
Zhang Xiao Long mengikuti petunjuk dari Nona Liong San San ke dalam hutan dalam tepi sungai lembah gunung tu yang sangat lebat dengan aneka jenis tumbuhan bunga tu yang berwarna- warni yang terlihat dari kejauhan begitu indah luar biasa bak pelangi di dalam lembah gunung tu , namun aslinya adalah sebuah hutan yang sangatlah liar dan penuh jebakan untuk masuk ke daerah yang paling dalam sekali dari hutan tersebut.
"Di sini adalah belakang bukit buatan rumah kami. " Kata Nona Liong San San memberitahu Zhang Xiao Long yang mengikuti langkah gadis itu dengan renang.
Dan, ketika mereka hampir sampai di tempat yang mereka inginkan tiba-tiba sejumlah anak panah warna hitam pekat meluncur ke arah mereka berdua dari segala penjuru di hutan dalam tepi sungai lembah gunung tu dengan kecepatan tinggi.
Werrr!
Syut!
Syuttt!
Zhang Xiao Long dengan cepat mengibaskan lengan pakaiannya ke segala penjuru arah hutan dalam tepi sungai lembah gunung tu sehingga ia berhasil meruntuhkan sejumlah anak panah warna hitam pekat itu.
Bresss!
"Awas..! " Teriak Zhang Xiao Long menyambar Liong San San sebelum sebuah tombak yang ujungnya warna hitam pekat melayang ke arah gadis remaja itu.
Brrr!
Zhang Xiao Long melakukan gerakan berputar cepat di udara dengan kakinya menendang ujung tombak itu dengan tepat sekali sehingga ujung tombak warna hitam pekat itu menusuk jantung seorang wanita paruh baya yang langsung jatuh ke tanah dengan tak bernyawa lagi.
Dess!
Jleb!
Zhang Xiao Long dengan sigap telah menyelinap masuk ke dalam celah lain yang merupakan pintu belakang dari bukit buatan rumah bupati kota tu an utara yang langsung menutup rapat ketika Zhang Xiao Long telah berhasil masuk ke sana.
"Ibu...! " Teriakan histeris seorang pemuda yang melompat ke tanah di hutan dalam tepi sungai lembah gunung tu untuk menolong wanita paruh baya yang telah tewas terbunuh oleh Zhang Xiao Long.
__ADS_1
"Kakak Chia, bagaimana dengan ibu kita? " Tanya salah seorang dari anggota sekte gunung tu yang melihat istri dari ketua sekte gunung tu telah tewas.
"Ibuku sudah meninggal dunia di tangan Zhang Xiao Long karena itu aku ingin balas dendam kepada Zhang Xiao Long dengan membunuh semua kekasihnya yang berada di markas besar sekte gunung tu. " Jawab Chia Hau Lam yang membawa jasad ibunya dengan kecepatan kilat ke markas besar sekte gunung tu.
Pemuda ini terkejut dengan penghuni di markas besar sekte gunung tu yang semuanya telah di temukan dalam keadaan tergeletak di sekitar markas besar sekte gunung tu dengan tak lagi bernyawa.
"Ada apa ini? Siapa yang telah membunuh para anggota sekte gunung tu? Dimanakah ayahku? Paman ku? Li Jiancheng ku??? " Tanya Chia Hau Lam histeris lalu menerjang mencari semua orang di markas besar sekte gunung tu tetapi Ia menemukan Ayahnya, Pamannya dan Li Jiancheng di bekuk dan di gantung pada tiang di sumur minyak oleh salah seorang dari kekasih Zhang Xiao Long.
"Hai, Chia Hau Lam selamat datang kembali ke markas besar sekte gunung tu! " Sapa Yu Lian Shing tersenyum manis sekali kepada Chia Hau Lam yang mengeluarkan sinar mata berkilat marah kepada gadis remaja cantik jelita dan manis sekali yang duduk tenang di kursi di sisi kanan sumur minyak.
"Laknat! Aku sudah berbaik hati menerima kalian semua sebagai tamu di markas besar sekte gunung tu! Tapi kalian malah membalasnya dengan membunuh semua orang di markas besar sekte gunung tu!" Hardik Chia Hau Lam menuding telunjuknya kepada Yu Lian Shing.
" Siapa suruh kalian para anggota sekte gunung tu adalah sekelompok buaya licik yang ingin menjebak kami di markas besar sekte gunung tu dengan siasat yang rendah sekali bagiku. "Kata Liu Lu Sian yang telah berdiri di depan Chia Hau Lam dengan menyeret Ketua sekte musang tu an selatan yang telah di temukan oleh Tilana di perpustakaan markas besar sekte gunung tu secara tidak sengaja oleh calon istri keempat dari Zhang Xiao Long yang cerdas itu, yaitu ketika Tilana sedang menyebarkan serbuk bunga champa hitam ke seluruh markas besar sekte gunung tu untuk membantu Zhang Xiao Long pada tengah malam itu.
" Kalian..?! " Chia Hau Lam melengking marah kepada gadis-gadis Zhang Xiao Long yang telah mengetahui rencana markas besar sekte gunung tu untuk memanfaatkan Zhang Xiao Long agar mereka bisa mendapatkan dua buah pusaka yang di simpan oleh bupati kota tu an utara dengan berpura-pura ingin mendapatkan surat tantangan bertanding di puncak gunung tu dari Ketua sekte musang tu an selatan padahal Ketua sekte musang tu an selatan telah lebih dahulu di tawan oleh mereka di perpustakaan markas besar sekte gunung tu.
"Ya, kami kenapa,tuan Chia? " Tanya Xiao Feng gadis remaja cantik jelita dan manis sekali yang juga merupakan kekasih Zhang Xiao Long. Gadis itu duduk dengan tenang di tepi sumur minyak dan bersiap untuk membakar hidup-hidup Ketua sekte gunung tu, wakilnya, Ketua sekte rusa hitam dan Li Jiancheng kekasih Chia Hau Lam dengan obor telah di genggam oleh Xiao Feng.
Swooosh!
Crang!
Pedang di tangan Chia Hau Lam terbentur keras oleh sebuah ranting pohon di tangan Liu Lu Sian yang menghadapi ilmu pegang sekte gunung tu dengan ilmu pedang pulau api suci yang telah menggetarkan tangan Chia Hau Lam.
"Ahhh! Gadis kurang ajar kau layak untuk mati di tangan ku..! " Hardik Chia Hau Lam yang telah menggunakan telapak tangannya ke arah Liu Lu Sian yang menyambutnya dengan tenang sekali.
Wutttz!
Liu Lu Sian menggunakan ilmu telapak bunga lu putih menanggapi ilmu telapak sekte gunung tu yang di gunakan oleh Chia Hau Lam untuk bunuh istri pertama dari Zhang Xiao Long itu.
__ADS_1
Desss!
"Aughh! " Pekik Chia Hau Lam yang dadanya telah terluka akibat serangan ilmunya sendiri yang membalik menghantam dirinya karena ilmu telapak bunga lu putih milik Liu Lu Sian
Liu Lu Sian meluncur dengan rantingnya yang di arahkan dengan tepat menancap dahi Chia Hau Lam hingga putra dari Ketua sekte gunung tu itu tewas di ujung ranting di tangan Liu Lu Sian.
Swusshh!
Jlebb!
"Kak Sian.. Apa yang kita lakukan terhadap diri mereka semua? " Tanya Yu Lian Shing dengan senyuman menawan kepada Liu Lu Sian yang telah membunuh Chia Hau Lam dengan hebat.
"Bunuh mereka dan bakar markas besar sekte gunung tu, lalu kita harus menyusul Kak Long ke rumah bupati kota tu an utara." Jawab Liu Lu Sian tersenyum manis kepada adik-adik madu nya itu.
Xiao Feng melemparkan obor dengan lincah lalu melompat cepat meninggalkan markas besar sekte gunung tu bersama dengan kakak-kakak madunya menuju ke arah lembah sungai Gunung tu.
Brrrr!
"Kemana arah perginya Kak Long dari bangunan ukiran daun bunga tu di belakang markas besar sekte gunung tu? " Tanya Tilana mencari -cari Zhang Xiao Long di seluruh lembah gunung tu bersama dengan yang lain.
"Ke arah sana, lihatlah ada jejak pertempuran di tempat ini. " Jawab Yu Lian Shing dengan cerdas sekali kepada Tilana.
Mereka berempat menemukan adanya dinding berlumut di hutan paling dalam dari hutan tepi sungai lembah gunung tu. Lalu, Xiao Feng yang cerdas dalam merakit bom itu melemparkan bom rakitan ke arah dinding itu hingga hancur.
Blaarr!
"Wah, kau sungguh mengagumkan sekali Adik Feng dengan keahlian mu di bidang merakit bom dadakan. " Kata Liu Lu Sian tersenyum bangga dengan kecerdasan Xiao Feng.
"Ya, terimakasih atas pujian mu untuk ku, Kak Sian. Ayo kita masuk ke dalam rumah bupati kota tu an utara untuk mencari tahu keberadaan Kak Long kita. " Kata Xiao Feng yang lebih dulu masuk ke dalam rumah bupati kota tu an utara melalui pintu belakang bukit buatan rumah bupati kota tu an utara.
__ADS_1
Bersambung!