Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Pertarungan Di Lembah Neraka Abadi Di Pegunungan Himalaya Bagian Barat Daya.


__ADS_3

"Bajingan kalian semuaaaa..! Aku Zhang Xiao Long akan menghukum kalian semuaaa...!!" Seru Zhang Xiao Long nada bengis sekali dan tatapan matanya sangatlah beringas kepada Hek Mo Ko atau Iblis muka hitam dan Pek Mo Ko atau Iblis muka putih serta para pasukan para penghuni jurang Lembah Neraka abadi.


"Hahahaha bocah-bocah setan lihat serangan kami...! "hardik Pek Mo Ko yang melesat cepat ke arah Zhang Xiao Long dengan golok di tangan kanannya di kibaskan dengan sadis.


Wutttzzz!


Tranggg!


Zhang Xiao Long menangkis serangan-serangan golok di tangan Pek mo ko dengan pedang Naga Merah yang menyebabkan cahaya percikan api sehingga golok di tangan Pek mo ko tergelincir sedikit dari genggaman tangan Pek mo ko.


Wutttzzz!


Pek mo ko menyerang dengan Laba-laba hitam di tangannya yang melompat ke arah sisi kanan tengkuk Zhang Xiao Long namun Zhang Xiao Long dengan sigap menggunakan pedang Naga Merah yang mengeluarkan sinar Merah telah menebas hancur Laba-laba hitam itu.


Crakkk!!


Blaaar..!


Hek mo ko atau Iblis muka hitam menerjang ke arah Amira Ming yang menjadi incarannya sejak awal ia melihat kedatangan Sang Ratu paling sadis di seluruh dunia persilatan daratan besar. Ia mengibaskan tombaknya yang berwarna putih dan ular-ular Merah raksasa di lehernya telah meluncur bebas menerjang Amira Ming.


Wutttzzz!


Amira Ming dengan tangkas menggunakan ilmu sinkang gurun gobi di tangan kiri yang langsung membunuh ular merah raksasa itu dengan lebih cepat lag dan pedang di tangannya menangkis serangan-serangan tombak di tangan Hek mo ko di hadapannya.


Desss!


Trang!


Sekelompok orang kerdil menyerang Liu Tong dengan serempak sampai Liu Tong melompat ke segala penjuru arah untuk menghindari serangan kabut hitam, putih dan merah yang diluncurkan oleh sekelompok orang kerdil itu.


Betzzz!


Yeti menyerang Xiahou Xiao Chao dan Lan Shiang yang segera membalas serangan maut di hadapan mereka dengan ilmu silat mereka yang membuat Yeti menggeram marah kepada kedua orang wanita itu.


Wuuuttttzzz!


Plakkk!


Plakkk!!


"Grrrrrrrr.. !! "


Yeti menggerakkan kedua tangannya yang amat besar dan panjang ke arah Lan Shiang di kirinya sampai gadis itu terpukul pada perutnya dan jebol seketika itu juga.


Bruakkk!


"Tidakkkk... Lan Shianggggg! " pekik Liu Tong.


Liu Tong menggerakkan pedangnya yang tajam dengan ilmu sinkang rubah emas sakti yang di salurkan ke pedangnya yang mengeluarkan sinar dan desingan yang diputarnya lalu sekelompok orang kerdil itu terpotong habis olehnya.


Crakkk!


Crakkk!


Xiahou Xiao Chao melompat dengan tepat waktu sebelum tangan besar dan panjang Yeti datang kepadanya sembari pedang tipisnya membentuk perisai di depannya sehingga Yeti mundur dan memekik kaget karena sinar pedang tipisnya itu membutakan sepasang mata Yeti.


Wettzzzz!


Blasshh!


"Grrrrrrrr....! "

__ADS_1


Yeti yang mundur menjulurkan sepasang kaki ke arah Xiahou Xiao Chao yang menyerang hewan raksasa itu dengan pedang tipisnya mengancam keselamatan Yeti yang segera menggerakkan kedua kaki untuk menendang pedang tipis di tangan Xiahou Xiao Chao.


Wuuttzzzz!


Dukkk!


Cranggg!


"Arghhhhh...! " pekik Xiahou Xiao Chao terlempar jatuh ke lubang tempat tinggal Yeti dan di serang ular-ular merah yang bersarang di dalam sana sehingga wanita itu meninggal dunia dalam keadaan mengenaskan sekali.


"Xiahou Xiao Chao...! "teriak Zhang Xiao Long yang mendengar teriakan histeris terakhir dari selirnya itu sebelum selirnya tewas di serang ular-ular merah.


" Kurang ajar kalian semuaaaa...! " teriak Zhang Xiao Long murka sehingga ia mengeluarkan ilmu sinkang lidah Naga Merah yang disalurkan ke pedangnya yang mengeluarkan suara raungan Naga Merah marah yang membuat Pek mo ko atau Iblis muka putih harus menangkis serangan -serangannya dengan ilmu golok yang dahsyat.


Trangg!


Trangg!


"Groooookk! "


"Arghhh! " pekik Pek mo ko atau Iblis muka putih terkena sabetan pedang naga Merah di tangan Zhang Xiao Long telah menghancurkan golok nya sekaligus tubuhnya juga yang tercincang habis oleh pedang Naga Merah di tangan Zhang Xiao Long.


Crakkk!!


Zhang Xiao Long meluncur dengan pedangnya di tangan kanannya menerjang tombak di tangan Hek mo ko atau Iblis muka hitam yang ingin menebas Amira Ming yang sempat menangkis serangan-serangan tersebut dengan pedang Phoenix di tangan istrinya itu namun istrinya itu kalah tenaga dengan kakek muka hitam itu yang menyebabkan istrinya nyaris terjerumus ke lubang tempat tinggal Yeti namun untungnya Liu Tong dengan sigap menangkap istrinya dari arah kanan.


"Bajingannnn... Kauuuuu.....! " teriak Zhang Xiao Long yang meliuk-liukan pedangnya yang telah mengikis tombak di tangan Hek mo ko atau Iblis muka hitam hingga hancur berkeping-keping dan menyisakan gagangnya saja yang diselamatkan dengan pedang lain di tangan kiri Hek mo ko atau Iblis muka hitam dengan tangkas sekali.


Wutttzzz!


Tranggg!!!


Hek mo ko atau Iblis muka hitam menggerakkan pedang secara cepat dan lihai menyerang ke arah pedang Naga Merah yang sangat lihai pula menangkisnya sehingga pedang itu hancur di babat pedang Naga Merah yang langsung di gunakan oleh Zhang Xiao Long menebas habis Hek mo ko atau Iblis muka hitam hingga tak ada sisanya lagi.


Blaaarrr!


Crakkk!


Crakkk!!


Zhang Xiao Long juga menggunakan pedangnya menghancurkan ular-ular Merah di dalam lubang


tempat tinggal Yeti hingga lubang itu hancur berkeping-keping terkena serangan-serangannya melalui ilmu sinkang lidah Naga Merah yang luar biasa dahsyatnya.


Brussshhh!


Bruakk!!


Liu Tong menurunkan Ming Ming di tempat jauh dari pertarungan antara Zhang Xiao Long yang melawan Hek mo ko atau Iblis muka hitam yang akhirnya dapat di habisi oleh Zhang Xiao Long.


"Ratu, apakah anda tak apa-apa? Apakah anda mengalami luka? " tanya Liu Tong nada cemas melihat Amira Ming duduk di atas tanah kering sambil memeluk perut yang terlihat agak buncit itu.


"Aku tak apa-apa. Aku dan mereka berdua aman. Ahhh, " jawab Amira Ming halus sambil bibirnya tetap tersenyum manis sekali menatap Zhang Xiao Long yang telah datang kepadanya dengan wajah pucat mencemaskan keselamatannya.


"Ming Ming, sudah Aku katakan kepadamu agar kamu jangan ikut petualangan ku di pegunungan Himalaya dan lihatlah kamu telah nyaris buatku gila karena mencemaskan keselamatanmu dan kedua bayi kita di perutmu.. Ahh, kau lihatlah Xiahou Xiao Chao sampai meninggal dunia di tempat sialan itu.., juga Lan Shiang.. Ahh.. Kau ini.. " kata Zhang Xiao Long yang memarahi istri nya itu yang mengangguk lemah dan roboh di pelukannya.


"Ratu..! " teriak Liu Tong kaget melihat Amira Ming pingsan di pelukan Zhang Xiao Long.


"Ming Ming, kau jangan membuat aku takut..!!Ming Ming bangunlah..! " teriak Zhang Xiao Long menggendong Amira Ming lalu melesat cepat meninggalkan jurang Lembah Neraka abadi dan diikuti oleh Liu Tong dengan sigap.


Brrrrr!

__ADS_1


Zhang Xiao Long meluncur dari dasar jurang itu menuju ke puncak pegunungan Himalaya bagian barat daya sekali sampai mengejutkan Tuan Heng dan kepala desa bunga mawar api yang sedang beristirahat di tengah perjalanan mereka menuju ke wilayah Kerajaan Nepal.


Gusrakkk!


"Astaga... Siapa mereka yang muncul dari dalam sana..?" tanya Tuan Heng terkejut sekali melihat kemunculan seorang pria muda sangat tampan menggendong seorang wanita hamil dan ikuti oleh pria muda lain di samping pria muda yang pertama kali muncul di hadapannya.


"Tuan Heng, mereka sepertinya bukan orang dari wilayah ini, namun kita harus membantu mereka yang mengharapkan kita menolong wanita yang pingsan itu. " kata kepala desa bunga mawar api yang memahami ekspresi wajah Zhang Xiao Long dan Liu Tong dengan tepat sekali.


"Iya, kau benar sekali... " kata Tuan Heng yang langsung memberikan isyarat tangan kanannya kepada Zhang Xiao Long dan Liu Tong yang tahu bahwa mereka harus mengikuti langkah kedua kaki bersepatu tebal milik Tuan Heng.


Tuan Heng mengajak mereka ke gubuk di hutan perbatasan. Didalam gubuk itu, Zhang Xiao Long memeriksa seluruh kesehatan Ming Ming lalu ia tahu bahwa kedua bayi kembar mereka harus segera di lahirkan untuk keselamatan keduanya dan juga Ming Ming.


"Aku harus melakukan pembedahan mendadak di tempat ini untuk menyelamatkan mereka dari kematian. " kata Zhang Xiao Long mengambil keputusan untuk ketiga orang yang dicintainya itu.


Pedang Naga Merah di gunakannya untuk buka perut buncit Ming Ming lalu kedua tangan Zhang Xiao Long mengambil sepasang bayi laki-laki kembar dari dalam perut buncit Ming Ming yang berlumuran darah merah dan segar.


"Hoahh! Hoaahh...! "


Suara tangisan sepasang bayi laki-laki kembar di kedua telapak tangannya membangkitkan jiwa dan raganya. Ia mencuci tubuh sepasang bayi laki-laki itu di dalam baskom air hangat yang di sediakan oleh Liu Tong dasi luar gubuk itu.


"Dapat air hangat dari Tuan Heng yang telah membantu ku untuk memasak air hangat di atas tungku api di dalam panci keramik miliknya itu. " kata Liu Tong yang menjawab pertanyaan Zhang Xiao Long melalui tatapan mata Zhang Xiao Long kepadanya.


"Terimakasih Kak Tong.. " kata Zhang Xiao Long memberikan sepasang bayi laki-laki kembarnya kepada Liu Tong yang segera membasuh dan memakaikan pakaian tebal di tubuh kedua bayi laki-laki itu.


Zhang Xiao Long kembali ke gubuk itu. Ia segera melakukan pengobatan untuk menyatukan perut Ming Ming dengan menggunakan kelopak bunga xia putih yang di oleskan di sekitar goresan ujung pedang Naga Merah di perut istrinya itu yang telah kempis dan rata kembali.


"Ming Ming, kau harus bangun dan lihatlah dua orang anak kita sudah lahir. " kata Zhang Xiao Long sesudah membersihkan tubuh Amira Ming dan memakaikan pakaian wanita tebal suku Heng pemberian dari Tuan Heng sendiri.


"Pakaikan istrimu dengan pakaian bekas adikku dahulu. " kata Tuan Heng baik sekali kepada Zhang Xiao Long.


"Terimakasih Tuan Heng. " jawab Zhang Xiao Long ramah.


Tiga hari kemudian Zhang Xiao Long tersenyum bahagia melihat Amira Ming telah sadarkan diri dan menyusui sepasang bayi laki-laki kembar mereka yang diberinama Li Ming Long dan Li Feng Long.


"Wahh mereka berdua mirip sekali denganmu, Kak Long. Lihatlah tak ada satupun yang mirip dengan ku yang menjadi ibu mereka. " kata Amira Ming membelai lembut bayinya yang tidur diranjangnya.


"Eh, ada juga kemiripan mereka denganmu, Ming Ming. Lihat bibir mereka mirip dengan bibirmu. Mmm kalau yang lainnya..., mereka mirip dengan ku yang menjadi ayah mereka. " kata Zhang Xiao Long mengambil bayi satunya lagi dengan halus dan penuh cinta.


"Kak Long, mereka mirip denganmu yang berarti bahwa mereka adalah putra-putra sejatimu dan tak perlu gunakan pemeriksaan apakah mereka adalah anakmu ataukah anak orang lain.. " ucap Ming Ming memberikan ciuman lembut di bibir Zhang Xiao Long.


"Iya, tentu saja aku sendiri yang mengeluarkan mereka dari perutmu dan aku juga yang telah menciptakan mereka berdua bersama dengan kamu, istriku. Jadi, tak ada seorangpun yang bisa meragukan mereka berdua sebagai anak- anakku yang sejati. " ujar Zhang Xiao Long yang membalas ciuman hangat Ming Ming.


"Kak Long, apa rencana mu selanjutnya setelah misi di pegunungan Himalaya bagian barat daya selesai? Apakah kamu akan segera pulang ke istana? " tanya Amira Ming lembut sekali kepada Zhang Xiao Long yang memeluknya setelah dua bayi mereka tidur pulas di ranjang jerami bagian kanan Ming Ming.


"Iya, aku akan segera pulang ke istana usai kita berdua membantu Tuan Heng menemukan bunga mutiara api untuk mengobati istrinya di wilayah Kerajaan Nepal sebagai balas budi kita berdua terhadap Tuan Heng sahabat baru kita. " jawab Zhang Xiao Long begitu lembut kepada Amira Ming.


"Terimakasih Kak Long, kau memahamiku yang ingin kita berdua pulang ke istana untuk keluarga kita yang lainnya yang tentunya sudah menanti kepulangan kita berdua dengan hati cemas. " kata Amira Ming yang sudah bosan dan jenuh dengan kehidupan di dunia persilatan daratan besar yang tidak pernah habis permusuhan di mana-mana dan mendatangkan kesengsaraan.


"Ming Ming, aku sudah memikirkan yang terbaik untuk kita semua ya kita berdua akan pulang ke istana secepatnya setelah urusan kita selesai dengan sempurna, dan terutama setelah kondisi mu benar-benar pulih kembali. " kata Zhang Xiao Long menidurkan istrinya usai berjanji untuk pulang ke istana mereka di Ibukota Kekaisaran Naga Merah.


Liu Tong amat sedih kehilangan Lan Shiang tapi ia hilangkan kesedihan itu dengan surat kabar gembira dari rumahnya yaitu istrinya Song Wi Na mengabarkan kehamilan pertama kepadanya. Ia menunjukkan surat itu kepada Tuan Heng dan kepala desa bunga mawar api yang tersenyum bahagia untuknya di luar gubuk itu.


"Wah, selamat untukmu Tuan Liu atas kabar baik dari istrimu itu.. " kata Tuan Heng sungguh hati kepada Liu Tong.


"Iya, selamat untuk kebahagiaanmu yang segera datang.. " kata Kepala desa bunga mawar api begitu bahagia untuk nya.


Zhang Xiao Long keluar dari gubuk menemui Liu Tong dan memberikan hadiah berupa gelang alam semesta sebagai hadiah untuk Liu Tong yang segera menghaturkan terimakasih kepada Zhang Xiao Long.


"Terimakasih Yang Mulia Kaisar. " kata Liu Tong memberikan penghormatan kepada Zhang Xiao Long.


"Sama-sama Kak Tong, kau juga sudah sangat baik menemani perjalanan sulit ku di misi -misi berat ku di dunia persilatan daratan besar. " kata Zhang Xiao Long sungguh-sungguh menyayangi Liu Tong sebagai seorang adik laki-laki yang menyayangi kakaknya sendiri.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2