
Zhang Xiao Long membaringkan Tuan Ying atau mantan Kaisar Yongle di atas ranjang es di gua yang memiliki energi yang sangat kuat untuk ia dan istrinya Amira Ming dapat menyelamatkan pria paruh baya yang terbaring lemah di depan sepasang matanya.
"Kalian tunggu kami di luar gua sepuluh naga langit untuk menjaga kami agar tak ada seorang pun musuh yang akan mengganggu proses dari pengobatan yang akan kami lakukan untuk Tuan Ying." kata Zhang Xiao Long dengan sikap sopan dan ramah kepada Tabib Xi, Nona Ying Ying dan Guan Xiao Tong.
"Ya, Paduka Kaisar." jawab ketiganya patuh.
Lalu Ia dan istrinya duduk bersila dengan saling berhadapan satu sama lainnya dan kedua tapak tangan mereka di satukan di atas tubuh Tuan Ying.
Ilmu gabungan mereka berdua memberikan dua cahaya yang bersinar terang benderang di atas tubuh Tuan Ying yang dapat merasakan sakit tak terkira pada awalnya namun secara perlahan- lahan rasa sakit menghilang dari dalam tubuh Tuan Ying.
Di luar gua, Guan Xiao Tong memilih untuk cari makanan di sekitar hutan pegunungan Changsan untuk persediaan makanan dan minuman yang berguna untuk mereka semua di atas puncak gunung tersebut.
Suasana kabut dan salju di musim semi masih terasa di sekitar daerah pegunungan tersebut yang mendatangkan hawa dingin namun bunga bunga disekitarnya sudah mulai bersemi sedikit demi sedikit. Seekor rusa yang berlarian dengan lincah terlihat oleh sepasang mata Nona Ying Ying di depan pintu gua.
"Hei lihat ada seekor rusa yang cantik sekali di balik pepohonan yang daunnya masih berembun salju di depan sana." kata Nona Ying Ying yang terpana melihat adanya seekor rusa di sekitar tempat mereka berada.
"Ya,Nona.Aku juga mendengar suara gemericik air terjun dari bagian selatan puncak gunung ini yang terdapat banyak ikan-ikan berenang di air sungai di bawah gunung ini."kata Tabib Xi yang mengharapkan Guan Xiao Tong pulang kepada mereka dengan membawa ikan-ikan hasil dari memancing atau tangkapan pemuda tampan itu.
Harapannya tak mulus karena Guan Xiao Tong tak membawa ikan-ikan untuk menu makan malam mereka dari hutan melainkan tiga ekor ayam hutan yang sudah di bersihkan dari bulu dan isi perutnya oleh pemuda itu.
" Wah, aku akan membuatkan api unggun untuk kita dapat memanggang ayam-ayam ini."kata Nona Ying Ying dengan senyuman ceria sambil mengumpulkan kayu-kayu di sekitar mereka lalu digunakannya sebagai api unggun di depan pintu gua.
"Bawa kemari ayam-ayam itu biar aku saja yang memanggang mereka dan memberikan bumbu penyedap agar aroma lezat menguak di hidung kita." kata Tabib Xi mengulurkan tangannya pada Guan Xiao Tong.
"Baik." jawab Guan Xiao Tong segera.
Guan Xiao Tong memberikan ayam-ayam yang berada di tangannya kepada Tabib Xi lalu pria ini melesat kembali ke dalam hutan untuk mencari air minum dan buah-buahan untuk mencuci mulut dan kedua tangan mereka nantinya pada sebelum dan sesudah makan.
Suara kepakan sayap-sayap kelelawar terdengar oleh mereka sehingga memecahkan kesunyian di sekitar pegunungan dan mendatangkan rasa kekhawatiran terhadap musuh yang akan datang kepada mereka yang membuat mereka segera bersiaga di depan pintu gua.
Nona Ying Ying mengedarkan pandangan mata indahnya ke sekeliling mereka dengan pedang di tangannya telah siap untuk digunakan olehnya dalam menghadapi musuh -musuh. Tabib Xi juga sudah mempersiapkan senjatanya yang berupa topi caping dan tongkat bambu di kedua tangan dan sepasang telinganya itu sangat difokuskan dalam mengetahui kedatangan musuh mereka.
Benar saja karena tak berselang lama datanglah sejumlah besar pasukan sekte elang kematian tingkat empat belas yang menyerbu mereka di segala penjuru depan pintu gua dengan senjata tajam di tangan para pasukan musuh di hadapan mereka.
Singgg!
__ADS_1
"Serahkan nyawa kalian kepada kami atas dosa yang telah kalian lakukan terhadap para anggota sekte elang kematian tingkat lima belas dan juga belati emas yang berada di tangan laki-laki tua kepada kami..!" hardik para anggota sekte elang kematian tingkat empat belas yang langsung menyerang mereka dengan gerakan ilmu golok yang sangat hebat sehingga mengeluarkan sinar yang menyilaukan.
Wutttzz!
Trang!
Trang!
Trang!
Pedang di tangan Nona Ying Ying menghadapi sekitar lima puluh orang pasukan sekte elang kematian tingkat empat belas di sisi kanan Tabib Xi dengan hebat.
Wutttzz!
Cring!
Trakkk!
Tongkat bambu dan topi caping di kedua tangan Tabib Xi menerjang sekitar lima puluh lima orang anggota sekte elang kematian tingkat empat belas dengan luarbiasa hebat sehingga kakek ini sanggup membendung hujan pedang bergerigi tajam dan runcing dari lima puluh lima orang anggota sekte elang kematian tingkat empat di hadapannya.
Syuttt!
Werrr!
Cep!
Cep!
Nona Ying Ying menggunakan ilmu pedang salju yang membuat sekitar lima puluh lima orang anggota sekte elang kematian tingkat empat belas di hadapannya itu terkena tebasan pedang ditangannya.
Crakkk!
Crakk!
Tabib Xi melompat dengan gerakan indah yang disertai dengan kedua senjatanya membentuk bunga mawar salju yang menghempaskan para anggota sekte elang kematian tingkat empat belas yang dihadapinya itu.
__ADS_1
Werrr!
Dess!
Crasshh!
Bruakk!
Guan Xiao Tong menggunakan pedangnya yang hebat untuk menghalangi seorang pemuda usia dua puluh lima tahun yang ingin menerobos ke dalam gua.
Wutttzz!
Trang!
Pemuda itu adalah salah seorang dari anggota sekte elang kematian tingkat empat belas yang mendapatkan perintah dari Ketua mereka untuk menghabisi tiga orang di dalam gua namun ia dikejutkan dengan serangan maut dari Guan Xiao Tong yang luar biasa tangguh.
Ia pun menangkis serangan pedang milik Guan Xiao Tong dengan senjatanya yang berupa garpu yang sangat panjang sehingga ia dengan mudah menghadapi ilmu pedang sekte naga langit yang dimainkan oleh Guan Xiao Tong.
Wutttzz!
Trang!
Trang!
Guan Xiao Tong bergerak mundur saat pedang di tangannya bergetar hebat oleh serangan garpu panjang di tangan pemuda anggota sekte elang kematian tingkat empat belas.
Betzzzz!
Pemuda itu menggunakan kesempatan tersebut untuk masuk ke dalam gua namun ia langsung di tebas oleh Amira Ming dengan pedang Phoenix merah.
Crakk!
"Kak Long, kau teruskan saja pengobatanmu itu untuk Tuan Ying dan biarkan Aku membantu para sahabat kita di luar gua ini." kata Amira Ming dengan nada tenang kepada Zhang Xiao Long seraya keluar dari gua.
"Ya,Ming Ming. " jawab Zhang Xiao Long dengan nada pelan kepada Amira Ming dengan tetap konsentrasi dalam pengobatan yang dilakukan olehnya untuk Tuan Ying yaitu menyalurkan ilmu sinkang bunga xia dan ilmu sinkang cahaya sembilan naga emas melalui kedua tangannya di dada Tuan Ying.
__ADS_1
Bersambung!!