Pendekar Naga Merah

Pendekar Naga Merah
Informasi Tak Terduga...


__ADS_3

"Terimakasih atas semangkuk sup buah segar yang telah kamu bawakan untuk ku, Selir Ketiga. " jawab Amira Ming tersenyum ramah kepada Selir ketiga sambil mengambil sendok sup buah segar dan memakannya dengan tenang.


"Ratu Amira Ming, bolehkah Saya membantumu untuk membuat rajutan pakaian musim dingin untuk keluarga kita terutama untuk Kaisar Naga Merah, suami kita? " tanya Selir ketiga dengan sikap sopan kepada Amira Ming yang sedang merajut pakaian musim dingin untuk Zhang Xiao Long dan para anggota keluarga Kaisar Naga Merah.


"Boleh, tentu saja silakan. " jawab Amira Ming di bangku batu di paviliun sambil menepuk bangku batu di sebelahnya dan tersenyum ramah sekali kepada Selir ketiga.


"Terimakasih, Paduka. " kata Selir ketiga dengan sikap sopan dan diam -diam mengamati Amira Ming dari dekat sehingga ia bisa menilai Amira Ming dengan lebih baik lagi.


"Dia tidak seperti yang dikatakan oleh Selir Agung Kim Hwee Li jika aku memperhatikannya dari dekat seperti sekarang ini." batin Selir ketiga sambil merajut pakaian musim dingin untuk para Selir Kekaisaran Naga Merah yang bahan-bahan pakaiannya di tumpukan di atas meja batu oleh Amira Ming.


Amira Ming meskipun ia tidak mempunyai ilmu sinkang dan ilmu silat pada saat ini namun ia bisa melihat sikap dan sifat maupun kelakuan tiap orang di sekelilingnya. Ia sudah membujuk Zhang Xiao Long untuk tidak bersikap keras dan terlalu tegas untuk para anggota harem Kaisar Naga Merah itu sendiri.


"Aku tak mau kamu membunuh Nalan Yan Ran hanya untuk emosi sesaat, Kak Long.Aku mau berpura-pura membunuhnya untuk kita dapat mengetahui siapa dalang dibalik perubahan pada sifat alami Nalan Yan Ran, apalagi kita ini sudah pernah melihat seseorang yang pernah mengalami racun rampas ingatan yang dapat menyebabkan korbannya tidak pernah tahu apa yang telah diperbuatnya, karena semua itu diluar kesadaran dan kemampuannya. " kata Amira Ming nada halus kepada Zhang Xiao Long ketika ia melihat Zhang Xiao Long sudah ingin sekali membunuh Nalan Yan Ran yang telah diketahui ingin mencelakai dirinya dan janinnya itu diluar pintu masuk ke istananya sendiri.


"Ming Ming, aku tak mau menempatkan dirimu dan buah hati kita di situasi yang berbahaya bagi kalian di rumah kita sendiri." kata Zhang Xiao Long yang terpaksa harus menggunakan ilmu kebatinan untuk membius Kim Hwee Li dan para pasukan istri lainnya itu sebelum Zhang Xiao Long melesat cepat masuk ke istana Ratu Amira Ming untuk melihat keadaan istrinya itu.


"Kak Long, aku sudah pernah mengalami situasi berbahaya seperti ini di istana Kekaisaran Ming ku terdahulu. Dimana aku harus memakai taktik seperti seorang Ratu yang tidak peka pada tiap orang di sekitar kita sampai aku menemukan musuh licin di istana ku sendiri. Dan, sekarang hal ini juga terjadi di istana Kekaisaran Naga Merah yaitu rumah suamiku sendiri, yakni kamu, Kak Long." Kata Amira Ming merangkul hangat Zhang Xiao Long.


"Tapi, Ming Ming? Dulu kamu tak ada seorang pun yang melindungi kamu di rumahmu sendiri, namun di sini , sekarang ini kamu sudah aku suamimu yang melindungimu?" ucap Zhang Xiao Long pedih.


"Jangan kamu merasa sedih seperti ini, Kak Long. Dunia memang tak selamanya lurus dan indah namun dunia juga adakalanya bergejolak dan begitu juga dengan kehidupan manusianya di atas dunia ini yakni termasuk kita di istana ini, Kak Long. "kata Amira Ming lembut untuk Zhang Xiao Long merasa tenang.


"Aku merasa sedih bukan karena untukku sendiri melainkan aku sedih karena sikap mereka yang tidak semuanya bisa aku penuhi kebutuhan dan kebahagiaan mereka secara merata dan adil sebab aku juga hanyalah seorang manusia biasa yang hanya menginginkan seorang wanita di dalam hidupku. " kata Zhang Xiao Long dengan nada getir.


"Kak Long, kau bukanlah seorang manusia biasa melainkan kamu adalah seorang penguasa yang tidak boleh mencintai satu orang wanita di hidup mu karena dunia menginginkan kamu memiliki banyak wanita yang dapat mencerminkan diri mu yang memiliki nama besar dan pengaruhmu di seluruh dunia ini juga wilayah daratan besar di tanganmu. Kak Long, jika kamu ingin mencintai ku, maka kau harus mencintai mereka, jika kamu ingin bersama ku, maka kamu harus bersama mereka, jika kamu ingin memiliki anak dariku, maka kamu harus memiliki anak dari mereka, dan jika kamu ingin membahagiakan aku, maka kamu harus bisa membahagiakan mereka. " kata Amira Ming dengan kelembutan yang sangatlah menyentuh hati Zhang Xiao Long.


"Ming Ming, sudahlah kamu jangan pernah untuk membahas tentang mereka lagi, sekarang kita harus membahas tentang mencari tahu dalang dibalik sikap buruk Nalan Yan Ran sesudah dia pulang dari perjalanannya ke kota Sheng An utara menurut laporan yang telah aku terima dari Liu Kang pada kemarin malam setibanya kita di istana Kekaisaran Naga Merah ini." kata Zhang Xiao Long memandang lekat- lekat Amira Ming di hadapannya.


Dan,kini Amira Ming di paviliun istananya sendiri diam-diam mengamati Selir ketiga yang sedang membantunya untuk membuat pakaian musim dingin di dekatnya dan melihat adanya bros yang di gantung di pakaian Selir ketiga yang tercium aroma rempah-rempah yang tidak asing baginya untuk ia menggali semua ingatannya di masa lalu.


"Bros di pakaian Selir ketiga persis milik Kakak Chen Wai Ting dari Sekte Kun Lun Pai yang dulu pernah menjadi wakil Ketua murid senior Sekte Thai San Pai. " pikir Amira Ming.

__ADS_1


"Ratu Amira Ming, pakaian musim dingin untuk para Selir, bagaimana kalau aku bawa pulang ke istana ku untuk aku merajut pakaian itu disana sampai semua pakaian musim dingin terpenuhi, lalu aku akan membawakan pakaian ini kepada mu untuk di bagikan kepada para Selir lainnya? " Selir ketiga menanyakannya ketika hari sudah menjelang senja hari.


"Iya, tentu saja, silakan kamu bawa pulang sebagian pakaian ini ke istanamu. " jawab Amira Ming dengan senyuman ramah kepada Selir ketiga yang sudah berdiri di depannya dan membungkukkan badan untuk memberikan salam pamit kepadanya.


Amira Ming merapikan semua tumpukan bahan- bahan pakaian musim dingin yang belum jadi dan sudah jadi pakaian musim dingin dengan cepat lalu pergi ke ruangan dalam istana pribadi nya sendiri. Di istananya, Ia menaruh semua pekerjaannya di tempat tidurnya dan mengambil buntalan perjalanannya di lemari pakaian dan berkemas dengan terampil.


"Aku harus pergi ke gunung Kun Lun untuk aku bisa menanyakan soal Kakak Chen Wai Ting kepada Ketua Sekte Kun Lun Pai secara pribadi di sana. " kata Amira Ming yang telah menaruh buntalan perjalanannya di pundaknya dan wanita itu juga telah mengambil pedangnya di dekat tempat tidurnya.


Namun sebelum Amira Ming sempat membuka pintu kamarnya, Ia bertemu dengan Zhang Xiao Long yang mengambil bungkusannya dan juga pedangnya lalu mengajaknya kembali masuk ke kamarnya.


"Kamu ingin pergi kemana tanpa pamit dahulu kepadaku? " tanya Zhang Xiao Long menatapnya serius di kamarnya.


"Aku ingin mengunjungi Sekte Kun Lun Pai di pegunungan Kun." jawab Amira Ming menunduk karena dia harus menghormati suaminya.


"Untuk apa kamu pergi ke pegunungan Kunlun?" tanya Zhang Xiao Long mengangkat dagunya untuk ia bisa menatap suaminya dengan sopan.


"Menemui Ketua sekte Kun Lun Pai untuk selidiki kasus bros di pakaian Selir ketiga yang telah menarik perhatian ku dan menimbulkan rasa curiga ku. " jawab Amira Ming dengan tatapan mata jujur kepada Zhang Xiao Long.


"Bros aroma bunga daun Yin yang sangat kuat dan bros itu hanya dipakai oleh Kakak Chen Wai Ting yaitu mantan Kakak seperguruan ku dulu di Sekte Thai San Pai yang kemudian berkhianat dengan memilih untuk bekerjasama dengan Raja Yu Hian Kim penguasa Pulau Beruang Utara." jawab Amira Ming dengan sikap sopan telah menceritakan tentang tokoh-tokoh yang belum pernah di ketahui oleh Zhang Xiao Long selama ini.


"Baik, Ming Ming.Aku mengerti apa yang ada di hatimu itu, namun biarkanlah aku yang pergi ke pegunungan Kunlun untuk menyelidiki baru di dunia persilatan daratan besar yang telah begitu lancang mengganggu ketenangan, kedamaian dan kebahagiaan keluargaku dengan licik sekali. " kata Zhang Xiao Long yang menatap tegas Amira Ming untuk istrinya itu tidak meninggalkan istana Kekaisaran Naga Merah tanpa izin darinya sehingga Amira Ming menghela napas panjang dan memilih untuk duduk di kursi depan tempat tidur.


"Baiklah, aku akan menjaga istana Kekaisaran Naga Merah untuk mu sampai kamu kembali dari perjalanan mu di pegunungan Kunlun dan pelayaran menuju ke kepulauan utara daratan besar untuk misi yang telah mengusikmu di sini, di istana Kekaisaran Naga Merah mu." kata Amira Ming duduk dengan sikap manis di depan Zhang Xiao Long.


"Ya, karena aku tidak mau kamu dan janin di rahimmu mengalami bahaya untuk perjalanan yang lebih berbahaya daripada perjalanan kita ke pegunungan Himalaya, " jawab Zhang Xiao Long memberikan ciuman lembut di bibirnya sebelum Zhang Xiao Long melesat cepat meninggalkan istana Kekaisaran Naga Merah pada pukul satu malam hari.


Brrrrr!


Amira Ming hanya bisa memejamkan sepasang matanya sambil mengelus- elus perutnya yang kecil namun agak keras dan berdenyut halus. Hal ini menyebabkan dirinya sulit untuk melakukan misi untuk membantu suaminya.


"Kak Long, kau sendiri yang telah menyebabkan aku mengandung anakmu lagi sehingga aku tak bisa menemanimu untuk misi yang paling sulit dan berbahaya bagi mu dan Kekaisaran Naga Merah mu.. " kata Amira Ming yang berjalan ke tempat tidur lalu berbaring dengan wajahnya itu begitu mengkhawatirkan Zhang Xiao Long.

__ADS_1


*****


Istana Permaisuri Agung Kekaisaran Naga Merah.


Tan Tan Ling Ming yang sudah mendengar kabar tentang Zhang Xiao Long akan pergi keluar dari istana Kekaisaran Naga Merah untuk misi yang telah menyebabkan keresahan rakyat Kekaisaran Naga Merah melalui salah seorang dari dayang istananya sendiri yang membawa kabar tersebut kepadanya.


"Aku harus segera menemui Kak Long di istana pribadinya sekarang juga.. " kata Tan Tan Ling Ming yang telah berjalan meninggalkan istana pribadinya menuju ke istana Kaisar Naga Merah di bagian paling timur di istana Kekaisaran Naga Merah.


Di tengah jalan, Tan Tan Ling Ming melihat sinar putih yang berkelebatan di tengah malam hari di langit di atas genteng-genteng istana Kekaisaran Naga Merah yang langsung menghilang ke arah selatan.


"Kak Long.. " batin Tan Tan Ling Ming mengenali bayangan tubuh gagah perkasa Zhang Xiao Long yang telah melesat cepat keluar dari istana Kekaisaran Naga Merah ke arah selatan.


"Aku harus menemaninya untuk misinya kali ini untuk menggantikan posisi Amira Ming yang tak bisa menemaninya karena kondisi Amira Ming yang saat ini tidak memungkinkan untuk temani Kak Long di misinya kali ini. " kata Tan Tan Ling Ming yang segera kembali ke istananya sendiri lalu berkemas dengan cepat dan meninggalkan istana Kekaisaran Naga Merah untuk menyusul kepergian Zhang Xiao Long.


Zhang Xiao Long yang merasa ada seseorang yang mengikutinya dari arah belakangnya ke arah pintu keluar dari ibukota Kekaisaran Naga Merah bagian selatan telah berhenti di bawah pohon bunga Li ungu dengan membawa payung untuk melindungi dirinya dari hujan deras pada tengah malam hari itu di daerah luar Ibukota Kekaisaran Naga Merah.


"Ling Ming.. " panggil Zhang Xiao Long dengan halus pada wanita muda cantik jelita yang telah berdiri di depannya dengan membawa payung di tangan kanan.


"Kak Long, aku ingin ikut pergi bersamamu untuk misi mu ke pelayaran laut Utara daratan besar. " pinta Tan Tan Ling Ming menatapnya dengan sinar mata memohon kepadanya.


"Baiklah, Ling Ming." jawab Zhang Xiao Long.


"Terimakasih Kak Long.. " kata Tan Tan Ling Ming tersenyum bahagia dapat izin dari Zhang Xiao Long yang telah mengajak Tan Tan Ling Ming berkelebat menuju ke sebuah kota kecil di utara sebagai tempat pertama mereka datangi.


"Kota kecil yang kita datangi adalah salah satu dari markas cabang dari Sekte Naga Utara yang dipimpin oleh Raja Lin Mo Lang dari suku Lin. " kata Tan Tan Ling Ming yang di ajak Zhang Xiao Long untuk masuk ke dalam kedai teh di pinggir jalan kota kecil itu.


"Benar sekali, Ling Ming.Raja Lin Mo Lang telah mendapatkan perhatian dari ku yang ingin sekali menemuinya untuk misi besar ku di daerah ini. " kata Zhang Xiao Long dengan sikap tenang dan sabar sambil menikmati secangkir teh hangat di kedai teh itu. Zhang Xiao Long memperhatikan rombongan yang baru saja datang ke kedai teh di tengah malam hari dan mendatangkan rasa penasaran di hati Zhang Xiao Long.


Rombongan yang pemimpinnya adalah seorang gadis remaja yang memakai baju berwarna hijau muda yang membawa pedang bentuk payung di tangan kanan dan memilih untuk duduk di kursi depan meja yang menghadap ke jalanan di kedai teh di pinggir jalan kota kecil itu.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2