Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Gua Di Puncak Gunung Changsan.


__ADS_3

Amira Ming melesat cepat keluar dari gua untuk membantu para sahabat baru mereka yang saat ini sedang bertarung melawan para musuh yang berasal dari para anggota sekte elang kematian tingkat empat belas.


Wanita muda yang luarbiasa ini menerjang maju dengan pedangnya berkelebatan disekitar para musuh yang dihadapi oleh Guan Xiao Tong di pintu masuk ke dalam gua.


Wuttzz!


Trang!


Trang!


Trang!


Sekitar lima orang dari delapan belas orang yang dihadapi oleh temannya itu telah kehilangan lima senjata mereka karena terjangan pedangnya itu telah meruntuhkan lima senjata musuh lalu ia tak memberikan kesempatan kepada lima orang itu yang langsung ditebas oleh pedangnya.


Crak!


Crak!


Guan Xiao Tong menggerakkan pedangnya yang telah menebas delapan orang anggota sekte elang kematian tingkat empat belas dengan ilmu pedang kabut Naga hitam ciptaannya.


Crakkk!


Sementara itu Zhang Xiao Long yang berada di dalam gua telah berhasil menyembuhkan Tuan Ying yang sudah tidur pulas dengan nyaman di atas jerami di dalam gua.


"Kau istirahatlah disini sampai kami merapikan mereka di luar sana." kata Zhang Xiao Long nada sopan dan ramah kepada Tuan Ying.


Lalu Zhang Xiao Long meluncur keluar dari gua dengan telapak tangannya yang mengerahkan ilmu sinkang Naga Merah ke arah para pasukan sekte elang kematian tingkat empat belas yang langsung terjungkal ke jurang dalam keadaanh hancur berkeping-keping.

__ADS_1


Desss!


Bruakkk!


Nona Ying Ying menggerakkan pedangnya yang menggunakan ilmu pedang rusa merah sehingga pedangnya itu membentuk gerakan rusa yang memancarkan cahaya merah ke arah pasukan sekte elang kematian tingkat empat belas yang dihadapinya.


Wuttzz!


Trang!


Trang!


Sejumlah pedang yang digunakan oleh pasukan sekte elang kematian tingkat empat belas yang dihadapinya telah patah oleh serangannya yang langsung menebas seluruh musuhnya.


Crakk!


Crakk!


Blaarrr!


Nona Ying Ying menemui ayahnya di gua setelah musuh -musuh mereka sudah tewas semuanya, gadis itu diikuti oleh Guan Xiao Tong, Tabib Xi dan Nona Luo Guo Xiang serta Zhang Xiao Long dan Amira Ming.


"Nona,bolehkah kami mengetahui jati dirimu dan ayahmu agar kami bisa mempercayai kejujuran kalian sebagai teman baik kami yang baru?" tanya Zhang Xiao Long yang telah duduk di atas jerami di depan Nona Ying Ying yang duduk di atas jerami samping Tuan Ying.


"Paduka Kaisar,hamba dan ayah hamba berasal dari Kekaisaran Yong yang telah dimusnahkan oleh musuh kami yang berjuluk Raja Dewa Kuda Nil yaitu Raja Ti Hao dari pulau Ti yang telah bekerjasama dengan Raja Dewa sekte berang- berang yang menginginkan liontin Naga ungu yang berada di tangan Ayahku. " jawab Nona Ying Ying mengeluarkan liontin Naga ungu dari saku pakaian dalam ayahnya lalu ditunjukkannya kepada Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long mengambil liontin Naga ungu di tangan Nona Ying Ying lalu Ia mengamatinya dengan cermat dan diberikannya kepada Amira Ming untuk diteliti ulang oleh istrinya itu.

__ADS_1


"Ada tiga titik hitam di dalam liontin Naga ungu ini yang menunjukkan adanya hawa sesat yang berasal dari pegunungan yang berada di bagian selatan dari pegunungan Changsan." kata Amira Ming yang telah mengamati liontin Naga ungu di tangannya itu.


"Ya, tiga titik hitam itu adalah gua di pegunungan Naga hitam yang terdapat patung Dewa sesat tersebut yang harus segera kita musnahkan agar tidak memperngaruhi rakyat Kekaisaran Naga Merah kita yang akan dibodohi oleh orang-orang yang ingin menggulingkan pemerintahan sah di tanganku. " kata Zhang Xiao Long nada geram.


"Paduka Kaisar,anda benar sekali, karena itulah kami ada untuk membantu Anda mengatasi mereka yang berkumpul di pegunungan tersebut agar Anda dan Ratu Amira Ming dapat bersatu serta menjalankan tugas sebagai Kaisar Naga Merah dan Permaisuri Agung Phoenix Merah di seluruh wilayah daratan besar." kata Guan Xiao Tong dengan nada lantang kepada Zhang Xiao Long.


"Kami berdua juga akan membantu Anda untuk membunuh mereka yang juga merupakan musuh -musuh kami. " kata mantan Kaisar Yongle dan putrinya.


"Kak Long, kita harus lebih dahulu menemui Liu Tong yang telah mengabari jejak Raja Dewa hina itu melalui suratnya yang telah dikirimkan oleh burung parkit kesayangannya kita ini untukmu." kata Amira Ming yang menunjukkan surat dari Liu Tong kepada Zhang Xiao Long dengan nada lembut.


Zhang Xiao Long membaca surat dari Liu Tong dengan cepat lalu tersenyum senang dengan informasi yang sangat akurat dari sahabatnya yang paling hebat dan setia itu.


"Bagus, Kak Tong.Aku akan segera menemuimu di tempatmu berada di saat ini." batin Zhang Xiao Long.


"Yang Mulia,hamba rasa kita semua tidak perlu lagi harus menunda-nunda waktu untuk habisi para kaum pemberontak hina yang belum tuntas di masa pemerintahan Kakek dan Ayah Anda." kata mantan Kaisar Yongle dengan sikap tegas kepada Zhang Xiao Long.


"Baik, Paman Yongle. Kita akan segera pergi ke pegunungan Naga hitam setelah kamu dapat memulihkan kondisi fisikmu sampai kamu benar -benar sehat dan segar untuk menghadapi para musuh kita." kata Zhang Xiao Long dengan nada sopan dan ramah kepada Tuan Ying.


"Tidak perlu Anda mengkhawatirkan kondisi fisik hamba, karena hamba tahu apa yang terbaik untuk diri hamba." kata mantan Kaisar Yongle di depan Zhang Xiao Long dengan meloncat berdiri di atas jerami dengan sikap gagah perkasa.


Zhang Xiao Long yang melihat sikap pria paruh baya di depannya itu begitu semangat maka ia pun segera menyanggupi keinginan hati dari pria paruh baya yang mendatangkan rasa kagum di hatinya itu.


"Baik, Paman Yongle. " kata Zhang Xiao Long.


Demikianlah Zhang Xiao Long, Amira Ming, Guan Xiao Tong, Nona Luo Guo Xiang, Tabib Xi dan mantan Kaisar Yongle dan Nona Ying Ying telah meninggalkan puncak gunung Changsan pada keesokan harinya.


Di sebuah kota kecil di kaki gunung Changsan di bagian utara terlihatlah sekelompok orang yang berpakaian serba kuning dengan memakai ikat rambut warna kuning yang bersiap-siap untuk menghadang Zhang Xiao Long dan yang lainnya yang baru saja turun dari atas puncak gunung tersebut.

__ADS_1


"Kita harus bisa membunuh mereka berdua yang tak layak untuk menjadi penguasa kita..!" seru pimpinan dari pasukan sekte elang kematian tingkat tiga belas yang bergabung dengan sekte elang kematian tingkat dua belas yang dipimpin oleh seorang wanita cantik usia dua puluh dua tahun yang membawa payung warna kuning di tangan kanannya.


Bersambung!!


__ADS_2