
Keesokan harinya, Zhang Xiao Long berpamitan dengan istrinya di pintu gerbang rumahnya untuk meneruskan perjuangannya untuk mengubah masa depan seluruh negerinya dan juga untuk kebahagiaan kehidupan keluarga dan rakyatnya.
"Jaga kesehatan dan keselamatan mu di rumah kita ya dan tunggulah aku pulang ke rumah kita, ya? " ucap Zhang Xiao Long dengan senyuman di bibirnya kepada istrinya.
"Iya, Kak Long.Hati -hatilah di luar sana dan jaga kesehatan dan keselamatan mu juga karena aku pasti akan menunggumu di rumah kita bersama dengan anak-anak kita dengan sangat baik. " kata Putri Ming Ming memberikannya sebuah ciuman lembut di bibirnya dan Ia memeluk istri dengan kelembutannya.
"Iya, istriku. Aku pergi dulu ya dan sampai jumpa kita akan pasti akan bersama kembali, "kata Zhang Xiao Long dengan senyuman manisnya untuk istrinya lalu berkelebat meninggalkan desa gunung Xia.
Zhang Xiao Long teringat tentang awal dirinya ini merantau di seluruh dunia persilatan daratan besar pada usianya masih empat belas tahun lebih dan sekarang ini usianya telah dua puluh dua tahun lebih.
" Dulu aku masih kanak-kanak yang polos apa adanya dan sekarang ini aku sudah dewasa dan mempunyai istri yang cantik jelita seperti Ming Ming di rumah ku. Ibu tolong jaga dia untukku di rumah kita dari langit tempat mu berada. "batin Zhang Xiao Long sambil menengadahkan kepala menatap langit biru yang begitu cerah sekali.
Di kala itu muncullah seorang gadis usia tujuh belas tahun yang cantik jelita melompat turun dari atas gunung di sebelah kiri Zhang Xiao Long dengan senyuman tak bersalah karena gadis itu telah mengganggu ketenangan Zhang Xiao Long yang sedang berdoa kepada Langit.
" Hai.. Senang hati ku berjumpa dengan seorang kawan untuk perjalanan pertama ku di dunia persilatan daratan besar dan perkenalkan nama ku adalah Shiang Bi Hwa." kata gadis asing itu dengan senyuman ceria kepada Zhang Xiao Long.
"Emm, sepertinya aku pernah melihat mu tapi di mana? " ucap Zhang Xiao Long tak perduli.
"Ah, apakah kamu tak ingat aku ini adalah salah seorang dari anggota harem istana Kekaisaran Naga Merah mu? " tanya Shiang Bi Hwa dengan senyuman ingin memikat hati Kaisar Naga Merah.
"Iya, aku baru ingat kau namun aku tak pernah menyangka bahwa kamu berani untuk pergi dari istana Kekaisaran Naga Merah tanpa izin dariku dan menemui aku di sini. " jawab Zhang Xiao Long dengan tatapan matanya yang tajam.
"Aku dapat surat dari Permaisuri Agung Tan Tan Ling Ming yang menyatakan bahwa aku harus menemui anda di sini dan menemani anda di perjalanan menuju ke markas besar sekte Naga barat sebagai pengganti Ratu Amira Ming yang tidak bisa menemani Anda lagi di perjalanan kali ini untuk anda di dunia persilatan daratan besar. " kata Shiang Bi Hwa dengan bukti surat dari Tan Tan Ling Ming di sodorkan kepada Zhang Xiao Long yang mengambil dan membacanya dengan cepat.
__ADS_1
"Baiklah, lagipula kau memiliki sedikit kemiripan dengan Ming Ming yang dapat membantuku di markas besar sekte Naga barat. " kata Zhang Xiao Long akhirnya mengizinkan selirnya untuk menemaninya.
Di sebuah kota kecil di wilayah barat laut dengan suhu udara yang cukup panas luar biasa telah membuat wilayah tersebut menjadi gersang dan mengalami kekeringan di sekitarnya. Dan, hal ini membuat hati Zhang Xiao Long perih melihat rakyatnya sendiri menderita kekeringan dan juga kelaparan serta kehausan yang hebat sekali.
"Kita harus mencari cara untuk menghilangkan penderitaan mereka secepatnya. "kata Zhang Xiao Long dengan nada serius kepada selirnya..
" Caranya? " tanya Shiang Bi Hwa ingin tahu.
"Berdoa kepada Buddha untuk mendatangkan hujan agar air bersih datang kepada mereka dan membuatkan waduk dan lahan pertanian yang subur untuk kebahagiaan kehidupan rakyat di sini. " jawab Zhang Xiao Long dengan cepat.
Zhang Xiao Long pergi ke puncak gunung yang bernama puncak gunung mata Dewa Langit Dan Bumi. Di sanalah Zhang Xiao Long melakukan doa selama beberapa hari ini sampai hujan lebat turun membasahi bumi kota kecil bunga sepatu putih.
Kemudian, Zhang Xiao Long membuat lima buah waduk di beberapa tempat di kota itu dengan kedua tangannya sendiri sampai mendatangkan rasa haru biru dari rakyatnya di kota itu yang melihat hal hebat itu.
"Kak Long, kau sungguh seorang Kaisar sejati yang sangat mempedulikan rakyat mu dengan sangat baik sekali. " kata Shiang Bi Hwa yang melihat kesungguhan hati dan cara kerja keras Zhang Xiao Long demi rakyatnya.
Zhang Xiao Long membuatkan lahan pertanian yang subur untuk mereka sehingga mereka bisa hidup bahagia dan terjamin kesehatan mereka oleh kesungguhan hati Kaisar Naga Merah yang kerja langsung ke kota mereka.
"Aku akan memberikan pelajaran untuk kalian bisa merawat dan melestarikan waduk di sekitar kalian dan juga pelajaran untuk menjaga lahan pertanian kalian untuk generasi-generasi kalian selanjutnya."kata Zhang Xiao Long yang mulai mengadakan pertemuan dengan seluruh rakyat di kota itu untuk memberikan bimbingan secara langsung darinya.
Setelah Zhang Xiao Long berhasil membimbing rakyatnya di kota itu selama kurang lebih tiga minggu. Zhang Xiao Long pun melanjutkan misi ke markas besar sekte Naga barat yang berada di bawah kaki pegunungan Himalaya bagian timur laut.
" Kota besar sungai darah naga yang merupakan salah satu dari kota yang harus aku lalui. "kata Zhang Xiao Long yang mengingat peta menuju ke wilayah pegunungan Himalaya bagian timur laut melalui otaknya yang cerdas.
__ADS_1
" Yang Mulia, selain kota besar sungai darah naga yang menjadi salah satu dari kota yang harus anda lalui untuk sampai ke markas besar sekte Naga barat. Anda juga harus melalui desa air mata Phoenix emas di daerah itu juga. "kata Shiang Bi Hwa dengan sikap hormat sekali pada Zhang Xiao Long.
" Hmm, aku sudah mendengar tentang air mata hebat di desa itu adalah airmata burung Phoenix emas yang berasal dari langit secara langsung ke sumber mata air di pegunungan desa kecil itu yang membuat aku penasaran untuk melihat air mata burung Phoenix emas itu seperti apa. "kata Zhang Xiao Long dengan senyuman di bibirnya.
" Ya, Yang Mulia. Mari kita percepat jalan kita ke wilayah tersebut. "kata Shiang Bi Hwa yang luar biasa bersemangat untuk berpetualang bersama dengan Zhang Xiao Long.
" Bi Hwa, pakai tudung dan cadar mu dengan benar sebelum kita melanjutkan perjalanan ke arah sana.. "kata Zhang Xiao Long dengan nada memerintah kepada selirnya.
" Iya,Paduka."jawab Shiang Bi Hwa patuh.
Perjalanan mereka ternyata mendapat halangan dari sekelompok orang berpakaian serba hitam dengan lambang kapak dan palu di pakaian dari sekelompok orang yang menghalangi mereka di pintu masuk kota besar sungai darah naga.
"Hmm, berhenti kalian berdua jika kalian ingin melewati tempat ini maka kalian harus bayar upeti yang kalian miliki atau kalian bisa bayar tagihan tubuh kalian terutama untuk gadis yang berdiri di depan kami itu..! " hardik sekelompok orang itu dengan sikap mengancam kepada mereka berdua.
"Lancang! Kalian pikir siapa kalian yang telah berani untuk mengancam kami..! "balas Zhang Xiao Long yang langsung mengerahkan ilmu sinkang arak sakti melalui kibasan lengan kanan pakaiannya itu ke arah sekelompok orang di depannya itu.
Wuttzz!
Sekelompok orang itu mencoba untuk melawan dengan mengayunkan kapak dan palu mereka ke arah kibasan lengan pakaian Zhang Xiao Long namun mereka terkejut sekali dengan kapak dan palu mereka melayang dan menebas diri mereka sendiri.
Betzz!
Crakkk!
__ADS_1
" Ugh, sekelompok penyamun rendah yang telah lancang untuk menghalangi jalanku... "kata Zhang Xiao Long nada dingin sambil melewati semua jasad sekelompok orang itu bersama dengan selirnya yang mengikutinya tanpa bicara apapun kepadanya.
Bersambung!!