
Luffy masih tertidur meskipun suara ledakan menggema dengan sangat keras.
"Bagaimana bisa dia masih bisa tidur dalam situasi yang kacau seperti itu." Pikir Tanaka yang menggelengkan kepalanya.
"Cepatlah, putri Vivi! Cepatlah melarikan diri!" Pinta Igaram yang berusaha melindungi Vivi.
\*Bummmm!
Igaram terluka karena terkena serangan Mr. 5.
"Igaram!" Ucap Vivi.
"Percuma saja!" Ucap Miss Valentine yang menyerang Vivi tapi berhasil dihindari oleh Vivi dengan sedikit terluka di bagian pelipis kanannya.
Vivi lalu menyerang balik Miss Valentine tapi juga dapat dengan mudah dihindari oleh Miss Valentine.
"Dasar monster!" Ucap Vivi.
"Kamu menyerang organisasi dengan menjadi tuan putri, Miss Wednesday?" Ucap Mr. 9.
"Jangan berpura-pura bodoh, Mr. 9!" Ucap Vivi garang.
"Benar-benar malam yang cukup Rama , terserah kalian saja kalau mau bertarung!" Ucap Zoro sambil menyeret tubuh Luffy.
"Sejak kapan dia dibawah?!' Pikir Tanaka yang terkejut melihat Zoro.
"Pu ... Putri Vivi." Panggil Igaram.
"Igaram! Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Vivi yang khawatir.
"Putri Vivi! Jangan pikirkan saya! Anda hanya perlu melarikan diri dari sini! Demi kerajaan kita...tanpa anda, Kerajaan Alabasta akan...kumohon, cepat lari!" Ucap Igaram dengan susah payah.
"Kalian pikir bisa melarikan diri dari kami?" Ucap Mr. 5.
"Jangan meremehkan aku!" Tegas Vivi.
"Aku memang sedikit tak percaya dengan apa yang terjadi disini, tapi kami sudah lama menjadi partner. Aku akan mengulur waktu disini! Pergilah, Miss Wednesday!" Ucap Mr. 9 yang berhadapan dengan Miss Valentine dan Mr 5.
"Mr. 9!" Ucap Vivi.
"Jadilah laki-laki sejati, kan katamu? Bye bye, baby!" Ucap Mr. 9 lalu menyerang Mr. 5 tapi dengan mudahnya ia dikalahkan oleh Mr. 5.
"Sebenarnya dia ngapain sih, tingkah lakunya mirip seperti Usopp." Pikir Tanaka yang melihat Mr 9.
Tanaka melihat Zoro yang kakinya dipegang oleh Igaram.
"Apa yang kamu lakukan?!" Ucap Zoro sambil berusaha melepaskan kakinya.
"Tuan Pendekar Pedang! Setelah melihat kekuatanmu, aku memiliki permintaan, dan mungkin ini permintaan tak beralasan!" Ucap Igaram dengan tubuhnya penuh luka.
"Itu benar sekali, jadi lepaskan!" Ucap Zoro tapi tak didengarkan oleh Igaram.
"Karena mereka berdua memiliki kekuatan buah iblis, aku tak bisa menghentikannya! Maukah kamu menggantikanku melindungi tuan putri? Kumohon!" Pinta Igaram.
Tanaka memutuskan untuk turun dari atap dengan melompat dan kemudian berdiri disamping Zoro.
"Jika kamu bisa mengantar tuan putri ke Kerajaan Alabasta dari sini ke timur dengan selamat, aku berjanji akan memberimu hadiah yang besar! Dengan segala kerendahan hati, kumohon! Tolong jagalah, tuan putri!" Pinta Igaram dengan memohon-mohon.
"Jangan bercanda! Kamu tadi sudah mencoba membunuh kami, kan? Jangan membuatku ingin memotong mu!" Ucap Zoro yang kesal.
"Zoro lebih baik kita bica-" Ucapan Tanaka terpotong.
"Benarkah akan dapat hadiah besar?" Ucap Nami yang berada diatas atap bangunan yang lain. "Kuambil tawaranmu! Apa hadiahnya satu milyar berry?"
"Nami!" Ucap Zoro yang terkejut melihat Nami.
"Sa-Satu milyar be...?! Ma ma ma~" Ucap Igaram.
"Bukankah kamu ikut tertidur?" Tanya Zoro.
"Kau ini..." Ucap Nami lalu turun dari atas atap. "Saat datang ke kota dimana secara aneh menyambut baik bajak laut, mana mungkin aku tertidur begitu saja? Yang tadi hanya akting! A-k-t-i-n-g! Kalau mau, aku bisa minum lebih banyak!"
"Oh ya, terima kasih Tanaka sudah membawa aku ke sofa." Ujar Nami.
"Jadi kamu sadar saat itu?" Tanya Tanaka.
"Tidak juga, aku memang sedikit mabuk saat itu, tapi sudah aku bilang ketahanan alkoholku sangat tinggi." Ungkap Nami.
Tanaka menganggukkan kepalanya.
"Jadi apa benar kamu menjanjikan satu milyar itu, Kapten Pasukan? Jika kamu tak meminta bantuan kami, tuan putri mu itu bisa mati, loh." Ancam Nami.
"Dia benar-benar licik, Master!." Ujar Honjo.
"Aku menyukai sifatnya itu!." Ujar Sengo.
Tanaka hanya menghela nafas panjang dan merasa kasihan pada Igaram yang akan terkena gigitan rubah.
"Prajurit rendahan sepertiku tak bisa menjanjikan hadiah uang sebesar itu." Ucap Igaram yang kebingungan.
"Kamu tak sedang menganggap nyawa tuan putri tak lebih berharga dari satu milyar, kan? Terima saja." Ucap Nami yang mengancam.
"Sekarang dia jadi yang mengancam!" Ucap Zoro.
"Itulah Nami." Ucap Tanaka.
__ADS_1
"Kalau begitu, jika kalian memang berkeinginan mengantarkannya dengan selamat, sebaiknya kamu negosiasikan sendiri dengan tuan putri!" Ucap Igaram.
"Jadi bisa dimulai dengan menyelamatkan dia dulu, kan?" Tanya Nami.
"Saat kita berbicara seperti ini, nyawa tuan putri sedang...!" Ucap Igaram.
"Baiklah kalau begitu. Sekarang akan kuselamatkan tuan putri mu." Ucap Nami yang membuat Igaram tersenyum senang. "Baiklah, cepat selamatkan dia, Zoro, Tanaka!"
"Harusnya kamu yang pergi, bodoh! Kenapa juga aku harus ikut-ikutan rencana licikmu untuk menghasilkan uang itu?" Tanya Zoro yang kesal.
"Ah dasar, bodoh! Uangku itu ya uangku, tapi kontrakku ya kontrak dengan kalian semua!" Ucap Nami yang seenaknya.
"Bahkan bocah sekalipun nggak akan mau dibegitukan!" Ucap Zoro yang semakin bertambah kesal.
"Apaan, sih? Kalian hanya tinggal menjatuhkan orang-orang itu, kan?" Ucap Nami.
"Aku tak suka dimanfaatkan seperti si koki bego itu!" Ucap Zoro marah.
"Kamu hanya beralasan karena tak bisa mengalahkan mereka, kan?" Tanya Nami yang membuat jebakan provokasi pada Zoro.
"Apa kamu bilang?! Coba katakan sekali lagi!" Ucap Zoro tidak terima.
"Kamu beralasan karena tak bisa mengalahkan mereka!" Ucap Nami mengulangi ucapannya yang sebelumnya.
"Jangan diulangi lagi!" Ucap Zoro.
"Bentar, apa kamu sudah lupa? Kamu punya hutang duit denganku!" Ucap Nami.
"Aku tak punya hutang." Ucap Zoro yang sudah tenang.
"Aku meminjamimu 100 ribu berry di Loguetown." Ucap Nami.
"Bukannya aku sudah mengembalikannya padamu? Pemilik toko memberiku pedang, jadi aku tak butuh uangnya!" Ucap Zoro.
"Tapi janjinya kamu kembalikan 300%, jadi totalnya 300 ribu berry! Masih kurang 200 ribu berry yang belum kamu kembalikan." Ucap Nami.
"Bukannya uangnya 100 ribu berry itu kukembalikan hari itu juga?" Tanya Zoro.
"Tak bisa begitu! Kamu tak bisa menepati satu janjimu, ya?" Tanya Nami.
"Hahaha, Zoro benar-benar dibuat bungkam oleh Nami." Gumam Tanaka.
"Dia benar-benar sangat licik? Bagaimana bisa ada orang seperti dia di dunia ini!" Ujar Honjo.
"Aku semakin menyukainya, kamu berikan aku padanya." Pinta Sengo.
Tanaka mengabaikan Sengo dan melihat Zoro yang mulai berlari mengejar Vivi untuk menolongnya.
"Kamu benar-benar membuatnya tidak berkutik, Nami." Ucap Tanaka.
"Kenapa kamu masih berada disini?" Tanya Nami.
"Aku tidak memiliki utang apapun padamu, Nami, kalau kamu ingin aku melakukannya juga, bayar aku 70% dari hadiah itu." Ujar Tanaka.
Tanaka hanya mengangkat kedua bahunya. "Terserah padamu!"
Tanaka mulai bergerak ke arah yang sama Zoro dan Vivi berlari tadi.
"Kamu mau kemana?" Tanya Nami.
Melihat pertarungan Zoro, kelihatan seru.
Sesampainya di sebuah atap yang bisa menyaksikan pertarungan Zoro yang melindungi Vivi, Tanaka melihat saat Vivi akan terkena serangan Mr. 5, Zoro melindunginya dengan cepat.
"Tuan pendekar pedang!" Ucap Vivi yang terkejut melihat Zoro melindunginya.
"Siapa dia?" Tanya Mr. 5."
"Aku memotong upil!" Ucap Zoro yang masih terkejut dengan yang ia lakukan barusan.
"Hahahaha, dia memotong upil dengan pedangnya!" Tawa Tanaka.
"Iuh~ itu sangat menjijikkan." Ujar Honjo. "Aku merasa kasihan dengan pedang yang dipakai olehnya untuk memotong kotoran itu."
"Awas saja kalau kamu melakukan hal seperti itu denganku, Tanaka!" Ujar Sengo. "Aku akan terus memberikan kutukan padamu!"
"Sial, kenapa kamu masih saja...?! Mengejarku disaat seperti ini!" Ucap Vivi yang akan menyerang Zoro tapi Tanaka dengan cepat bergerak dan mengeluarkan Honjo dari sarungnya dan membuat senjata Vivi terlempar.
"Jangan melakukan hal bodoh, dia akan menyelamatkanmu." Ucap Tanaka sambil menyarungkan kembali Honjo.
"Menyelamatkanku?" Tanya Vivi.
"Ya, atas permintaan Igaram, pengawalmu." Ucap Tanaka yang kemudian menghadap ke arah Mr. 5 dan Miss Valentine.
"Jadi kamu, ya? Pendekar pedang yang telah menebas para anggota rendahan di kota ini. Dan pria pengemis itu? Dia terlihat lemah, meskipun memiliki pedang sepertimu." Ucap Miss Valentine.
"Hahaha, Kamu dipanggil pengemis!" Tawa Sengo.
"Aku bukan pengemis!" Teriak Tanaka yang marah.
"Kenapa kalian melindungi Putri Alabasta itu?" Tanya Mr. 5.
"Ada situasi yang mengharuskanku melindunginya." Jawab Zoro.
"Lebih tepatnya karena ancaman Nami, kan?" Tanya Tanaka.
"Berisik!" Ucap Zoro yang marah.
"Aku sebenarnya hanya ingin menonton saja tapi karena perempuan jelek itu menyebut aku pengemis, aku tidak bisa tinggal diam, aku potong lidahnya!" Ujar Tanaka dengan ancaman.
"Yah, terserah saja. Yang jelas kalian akan jadi musuh kami, kan? Kalian menghalangi kami." Ucap Mr. 5.
Miss Valentine lalu tertawa.
__ADS_1
"Bener banget, kalian menghalangi saja!" Ucap Miss Valentine.
"Hentikan tawa jelek itu, perempuan jelek!" Ujar Tanaka yang memprovokasi Miss Valentine.
"Diam! Jangan pernah lagi panggil aku dengan kata jelek!" Ujar Miss Valentine yang marah.
Secara tiba-tiba muncul Luffy dengan tubuhnya yang seperti balon.
"Ketemu!" Ucap Luffy yang berteriak membuat kami semua menatapnya. "Zoro!"
"Sekarang apalagi?" Tanya Miss Valentine.
"Luffy! Aku tak butuh bantuanmu! Atau kau juga memiliki hutang pada wanita itu?" Tanya Zoro.
"Tidak, sepertinya dia ada salah faham tentang hal ini, Zoro." Ujar Tanaka tapi Zoro tidak mengerti.
"Aku takkan memaafkanmu! Kita bertarung!" Ucap Luffy.
"Kamu ini, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang nggak jelas?!" Tanya Zoro.
"Berisik! Aku akan menghajarmu karena jadi orang tak tau terima kasih!" Ucap Luffy.
"Tak tau terima kasih?!" Ucap Zoro.
"Benar sekali! Penduduk kota ini menyambut baik kita dan memberi kita banyak makanan enak! Tapi kamu malah menghajar mereka!" Ucap Luffy.
"Bukan begitu, aku memang melakukannya, sih." Ucap Zoro.
"Takkan ku maafkan!" Ucap Luffy.
"Kenapa otak mereka dangkal sekali?!" Ucap Vivi.
"Begitulah mereka, kamu juga akan terbiasa dengan ini, Vivi." Ucap Tanaka lalu menghela nafas.
"Pertengkaran antar teman, ya? Kumpulan orang-orang menyedihkan" Ucap Mr. 5.
Miss Valentine lalu tertawa. "Ayo kita singkirkan siapapun yang menghalangi misi kita." Ucap Miss Valentine.
Zoro lalu menghela nafas.
"Hei, Luffy! Dengar baik-baik, ya. Mereka semua itu sebenarnya adalah..." Ucap Zoro tapi dipotong oleh Luffy.
"Jangan membuat alasan!" Ucap Luffy lalu melompat untuk menyerang Zoro.
"Apa?!" Ucap Zoro yang terkejut.
Tanaka segera menghindar, membiarkan pertarungan kapten dan wakil kapten berlangsung.
Zoro berhasil menghindari serangan Luffy sambil berusaha untuk menjelaskan tentang apa yang terjadi sebenarnya.
Akan tetapi Luffy tidak mendengarnya dia terus melancarkan serangan demi serangan yang membuat Zoro kewalahan karena dia hanya bertahan tidak menyerang Luffy.
"Sial, dengarkan aku!" Ucap Zoro sambil menghindari serangan Luffy lagi.
"Si bodoh itu! Dia serius!" Ucap Zoro.
Luffy terus menyerang Zoro tanpa mau mendengarkan penjelasan dari Zoro.
Zoro yang terus menerus diserang Luffy menjadi marah hingga akhirnya dia menendang tubuh Luffy ke arah Mr. 5 dan Miss Valentine yang juga ikut terlempar bersama Luffy.
\*Bummmm!
Terjadi ledakan di tempat Luffy berada dan Miss Valentine muncul dari asap ledakan itu.
"Sekarang aku marah! Waktunya kalian mati di tangan buah iblis Kilo Kilo ku ini! Bersiaplah! Aku bisa mengubah beratku sebebas mungkin" Ucap Miss Valentine yang melayang dengan menggunakan payungnya.
"Mr. Bushido! Menghindarlah, wanita itu...!" Ucap Vivi tapi dipotong oleh Zoro.
"Diam!" Teriak Zoro. "Bukan waktunya untuk mengurusnya!"
"Tubuhku kembali dengan sempurna! Akhirnya aku bisa mencerna makananku!" Teriak Luffy yang muncul dengan tubuh kurus sambil menyeret Mr. 5 yang sudah babak belur dihajar oleh Luffy.
"M-Mr. 5?! Tidak mungkin! Dia berhasil mengalahkan agen tinggi Baroque Works?" Tanya Vivi terkejut.
"Itulah kaptenku." Ucap Tanaka sambil tersenyum. "Meskipun dia bodoh, haaa~"
"Akhirnya aku bisa bertarung dengan serius." Ucap Luffy.
"Hei, Luffy! Bisakah kamu tenang dan dengarkan aku? Semua penduduk di kota ini adalah pemburu bajak laut. Dengan kata lain mereka musuh kita." Jelas Zoro.
"Jangan mengabaikan ku!" Teriak Miss Valentine yang masih melayang di langit.
"Pembohong! Musuh takkan mungkin memberi kita makan!" Ucap Luffy.
"Apa aku harus menghentikan mereka atau tidak? Kalau dihentikan pertarungan epik Luffy dan Zoro tidak bisa aku lihat." Pikir Tanaka.
Miss Valentine yang kesal menyerang Zoro dengan terjun bebas ke bawah karena beratnya sudah dinaikkan olehnya sampai 10 ribu kg.
Akan tetapi dengan hanya gerakan kecil Zoro menghindarinya sehingga Miss Valentine terperosok ke dalam lubang tanah akibat berat yang diubahnya itu.
"Sepertinya tak ada gunanya mengajakmu berbicara. Karena kau itu sangat bodoh!" Ucap Zoro sambil memakai bandananya. "Kalau begini, ayo kita bertarung sampai mati! Kalau mati jangan menyesal, ya!"
"Bagus sekali!" Ucap Luffy.
"Tunggu, apa yang kalian lakukan?! Bukankah kalian teman?" Tanya Vivi.
"Biarkan saja, mereka tidak bisa dihentikan lagi, kadangkala pertengkaran antar pria itu memang harus memakai kekerasan seperti ini." Jelas Tanaka.
Luffy dan Zoro saling bertarung satu sama lain. Zoro membuat Luffy terlempar keatas tapi Luffy sempat memukul wajah Zoro.
Mereka berdua akhirnya saling terlempar menabrak rumah hingga dindingnya hancur.
Luffy dan Zoro kembali bertarung lagi, saling memukul dan menebas satu sama lain. Saat Mr. 5 dan Miss Valentine akan menyerang mereka lagi, mereka justru dihajar oleh Luffy dan Zoro.
__ADS_1
"Oke sudah saatnya ini berhenti, lebih dari ini mereka berdua benar-benar akan saling membunuh." Ujar Tanaka yang masuk di tengah pertarungan Zoro dan Luffy. "Aku sudah puas melihat pertarungan kalian."