Pengasuh Cantik Tuan Muda Cerdik

Pengasuh Cantik Tuan Muda Cerdik
Bab 32 - Bagaimana Bisa


__ADS_3

"Kalian sedang cari apa?" tanya Ryan, dia menghampiri.


"Malvin ku hilang Om, gara-gara mbak Anya sama papa!" Steven yang menjawab, bicara mengadu.


"Jadi sekarang cari Malvin?"


"Bukan, Malvin sudah masuk ke dalam danau jadi tidak mungkin mendapatkan dia lagi, jadi sekarang cari katak yang lain untuk pengganti Malvin." Terang Steven pula.


"Baiklah, kalau begitu Om akan bantu."


"Yee!! terima kasih Om Ryan."


"Tapi bagaimana kalau tim nya kita bagi 2, berpencar agar lebih cepat menemukan pengganti Malvin. Steven dan papa Reza, Om Ryan dan mbak Anya."


"Setuju!!" Anya yang menjawab dengan cepat, bahkan Steven kalah cepat dengan gadis itu. Steven melirik pengasuhnya, jadi curiga ada udang di balik batu.


Jangan-jangan ada tujuan tersendiri mbak Anya seperti itu.


Mata Steven menyipit, Anya yang gemas langsung mengusap wajah sang anak asuh.


Ryan tertawa melihat perselisihan keduanya, sementara Reza tetap diam tanpa ekspresi apapun.


Dan akhirnya setelah kesepakatan itu mereka pun berpisah jadi dua tim.


Steven dan papa Reza mencari di sisi kiri, sementara Ryan dan Anya mencari di sisi kanan.

__ADS_1


Hampir 1 jam mereka mencari namun tidak menemukan 1 pun katak di taman itu.


Steven tidak sedih, tapi dia pura-pura sedih.


Dan setelah 1 jam pencarian itu akhirnya mereka bertemu di salah satu kursi taman.


"Steven, minumlah air mu dulu," ucap Ryan, bukan hanya ada air mineral, dia juga membeli beberapa makanan ringan untuk sang keponakan.


Steven duduk dengan kasar, wajahnya ditekuk.


"Pokoknya aku mau Malvin!" rengek bocah itu, dia seperti ingin menangis.


"Ya sudah jangan nangis, mbak Anya coba cari di depan," balas Anya, bagian depan taman ini belum mereka telusuri, seingat Anya ada got air di sana. Mungkin saja ada kataknya.


"Kan yang hilangin Papa, biar papa saja yang cari!" pinta Steven.


"Baiklah, papa dan mbak Anya akan mencarinya, kamu tunggu di sini bersama om Ryan ya?" balas Reza.


Dan Steven langsung menjawabnya dengan cepat, "lya!"


Anya tersentak.


Kenapa jadi begini.


Dan belum sempat wanita cantik itu berontak, Reza sudah lebih dulu melangkahkan kakinya untuk pergi dari sana.

__ADS_1


Anya galau, raut wajahnya nampak begitu cemas. Namun akhirnya dia putuskan untuk berlari mengejar pria berwajah dingin itu.


Anya mengambil jarak aman, Dia berjalan tiga langkah di belakang.


Hingga akhirnya mereka berdua tiba di depan pintu masuk taman ini.


"Kenapa hanya diam? carilah dimana kataknya? tunjukkan padaku bagaimana caranya menangkap katak yang benar? Hap!" ucap Reza, baru kali ini dia bicara panjang lebar seperti itu, bahkan Anya sampai merasa jika kalimat tersebut merupakan sindiran untuknya.


Hingga seketika membuat Anya teringat ketika dia berulang kali memerintahkan Papa Reza untuk segera menangkap Malvin.


Astaghfirullah, maaf ya Allah, aku lupa. Batin Anya merana.


"Maaf Pa, aku tadi khilaf."


"Khilaf, khilaf, sekarang cepat cari kataknya."


"Iya-iya." pasrah Anya, dia kemudian mencari di selokan sana, selokan itu tidak terlalu kotor, ada airnya yang menggenang sedikit.


Bibir Anya tersenyum saat melihat banyak anak katak di sana, masih berbentuk berudu.


"Pa!" panggil Anya dengan riang, dia melambai.


Reza mendekat.


"Ambil itu saja Pa, itu anak katak."

__ADS_1


Astaghfirullah. Batin Reza. Hanya melihat saja dia sudah tidak sanggup.


Bagaimana bisa seorang Reza Aditama, CEO Aditama Kingdom mengambil berudu di selokan taman?


__ADS_2