunung tengkorak putih ini, Kak Long. Desa yang pertama kita lewati adalah desa bunga mawar kuning garis putih. "Jawab Xiao Feng menggunakan telunjuk kanannya untuk menunjuk desa di bawah kaki gunung tengkorak putih kepada Zhang Xiao Long.
" Baiklah, Kita telusuri saja desa- desa di bawah gunung tengkorak putih jika kita harus melewati empat desa tersebut untuk kita dapat tiba di wilayah Suku Mi yang ku dengar berada di daerah gurun pasir Merah muda utara. "Kata Liu Lu Sian nada penuh semangat kepada Zhang Xiao Long.
" Iya, tentu saja kita takkan pernah putus asa untuk menggapai mimpi dan harapan terbesar di dalam hidup kita yakni mengubah masa depan kita semua. " Kata Zhang Xiao Long yang telah menuntun tali kekang kuda putihnya berjalan ke jalanan yang menurun ke bawah gunung tengkorak putih.
Di daerah bawah gunung tengkorak putih terlihat hamparan rumput-rumput warm kuning yang tumbuh di tanah-tanah yang berjejer rapi di kedua sisi jalan raya menuju ke desa yang pertama di depan mata mereka.
"Pagi hari ini kita telah sampai di desa rumput kuning. Marilah kita mencari tempat istirahat untuk sarapan pagi sebelum kita melangkah kita ke wilayah dalam desa ini. " Kata Zhang Xiao Long usai mereka melihat papan nama desa itu.
"Yang Mulia, di utara pintu masuk desa rumput kuning ada sebuah kuil kosong yang bisa kita gunakan sebagai tempat istirahat kita di pagi hari ini. " Kata Yun Hao memberitahu Zhang Xiao Long sebuah kuil kosong di dekat pintu masuk ke wilayah desa rumput kuning.
"Hmmm, lebih baik kita beristirahat di rumah penginapan yang di bawahnya terdapat rumah makan agar kita mudah untuk mendapatkan makanan dan minuman untuk mengisi tenaga kita sebelum kita menempuh perjalanan jauh yang akan memakan waktu sekitar lima atau enam hari lamanya. " Kata Li Kai nada memelas karena pria gemuk itu sudah kelaparan di lihat dari wajahnya.
"Kak Long, kami juga ingin mandi dengan air bersih untuk membersihkan tubuh kami yang sudah lengket oleh keringat dan debu. " Kata Yu Lian Shing menolehkan kepalanya ke arah Zhang Xiao Long yang menganggukan kepala setuju dengannya.
__ADS_1
"Kita masuk dahulu saja ke desa rumput kuning lalu kita cari penginapan untuk mereka bisa mandi sepuas hati mereka dan kita juga bisa mencari makan dan minum sebelum kita semua melanjutkan perjalanan menuju ke wilayah Suku Mi yang harus melewati tiga desa lainnya dahulu sebelum tiba di sana. " Kata Zhang Xiao Long menoleh ke arah para pasukannya yang segera mematuhinya dengan melangkah maju ke desa rumput kuning di depan mereka.
Mereka menemukan sebuah losmen kecil yang bersih dan memiliki pelayanan makan, minum, mandi dan tidur yang nyaman di dalam desa rumput kuning. Maka, para istrinya sangat senang sekali bisa menikmati mandi dengan air hangat yang nyaman. Sedangkan, Zhang Xiao Long memilih untuk tidur sejenak sambil nunggu makanan dan minuman yang telah di pesan oleh Yun Hao kepada pihak losmen kecil untuknya dan para istrinya di kamar khusus untuk mereka tempati.
"Desa rumput kuning sangat sunyi sekali seperti tak ada penduduknya sama sekali padahal kita semua bisa melihat penduduknya sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing sebagai petani daun bawang dan sawi hijau. " Kata Yun Hao mengedarkan pandangan matanya yang tajam ke segala penjuru arah desa itu kepada Li Kai.
"Iya, tapi sayup-sayup ku bisa mendengar suara lonceng kelenteng di kecamatan muara sungai rumput kuning di utara dari desa ini." Kata Li Kai menganggukkan membenarkan ucapan teman seperjuangannya itu.
Para pasukan Laskar Naga Merah duduk di kursi di rumah makan sambil menunggu Zhang Xiao Long dan keempat orang istrinya selesai mandi, makan dan istirahat. Mereka membahas tentang suasana di desa rumput kuning yang membuat indra perasa mereka peka terhadap lingkungan yang mereka datangi.
"Yang Mulia, apakah anda merasa penasaran dengan suasana di desa ini?? " Tanya Yun Hao dengan nada serius kepada Zhang Xiao Long.
" Iya, Yun Hao. Karena itu Aku memerintahkan kalian untuk mengantarkan keempat orang istri ku lebih dahulu ke perkampungan suku Liao dan tunggulah aku di sana sesudah aku menyelidiki wilayah desa rumput kuning dan ketiga desa lain di sekitar lokasi kaki gunung tengkorak putih dan menyelesaikan masalah di wilayah Suku Mi. " Jawab Zhang Xiao Long nada serius kepada Yun Hao.
"Baiklah, Yang Mulia Kaisar, kami para pasukan Laskar Naga Merah akan melaksanakan tugas yang telah anda berikan kepada kami dengan baik." Kata Yun Hao mewakili para pasukan Laskar Naga Merah dengan sikap hormat pada Zhang Xiao Long yang segera melesat cepat pergi dari losmen kecil di dekat pintu masuk ke desa rumput kuning.
__ADS_1
Brrrr!
Sesudah Zhang Xiao Long meninggalkan losmen kecil itu. Keempat orang istri dari Zhang Xiao Long keluar dari kamar dengan berpakaian rapi dan anggun lalu menatap tajam Yun Hao dengan tatapan mata bertanya tentang Zhang Xiao Long kepada wakil Ketua Laskar Naga Merah itu.
"Lapor, Nyonya besar. Tuan besar berpesan agar Anda dan ketiga nyonya muda untuk menunggu Beliau di perkampungan suku Liao sebelum Beliau pergi untuk menyelesaikan masalah di wilayah ini dan wilayah Suku Mi. " Jawab Yun Hao dengan nada hormat kepada Liu Lu Sian dan ketiga orang istri dari Zhang Xiao Long di depannya.
"Hmm, baiklah Yun Hao, terimakasih laporan mu kepada kami. " Kata Liu Lu Sian dengan sikap tenang sekali.
Lalu Li Kai mengantarkan kuda putih di depan pintu losmen kecil dengan sebuah kereta yang baru untuk Liu Lu Sian, Yu Lian Shing, Tilana dan Xiao Feng yang segera naik ke dan masuk ke kereta kuda yang di kusiri oleh Yun Hao.
Zhang Xiao Long menggunakan ilmu ginkang naga menembus awan mendung melesat cepat ke arah barat daya desa rumput kuning. Disana, Ia melihat seorang pemuda tampan bertarung melawan lima orang berpakaian warna biru yang ada gambar tengkorak kepala kera raksasa di tepi muara sungai rumput kuning dengan sikap tenang sekali.
"Zheng Yan kamu harus bisa membunuh mereka semua untuk membalas dendam mu terhadap orang-orang yang sudah membunuh keluarga mu dan sekte rusa emas kita. " Kata seorang pria muda lain yang duduk di bawah pohon di dekat muara sungai rumput kuning kepada pria muda yang sedang bertarung melawan lima orang pria yang berpakaian warna biru yang ada gambar tengkorak kepala kera raksasa.
Bersambung!
__ADS_1