Penjelajah Alam Semesta

Penjelajah Alam Semesta
21


__ADS_3

Para koki yang telah berenang cukup jauh dari restoran Baratie mulai memunculkan diri ke permukaan.



Mereka dapat melihat Asap dari gas beracun masih melayang di sekitar restoran itu.



"Benar-benar orang gila, tak kusangka dia akan menggunakan gas beracun untuk bertarung."



"Dia itu iblis..."



"Ya, seorang manusia tak akan melakukan hal seperti itu!"



"Apa bos, Sanji, dan lainnya baik-baik saja?"



"Tak tau, lihatlah asap gas beracunnya sudah mulai menghilang!"



Saat melihat asap dari gas beracun sudah menghilang sepenuhnya. Tanaka dapat melihat kembali dengan jelas keadaan sekitarnya.



Pemandangan pertama yang Tanaka lihat adalah Gin yang sedang memakaikan masker pelindung pada Sanji sedangkan dirinya tidak memakai masker pelindung yang diberikan oleh Tanaka.



"Dasar bodoh! Kenapa dia tetap bersikukuh mematuhi perintah orang yang ingin membunuhmu? Apa kamu memiliki utang budi sama Don Krieg sampai harus bertindak seperti itu?" Pikir Tanaka.



"Gin, kenapa kamu tidak memakai masker pelindung?" Tanya Luffy.



Terlihat wajah Gin yang sangat kesakitan karena gas beracun masuk ke dalam tubuhnya. Beberapa saat kemudian dia langsung muntah darah dan tersungkur ke belakang.



"Gin!" Teriak Luffy dan Sanji.



Sanji memegang tubuh Gin yang sudah benar-benar sekarat.



"Dasar bodoh, kamu menghirup racun itu demi menyelamatkan orang yang memberikan makanan? Yah, kurasa orang bodoh tak akan pernah mengerti sebelum mereka menghadapi kematian." Ucap Don Krieg.



"K-kapten ... " Panggil Gin.



"Gin, kamu sudah melakukan kesalahan yang sangat berat, menghormati orang seperti dia!" Ujar Sanji yang marah sambil menatap Don Krieg.



Tanaka segera melepaskan masker pelindung, menuju ke tempat Gin berada untuk memeriksa keadaannya.



"Tanaka, apa kamu bisa menyembuhkannya?" Tanya Luffy.



Tanaka pun menggelengkan kepalanya. "Aku tidak mengerti apapun tentang racun. Maaf, Luffy." Ucap Tanaka sambil menundukkan kepalanya karena tidak bisa berbuat apapun untuk menolong Gin yang benar-benar sekarat akibat menghirup gas beracun dalam jumlah yang banyak.



"K-kapten ... " Panggil Gin yang masih menghormati Don Krieg meskipun dia sudah diperlakukan seperti itu.



"Diam lah, jangan banyak bicara dan bergerak, itu akan membuat racunnya tidak menyebar." Saran Tanaka.



"Jadi kau pun menaruh simpati pada sampah itu?" Tanya Don Krieg.



"Sampah, katamu?!" Ucap Sanji yang tidak terima.



"Benar sekali, orang bodoh yang kehilangan tujuannya dan tak mematuhi perintahku itu artinya dia sudah tak berguna lagi. Tak ada jaminan kalau dia tak akan mengkhianatiku lagi. Bukankah aku sudah berbaik hati dengan mengakhiri penderitaannya selamanya?" Ungkap Don Krieg.



"Krieggggg!" Teriak Luffy yang sangat marah.



"Bagaimana bisa dia mengatakan seperti itu?Padahal Gin selalu membahayakan nyawanya untuk Don Krieg, Tidak bisa dimaafkan!' Pikir Tanaka yang bangkit berdiri dan berdiri disamping Luffy.



"Kapten, apa aku boleh menghajarnya? Aku ingin membungkam mulutnya itu dengan seribu pedang." Ucap Tanaka dengan wajah datar tapi dapat terlihat sorot kemarahan dari mataku.



"Tidak, aku yang akan melakukannya. Kamu jaga saja topiku." Perintah Luffy sambil memberikan topi jeraminya.



"Baiklah, hajar dia sampai tidak bisa berbicara lagi, kapten!" Ucap Tanaka lalu kembali duduk disampingnya Sanji dan Gin yang masih merasakan kesakitan, bahkan untuk bernafas aja dia terlihat sangat susah.



"Seandainya ada kelapa, mungkin itu akan bisa membuat keadaan menjadi lebih baik." Ujar Tanaka.



"Kelapa?" Tanya Sanji.



"Ya, air kelapa bisa menetralisir racun." Jelas Tanaka.



"Kejamnya..." Ucap Patty yang datang secara tiba-tiba.



"Patty, kita memiliki penawar racun, bukan?!" Tanya Sanji.



"Ya, tapi itu untuk mereka yang keracunan makanan." Jawab Patty.



"Tak masalah, cepat bawa saja kesini!" Pinta Sanji.



"Bodoh, jika kau ingin menyelamatkannya, pakaikan masker pelindung itu padanya! Seharusnya di dalam masker itu terdapat sedikit obat penawarnya. Bawa dia ke lantai dua dan biarkan dia mendapatkan udara segar. Hanya dengan cara itulah kita bisa menyelamatkannya!" Jelas Zeff.



Sanji lalu memakaikan masker pelindung tadi pada Gin.



"Cepatlah, Patty, Carne!" Pinta Sanji.



"Baiklah aku mengerti, berisik!" Ujar Patty yang ogah-ogahan ingin membantu Gin.



"Aku juga?!" Tanya Carne.


"Percuma saja, dia akan tersiksa selama satu jam." Ucap Don Krieg.


"Jangan mati, Gin. Jangan mati ditangan orang seperti dia! Kau harus bertahan hidup, mengerti?! Aku akan menghajarnya!" Ucap Luffy yang matanya menunjukkan kemarahan yang tidak bisa ditahan lagi pada dirinya.



"Ja...jangan, kau tak akan bisa mengalahkannya..." Ucap Gin dengan bersusah payah.



"Jangan bicara lagi, racunnya akan cepat menyebar." Ujar Tanaka. "Tolong bawa dia dengan hati-hati, jangan sampai membuat dia banyak bergerak agar racun dalam tubuh tidak terlalu menyebar."



"Ah, dan minumkan air kelapa sebanyak mungkin untuk menetralisir racunnya." Pinta Tanaka.



Patty dan Carne segera membawa Gin ke lantai dua untuk menjalani perawatan.

__ADS_1



Sementara itu Luffy yang ingin pergi menghajar Don Krieg dihentikan oleh Sanji.



"Tenanglah, dia ingin membuatmu menyerangnya secara gegabah, dan kau akan mati!" Ucap Sanji pada Luffy.



"Aku tak akan mati." Ucap Luffy yang menepiskan tangan Sanji yang menahannya lalu berlari kearah Don Krieg. "Jika kau ingin membunuhku, lakukan saja!"



"Oi!" Ucap Sanji.



"Percuma, kalau sudah seperti itu dia tidak akan peduli apapun lagi dan juga dia tidak akan mati karena dia akan menjadi raja bajak laut." Ucap Tanaka membuat Sanji menoleh menatapku.



"Kaptenku itu sangat kuat, meskipun dia sangat bodoh, tapi dia memang sangat kuat, dia tidak akan kalah dari orang seperti Don Krieg." Puji Tanaka.



"Kenapa kamu begitu yakin seperti itu padanya?" Tanya Sanji.



"Hmmm, tidak tahu juga, aku merasa ada sesuatu darinya yang membuat aku menjadi sangat percaya dengan apapun yang dia lakukan." Jelas Tanaka.



Meskipun sebenarnya, Tanaka sudah mengetahui kalau Luffy memang akan menang melawan Don Krieg.



Tapi mengenai sesuatu yang dimiliki Luffy seperti yang dikatakan oleh Tanaka juga ada benarnya. Itu adalah kekuatan protagonis yang mana memiliki kekuatan untuk mendapatkan kepercayaan tinggi pada orang sekitarnya dan mendukung apapun tindakannya.



"Dasar bodoh, musuh yang paling mudah dibunuh adalah musuh yang bertindak gegabah. Lautan ini adalah neraka bagimu. Lautan ini akan menjadi..." Ucap Don Krieg lalu melemparkan peledak. "Kuburanmu!"



"Kuburanku?!" Ucap Luffy.


Lalu peledak yang dilemparkan Don Krieg meledak menyebabkan adanya gelombang hingga Luffy tidak bisa melihat Don Krieg. Don Krieg lalu menembakkan peluru paku ke arah Luffy.


"Dia kena!" Ucap Sanji yang melihat Luffy terkena peluru milik Don Krieg.



"Astaga, kapten benar bodoh! Kenapa dia menyerang secara sembrono seperti itu?" Ngeluh Tanaka.



Luffy lalu muncul di depan Don Krieg dan langsung menyerangnya. Tapi Don Krieg kemudian mengeluarkan perisai berduri yang membungkus seluruh tubuhnya.



"Pengecut itu melindungi tubuhnya dengan jubah berduri! Dia tidak akan bisa memukulnya!" Ujar Sanji yang panik.



"Jubah berduri atau apapun itu, kapten tidak akan peduli, dia akan tetap memukulnya, meskipun tangannya terluka dan kenapa Luffy melakukan itu? Karena dia seorang kapten yang bodoh." Jelas Tanaka.



Seperti yang dikatakan Tanaka, Luffy tetap memukul Don Krieg meskipun tangannya juga ikut terkena duri dari jubah yang dipakai Don Krieg.



Don Krieg pun terjatuh karena terkena pukulan Luffy dengan beberapa gigi yang lepas dan mengeluarkan darah.



"Kapten dijatuhkan!"



"Siapa sebenarnya bocah itu?!"



"Pasti tangannya sakit sekali. Setelah pertarungan selesai aku harus segera mengobatinya, dia benar-benar keras kepala!" Pikir Tanaka sambil menghela nafas panjang.



"Disini kuburanku? Atau kuburanmu?" Tanya Luffy sambil mencabut peluru Don Krieg yang menancap di tubuhnya. "Kau pikir aku akan mati hanya dengan benda mainan seperti ini. Jujur saja aku tidak mau dikuburkan di tempat pengecut seperti ini. Aku tak akan mati disini."



"Dia benar-benar gila..." Ucap Sanji yang tidak bisa berkata apapun lagi.




"Memang kadang ada orang bodoh yang akan terus bertarung sampai mati saat dia sudah menetapkan tujuannya." Jelas Zeff.



"Bertarung sampai mati?" Tanya Sanji.



"Kamu akan dalam masalah besar jika orang seperti itu menjadi musuhmu. Dalam pertarungan ini, menang atau kalah, aku menyukai bocah seperti dia." Tegas Zeff.



"Itulah kaptenku." Ucap Tanaka. "Meskipun dia bodoh, ceroboh, bertidak seenaknya, tapi dia tetap seorang yang kuat dan akan menjadi raja bajak laut."


"Kamu sudah mengikuti orang yang tepat." Ucap Zeff yang dibalas Tanaka dengan senyuman lebar.


Kesadaran Don Krieg lalu kembali.


"Aku tak akan mati disini', katamu? Jika kau tak mati disini, lalu akan jadi kuburan siapa?!" Ucap Don Krieg lalu menyerang Luffy.


"Tentunya kamu, bukan?! Ini akan menjadi tempat kuburanmu!" Ucap Luffy sambil menyerang Don Krieg dengan kakinya hingga membuatnya jatuh lagi.



"Don dijatuhkan lagi, apa yang sebenarnya terjadi?!"



"Padahal selama ini musuh Don Krieg tak pernah bisa menyentuh tubuhnya. Don Krieg tak terkalahkan, tapi dia... Siapa bocah itu sebenarnya?!"



Para bajak laut Krieg merasa keterkejutan dan kebingungan dengan apa yang mereka lihat saat ini.



Sedangkan para koki berteriak gembira dan memberikan semangat pada Luffy.



"Dia hebat!"



"Habisi Krieg!"



"Ya, dia pasti bisa melakukannya!"



"Tak diragukan lagi, bocah itu bisa bertarung seimbang melawan Don."



"Ini bukan mimpi, kan? Don dikalahkan oleh bocah seperti dia."


"Don seharusnya tak terkalahkan. Jika seperti ini, cerita legenda Don Krieg akan..."


"Berhentilah berbicara omong kosong!" Ucap Don Krieg dengan sangat marah sambil menyatukan dua perisai yang ada di pundaknya.



Dua perisai itu kemudian menjadi sebuah tombak dan Don Krieg menyerang Luffy dengan tombaknya itu yang jika terkena tombak itu bisa menyebabkan ledakan.



Untung saja Luffy dengan sigap menghindarinya.



"Akhirnya dia mengeluarkannya, senjata terkuat Don Krieg. Tombak Perang Raksasa!"



"Apa itu? Bisa meledak." Tanya Luffy yang kaget.



"Hebat juga kamu bisa menghindarinya, bocah tidak bisa berenang! Tapi mari kita lihat sampai kapan kamu bisa menghindarinya." Ujar Don Krieg.



"Tombak Perang Raksasa ini berbeda. Saat tombak ini mengenai tubuhmu, kamu akan hancur berkeping-keping!" Ucap Don Krieg yang menyerang Luffy lagi dengan tombak itu membuat tubuh Luffy terlempar karena efek ledakan.

__ADS_1



"Tombak macam apa itu?!" Tanya seorang koki.



"Aku akan jatuh, aku akan jatuh, aku akan jatuh!" Ucap Luffy sambil berpegangan pada sisa-sisa kapal Bajak Laut Krieg agar tidak tercebur kelaut.



"Apa-apaan tombak itu? Tombak itu meledak setiap mengenai sasarannya ... Ada apa dengan kakiku?" Tanya Luffy yang kebingungan.



"Gawat, pertarungan ini sudah berjalan terlalu lama. Dia mengeluarkan banyak darah, dia tak akan bertahan lebih lama lagi." Ucap Sanji yang panik.



"Dia tidak akan kalah." Ucap Tanaka dengan penuh kepastian pada raut wajahnya membuat Sanji menoleh padanya. "Aku percaya Luffy, dia tidak akan kalah."



Meskipun begitu, Tanaka juga merasa khawatir dalam dirinya karena ini adalah dunia nyata bukan dunia yang ada dalam manga ataupun anime.



Semuanya bisa saja berubah dan Luffy bisa saja kalah.



"Haruskah aku ikut terlibat dalam pertarungan ini?" Pikir Tanaka yang melihat Luffy kesulitan dengan kakinya.



"Percuma saja kau memaksakan diri. Kamu pasti sudah mencapai batasmu." Ucap Don Krieg yang tersenyum seringai.



"Sial, dengan kakiku yang seperti ini. Aku tak bisa bertarung dengan kekuatan penuh. Gawat sekali." Ucap Luffy dengan panik.



"Tombak Perang Raksasa itu benar-benar mengagumkan dalam pertarungan ini."



"Ya, tombak perang itu akan meledak saat mengenai sasarannya. sepertinya hanya kapten yang bisa melakukannya!"



Don Krieg lalu menyerang Luffy terus menerus dengan tombak perang itu. Sedangkan Luffy terus saja menghindari serangan Don Krieg.



"Seberapa kuat dia...dia bisa mengayunkan tombak dan juga piringan itu sekaligus!"



"Itulah alasan kenapa Don Krieg disebut sebagai yang terkuat!"



Luffy terus saja menghindari serangan Don Krieg. Saat tombak Don Krieg akan mengenai Luffy, Luffy justru bergelantungan di tombak itu untuk menghindari serangan.



"Dasar cecunguk kurang ajar!" Ucap Don Krieg lalu ia melemparkan tubuh Luffy yang bergelantungan di tombaknya.



Luffy menahan serangan Don Krieg dengan tinjunya tapi tetap saja terjadi ledakan.



"Bocah pelayan!" Panggil Sanji.



Lalu terlihatlah tubuh Luffy yang gosong akibat ledakan itu. Luffy lalu kembali bangkit berdiri meski sedikit kesusahan karena lukanya.



"Bocah pelayan..."



"Apa kau baik-baik saja?!"



"Aku masih belum selesai. Kau sudah membuatku marah, aku tak akan membiarkanmu mati semudah itu." Ucap Don Krieg yang kesal.



"Sial, si kurang ajar Krieg itu memiliki senjata begitu banyak. Tak mungkin bocah pelayan itu..." Ucap Sanji.



"Dia pasti menang karena dia akan menjadi raja bajak laut, ini bukan tempat akhir baginya." Ujar Tanaka



"Meski dia membawa ratusan senjata sekalipun, dia bisa dikalahkan oleh seseorang yang memiliki tekad tinggi." Ucap Zeff.



Don Krieg kembali menyerang Luffy dan Luffy yang tidak sempat menghindar dan terkena serangannya lagi.



"Mudah sekali." Ucap Don Krieg lalu berbalik pergi tapi kemudian Luffy kembali bangkit berdiri. "Sekarang aku akan membuatmu pantas untuk ku hancurkan."



"Hidup atau mati. Dalam pertarungan bajak laut, jika kau takut mati, kau akan kalah." Ucap Zeff.



"Bicara apa kau, pria tua?" Tanya Sanji.



"Setidaknya..." Ucap Zeff.



Lalu Luffy dan Don Krieg saling menyerang satu sama lain.



"Setidaknya...bocah itu tak memiliki keraguan sama sekali dalam dirinya!" Ucap Zeff.



Luffy kembali terkena serangan Don Krieg lagi.



"Apakah itu insting untuk bertahan? Atau dia tak takut mati karena dia percaya pada dirinya sendiri?" Tanya Zeff yang bingung dengan tindakan Luffy.



"Dia ingin menghancurkan mata tombak besar itu." Jawab Tanaka.



"Menghancurkannya! Bagaimana caranya?" Tanya Sanji.



Tanaka mengangkat kedua pundaknya. "Tidak tahu, kapten memiliki caranya sendiri untuk melakukan hal itu, meskipun caranya sangat ekstrim." Jelas Tanaka.



"Da-Dasar kurang ajar!" Ucap Don Krieg saat melihat Luffy terus saja bangkit berdiri meskipun terus terkena serangan.



"Yosh, hebat!"



"Bocah pelayan, berjuanglah!"



"Habisi dia!"



"Sudah kubilang padamu, bukan? Tempat ini akan menjadi kuburanmu!" Ucap Don Krieg lalu kembali menyerang Luffy dan Luffy juga kembali terkena serangan. "Akulah manusia terkuat!"


"Krieg dengan armadanya dan juga ratusan senjatanya. Jika itu semua kekuatan mereka, bocah itu pun juga memiliki senjata. Senjata yang tertanam di hatinya. Aku mengerti bagaimana orang bodoh seperti itu menahan tombaknya hanya untuk alasan bodoh." Ungkap Zeff.


Luffy terus bangkit berdiri lagi meskipun tubuhnya terkena ledakan dari senjata tombak Don Krieg, tersenyum senang karena dia berhasil membuat tombak Don Krieg hancur.



"To-Tombakku hancur?! Bocah sialan apa yang kamu lakukan?!" Tanya Don Krieg terkejut saat melihat mata tombaknya patah.



"Aku sudah memukulnya 5 kali. Tombakmu itu tak bisa digunakan lagi. Persiapkan dirimu untuk aku hajar!" Tegas Luffy.


__ADS_1


"Kamu membuatku khawatir, kapten bodoh." Pikir Tanaka sambil tersenyum menatap Luffy. "Akhirnya pertarungan sudah mencapai tahap akhir!"


__ADS_2