Pengasuh Cantik Tuan Muda Cerdik

Pengasuh Cantik Tuan Muda Cerdik
Bab 2 - belom ada 5 menit


__ADS_3

"Dari penampilannya dia hanya akan bertahan 1 bulan," gumam Steven dengan seringai licik di bibirnya. Dia mengintip dari celah-celah tangga bagian paling atas. Tangan kanannya memegang mainan robot, hero kesukaannya Batman.


Hero yang kalau pakai ****** ***** sukanya diluar, Steven sering mengikutinya hingga membuat semua orang geram.


Kedua mata anak kecil itu menelisik penampilan pengasuhnya yang baru.


Di bawah sana pengasuhnya yang baru dan bi Ratih langsung menghadap Oma Putri.


Anya pagi itu terlihat sangat sederhana, hanya menggunakan kaos panjang berwarna abu-abu dan rok payung setinggi lutut berwarna hitam tanpa corak.


Rambutnya yang panjang diikat ekor kuda dan dia membawa tas pakaian berukuran sedang.


Dari tempatnya tempatnya bersembunyi itu, Steven menghitung mundur dari 10. Menunggu namanya di panggil oleh sang Oma ...


3


2


1


"Steveeeen!!" pekik Oma putri.


Meskipun sudah tahu jika dia di panggil tapi Sean tidak menyahut, dia malah perlahan mundur dengan membungkuk lalu masuk ke dalam kamarnya.


"STEVEN!"


"Sudah Nyonya, mungkin Den Steven tidak dengar." Anya jadi tidak enak hati sendiri, dengan sendirinya dia bicara seperti itu, reflek.

__ADS_1


"Jangan panggil Nyonya, nanti Steven ikut-ikut panggil saya Nyonya. Panggil saja sesuai dengan cara Steven memanggil, Oma untuk saya, kakek untuk suami saya. Papa untuk Reza, kalau tidak ada Steven ya kamu panggil Pak. Om untuk Ryan dan Kak untuk Rina. Paham ya?"


"Paham Oma."


"Rina harusnya dipanggil tante, tapi dia tidak mau, jadilah dipanggil Kak, ya?"


"Baik Oma."


"Jangan lupa Bismilah, mengabdilah dengan sungguh-sungguh untuk keluarga ini. Jangan lupa tugas mu hanya mengasuh Den Steven." Pesan bi Ratih. Dia tidak ingin Anya lupa tanggung jawab, atau malah tiba-tiba naksir anak lajang keluarga ini dan berharap jadi nyonya juga. Bi Ratih tidak ingin seperti itu. Dia sangat berharap Anya memahami pesannya ini.


Menjaga nama baik, harkat dan martabatnya sendiri.


Anya pun mengangguk dengan patuh, "Baik Bi."


Anya masih berdiri di teras rumah itu sampai bi Ratih benar-benar tak terlihat Lagi dari pandangannya.


"Ayo sekarang kita masuk, Oma akan perkenalkan kamu dengan Steven."


"Baik Oma," balas Anya patuh.


Saking patuhnya pada semua orang, Anya tanpa sadar jika dia selalu menjawab dengan kata 'Baik'. Baik Oma, Baik Bi, Baik Baik Baik, Baik terus.


Masuk kembali ke dalam rumah itu, Oma Putri pun menjelaskan setiap ruangan di rumah ini. Sampai akhirnya mereka tiba di lantai 2, tempat dimana kamar anak-anaknya berada. Mulai dari Reza, Ryan dan juga Rina, kini Steven juga, semuanya menempati lantai 2 ini.


Mereka berdua masuk dan langsung di sambut dengan senyum hangat milik bocah tampan itu, oma Putri bahkan sampai berkerut dahinya melihat sang cucu tersenyum seperti itu.


Malah terkesan mencurigakan.

__ADS_1


"Steven, ini mbak Anya, pengasuh kamu yang baru. Oma harap, sangat berharap, kali ini kamu cocok dengan mbak Anya, ya?"


"Siap Oma," balas Steven dengan antusias.


Anya tersenyum lebar. Katanya Steven adalah anak yang nakal, tapi ternyata tidak, anak itu bahkan mau menyambut dia dengan antusias. Dengan senyum ramah dan wajah tampan.


"Oma tinggal dulu ya Anya, mumpung ini hari minggu kalian kenalan saja dulu."


"Baik Oma."


Oma Putri keluar, pintu kamar itu tetap dia buka.


Anya berjongkok dan mensejajarkan diri dengan Steven.


"Hai Steven, salam kenal, saya mbak Anya." Anya mengulurkan tangannya, isyarat memperkenalkan diri.


"Salam kenal juga mbak Anya, aku Steven. Oh iya, ini aku kenalin sama temenku juga."


Kedua mata Anya melebar, ingin tahu teman apa yang dimaksudkan oleh Steven, setelah melepas tangannya berjabat, bocah itu lantas meletakkan robot Batman miliknya di atas ranjang, lalu berlari ke meja belajar dan mengambil tas.


Berdiri lagi di hadapan sang pengasuh dan mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya.


Seekor kodok yang langsung melompat ke tubuh Anya. Gadis itu langsung berteriak dengan kuat.


"KYA!!! OMAAA!!!!"


Di bawah sana oma Putri memijat kepalanya yang berdenyut, belum ada 5 menit dia pergi dan sudah mendengar teriakan Anya.

__ADS_1


__ADS_2