Penjelajah Alam Semesta

Penjelajah Alam Semesta
53


__ADS_3

Besoknya, saat matahari sudah muncul di ufuk timur, Luffy dan yang lainnya sudah bersiap untuk meninggalkan Yuba, menuju ke markas pemberontak yang berada di kota Kotorea.



Mereka semua pun berpamitan dengan Toto yang merupakan satu-satunya penduduk kota Yuba yang masih belum pergi.



"Maafkan aku, putri Vivi, seharusnya tempat ini tak begini." Ucap Toto yang merasa bersalah.



"Tidak apa-apa, santai saja. Sekarang kami pergi ya, Paman!" Ucap Vivi dengan senyuman.



"Luffy, tolong bawalah ini." Ucap Toto sambil memberikan sesuatu pada Luffy.



"Wuah, air!" Ucap Luffy yang senang, menerima gentong air berukuran kecil dengan sebuah sedotan dan tali untuk dikalungkan di leher.



"Air!" Ucap Usopp yang juga senang.



"Darimana?" Tanya Luffy.



"Tadi malam saat kamu tertidur setelah menggali, lubang galian mu itu sudah mencapai kelembapan air. Kemudian aku menyuling kelembapan tersebut dan itulah hasilnya." Jelas Toto dengan tersenyum.



"Kelihatannya rumit tapi terima kasih." Ucap Luffy.



"Itu air dari Yuba asli. Maaf, hanya segitu yang kudapatkan." Ucap Toto yang merasa bersalah.



"Akan ku hemat air ini." Ucap Luffy dengan tersenyum dan kemudian tertawa.



Mereka pun pergi meninggalkan Yuba setelah berpamitan dengan Toto dan berjalan agak jauh dari kota Yuba, Luffy tiba-tiba saja duduk di bawah sebuah pohon yang sudah kering tanpa ada satu daun pun.



"Oe, Luffy! Apa yang kamu lakukan?!" Tanya Usopp.



Luffy tidak menjawab dan hanya duduk saja sambil memejamkan matanya. Dia terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu yang sangat berat.



"Luffy?" Panggil Nami.



"kamu kenapa, Luffy?" Tanya Vivi.



"Aku berhenti." Ucap Luffy sambil membuka matanya.



"Huh?" Ucap mereka semua yang bingung, kecuali Tanaka yang hanya diam tanpa berekspresi apapun.



Nami dan Vivi mempertanyakan apa maksud dari kata 'berhenti' yang keluar dari mulut Luffy.



"Oe, Luffy! Kita tak punya waktu untuk leluconmu itu. Bangun!" Ucap Usopp yang kesal.



"Luffy! Jika kita tak segera menuju ke Katorea, kita tak bisa menghentikan pasukan pemberontak. Jika jutaan orang melakukan perang, kamu mengerti kan apa yang akan terjadi?" Tanya Sanji yang menarik kerah baju Luffy.



"Ini demi Vivi-chan! Baiklah! Ayo pergi!" Tegas Sanji.



"Tidak!" Ucap Luffy yang melepaskan kerah bajunya yang dipegang Sanji dan melemparkan tubuh Sanji kesamping.



"Apa katamu?!" Ucap Sanji yang kesal.



Luffy mengabaikan Sanji dan menatap Vivi. Dia langsung mengucapkan keinginannya secara langsung pada Vivi, yakni pergi ke tempat Crocodile berada dan menghajarnya daripada pergi ke Kotorea untuk bertemu dengan pasukan pemberontak membujuk mereka untuk menghentikan perlawanan.



"Jika kita bisa menghentikan pasukan pemberontak, apa itu bisa menghentikan Crocodile? Walaupun kita sampai ke Katorea, apa yang bisa kita lakukan? Kami adalah bajak laut, ingat itu baik-baik!" Ucap Luffy dengan matanya yang tidak terlihat.



"Kadang-kadang dia bisa tau inti dari sebuah masalah." Ucap Sanji yang menyadari maksud Luffy.



"Luffy memang begitu." Ucap Usopp.



"So-Soal itu..." Ucap Vivi.



"Yang kamu inginkan adalah tidak ada yang mati dalam pertempuran, kan? Seluruh penduduk dan semua dari kami! Dia itu bajak laut bergelar Shichibukai! Dan jutaan orang siap perang, kamu berharap semuanya akan baik-baik saja? Jangan memaksakan kehendak!" Tegas Luffy.



Nami ingin menengahi perdebatan tersebut dan merasa ucapan Luffy terlalu berlebihan untuk Vivi, meskipun ada benarnya.



"Nami, tunggu." Ucap Sanji yang menghentikan Nami.



"Tapi..." Ucap Nami.



"Perhatikan saja, ini demi kebaikan Vivi juga." Ucap Tanaka.



Vivi yang merasa kesal dan stres terhadap semua yang terjadi padanya saat ini langsung meluapkan pada Luffy.



"Memangnya kenapa kalau begitu? Memangnya salah berpikir agar tidak ada orang yang mati?" Tanya Vivi yang marah.



"Orang-orang akan mati!" Tegas Luffy.



"Ya, semua makhluk hidup pasti akan mati, tidak ada yang makhluk hidup yang abadi!" Pikir Tanaka meskipun dirinya dapat dikatakan abadi, tapi sebenarnya tidak.



Tanaka juga bisa mati dalam cara yang cukup khusus. Kata abadi yang melekat padanya hanyalah sebuah penundaan kematian baginya.



Vivi pun menampar wajah Luffy hingga ia terpelanting kesamping.



"Hentikan! Jangan berkata begitu! Jika berkata lagi takkan ku maafkan! Itulah yang harus kulakukan disini! Pasukan pemberontak, pasukan kerajaan, mereka semua sama sekali tidak berbuat kesalahan." Ungkap Vivi dengan marah.



"Lalu kenapa semua orang harus mati? Padahal semua ini adalah kesalahannya Crocodile!" Tegas Vivi.



Luffy lalu bangkit berdiri dan balas memukul Vivi dengan lumayan keras.



"Dia benar-benar tidak memandang gender atas tindakannya!" Pikir Tanaka.



"Terus kenapa kamu sendiri membahayakan nyawamu?!" Tanya Luffy.



"Oe, Luffy! Kamu berlebihan!" Peringat Usopp.



"Brengsek, Luffy!" Ucap Sanji marah.



Vivi kembali menyerang Luffy dan berhasil menduduki di atas perut Luffy yang kemudian melayangkan pukulannya ke wajah Luffy.



"Sejak pertama kali aku melihat kerajaan ini, aku bisa menyimpulkannya!" Ucap Luffy yang mengabaikan pukulan Vivi.



"Apa itu?! Apa yang harus kami lakukan?!" Ucap Vivi sambil memukul Luffy terus menerus.



"Memangnya dengan membahayakan nyawamu sendiri itu sudah cukup?!" Ucap Luffy yang terus berbicara meski dipukul Vivi.



"Terus apa yang harus kulakukan?! Apa yang..." Ucap Vivi lalu tangannya ditahan oleh Luffy. "Aku tidak punya cara lain selain melakukannya sendiri."



Luffy lalu memindahkan tubuh Vivi kesamping dan mengambil posisi duduk.



"Kamu bisa melakukannya bersama dengan kita! Bukankah kita teman?!" Teriak Luffy.



Mendengar kata teman membuat Vivi menangis. Perasaan yang dia tahan selama ini hanya karena dia seorang putri kerajaan yang harus terlihat kuat dan tegar dalam menghadapi masalah sudah hancur berkeping-keping.



Saat ini, Vivi hanyalah seorang gadis lemah dan tidak memiliki kekuatan untuk menyelesaikan masalahnya.

__ADS_1



"Apa? Kamu menangis?" Ucap Luffy sambil mengambil topi jerami miliknya yang tadi terjatuh. "Menangislah sepuas mu. Aku tau kamu sangat membencinya dan ingin mengalahkannya."



Nami berjalan mendekati Vivi dan kemudian memeluknya yang sedang menangis sedangkan Tanaka hanya diam begitu juga yang lain.



"Katakan padaku." Ucap Luffy sambil memakai topi jeraminya. "Dimana Crocodile berada!"



Vivi terus menangis sambil menggigit bibirnya.



"Vivi ingat apa yang aku katakan sebelumnya, apa yang menjadi tujuanmu saat ini?" Ujar Tanaka. "Bukankah kamu mengatakan ingin menghentikan Crocodile dan organisasinya yang ingin menghancurkan tanah ini, kampung halamanmu?"



Vivi hanya diam sambil terus menangis setelah ia tenang, barulah ia menatap kami.



"Semuanya ... Luffy memang benar, ayo kita menuju ke persembunyian Crocodile!" Pinta Vivi yang telat memutuskan untuk kembali ke tujuan semulanya.



Mereka semua pun setuju dengan hal tersebut sehingga tujuan mereka yang awalnya menuju ke kota Kotorea berubah menjadi ke kota tempat markas utama Baroque Works berada.



"Jadi, dimana si buaya darat itu berada?" Tanya Tanaka.



Vivi tidak langsung memberikan jawaban tentang keberadaan Crocodile tapi dia menjelaskan rencana barunya itu pada yang lainnya.



"Disini adalah ibukota Alubarna dimana ayahku berkuasa. Dan pasukan pemberontak menggunakan jalan ini untuk menyerang Alubarna." Jelas Vivi sambil menjelaskan menggunakan peta.



"Jadi kita harus menemukan Crocodile sebelum mereka menyerang!" Tegas Sanji.



"Crocodile ada disini." Ucap Vivi sambil menunjuk sebuah kota yang ada di peta. "Namanya Rainbase."



"Rainbase?" Tanya Usopp.



"Lokasinya ada di utara dan memakan waktu sehari dari sini." Ucap Vivi.



Setelah mengetahui lokasi keberadaan Crocodile, mereka langsung melanjutkan perjalanan menuju Rainbase secepatnya.



Akan tetapi karena cuaca padang pasir yang sangat panas perjalanan mereka menjadi sedikit terhambat.



"Aah..." Ucap Luffy dan Usopp karena merasa begitu kehausan sambil berjalan menggunakan bantuan tongkat kayu.



"Bisa tidak 'aahh' kalian itu ditahan sejenak?!" Tanya Nami yang kesal karena dia juga ikut merasakan kelelahan meskipun dia menunggangi Matsuge dengan Vivi.



"Kamu bisa saja bilang begitu karena kamu naik Matsuge!" Ucap Usopp yang kesal.



Luffy dan Usopp pun mengejek Nami seperti anak kecil yang hanya diabaikan oleh Nami.



"Chopper, kamu sudah tidak kepanasan, ya?" Tanya Zoro.



"Ya, aku sudah berusaha. Vivi, apa di Rainbase ada air?" Tanya Chopper yang berjalan seperti rusa kutub dan menahan rasa panas dengan tubuhnya yang dipenuhi bulu.



"Ya, jangan khawatir soal itu. Kota ini terlindung dari pasukan pemberontak dan terkenal dengan kasinonya." Ucap Vivi.



"Kasino?!" Ucap Nami dengan mata yang berubah menjadi berry.



"Hei, sekarang apa yang ada di otakmu?" Ucap Zoro yang tertuju pada Nami.



"Tentunya uang, kan? Karena Nami sangat menyukai uang." Jawab Tanaka.



"Ternyata masih ada tempat hiburan di Alabasta ini." Ucap Sanji.



Usopp lalu mencoba mengambil minuman milik Luffy yang sebelumnya diberikan oleh Toto.




"Sedikit saja! Aku hanya minta seteguk saja! Kenapa kamu begitu pelit dengan air itu?" Ucap Usopp sambil berlinangan air mata.



"Aku mau menghargai Paman yang kurus itu karena dia membutuhkan waktu semalam untuk air ini! Walaupun seteguk saja tak kan kuberikan! Dasar bodoh!" Ucap Luffy yang marah.



"Tumben kamu bisa menahan nafsumu itu." Ucap Nami yang terkejut.



"Tentu saja! Kalau begini sih kecil. Kecil tau!" Ucap Luffy yang kesal pada ucapan Nami.



"Aku tak kuat lagi! Air..." Ucap Usopp yang menjatuhkan kedua lututnya di atas pasir karena benar-benar terkena dehidrasi parah.



Tanaka menghela nafas dan mendekati Usopp untuk memberikan stok airnya pada Usopp yang langsung diminumnya beberapa teguk.



"Ah...aku selamat, terima kasih, Tanaka!" Ucap Usopp yang hanya dibalas anggukan.



"Luffy, terima kasih, aku tak mungkin bisa memutuskan seperti ini tanpamu." Ucap Vivi yang turun dari Matsuge.



"Makanan sebagai imbalannya." Ucap Luffy yang merasa haus dan lapar.



"Eh?" Ucap Vivi yang bingung.



"Setelah aku mengalahkan Crocodile, kamu harus memberikan makanan sebanyak mungkin." Pinta Luffy.



"Pasti ku sediakan." Ucap Vivi sambil tersenyum.



Mereka kembali melanjutkan perjalanan hingga tak terasa, mereka sudah hampir mendekati Rainbase.



"Jadi itu?" Tanya Chopper yang melihat sebuah kota di tengah padang pasir.



"Rainbase?" Jawab Nami



"Sudah sampai, ya?" Ucap Luffy yang sangat kelelahan tapi langsung bersemangat saat melihat kota Rainbase. "Baiklah! Waktunya untuk menghajar Crocodile!"



"Ngomong-ngomong, apa Baroque Works tau kalau kita ada disini?" Tanya Zoro.



"Mungkin saja. Mr. 2 sudah bertemu kita dalam perjalanan, jadi anggap saja mereka tau kalau kita kesini." Jawab Nami.



"Memangnya kenapa?" Tanya Luffy dengan polosnya atau bisa dikatakan tidak terlalu peduli apa mereka sudah tahu atau belum.



Dalam pikirannya hanyalah ingin menghajar Crocodile sampai hancur.



"Bodoh, mereka pasti akan mengenali kita. Mungkin bisa juga kita tak bisa memasuki Rainbase." Jawab Usopp.



"Kenapa tidak bisa?!" Ucap Luffy yang marah.



"Kita kan sudah mereka kenal. Jadi Crocodile mungkin menyuruh anak buahnya untuk melarang kita masuk." Jawab Usopp.



"Pembunuhan adalah spesialis mereka." Sahut Zoro.



"Yosh!! Keluar kamu Crocodile!" Ucap Luffy yang berteriak.



"kamu tak mendengarkan ku, ya?!" Ucap Usopp yang marah lalu memukul kepala Luffy dari belakang.



"Ngomong-ngomong, apapun yang terjadi nanti, aku akan melindungi Nami, dan Vivi." Ucap Sanji. "Dan kalian berdua boleh memanggilku Prince!"

__ADS_1



"Prince." Panggil Zoro yang mengejek Sanji.



"Prince Mesum!" Panggil Tanaka yang juga sama seperti Zoro.


"Akan kuhajar kalian berdua, brengsek!" Ucap Sanji yang kesal karena Zoro dan Tanaka yang mengatakannya.


Saat sudah semakin dekat dengan Rainbase, Luffy dan Usopp lalu berlari terlebih dahulu memasuki kota itu untuk mencari air.



"Tunggu, Luffy! Bawalah uang sebelum pergi!" Ucap Nami tapi tidak didengar oleh Luffy.



Tanaka dan lainnya akhirnya memasuki Rainbase lalu berteduh di tempat yang sejuk sambil menunggu Luffy dan Usopp.



Chopper kemudian pergi memisahkan diri karena dia ingin buang air kecil.



"Membiarkan mereka berdua pergi, apa itu tidak apa-apa?" Tanya Sanji.



"Mereka pasti bisa melakukannya, santai saja." Jawab Nami.



"Benarkah? Kurasa nanti dia kembali dengan membawa masalah. Lebih baik kita bersiaga." Ucap Zoro sambil bermain bersama Matsuge dengan menepuk-nepuk kepala unta itu menggunakan ranting pohon.



Matsuge merasa kesal karena kepalanya ditepuk-tepuk oleh Zoro sehingga dia berusaha untuk menggigit tangan Zoro tapi selalu gagal.



"Aku juga berpikir begitu." Ujar Tanaka.



Tidak lama kemudian, mereka mendengar keributan dan melihat Luffy dan Usopp dikejar oleh Angkatan Laut.



"Lagi-lagi dia berurusan dengan Angkatan Laut?" Ujar Sanji yang terkejut dan kesal.



"Itu bohong, kan? Dan kenapa mereka malah lari kesini?" Ucap Nami yang kesal juga.



"Eh, Tony belum kembali." Ucap Vivi. "Bagaimana ini?



"Tinggal saja! Dia bisa menyusul!" Jawab Zoro yang siap untuk lari begitu juga dengan lainnya.



"Hei, semuanya! Disini ada Angkatan Laut!" Teriak Luffy.



"Kalau begitu, jangan bawa mereka kesini!" Ucap Zoro garang.



Mereka semua pun berusaha lari dari kejaran Angkatan Laut.



"Kali ini pasti tertangkap!" Teriak seorang prajurit Marine.



Smoker juga ikut mengejar dari belakang para prajurit itu dengan perasaan kesal.



"Mereka memang sangat cepat dalam hal lari!" Ucap Smoker.



"Ini bukan ide bagus! Jika seperti ini, Baroque Works akan melihatnya!" Ucap Usopp.



Tanaka dan Zoro melihat sekeliling dan menyadari ada banyak anggota Baroque Works yang sedang memegang poster yang pasti adalah poster wajah Luffy dan lainnya, kecuali Sanji dan Tanaka.



"Sepertinya ini sudah terlambat." Ucap Zoro yang juga menyadari hal itu.



"Apa boleh buat! Pergi! Ke tempat persembunyian Crocodile! Benarkan, Vivi?!" Tanya Luffy.



"Ehm! Apa kalian melihat piramida beratap buaya itu?" Ucap Vivi sambil menunjuk piramida dengan atap buaya. "Itu adalah kasinonya Crocodile, Rain Dinners!"



"Jadi disana?! Jadi disana Crocodile berada?!" Ucap Luffy yang bersemangat.



"Sebaiknya kita berpencar!" Saran Sanji.



"Memang harus begitu!" Jawab Zoro setuju.



"Yosh! Kita bertemu lagi di sana!" Ucap Luffy.



"Ya!" Ucap mereka semua lalu kami berpencar.



Tanaka segera bergerak sendirian dan dia langsung bersembunyi di balik gang kecil untuk menghindari dari kejaran Marine.



Setelah menunggu beberapa saat dan memantau situasi, dia akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya setelah merasa aman.



"Kenapa kamu malah bersembunyi?" Tanya Sengo. "Gunakan aku untuk bertarung dengan mereka!"



"Tidak, aku tidak ingin membunuh mereka dan juga melawan mereka hanya membuang-buang waktu." Pikir Tanaka.



Sengo pun marah-marah tapi Tanaka mengabaikannya dan berlari menuju ke bangunan yang atapnya berbentuk buaya.



Dia dapat bergerak dengan bebas tanpa ada yang mengejar lagi karena para prajurit Marine tidak hapal dengan wajahnya dan para anggota Baroque Works tidak mengetahui wajahnya.



Mereka hanya mengejar sesuai dengan wajah yang ada dalam poster yang mereka bawa.



Sesampainya di depan bangunan atap buaya itu, dia belum melihat ada yang tiba sehingga dia berdiri agak jauh sambil memantau keadaan di sekitar bangunan tersebut.



Beberapa saat kemudian, Nami dan Usopp muncul, akan tetapi beberapa anggota Baroque Works ada disana, mengarahkan senjata mereka masing masing-masing ke Usopp dan Nami.



"Tidak!" Teriak Nami dan Usopp yang ketakutan sambil mengangkat kedua tangannya ke atas.



"Yosh! Tembak mereka!"



Saat melihat Nami dan Usopp akan ditembak oleh anggota Baroque Works. Zoro dengan cepat menendang semua anggota Baroque Works itu.



"Zoro!" Ucap Usopp.



"Dimana Vivi? Bukankah tadi Vivi bersamamu?!" Tanya Nami.



"Ya! Apa dia belum sampai?" Tanya Zoro.



"Mungkin saja dia sudah masuk duluan." Ucap Usopp.



"Kalau begitu, cepat!" Ucap Nami.



Tanaka segera berlari menuju ke tempat mereka bertiga. "Dimana yang lainnya?" Tanya Tanaka saat sudah berada di dekat mereka bertiga.



Belum juga sempat dijawab oleh mereka bertiga, terdengar suara Luffy yang sedang berlari kearah mereka berempat.



"Luffy?!" Ucap Usopp.



"Jangan kabur!" Ucap Smoker yang masih mengejar Luffy.



"Dia dikejar Moku Moku!!" Ucap Zoro.



"Hei, ayo! Semuanya masuk kedalam!" Ajak Luffy.



Mereka berempat segera mengikuti Luffy berlari untuk masuk kedalam Rain Dinners.


__ADS_1


"Jadi disini tempatnya dia!!" Ucap Luffy. "Crocodile! Aku pasti akan menghajarmu! Tunggu saja!"


__ADS_2