
Luffy dan Don Krieg berada di salah satu puing kapal bajak laut Krieg yang cukup luas. Hal ini tentu menjadi sebuah keuntungan bagi Luffy yang tidak harus khawatir akan jatuh ke laut.
"Pijakan ini sudah lebih dari cukup. Dengan pijakan seluas ini, aku bisa bebas menghajar mu." Ungkap Luffy dengan tersenyum meskipun tubuhnya benar-benar sudah penuh luka dan sedikit gosong akibat ledakan.
"Hmm?" Ucap Don Krieg yang melihat sekelilingnya.
"Dengan hancurnya mata tombak itu, benda itu hanyalah sebuah tongkat peledak. Kekuatannya tinggal setengah." Ucap Luffy yang masih tersenyum.
Tidak ada rasa takut sama sekali terhadap Don Krieg meskipun sebelumnya dia sudah di ledakan beberapa kali.
"Kamu berpikir begitu, ya?" Tanya Don Krieg.
"Tentu saja, selama tidak ada benda tajam, tubuh tidak akan terluka karena aku manusia karet!" Ucap Luffy dengan percaya diri.
"Sebuah tongkat peledak, bukankah itu juga bagus? Melihat kondisimu yang seperti itu, kamu sudah banyak terkena serangan ku." Ungkap Don Krieg yang merasa masih di atas angin.
"Dengan kondisimu seperti itu, sudah jelas yang kau ocehkan hanya omong kosong!" Tegas Don Krieg.
"Aku tidak omong kosong." Bantah Luffy.
Sementara itu Sanji, Zerf dan Tanaka masih memperhatikan pertarungan Luffy yang terlihat tidak menguntungkan bagi Luffy.
"Pengecut itu benar! Tubuhnya sudah banyak menerima serangan dari berbagai senjata rahasia pengecut itu, sekuat apapun tubuhnya ... " Jelas Sanji.
"Kamu salah, meskipun dia memiliki banyak senjata rahasia, dia tidak akan dapat mengalahkan bocah pelayan itu, dia memiliki sesuatu yang akan membuat orang yang melawannya menjadi ketakutan." Bantah Zerf.
Sanji merasa kebingungan dengan perkataan Zerf. Sementara itu Tanaka hanya menganggukkan kepalanya.
Zerf kemudian menjelaskan maksud dari perkataannya itu. "Dalam pertarungan bajak laut, orang yang takut akan kematian pasti akan selalu menjadi pihak yang kalah."
"Tapi akan menjadi hal yang sangat mengerikan bagi orang yang mendapatkan lawan yang tidak takut akan kematian, itukan maksud kamu, pak Zerf?" Sahut Tanaka.
Pemilik restoran itu menatap Tanaka sejenak dan kemudian menganggukkan kepalanya. "Ya, orang yang tidak takut akan kematian akan selalu melakukan sesuatu yang gila dan itulah yang dimiliki bocah pelayan itu, dia terlihat tidak takut akan kematian."
Sanji terdiam mendengar percakapan Tanaka dan Zerf tersebut. Dia belum pernah melihat ada orang yang tidak takut akan kematian.
Sanji juga pernah menghadapi kematian saat dia terjebak di pulau terpencil yang tidak memiliki makanan dan minuman. Pada saat itu dia merasakan ketakutan akan kematian.
Tanaka tersenyum dan berkata, "Sebenarnya, kapten bukannya tidak takut akan kematian, tapi dia hanya tidak memikirkan hal itu karena yang ada dalam pikirannya hanyalah menjadi raja bajak laut." Ungkap Tanaka.
Don Krieg memberikan perintah pada Luffy yang tidak akan dia lakukan.
"Menyerah lah, saat kamu berani menantang seorang Don Krieg ini, kematianmu sudah dipastikan!" Perintah Don Krieg.
"Aku tak akan mati!" Ucap Luffy lalu memeletkan lidahnya.
Don Krieg kembali menyerang Luffy yang dengan mudah Luffy hindari. Dia melompat dan kemudian memajangkan tangannya untuk berpegangan pada tiang kapal yang belum patah.
"Hei, aku disini!" Ejek Luffy.
"Dasar monyet!" Ucap Don Krieg kesal, lalu merusak tiang kapal yang Luffy pakai untuk bergelantungan. "Dia terus melompat!"
Luffy segera melemparkan tiang yang patah itu pada Don Krieg, tapi Don Krieg dengan cepat menghancurkannya menggunakan api.
"Berapa banyak senjata yang ia miliki?" Tanya Sanji.
Luffy lalu melayangkan pukulan pada Don Krieg terus menerus.
"Gomu gomu gatling gun." Teriak Luffy.
"Dasar lemah! Pukulanmu sangat lemah, tak sebanding dengan zirah ini! Bahkan tak ada yang bengkok sedikitpun." Ejek Don Krieg yang tersenyum sinis.
Luffy tidak peduli dan terus melayangkan satu pukulan yang sangat keras lagi pada Don Krieg.
"Gomu gomu jet pistol!"
Pada momen itu, Don Krieg merasakan sensasi sakit di perutnya dan hampir mengeluarkan cairan dari mulutnya.
"Dasar keras kepala!" Teriak Don Krieg sambil melempar tubuh Luffy. "Percuma! Percuma! Percuma saja! Baju besi ini tak akan hancur meski ratusan monyet memukulnya!"
"Kurasa tinggal sedikit lagi." Ucap Luffy yang mengacuhkan ucapan Don Krieg, lalu melihat kearah kapten bajak laut Krieg itu berdiri tapi keberadaannya tidak ada lagi di tempat itu. "Dia menghilang."
"Aku disini!" Ucap Don Krieg sambil berdiri diatas salah satu tiang kapal yang masih utuh. "Dengar, aku memiliki kekuatan terhebat dan senjata terhebat! Yang kuatlah yang akan menang, yang kuatlah yang akan hidup!"
Don Krieg melempar beberapa bom untuk menghancurkan puing kapal yang digunakan Luffy untuk berpijak.
"Dan orang itu adalah aku!" Sahut Luffy lalu melayangkan serangan pada Don Krieg dengan berlari di tiang dan memanjangkan tangannya ke belakang.
"Gomu gomu bazoka!" Teriak Luffy.
Don Krieg juga menyerang Luffy tapi tidak berhasil mengenai Luffy. Sedangkan serangan Luffy berhasil mengenai Don Krieg.
"Tak akan berpengaruh, hanya ini yang bisa kau lakukan!" Tanya Don Krieg yang terlempar ke atas dan kemudian terjatuh karena gravitasi.
Don Krieg tidak menyadari kalau zirah nya mulai menunjukkan keretakan.
"Tubuhmu sudah mencapai batas! Kamu tidak akan bisa melawan aku lagi, hahaha~" ujar Don Krieg yang cukup percaya diri.
Luffy melompat sambil kembali memajangkan tangannya ke belakang untuk memberikan efek pukulan yang sangat keras pada tubuh Don Krieg.
"Apa?!" Ucap Don Krieg.
Luffy melayangkan serangan yang membuat zirah Don Krieg hancur.
Tanaka tersenyum menyeringai melihat hal itu. "Pertarungan telah berakhir." sambil memegang topi jerami milik Luffy dan menghela nafas lega.
"Bagus, kau berhasil melakukannya, bocah kacung!"
"Akulah yang menjadi pemenangnya!" Ucap Luffy dengan tersenyum seringai.
"Jangan sombong, bocah!" Ucap Don Krieg.
"Hah, dia masih hidup!" Tanya Luffy.
Don Krieg melemparkan jaring pada Luffy untuk menarik Luffy masuk ke dalam air.
__ADS_1
"Apa kamu bisa melarikan diri dari jaring besi itu?!" Tanya Don Krieg lalu tertawa. "Jatuhnya kau ke dalam lautan adalah akhir segalanya, bocah kacung! Pada akhirnya akulah yang tertawa!"
Luffy lalu mengeluarkan tangan dan kakinya dari jaring. "Jika tangan dan kakiku bisa keluar, akulah yang menang!" Ucap Luffy lalu memutarkan tubuhnya seperti per.
"Padahal kondisinya tidak menguntungkan, kenapa dia tidak mundur?" Pikir Sanji.
"Sanji, lihat baik-baik bocah itu, kamu akan dapat belajar banyak darinya." Pinta Zerf sambil menatap Luffy yang masih tetap melawan meskipun situasinya tidak menguntungkannya.
"Kamu tidak bisa lagi meremehkan bocah itu seperti sebelumnya." Lanjut Zerf.
Don Krieg yang merasa terdesak, memerintahkan pasukannya untuk menyerang Luffy.
Akan tetapi, Sanji dan Tanaka tentu saja tidak tinggal diam. Mereka berdua segera menghalangi anggota bajak laut Krieg yang ingin menyerang Luffy dengan busur.
"Jangan menganggu pertarungan antar kapten!" Ujar Tanaka yang menggunakan kekuatan forcenya, menerbangkan beberapa pedang ke arah bajak laut Krieg itu.
Sedangkan Sanji menghajar dua anggota bajak laut Krieg dan berdiri di atas wajah mereka sambil memberikan ancaman.
Jangan ikut campur! Atau kalian ingin mati!?" Ancam Sanji.
Luffy menyerang Don Krieg dengan menghantamkan kepalanya ke bagian samping teras restoran Baratie dengan sangat keras.
"Gomu gomu hammer!" Teriak Luffy.
Dengan serangan itu, berakhirlah pertarungan Luffy dan Don Krieg yang pingsan.
Akan tetapi keadaan Luffy tidak bagus, dia masih terjebak di jaring dan juga jatuh ke laut.
"Sanji! aku titip topi jerami ini sebentar." Ucap Tanaka yang memberikan topi jerami milik Luffy pada Sanji lalu dengan cepat menyelam untuk menolong Luffy.
"Dasar kapten yang merepotkan!" Pikir Tanaka.
Dia berhasil mengeluarkan Luffy dari jaring lalu membawa tubuh Luffy ke permukaan.
Tanaka segera menghirup udara sebanyak-banyaknya.
"Luffy, bangun! Kapten!" Ucap Tanaka sambil menepuk-nepuk pipi Luffy agar ia bangun, tapi Luffy tidak bangun juga.
Dia segera membawa Luffy ke Baratie. "Luffy, buka matamu! Luffy!"
Aku melakukan CPR pada Luffy agar ia bangun dengan menekan-nekan dadanya.
Tiba-tiba saja dari mulut Luffy memuncratkan air yang ada di dalam tubuhnya seperti air mancur dan dia membuka matanya.
"Aku masih hidup! Aku pikir tadi sudah mati!" Ucap Luffy dengan santainya.
"Kamu benar-benar kapten yang merepotkan!" Ujar Tanaka.
"Shi shi shi, terima kasih, Tanaka, kamu menyelamatkanku." Ucap Luffy sambil bangun.
Tanaka hanya menghela nafas, lalu memakaikan topi jerami milik Luffy di kepalanya.
"Jangan mati sebelum kamu menjadi raja bajak laut!" Ujar Tanaka.
Luffy tiba-tiba saja berbaring kembali dan menutup matanya juga mendengkur.
'Tidurlah, kamu pasti lelah, kerja bagus kapten!' Pikir Tanaka sambil melihat lautan yang sangat luas.
"Akulah yang terkuat! Aku akan menang, tak ada seorang pun yang bisa menghancurkan kekuatanku!" Ucap Don Krieg yang dalam keadaan tidak sadarkan diri.
"Dia masih hidup?"
"Bagaimana bisa?"
"Apa yang harus kita lakukan?"
"Kita tidak mungkin bisa menang melawannya!"
Terjadi keributan diantara para koki.
Sementara itu, para kru bajak laut Krieg kesulitan untuk menenangkan kaptennya.
"Kapten, tolong hentikan!"
"Tahan dia, dia bahkan tak sadarkan diri!"
"Aku akan menang!" Ucap Don Krieg.
"Tolong hentikan, kapten!"
Anggota Bajak Laut Krieg berusaha menahan tubuh Don Krieg.
"Aku akan menang dengan kekuatanku!" Ucap Don Krieg.
Don Krieg lalu melepaskan tangan-tangan anggotanya yang berusaha menahan tubuhnya.
"Aku harus menang! Aku adalah manusia terkuat!" Ucap Don Krieg.
Gin yang muncul dihadapan Don Krieg langsung memukul perut Don Krieg yang membuat dia kembali jatuh di pundak Gin.
"Kapten, kita telah kalah." Ucap Gin.
"Komandan pasukan tempur!!"
"Ayo kita mundur dengan terhormat dan memulai dari awal lagi. Terima kasih untuk segalanya, Sanji." Ucap Gin.
"Ya, jangan pernah kembali lagi." Ucap Sanji.
"Sanji dan kamu, saat dia terbangun nanti, tolong katakan ini padanya. Kita akan bertemu lagi di Grand Line." Ucap Gin.
"Kamu..." Ucap Sanji.
"Saat aku memikirkannya baik-baik, hanya ada satu yang ingin kulakukan. Tanpa kusadari, ambisi Don Krieg telah menjadi ambisiku juga." Ucap Gin lalu ia terbatuk-batuk. "Mungkin nyawaku hanya bertahan beberapa jam lagi. Benar-benar bodoh memiliki ambisi namun aku akan mati beberapa jam lagi."
__ADS_1
"Tapi kali ini, aku akan melakukannya dengan tekadku dan jalanku. Lalu, tak ada lagi tempat untuk melarikan diri bagiku." Tegas Gin.
"Pengabdian yang selama ini kuberikan pada kapten, ternyata, aku hanya bersembunyi dibalik nama besarnya itu. Aku mengerti bahwa aku tak perlu takut lagi pada sesuatu yang bodoh. Seperti takut pada musuh dan takut dilukai oleh musuh, aku belajar semuanya dari bocah itu." Ungkap Gin.
Sanji terdiam sejenak dan kemudian meminta sesuatu pada Patty dan Carne yang muncul karena mengejar Gin.
"Patty! Carne! Beri dia kapal yang biasa kita digunakan untuk berbelanja!" Pinta Sanji.
"Nani?! Apa kau sudah bodoh?!" Ucap Patty.
"Kenapa kita harus memberikan kapal kita pada bajak laut?!" Ucap Carne.
"Lalu bagaimana kita berbelanja nanti, dasar bodoh?!" Ucap Patty.
"Dia benar, biarkan mereka berenang saja!" Ucap Carne.
"Cepat berikan saja!" Pinta Sanji dengan berteriak
"Aku mengerti." Ucap Carne.
"Tak perlu berteriak pada kami." Ucap Patty.
"Baiklah, baik, kami akan memberikannya!" Ucap mereka berdua sambil masuk ke dalam restoran dan menggerutu secara diam-diam tanpa diketahui oleh Sanji.
Lalu semua anggota Bajak Laut Don Krieg naik ke kapal itu.
"Sampai sekarang kenapa aku ragu dan khawatir? Saat aku memikirkan hal itu, aku merasa bodoh sekali." Ucap Gin lalu naik ke kapal. "Baiklah sampai jumpa, terima kasih untuk kapalnya. Kami tak perlu mengembalikannya, bukan?"
"Ya, jika kau berani mengembalikannya lakukan saja, para pecundang." Ucap Sanji.
"Benar sekali, camkan ini baik-baik! Tempat ini adalah restoran Baratie, tempat para koki petarung!" Ucap Patty.
"Ya!!" Ucap para koki itu.
"Benar-benar restoran yang menakutkan." Ucap Gin yang tersenyum.
Lalu Bajak Laut Krieg pun pergi. Tanaka dan Sanji menatap Luffy yang sedang tidur.
"Sanji, apa kau bisa membawa Luffy untuk membiarkannya beristirahat di dalam dan mendapatkan perawatan?" Tanya Luffy.
"Kenapa tidak kamu lakukan sendiri? Diakan kaptenmu." Tanya Sanji.
"Aku cukup lelah saat ini." Jawab Tanaka yang beralasan.
"Kamu pikir aku tidak lelah juga?" Tanya Sanji yang berdiri dan menggendong Luffy di punggungnya.
Dia berjalan memasuki restoran meninggalkan Tanaka sendirian.
"Ck, dasar tsundere!" Pikir Tanaka.
Dia segera mengikutinya sambil membawa topi jerami milik Luffy. Lalu Sanji membaringkan Luffy di kasur dan Tanaka meletakkan topi jerami milik Luffy diatas badannya.
Tanaka melihat isi kamar itu yang ada bingkai foto Sanji yang masih kecil dan Zeff di dinding kamar itu.
"Zeff benar-benar sudah seperti orang tua untuk Sanji." Pikir Tanaka meskipun dia melihat dalam foto itu tidak ada akrabnya sama sekali.
"Apa disini ada kotak P3K?" Tanya Tanaka.
"Tunggu, akan aku ambilkan." Ucap Sanji yang keluar dari kamar dan beberapa menit kemudian dia kembali dengan kotak medis pertolongan pertama itu.
Tanaka pun mulai mengobati luka yang ada di tubuh Luffy dengan seadanya karena dia tidak terlalu tahu penanganan medis.
Setelah selesai, Tanaka menoleh menatap Sanji.
"Sanji, tidakkah kamu juga beristirahat dan mendapatkan perawatan?" Tanya Tanaka.
Tidak perlu, aku baik-baik saja." Jawab Sanji.
Tanaka hanya menganggukkan kepalanya karena orangnya sendiri mengatakan seperti itu. Dia bukan seorang dokter ataupun tenaga medis jadi tidak ada kewajiban baginya untuk memaksa Sanji beristirahat dan mendapatkan perawatan medis.
Tanaka lalu berdiri di balkon kamar Sanji dan menatap lautan yang luas. Pada saat itu dia teringat pada Usopp, Zoro dan lainnya yang mengejar Nami.
"Apa mereka sudah berhasil sampai di pulau kampung halaman Nami? Kami harus segera pergi ke pulau itu dan mengalahkan Arlong. Sudah cukup untuk Nami menderita sejak ia kecil sampai sekarang." Pikir Tanaka sambil menatap lautan.
"Hei, kenapa kamu bergabung dengannya?" Tanya Sanji membuat Tanaka menoleh padanya.
"Aku bukan hei, tapi Tanaka Syahputra, panggil saja Tanaka." Jawab Tanaka.
"Terserah, cepat jawab!" Pinta Sanji.
Tanaka menghela nafas dan kemudian berkata. "Aku hanya ingin berpetualang ke berbagai tempat di dunia ini dan secara kebetulan aku bertemu dengannya yang sedang mencari kru bajak lautnya dan aku pun memutuskan untuk bergabung karena aku berpikir akan mendapatkan petualangan yang cukup seru bila bersamanya.
"Hanya itu?" Tanya Sanji.
Tanaka menganggukkan kepalanya. "Ya, memang apa yang kamu pikirkan?" Tanya Tanaka.
"Tidak ada, aku tidak mengharapkan kalau kamu menjadi bajak laut hanya karena ingin berpetualang." Ujar Sanji.
"Sanji, jangan meremehkan impian orang, Setiap orang memiliki impiannya yang ingin dia capai, meskipun impian itu dianggap kecil dan tidak berguna bagi orang lain, tapi itu adalah impiannya." Jelas Tanaka.
Tanaka menatap Sanji sejenak dan kemudian bertanya, "Apa kamu tidak memiliki impian yang ingin kamu capai?"
Sanji terdiam dan dia berjalan menuju ke balkon kamarnya, menatap lautan yang cukup luas.
"Ada ... Aku ingin menemukan all blue, tempat semua jenis makhluk lautan berkumpul, itu adalah surganya bagi para koki." Jelas Sanji.
"Lalu kenapa kamu masih berada disini? Kenapa kamu tidak pergi untuk menemukan tempat itu?" Tanya Tanaka.
Sanji tidak langsung menjawab pertanyaan itu. Dia memandang lautan biru dengan langit yang cerah.
"Masih ada hal yang harus aku lakukan disini." Jawab Sanji.
Tanaka menatap Sanji lagi dan kemudian berkata, "Apa itu ada hubungannya dengan pemilik restoran ini?"
Sanji menganggukkan kepalanya dan kemudian dia menceritakan masa lalunya yang cukup tragis tersebut dan Tanaka mendengarkan dengan seksama meskipun dia sudah tahu.
__ADS_1