Pengasuh Cantik Tuan Muda Cerdik

Pengasuh Cantik Tuan Muda Cerdik
Bab 11 - Syarat


__ADS_3

Diantara takutnya Anya itu, untungnya Steven keluar dari dalam kamar mandi. Jadi ada pengalihan tatapan tajam milik papa Reza.


Kini Reza menatap Steven, membuat keduanya saling tatap dengan tatapan yang entah, sulit untuk bisa dijabarkan.


Anya selalu merasa canggung jika diantara keduanya.


"Stev, ayo pakai baju," ajak Anya dengan suara yang pelan.


"Aku bisa pakai baju sendiri Mbak."


"Biar papa yang membantu mu pakai baju," ucap Reza.


"Tidak perlu, aku bisa melakukannya sendiri." Steven bahkan tak melihat sang ayah saat bicara, dia melengos menuju lemari pakaiannya. Namun masih terlalu pendek untuk menjangkau baju yang ada di gantungan.


Anya terdiam, memberi kesempatan Reza untuk maju dan menolong Steven.


Tapi pria berwajah dingin itu hanya diam di tempatnya berdiri. Sampai Anya harus memberi isyarat dengan desis suara ular.


Sst! sst!!


Anya juga sedikit mendelik agar Reza paham. Tapi pria itu hanya menatap Anya dengan dahi berkerut.

__ADS_1


Reza sungguh tidak paham kode dari Anya.


Membuat gadis cantik berbadan mungil itu rasanya ingin berteriak frustasi.


Jadi tanpa menunggu Reza bergerak, akhirnya Anya yang maju.


Sesaat Reza masih berdiri di sana untuk terus menyaksikan sang anak dan ketika Steven telah selesai mengenakan bajunya pria itu pun pergi meninggalkan kamar tersebut.


Steven melirik punggung sang ayah yang mulai menjauh.


Dan Anya meyaksikan itu semua, dia cukup paham bahwa sebenarnya Steven begitu menginginkan perhatian dari ayahnya, juga pasti merindukan kasih sayang sang ibu.


1 Minggu berlalu dan Anya masih bertahan menjadi pengasuh sang tuan muda.


Padahal sungguh, bukan dia yang lalai melainkan karena kenakalan Steven sendiri.


Di minggu ke tiga rasanya Anya ingin pulang. Tapi jika ingat pengkhianatan Elisa dan Erwin membuat Anya seketika mengurungkan niatnya.


Apalagi Oma Putri berkata bahwa dia akan menaikkan gaji Anya andai bisa bertahan di bulan pertama ini. Om Ryan juga selalu berkata bahwa Anya adalah pengasuh terbaik untuk Steven.


Meminta Anya untuk bertahan.

__ADS_1


Tepat 1 bulan Anya bekerja, Steven menatap sang pengasuh. Setelah semua yang dia lakukan mbak Anya tetap bertahan, tetap memperlakukannya sama.


Dimarahi jika dia salah, dan dipeluk jika dia bersikap menggemaskan.


"Mbak Anya," panggil Steven, saat ini mereka berdua sedang berada di taman belakang bermain juga dengan Malvin.


"Apa?"


"Mbak Anya mau bantu aku nggak?"


"Bantu apa?"


"Bantu aku agar bertemu dengan mama."


Deg! jantung Anya berdenyut ketika mendengar permintaan itu. satu bulan dia berada di sini sekalipun Anya memang tidak pernah melihat mama Steven berkunjung.


Sebenarnya dia pun selalu bertanya-tanya dimana mama Steven berada, tapi Anya sadar diri untuk tidak ikut campur terlalu dalam pada masalah keluarga majikannya.


Sementara Steven merasa mbak Anya bisa diandalkan untuk menjadi partner, Steven akan benar-benar menerima Mbak Anya sebagai pengasuhnya dengan satu syarat, mbak Anya harus membantunya untuk bertemu dengan Mama.


"Aku akan bersikap baik pada Mbak Anya, tapi dengan satu syarat, mbak harus menuruti keinginanku itu," ucap Steven lagi.

__ADS_1


Hingga membuat Anya bingung dan kaget, bagaimana bisa anak berusia 6 tahun punya pemikiran seperti itu.


__ADS_2