
Zhang Xiao Long dan Tilana tiba di ruangan di timur rumah walikota kota kecil tu an Selatan dan menemukan Yu Lian Shing berjongkok di depan mayat di lantai ruangan istri ketiga dari walikota kota kecil tu an Selatan.
"Lian Shing, mundurlah dan biarkan aku yang memeriksa mayat itu. " Kata Zhang Xiao Long halus kepada Yu Lian Shing yang di angkat berdiri di samping Tilana oleh Zhang Xiao Long.
" Mayat itu wajahnya bengkak sehingga aku tak bisa mengenal siapa dia dan bagaimana dia bisa meninggal dunia di ruangan ini. " Kata Yu Lian Shing memberitahu Zhang Xiao Long yang telah menggantikan posisinya dengan berjongkok di depan mayat itu.
Zhang Xiao Long mengeluarkan belati kecilnya dari saku celana panjangnya lalu mengorek pipi bengkak dari mayat itu yang langsung kempes dan mengeluarkan nanah yang berbau busuk.
"Ihhh.. Menjijikkan sekali.. " Kata Tilana dan Yu Lian Shing yang menutup mulut mereka dengan saputangan mereka masing-masing.
Zhang Xiao Long mencongkel mulut mayat itu dengan belati kecilnya lalu keluarlah seekor kodok yang telah mati dengan bentuk kodok warna hitam bintik-bintik.
"Racun kodok rawa belatung." Kata Liu Lu Sian yang sudah datang ke ruangan istri ketiga dari walikota kota kecil tu an Selatan dengan tangan gadis itu membawa jepitan rambut warna emas yang ujungnya telah menghitam.
"Jepitan rambut warna emas ini sepertinya aku pernah melihatnya tapi aku lupa di mana aku pernah melihat benda kecil itu. " Kata Xiao Feng di sisi kanan Liu Lu Sian dengan alis indahnya mengerut sedikit.
"Jepitan rambut warna emas di tanganku ini adalah milik Li Jiancheng puteri dari Ketua Sekte Musang Tu An Selatan dan kita pernah melihat gadis itu di toko perhiasan di pinggir jalan raya kota kecil tu an Selatan pada kemarin siang di saat kita membeli perhiasan di sana. "Jawab Liu Lu Sian mengingatkan Xiao Feng.
" Betul sekali. Apa jangan-jangan mayat ini adalah putri dari Sekte Musang Tu An Selatan yang telah di bunuh oleh istri ketiga dari walikota kota kecil tu an Selatan yang telah menghilang dari rumah ini ketika kita masuk ke dalam rumah ini?" Ucap Tilana kaget sendiri.
"Bukan, karena mayat ini bukanlah wanita tetapi laki-laki. " Kata Zhang Xiao Long usai melakukan otopsi terhadap mayat yang mereka temukan di dalam ruangan istri ketiga dari walikota kota kecil Tu An Selatan.
__ADS_1
Zhang Xiao Long berdiri di atas lantai ruangan itu lalu belati kecilnya di lemparkan ke atas langit -langit ruangan itu yang membuat seorang gadis remaja usia lima belas tahun yang sangat cantik jelita meluncur turun dari langit-langit ruangan itu ke hadapan Zhang Xiao Long.
Wuttzzz!
Brrrr!
Tep!
"Nona Li Jiancheng kenapa kamu bersembunyi di langit-langit ruangan istri ketiga dari walikota kota kecil tu an Selatan? " Tanya Zhang Xiao Long nada tajam kepada Nona Li Jiancheng yang terperangah melihat ketajaman sepasang mata Zhang Xiao Long yang seperti menembus jantungnya saja.
"Karena aku ingin menyelamatkan kekasihku yang di sekap di ruangan istri ketiga dari walikota kota kecil tu an Selatan tetapi aku tidak bisa menemukan kekasih ku dan aku hanya bisa melihat istri ketiga dari walikota kota kecil tu an Selatan membunuh kekasih gelapnya sendiri. " Jawab Nona Li Jiancheng dengan jujur kepada Zhang Xiao Long.
Wuuuutzzz!
Zhang Xiao Long dengan sikap tenang sekali dan hanya bergerak mundur satu langkah saja tetapi kakinya yang kiri telah menendang wajah istri ketiga dari walikota kota kecil tu an Selatan hingga remuk.
Dukk!
"Aughhh! Bajingan hina kau..! " Teriak istri ketiga dari walikota kota kecil tu an Selatan yang telah terkapar di lantai dengan wajahnya remuk di tendang oleh Zhang Xiao Long yang telah berdiri di atasnya.
"Wanita keji darimana kau mendapatkan racun kodok rawa belatung untuk membunuh laki-laki itu? " Tanya Zhang Xiao Long dengan nada dingin kepada istri ketiga dari walikota kota kecil tu an Selatan yang berada di lantai ruangan itu.
__ADS_1
"Kau tak perlu tahu." Jawab istri ketiga dari walikota kota kecil tu an Selatan yang malah nekat mengigit lidahnya hingga putus sehingga Zhang Xiao Long tidak bisa memaksanya untuk memberitahu darimana ia mendapatkan racun kodok rawa belatung untuk membunuh kekasih gelapnya sendiri.
"Sial.. Dia lebih memilih untuk bunuh diri.. " Kata Zhang Xiao Long menghela napas dalam-dalam lalu menyambar Nona Li Jiancheng untuk di bawa ke arah timur rumah walikota kota kecil tu an Selatan untuk menemui Luo Han di ruangan lainnya.
Brrr!
Keempat orang gadisnya segera mengikutinya dengan kecepatan kilat sehingga mereka semua telah tiba di depan mayat lainnya yang telah di otopsi oleh Luo Han yang menunjukkan hasil otopsi kepada Zhang Xiao Long.
"Racun yang sama dengan racun kodok rawa belatung untuk membunuh pria yang ternyata adalah kekasih gelap istri ketiga dari walikota kota kecil tu an Selatan sendiri yang dibunuh oleh wanita itu dengan keji. " Kata Zhang Xiao Long yang mengenali pisau kecil di tangan Luo Han.
"Lalu di manakah kekasih ku di sekap oleh istri ketiga dari walikota kota kecil tu an Selatan jika di rumah walikota kota kecil tu an Selatan hanya ada mayat-mayat yang bukanlah kekasihku? " Tanya Nona Li Jiancheng dengan wajahnya yang ingin menangis mencemaskan keselamatan diri kekasihnya kepada Zhang Xiao Long.
"Tenanglah, aku pasti bisa menemukan kekasih mu dalam keadaan sehat dan selamat. " Kata Zhang Xiao Long dengan nada tenang kepada Nona Li Jiancheng.
"Tuan muda, di sini terdengar suara gemericik air seperti air terjun. " Kata Luo Han memanggilnya dari dinding bagian kanan ruangan pribadi dari istri lain yang di miliki oleh walikota kota kecil tu an Selatan. Luo Han menempelkan telinganya itu dinding yang membuat pemuda tampan dan baik hati ini dapat mendengar suara air terjun dari dinding itu.
"Mundurlah kau dari dinding itu. " Kata Zhang Xiao Long kepada Luo Han yang segera mundur dari dinding untuk Zhang Xiao Long yang telah menggunakan ilmu sinkang bunga harum melalui telapak tangannya itu menghancurkan dinding ruangan itu.
Blaarrr!
Bersambung!
__ADS_1