Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Kota Langit Himalaya.


__ADS_3

Zhang Xiao Long bersama dengan istri dan para sahabatnya menyelusuri jalanan yang luarbiasa panjang dan sempit di celah-celah tebing-tebing di pegunungan Himalaya secara perlahan-lahan untuk mencari tahu apakah jalan itu adalah pintu masuk ke kota Langit Himalaya yang menembus ke wilayah Kerajaan Nepal.


"Wahh, jauh sekali untuk sampai ke daerah yang sangat asing bagi kami. " kata Zhang Xiao Long menunduk kepalanya saat berjalan di sepanjang jalan tersebut agar kepalanya tidak terbentur langit-langit gua.


"Aku sudah pernah mengunjungi Kerajaan Nepal namun aku tidak pernah melewati jalan pintas. " kata Amira Ming istrinya yang membuntutinya di belakang tanpa kesulitan untuk kepala wanita itu terbentur langit-langit gua karena tubuh Amira Ming mungil dan lebih pendek daripada Zhang Xiao Long yang ukuran tubuhnya sekitar seratus delapan puluh tujuh meter sedangkan Amira Ming sekitar seratus lima puluh lima meter.


"Aku ukuran sekitar seratus tujuh puluh delapan meter dan usiaku dua puluh delapan tahun tahun ini. " kata Liu Tong yang menggunakan pedang untuk melindungi kepalanya.


"Aku ukuran seratus delapan puluh satu meter dan usia ku dua puluh sembilan tahun ini. " kata Tuan Heng menunjuk ke dirinya sendiri.


"Kalau aku ukuran seratus delapan puluh satu meter dan usia ku tiga puluh delapan tahun tapi aku belum pernah menikah dan memiliki anak sampai saat ini. " kata Kepala Desa bunga mawar api yang bernama Rong Huo.


"Aku ukuran seratus delapan puluh tujuh meter dan usia ku dua puluh enam tahun ini dan istriku ini ukurannya seratus lima puluh lima meter dan usia dua puluh tiga tahun, namun kecantikannya dan keindahan tubuhnya seakan-akan ia masih seorang gadis remaja perawan yang belum pernah menikah, mengandung dan melahirkan anak padahal anaknya sudah dua orang anak di rumah kami. " kata Zhang Xiao Long menunduk kepada istrinya yang mencubit pinggulnya usai ia bicara tentang keindahan tubuh istrinya yang selalu menggiurkan gairahnya setiap saat.


"Kak Long, tolong kamu jangan bicara soal itu di tempat umum. Ugh, aku menjadi malu.. " kata Amira Ming cemberut sampai Zhang Xiao Long di dekatnya membalikkan badan lalu mencium bibirnya dengan kelembutan yang hangat hingga wajahnya memerah seperti udang rebus.


Zhang Xiao Long cengengesan lalu berbalik ke depan untuk meneruskan perjalanan mereka ke kota yang terletak di bagian lain dari wilayah pegunungan Himalaya sambil meraih jemarinya untuk memastikan bahwa ia tetap berada di sisi kanan belakang suaminya.


"Emm, bahagia sekali hidupmu dan istrimu yang membuat hidup mu menjadi berwarna... Ah, tidak seperti aku yang harus menunggu Raja Nepal mengizinkan aku untuk menikah dengan kekasih ku secara resmi di hadapan rakyat di Kerajaan Nepal. " kata Tuan Heng nada sedih di belakang Amira Ming.


"Sabar, tak lama lagi kamu akan bahagia dengan kekasihmu karena kamu membawakan bunga mustika api untuknya dan juga kami sahabatmu. " kata Zhang Xiao Long nada menghibur.


"Iya, Tuan Heng, lihatlah Tuan Rong Huo teman kita itu yang juga belum menemukan jodohnya, dan aku juga belum mempunyai istri di rumahku hanya seorang selir saja. " kata Liu Tong yang tahu bahwa kehidupan di Istana Kekaisaran Naga Merah di era mereka saat ini seorang pria wajib memiliki seorang istri sah bergelar Nyonya besar atau Permaisuri Agung Perdana Menteri minimal tiga orang istri dan selir harus minimal lima orang selir untuk gelar Selir Agung, nyonya selir, nyonya muda dan Selir saja.


"Kak Long, kau harus mencarikan Kak Tong, Tuan Heng dan Tuan Rong Huo istri yang sesuai dengan kebijakan mu sebagai Kaisar negeri ini untuk kebahagiaan kehidupan mereka di masa depan mereka. " kata Amira Ming halus kepada Zhang Xiao Long.


"Tentu saja, aku sudah memikirkan gadis cantik jelita yang paling pantas untuk menjadi Nyonya besar di rumah Kak Tong itu adalah Putri Li Shi Lin adik sepupuku yang dibesarkan di kediaman menteri keuangan Kekaisaran Naga Merah. " jawab Zhang Xiao Long sambil menengok ke belakang yaitu Liu Tong yang menjura hormat untuk mengucapkan terimakasih kepadanya.


"Terimakasih atas kemurahan hati Yang Mulia Kaisar kepada Hamba. " kata Liu Tong dengan nada hormat kepada Zhang Xiao Long.


Perjalanan mereka berakhir di sebuah hutan es di depan sepasang mata mereka. Hutan itu luas dan hamparan tanahnya, pepohonan dan sungai yang mengalir adalah es yang sudah beku cukup lama sehingga semua tempat itu adalah es yang tebal sekali.


"Wahh..Kita seperti bercermin yang bening dan memantulkan diri kita sendiri baik dari pohon maupun tanahnya juga sungai... " kata Zhang Xiao Long terkagum-kagum dengan keindahan alam di depannya.

__ADS_1


"Iya, lihatlah ada pinguin dan beruang es yang menghampiri kita dari dalam hutan es di depan kita.. " kata Amira Ming nada santai namun baik Zhang Xiao Long maupun Liu Tong, Tuan Heng dan Tuan Rong Huo melompat ke atas pohon es dengan tepat waktu untuk menghindari serangan maut kawanan serigala es yang datang kepada mereka di pintu masuk ke dalam hutan es.


Amira Ming melompat kawanan serigala es di depannya dengan lincah sekali lalu duduk di salah satu punggung serigala es yang paling besar dan kedua kakinya menekan tubuh hewan buas itu sampai hewan itu duduk di tanah es di depan pohon yang di duduki oleh Zhang Xiao Long.


"Beri hormat kepada Kaisar Naga Merah karena kamu dan kawan-kawan mu di mulai hari ini adalah peliharaan Beliau dan harus patuh untuk selamanya, dan apabila kamu tidak patuh, maka aku akan menguliti mu dan memanggangmu di bara api yang sangat panas. " kata Amira Ming yang memeluk serigala es paling besar dengan erat sampai serigala es itu menganggukkan kepala.


"Wah, kau sungguh luarbiasa Ming Ming, kau bisa menjinakkan kawanan serigala es yang luar biasa buas dan kawanan beruang es dan pinguin pun sujud di hadapanku. " kata Zhang Xiao Long kagum pada Amira Ming sambil melompat ke atas punggung serigala es untuk duduk di dekat istrinya dan melingkari kedua lengannya yang panjang di pinggang kecil istrinya.


"Tuan Heng dan Tuan Rong Huo juga Liu Tong, kalian gunakan mereka untuk perjalanan kita ke kota langit Himalaya dapat lebih mudah dan cepat sampai. " kata Amira Ming dengan sikap menyakinkan kepada ketiga orang pria sahabat dan pengikut setia suaminya.


"Baiklah, Ratu. Kami percaya kepada Anda. " jawab ketiganya dengan serentak sambil duduk di punggung serigala es yang lainnya.


Kemudian mereka mengikuti serigala es yang di tunggangi oleh Zhang Xiao Long dan Amira Ming dengan kecepatan yang luarbiasa sehingga tidak memakan waktu sekitar lima belas hari di hutan es. Mereka telah sampai di kota langit Himalaya dan bertemu dengan rombongan Raja Nepal dan keluarga yang telah mendapatkan kabar tentang kedatangan tamu istimewa dari Kekaisaran Naga Merah yaitu Kaisar Naga Merah dan Ratu Amira Ming sendiri yang akan mengunjunginya di istana Kerajaan Nepal.


Maka Raja Nepal menyambut baik kedatangan Kaisar Naga Merah dengan sambutan hangat dan meriah bahkan menunjukkan jalan menuju ke istana Kerajaan Nepal dengan sikap ramah dan bersahabat.


"Selamat pagi dan selamat datang di kota langit Himalaya untuk Kaisar Naga Merah dan Ratu Amira Ming. Mari ikuti langkah rombongan tandu dan kuda-kuda kami ke istana Kerajaan Nepal. " kata Raja Nepal dengan senyuman ramah dan bersahabat kepada Zhang Xiao Long dan Amira Ming serta ketiga orang yang mengikuti Zhang Xiao Long.


"Baik, terimakasih banyak Raja Nepal. " jawab Zhang Xiao Long nada sopan dan bersahabat juga kepada Raja Nepal.


Di sela-sela acara penyambutan yang meriah itu Raja Nepal menanyakan soal bunga mustika api kepada Tuan Heng yang segera menunjukkan bunga mustika api kepada Raja Nepal dan Ratu Nepal.


"Bagus sekali, sekarang kita harus mencari cara untuk mendapatkan ramuan dari bunga mustika api untuk menyembuhkan putriku. " kata Raja Nepal dengan wajah penuh harapan kepada Tuan Heng.


"Bisa, Yang Mulia Raja. Karena Aku mengundang Kaisar Naga Merah dan Ratu Amira Ming untuk membantu kita dalam misi menyembuhkan Putri Julita juga mengatasi kedua orangtua renta iblis di bukit Cempaka E agar Kerajaan Nepal Anda tetap aman. " kata Tuan Heng dengan semangat pantang menyerah kepada Raja Nepal.


"Kaisar Naga Merah, apakah kamu dan istrimu bisa menyembuhkan putriku dan mengatasi dua orang dukun palsu itu? " tanya Raja Nepal yang mengalihkan perhatian kepada Zhang Xiao Long.


"Bisa, Aku tahu cara untuk mengobati penyakit putrimu dan menghabisi dua iblis berengsek itu untuk membantu mu yang menjadi sahabat baik ku dan Kekaisaran Naga Merah ku. " jawab Zhang Xiao Long tegas.


"Bagus.Mari Aku akan mengantarkanmu dan Ratu Amira Ming ke kamar putriku untuk melihat keadaan putri ku di sana agar kamu dan Ratu Amira Ming bisa secepatnya menyembuhkan putriku. " kata Raja Nepal dengan sikap serius dan bersemangat untuk melihat putrinya dapat bangun dengan wajah bahagia di hadapannya.


Demikianlah Raja Nepal mengantarkan Zhang Xiao Long dan Amira Ming ke kamar Putri Julita. Dimana Putri Julita terbaring dengan sepasang matanya tampak melihat ke atas langit-langit kamar tanpa bisa diturunkan kembali.Hal ini sudah berlangsung selama lima tahun lamanya yang meresahkan Raja Nepal dan keluarganya juga Tuan Heng sebagai kekasih dari Putri Julita.

__ADS_1


"Ming Ming, rebus bunga mustika di panci air panas dan direndam langsung di air es langsung dari air terjun di pegunungan Himalaya pusat yang mengalir ke teluk Kerajaan Nepal di bagian timur laut, lalu kamu tuang ramuannya ke dalam cangkir terbuat dari giok warna hijau tua dan bawa ramuan kepada ku di sini. " kata Zhang Xiao Long memberikan petunjuk kepada Amira Ming.


"Siap, Kak Long. " jawab Amira Ming patuh.


"Tuan Heng, ambilkan saputangan sutra warna kuning sebanyak dua puluh lima helai dan harus di celup di air panas dalam baskom. Sekarang juga. " kata Zhang Xiao Long yang mengatur tiap orang untuk metode penyembuhan penyakit dari Putri Julita.


"Siap, Paduka. " jawab Tuan Heng segera.


"Ratu Nepal, kumpulkan seluruh putra-putri dari Raja Nepal untuk mengelilinginya,dan Raja Nepal harus menjaga kepala Putri Julita saat aku akan menyalurkan energi positif ku melalui jarum- jarum tipis ku ini di kedua telapak kak dari Putri Julita yang dilakukan oleh Ratu Nepal untuk aku yang harus melakukan pengobatan terhadap putrimu melalui di balik tirai tempat tidur Putri Julita untuk kesopananku sebagai seorang pria yang bukan keluarganya. " kata Zhang Xiao Long dengan sikap serius kepada Raja Nepal.


"Iya, Kaisar Naga Merah. " jawab Raja Nepal dan Ratu Nepal serentak.


"Kak Tong, taruh sejumlah kertas huruf Naga di sekeliling kamar tidur Putri Julita, dan Tuan Rong Huo lemparkan koin emas, perak dan perunggu di baskom berisi darah anjing hitam di bawah tempat tidur Putri Julita. " kata Zhang Xiao Long yang duduk bersila di atas bantal duduk dan memejamkan sepasang matanya di balik tirai di sekitar tempat tidur Putri Julita.


"Siap, Yang Mulia. " jawab Liu Tong dan Tuan Rong Huo segera.


Setelah peraturan yang telah di berikan kepada Zhang Xiao Long untuk semua orang di istana Kerajaan Nepal.Mereka melihat Zhang Xiao Long mengobati penyakit Putri Julita dengan hati dan pikiran mereka tegang di depan sepasang mata mereka.


Lalu, terdengar suara melengking yang keluar dari mulut Putri Julita yang sepasang matanya telah kembali normal dan melompat bangun dari tempat tidur sambil menatap lurus Ratu Nepal dan seluruh saudara-saudarinya di sekelilingnya di tempat tidurnya.


"Julita, syukurlah kau sudah sadar kembali.. " kata Ratu Nepal yang memeluk putrinya dengan airmata kebahagiaan.


"Ibu.. Aku melihat ada ular besar menyeramkan di kamarku.. " kata Putri Julita dengan ketakutan yang terpancar di wajahnya.


"Ular besar itu adalah halusinasi Anda yang di sebabkan oleh ilmu Hitam Kakek Halimin dan Nenek Durganana. " kata Zhang Xiao Long nada wibawa yang menggetarkan jiwa Putri Julita di pelukan Ratu Nepal sampai Putri Julita bergidik sebanyak tiga kali lalu wajahnya berseri-seri dan tatapan matanya terlihat tenang.


"Ularnya hilang.. " kata Putri Julita dengan nada bahagia.


"Ming Ming, mari kita pergi ke bukit Cempaka Es sekarang juga untuk menghabisi sepasang iblis hitam berengsek itu." kata Zhang Xiao Long yang melompat berdiri di atas lantai lalu menoleh ke arah istrinya yang segera meraih jemarinya.


"Baik, Kak Long. Mari kita berangkat.. " jawab Amira Ming dengan nada manis dan lembut di telinga Zhang Xiao Long.


Kemudian Zhang Xiao Long melesat dengan luar biasa cepatnya meninggalkan istana Kerajaan Nepal bersama dengan istrinya menuju ke arah paling selatan di Kerajaan Nepal untuk menemui sepasang Iblis Hitam yang sudah menunggu kedatangan mereka dengan seringai kejam dan tatapan mata bengis di hadapan mereka berdua di bukit Cempaka Es yang dikelilingi oleh jurang- jurang paling ganas dan buas di seluruh wilayah pegunungan Himalaya.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2