
Rombongan Zhang Xiao Long akhirnya sampai ke tempat tujuan mereka yang berikutnya dan kota yang mereka datangi adalah Kota Lu An Utara untuk mendapatkan informasi terkait sekte bingung Lu.
Sekte bintang Lu adalah salah satu dari empat sekte yang menguasai wilayah Lu di sekitar wilayah pegunungan Lu dan wilayah yang sangat dekat dengan wilayah Zhou selatan. Pemimpin dari sekte itu adalah Lu Yang seorang pria yang memiliki kekuasaan cukup besar di wilayahnya dengan julukan Raja Lu Utara.
" Kita harus mendapatkan plakat untuk masuk ke kota Lu an utara sebagai tamu dari kota ini. " Kata mantan ketua sekte gunung Lu kepada Zhang Xiao Long yang menunggangi Hu Yang San singa rambut merah yang terlibat ganas dan buas namun singa ini jinak terhadap Zhang Xiao Long sebagai majikannya.
" Darimana kita bisa mendapatkan plakat itu untuk masuk ke kota Lu an Utara? " Tanya Li Hong Xiu gadis cantik yang menjadi salah satu dari adik angkat Zhang Xiao Long kepada mantan ketua sekte gunung Lu dengan nada sopan.
" Melalui para pedagang yang masuk ke kota ini untuk menjual barang- barangnya di dalam kota Lu an Utara, Nona Li. " Jawab mantan ketua sekte gunung Lu kepada Li Hong Xiu dengan nada hormat.
" Hmmm, kita harus mencari pedagang yang akan masuk ke kota ini sebelum malam hari tiba untuk kita harus pergi beristirahat setelah kita menempuh perjalanan selamat lima hari dari kaki gunung Lu ke kota Lu an Utara. " Kata Yanmi gadis baju merah yang sangat cantik jelita dan manis bak bidadari dari kahyangan saja dengan nada halus kepada Zhang Xiao Long.
Zhang Xiao Long mengedarkan pandangan mata ke kanan dan kiri pintu masuk ke kota Lu an Utara untuk mencari seorang pedagang yang bisa membantu mereka masuk ke kota Lu an Utara dengan meminjam atau membeli plakat mereka.
Lalu, Zhang Xiao Long menemukan seorang pria tua yang mendorong gerobak dagangan buah kesemek yang baru saja datang ke pintu masuk ke kota Lu an Utara. Ia pun langsung meminta salah satu dari teman-teman nya untuk datangi pedagang buah kesemek itu.
" Aku saja. " Kata Song Tian Erl gadis cantik lain yang menawarkan diri untuk membantunya. Ia pun menganggukkan kepalanya untuk menjawab setuju kepada Song Tian Erl. Gadis itu langsung berjalan menuju ke pedagang itu lalu berkata dengan suara ramah sekali.
__ADS_1
" Paman, apakah paman akan berdagang buah kesemek Paman di dalam kota Lu an Utara? " Tanya Song Tian Erl tersenyum ramah kepada pedagang itu.
" Ya, Nona. " Jawab pedagang itu dengan nada ramah.
" Paman, apakah kamu tak merasa keberatan kalau aku dan teman-teman ku membeli plakat yang Paman punya untuk kami bisa masuk ke kota Lu an Utara bersama dengan Paman? " Tanya Song Tian Erl tersenyum ramah kepada pedagang itu.
" Ya, tak masalah Nona asalkan Nona dan teman -teman Nona mau membeli buah kesemek saya ini. " Jawab pedagang itu yang menawarkan biah kesemek nya kepada Song Tian Erl.
Song Tian Erl menoleh ke arah Zhang Xiao Long untuk menanyakan soal apakah Zhang Xiao Long bersedia untuk membeli buah kesemek dari pedagang itu juga selain Zhang Xiao Long membeli plakat nya.
"Ya." Jawab Zhang Xiao Long menganggukkan kepalanya dengan tegas kepada Song Tian Erl.
" Ya, Paman. Kami semua akan membeli buah kesemek Paman juga selain kami ingin beli plakat mu itu. " Kata Song Tian Erl tersenyum ramah kepada pedagang itu.
Pedagang itu langsung membungkuskan buah kesemek nya dan memberikannya kepada Song Tian Erl dan yang lainnya. Lalu, Zhang Xiao Long menbayar semua buah kesemek nya dan juga plakat nya dengan uang tunai senilai sepuluh renceng logam perak kepada pedagang itu.
" Terimakasih untuk kalian semua, anak muda. " Kata pedagang itu yang tersenyum bahagia karena dagangannya telah terjual dengan cepat sehingga ia bisa pulang ke rumah dengan cepat pula.
__ADS_1
" Ya, sama-sama Paman. " Kata Song Tian Erl usai pedagang itu memutar arah kembali ke arah lain dari pintu masuk ke kota Lu an Utara.
" Wah, apakah kini kita yang harus menggantikan posisi nya sebagai seorang pedagang buah kesemek di dalam kota Lu an Utara? " Tanya Li Shimin adik tiri dari Zhang Xiao Long namun ia tak tahu apa hubungannya dengan Zhang Xiao Long yang menyembunyikan identitas dirinya dari adik tirinya sendiri.
" Ya, tugas untuk berdagang buah kesemek akan aku serahkan kepada mu, Li Shimin. " Jawab Zhang Xiao Long yang mendapat dukungan dari teman-teman nya.
" Apa yang benar saja kamu, Afung?Aku ini 'kan seorang pangeran muda yang sangat terhormat bukan seorang pedagang pasar yang derajatnya murahan? " Tanya Li Shimin yang mengerutkan kening deng tugas yang diberikan kepadanya oleh Zhang Xiao Long.
" Hei, jaga sikap dan nada bicara mu yang suka merendahkan orang lain ! Mereka yang hidupmu nya adalah seorang pedagang jauh lebih mulia dari kamu yang sukanya mengandalkan harta dari orangtua mu saja yang sama sekali kamu tahu darimana asalnya semua kekayaan yang di miliki oleh keluarga mu yang menjadikan kamu sebagai seorang pangeran muda yang berkelas tinggi. " Kata Zhang Xiao Long dengan nada menegur tajam kepada Li Shimin.
" Kau ini keterlaluan sekali berani menegur aku dan memerintahkan aku! " Teriak Li Shimin nada marah kepada Zhang Xiao Long.
" Kau ini tawanan aku bukan majikan aku, jadi ku minta kamu jaga sikap mu atau aku akan potong lidah mu agar kamu tak pernah bisanya bicara lagi untuk selamanya. " Ancam Zhang Xiao Long dengan tatapan matanya yang menakutkan bagi Li Shimin yang langsung menutup mulutnya dan sepasang mata karena ngeri terhadap ancaman Zhang Xiao Long.
Beng Loan Ki terkekeh melihat Li Shimin yang angkuh dan suka merendahkan orang lain kini tak bisa berbuat apa-apa di hadapan seorang Zhang Xiao Long yang biasa saja namun pemuda ini memiliki karismatik yang melebihi ayah dari Li Shimin.
" Li Shimin asalkan kamu tahu siapa seorang Zhang Xiao Long itu?! Aku yakin kamu akan mati kutu karena kamu bukanlah siapa-siapa di bandingkan dengan seorang Zhang Xiao Long yang merupakan putra kandung dari ayahmu sendiri yang mendapatkan gantungan giok naga emas dari kakekmu yaitu Mantan Kaisar Li Ren Jie yang berarti bahwa Zhang Xiao Long adalah calon penerus tahta Kekaisaran Li yang telah di pilih oleh leluhur mu sendiri. " Batin Beng Loan Ki dengan lirikan matanya yang sinis dan sangat mencela Li Shimin itu.
__ADS_1
Bersambung!