Pengasuh Cantik Tuan Muda Cerdik

Pengasuh Cantik Tuan Muda Cerdik
Bab 33 - Misi Baru


__ADS_3

Belum sempat Reza mengambil tindakan apapun, tiba-tiba terdengar suara sang anak datang menghampiri.


Steven dan Ryan memutuskan untuk menyusul saja, jika di sini tidak bisa menemukan pengganti Malvin maka mereka akan langsung pulang.


"Bagaimana Pa? ada tidak katak nya?" tanya Steven dengan raut wajah penuh harap, karena saat ini dia sedang bersandiwara jadi orang yang paling teraniaya sebab kehilangan sang sahabat, Malvin.


"Ada Steven, tapi masih dalam bentuk berudu, banyak sekali, nanti kita pelihara di rumah." Anya yang menjawab dengan antusias.


Dan jawaban sang pengasuh tersebut seketika membuat bibir Steven tersenyum lebar, kehilangan Malvin ternyata membuat dia dapat durian runtuh. Mendapatkan pengganti dalam jumlah yang banyak.


"Mana mbak?" sahut Steven tak kalah antusias, dia bahkan langsung berlari mendekati mbak Anya-nya dan melongok ke arah selokan di sana.


Kedua mata Steven berbinar, dia benar-benar menginginkan berudu berudu itu.


"Mau!!" ucap Steven dengan riangnya.


Ryan mendekat dan juga melihatnya secara langsung. dia lalu melirik sang kakak yang hanya diam saja, tidak mungkin juga dia membiarkan Anya masuk ke dalam sana untuk mengambil berudu itu. Jadi Ryan berinisiatif untuk dia saja yang mengambilnya.

__ADS_1


"Pakai botol minum ini saja ya? Om akan turun untuk mengambil berudu itu."


"Tidak, biar aku saja yang ambil," putus Reza, bahkan kalimatnya seperti memotong ucapan Ryan barusan.


Melihat raut wajah ceria sang anak, membuat Reza jadi tak ingin mengecewakan Steven. Jelas Steven menginginkan dia yang mencari pengganti Malvin.


Bagaimanapun memang dialah yang telah menghilangkan katak tersebut, jadi sekarang Reza akan menunjukkan pada sang anak apa itu tanggung jawab.


Reza kemudian mengambil botol air mineral di tangan Ryan, Dia lantas turun ke dalam selokan itu dan mulai mengambil berudu yang ada di sana.


Anya sedikit tercengang, baru sadar jika beberapa saat lalu dia pun memerintahkan papa Reza untuk mengambil katak itu. Kini dia baru sadar jika dia telah salah. Papa Reza jelas tidak pernah melakukan ini sebelumnya, harusnya dia lah yang turun tangan.


Kasihan.


Maafkan aku Pa, lirih Anya, namun lagi-lagi hanya berani dia ucapkan di dalam hati.


Lain kali aku harus berhati-hati, lain kali aku harus bertindak sendiri tanpa mengandalkan orang lain. Batin Anya.

__ADS_1


Sementara Steven yang melihat ayahnya turun langsung untuk mengambil berudu itu pun seketika terenyuh hatinya.


Dia seperti sudah jadi keluarga pada umumnya, dimana seorang anak menghabiskan banyak waktu bersama dengan sang ayah. Bermain, menangis dan tertawa.


Papa sudah berubah, lalu bagaimana dengan Mama? batin Steven.


Namun sadar jika mama Mona memang tidak pernah menginginkan dia sejak awal, Steven jadi menatap sang pengasuh, mbak Anya-nya.


Ya, Steven tidak butuh Mama bernama Mama Monalisa. Dia hanya butuh Anya untuk jadi mamanya.


Menyadari itu Steven pun tersenyum lebar.


Jadi punya misi yang baru lagi, yaitu menjadikan Mbak Anya sebagai mamanya yang baru.


Ye!! di dalam hatinya Steven bahkan sampai bersorak riang.


Dan bocah itu makin tersenyum lebar saat melihat sang ayah berhasil mengambil banyak berudu di dalam botol.

__ADS_1


"Tangan papa kotor, mbak Anya akan menemani papa cuci tangan di toilet!" ucap Steven menggebu-gebu, lalu tangan kecilnya menunjuk toilet umum di ujung sana. Di dekat pos satpam penjaga taman ini.


__ADS_2