Penjelajah Alam Semesta

Penjelajah Alam Semesta
32


__ADS_3

Going Merry terus berlayar menuruni gunung dengan sangat cepat dan kembali memasuki awan.



"Wuah, benar-benar luar biasa!" Ucap Sanji.



Saat semakin dekat dengan dasar gunung, terdengar suara raungan yang membuat Tanaka terkejut.



"Booooooo~"



"Mungkinkah itu ikan paus itu? Namanya ... Siapa namanya? Aku lupa!" Gumam Tanaka.



"Apa kalian mendengar sesuatu?" Tanya Zoro yang mendengar raungan paus itu.



"Kamu bilang apa?" Tanya Nami.



"Apa kalian mendengar suara aneh?" Ucap Zoro.



"Bukankah itu suara angin? Disana pasti banyak tempat-tempat yang aneh!" Jawab Nami.



"Apa itu?" Ucap Usopp yang melihat ada bayangan besar di depan mereka.



"Nami, di depan sana terlihat gunungnya!" Ungkap Sanji.



"Gunung?! Harusnya tak ada!" Ucap Nami sambil melihat peta.



"Itu bukan gunung, itu ikan paus!" Ucap Tanaka.



"Paus! Tidak mungkin ada paus sebesar itu?" Bantah Usopp.



"Booooo~" raung paus itu.



"Dengar, itu benar-benar suara paus! Memang ada tebing atau gunung yang bisa meraung?" Ujar Tanaka.



Saat sudah keluar dari awan, terlihatlah paus besar dalam posisi menghadap vertikal berada di depan kapal Going Merry, menghalangi jalan keluar dari reverse mountain.



"Ba-Ba-Ba-Bagaimana ini?!" Ucap Usopp gemetaran.



"Kita lawan saja?! Tegas Luffy.



"Bodoh! Mana mungkin kita melawannya?!" Bantah Nami.



"Ta-Ta-Ta-Ta-Tapi, jalan kita dihalangi! Bagaimana?!" Tanya Usopp yang masih gemetaran.



"Tunggu sebentar! Jika dia terlihat seperti dinding, lalu dimana matanya berada?!" Tanya Sanji.



"Benar juga! Mungkin saja ia tak menyadari keberadaan kapal kita!" Ungkap Nami.



"Tapi kalau kita tak melakukan sesuatu, kita tetap akan menabraknya!" Ucap Zoro yang kemudian ia melihat sebuah celah. "Hei, kita bisa lewat sebelah kirinya! Lewat samping, kesamping kecepatan penuh!"



"Tapi kemudinya rusak!" Ujar Usopp yang segera menuju ke kemudi kapal.



"Lakukan sesuatu!" Ucap Sanji.



"Akan aku bantu!" Ujar Zoro yang ikut ke tempat kemudi kapal.



"Ah! Aku punya ide!" Ujar Luffy yang segera berlari menuju ke kabin meriam bagian depan.



"Luffy mau apa kamu?" Tanya Nami.



Sementara itu Zoro, Usopp dan Sanji berusaha mengubah haluan kapal dengan kemudi kapal yang patah.



Tanaka hanya menghela nafas dan kemudian ingin menggunakan kekuatan force untuk memperlambat sebelum Luffy menembakkan meriam agar bisa melakukan yang sama.



Akan tetapi Tanaka telat lima menit karena suara meriam sudah berbunyi.



"Siapa yang menembakkan meriam!?" Teriak Empa orang dalam waktu bersamaan.



"Hahaha, sudah berhentikan?" Ujar Luffy dengan bangga.



Tanaka menghela nafas karena dia terlambat lima menit dari Luffy. Padahal dia tidak ingin menyakiti paus tersebut.



Meskipun Luffy menembakkan meriam, tapi itu tidak menghentikan kapal karena arus laut yang masih membawa mereka tetap bergerak tapi kecepatannya telah berkurang.



Kapal Going Merry masih menabrak paus itu dengan hanya memberikan kerusakan pada kepala domba yang menjadi tempat favoritnya Luffy patah.



"Tempat favoritku!" Ujar Luffy yang terkejut saat melihat kepala domba jatuh di atas lantai kapal.



Sementara itu Sanji, Usopp, dan Zoro berusaha menggerakkan kapal untuk kabur menggunakan dayung.



Akan tetapi Luffy yang marah karena tempat favoritnya hancur, keluar dari kabin meriam.



"Apa yang kamu lakukan pada tempat duduk favoritku?!" Ucap Luffy yang marah lalu memukul mata Laboon.



"Bodoh!!" Ucap mereka semua, kecuali Tanaka hanya bisa menghela nafas.



Paus itu tidak merasakan apapun saat dipukul oleh Luffy. Akan tetapi dengan tindakan Luffy membuat Mata paus itu melihat ke arah kapal Going Merry.



"Bagaimana?! Kurang ajar, sini maju!" Tantang Luffy.



"Diam, tutup mulutmu!" Ucap Usopp dan Zoro sambil menendang Luffy.



Paus itu kembali meraung dan membuka mulutnya sehingga membuat


Kapal Going Merry terbawa masuk kedalam mulutnya.


Tanaka melihat Luffy yang terjatuh dari kapal.



"Luffy!!" Panggil mereka semua dengan panik.



Tanaka tidak sempat menggunakan kekuatan forcenya karena keadaan yang begitu kacau dan cepat. Dia hanya mengulurkan tangannya.



"Pegang tanganku!" Pinta Tanaka sambil mengulurkan tangannya.


__ADS_1


Akan tetapi karena kehilangan pijakan akibat goncangan dari kapal yang terbawa arus masuk ke dalam paus itu membuat Tanaka justru tertarik oleh Luffy.



Tidak tinggal diam, manusia karet itu lalu menggunakan gigi paus itu untuk naik ke atasnya bersama dengan Tanaka.



"Aku takkan mati disini!" Ucap Luffy yang berusaha untuk tetap berada diatasnya dengan telungkup, merentangkan kaki dan tangannya agar tidak jatuh.



Tanaka juga melakukan hal yang sama seperti Luffy.



Setelah beberapa saat paus itu menutup mulutnya, Luffy dan Tanaka merasa sangat kelelahan atas peristiwa yang terjadi tersebut.



"Tanaka, kamu baik-baik saja?" Tanya Luffy.



Tanaka menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dan Luffy merasa lega.



"Bagaimana ini?! Mereka semua sudah dimakannya!" Ucap Luffy lalu memukul paus itu. "Hei, kamu, kembalikan, kembalikan teman-temanku! Muntahkan! Kubilang kembalikan! Kurang ajar!"



Paus itu mulai bergerak untuk menyelam. Selagi Luffy marah-marah pada paus itu, Tanaka melihat sekitar, mencari-cari pintu masuk ke dalam tubuh paus itu.



Dia berhasil menemukan pintu baja tersebut.



"Luffy, cepat kesini!" Ucap Tanaka membuat Luffy menoleh menatapnya. "Disini ada pintu masuknya."



Dengan cepat Tanaka membuka pintu baja itu dengan memutar tuas sehingga akhirnya pintu tersebut terbuka.



Mereka berdua langsung masuk dengan Luffy terlebih dahulu masuk yang kemudian diikuti oleh Tanaka yang kembali menutup pintu baja tepat saat paus itu hampir menenggelamkan seluruh tubuhnya.



Hal pertama yang mereka lihat saat masuk adalah sebuah lorong baja yang sangat panjang baik itu kiri maupun yang kanan.



"Tempat apa ini?! Kenapa ada pintu dan lorong di dalam paus?" Tanya Luffy.



"Ini bukan buatan alami dari paus itu sendiri, tapi sepertinya ada seseorang yang membuatnya." Ucap Tanaka.



Mereka berdua memutuskan untuk berjalan menyusuri lorong itu, mereka mengambil arah kanan.



Setelah berjalan beberapa menit, Luffy berhenti tiba-tiba membuat Tanaka yang berjalan di belakangnya juga ikut berhenti.



"Tanaka, apa mereka akan baik-baik saja?" Tanya Luffy yang mengkhawatirkan para krunya sambil menundukkan kepalanya.



Tanaka baru kali ini melihat Luffy yang tidak bersemangat seperti biasanya.



"Tenang saja, mereka pasti akan baik-baik saja! Petualangan kita di Grand Line baru saja dimulai, tidak mungkin mereka mati begitu saja." Ujar Tanaka yang memberikan motivasi semangat pada Luffy.



"Lagipula ada Zoro dan Sanji, mereka berdua itu sangat kuat." Tegas Tanaka.



Luffy mengangkat kepalanya dan menatap Tanaka yang kemudian tersenyum nyengir.



"Kamu benar, mereka pasti baik-baik saja karena petualangan kita baru saja dimulai." Ujar Luffy yang kembali semangat.



Luffy kembali berjalan dengan ceria seperti biasanya dan Tanaka mengikuti dibelakangnya. Dia merasa seperti sedang berjalan dengan anaknya yang berumur lima tahun untuk membeli es krim saat melihat tingkah Luffy.



Tiba-tiba terjadi getaran yang cukup dahsyat yang membuat lorong itu bergetar seperti gempa 9,5 skala richter.




"Ada apa ini?! Aku tidak bisa mempertahankan kakiku untuk berpijak, Pusing...pusing..., mataku berputar-putar!" Ucap Luffy yang terlempar ke berbagai arah sambil menuju ke depan.



Tanaka segera mengejarnya dengan memegang dinding sebagai penahan agar dia tidak jatuh, meskipun dalam goncangan yang sangat dahsyat.



Luffy lalu terjatuh kedalam suatu tempat yang tergolong luas, sedangkan Tanaka turun ke tempat itu dengan tangga baja yang menempel di dinding baja.



"Tempat apa ini?! Laut? Sungai?" Ucap Luffy yang melihat parit baja.



"Ini benar-benar buatan manusia! Tidak mungkin ada paus yang dalam tubuhnya ada seperti ini." ujar Tanaka saat sudah berada di bawah.



Mereka berdua kembali bergerak, namun karena getaran membuat mereka berlari dan tidak bisa berhenti.



"Waaa~ tolong aku! Aku tidak bisa berhenti!" Ucap Luffy yang berteriak sedangkan Tanaka hanya diam mengikuti Luffy di belakangnya.



Pada saat itu terlihat sebuah gerbang besar dan kecil. Tepat di gerbang kecil yang merupakan bagian dari gerbang besar, ada dua orang yang berpakaian aneh.



Namun karena Luffy tidak bisa berhenti berlari karena goncangan dari paus yang menabrakkan diri ke dinding red line membuat Luffy menabrak dia orang yang sedang berdiri di depan pintu baja.



Mereka bertiga saling bertabrakan sampai membuat pintu gerbang kecil terbuka dan akhirnya melayang di udara sebelum jatuh ke lautan asam.



"Hah, Luffy?" Panggil Zoro.



"Yo! Semuanya baik-baik saja, ya? Yang penting, tolong aku!" Ucap Luffy sebelum jatuh ke lautan asam.



Tanaka yang berhasil menahan dirinya agar tidak jatuh ke lautan asam itu harus membuatnya jatuh untuk menolong Luffy dan kedua orang asing yang ditabrak Luffy.



Saat Tanaka berhasil menangkap Luffy yang tenggelam dan membawanya ke permukaan, Zoro ternyata ikut menyembur ke lautan asam dan membantu Tanaka membawa Luffy.



Saat mereka bertiga sudah kembali ke Going Merry, Tanaka melihat dua orang asing telah berada di sana setelah berenang menuju ke kapal untuk menyelamatkan diri dari lautan asam.



Sebelum mengintrogasi dua orang asing itu, Tanaka melakukan CPR pada Luffy yang sudah menelan banyak air.



"Byurrrrr."



Mulut Luffy mengeluarkan air seperti air mancur dan itu membuat Tanaka merasa lega.



Setelah menyelematkan Luffy dari hal tersebut, Tanaka dan lainnya mulai mengintrogasi dua orang asing tersebut.



Tanaka mengetahui mereka berdua, yang perempuan adalah miss Wednesday dan yang laki-laki memakai mahkota pangeran di kepalanya adalah Mr 9.



Mereka berdua merupakan anggota organisasi kriminal pimpinan crocodile, Baroque Works.



Selain itu, Miss Wednesday juga memiliki rahasia lainnya, yakni putri kerajaan Arabasta satu satunya, Vivi Nafertari.



"Sudah tenang." Ucap Nami yang menyadari paus itu sudah tenang. "Pausnya sudah tenang sekarang."



"Sepertinya begitu, baiklah. Kami sudah menyelamatkan kalian, tapi kalian ini siapa?" Tanya Zoro.

__ADS_1



"Mr. 9, mereka itu bajak laut!" Ucap Vivi yang berbisik pada Mr. 9.



"A-Aku tau, Miss Wednesday. Ta-Tapi kita bisa bicara dengan mereka, mungkin mereka bisa mengerti." Ucap Mr. 9 yang juga berbisik.



"Apa mereka tidak sadar kalau kami masih bisa mendengar pembicaraan mereka?' Pikir Tanaka yang sweatdrop.



Luffy yang sudah sadar bangkit dan duduk di belakang Vivi dan Mr 9. Mereka berdua benar-benar dikepung oleh kru bajak laut topi jerami.



"Kalian masih ada disini, pembunuh?" Teriak seorang pria berkepala seperti bunga.



Teriaknya itu membuat mereka semua yang ada di kapal Going Merry menggerakkan kepala keatas untuk menatap pria berkepala bunga itu.



"Jangan membuatku mengulanginya! Selama aku masih hidup, takkan kubiarkan kalian menyentuh Laboon!" Teriaknya dengan marah.



"Dia kembali." Ucap Usopp.



"Siapa paman itu?" Tanya Luffy.



"Crocus, orang yang hidup di dalam paus yang menelan kita ini." Jawab Usopp.



Secara tiba-tiba Vivi dan Mr 9 bangkit berdiri.



"Meski kamu bilang begitu, kami takkan pergi." Ucap Vivi sambil mengangkat senjata yang mirip seperti bazoka.



"Putri ini benar-benar sangat buruk dalam berakting menjadi penjahat!" Pikir Tanaka.



"Menjatuhkan paus ini adalah misi kami." Ucap Mr. 9 yang juga mengangkat senjata seperti Vivi. "Takkan kami biarkan kamu menghalangi kami menjatuhkan paus ini! Kami akan membuat lubang di perutnya! Ayo kita lakukan, baby!"



"Dimengerti!" Ucap Vivi.



Mereka segera menembakkan meriam kecil untuk melukai Laboon tapi Tanaka segera menghentikan bola meriam kecil itu dan menjatuhkannya ke lautan asam.



Crocus yang sudah berlari dan melompat untuk menghadang bola meriam kecil itu hanya terjatuh ke lautan asam tanpa mendapatkan luka sama sekali.



"Apa?" Tanya Vivi yang terkejut dan bingung.



"Apa yang terjadi? Kenapa bola meriam kita jatuh begitu saja di lautan asam?" Tanya Mr 9.



Selain mereka berdua, Crocus juga merasa sangat bingung saat dia kembali ke permukaan lautan asam lambung Laboon.



"Ayo kita tembak sekali lagi, Miss Wednesday." Ujar Mr 9.



"Ya, Ayo, Mr 9." Jawab Vivi.



Tanaka hanya menghela nafas melihat dua komedian tersebut.



Tanpa perlu Tanaka hentikan tindakan mereka berdua, Luffy telah lebih dulu melakukannya dengan memukul kepala Vivi dan Mr 9 dari belakang dengan sangat keras, membuat mereka berdua pingsan.



"Luffy...?" Tanya Usopp yang terkejut dengan tindakan Luffy.b



"Entah kenapa, aku jadi ingin memukul mereka!" Tegas Luffy.



"Kerja bagus kapten!" Puji Tanaka yang langsung mengikat Vivi dan Mr 9 dengan seutas tali.



Dia dibantu oleh Usopp.



Setelah mengikat mereka berdua, kapal Going Merry berlabuh di pulau buatan milik Crocus setelah sebelumnya menaikkan Crocus ke kapal.



"Terima kasih sudah menyelamatkanku, tapi kenapa?" Tanya Crocus.



"Aku tak bermaksud menyelamatkanmu. Hanya saja, entah kenapa aku tak suka dengan mereka." Jawab Luffy dengan polosnya



"Hei, mereka itu siapa? Apa yang kamu lakukan di dalam perut paus ini?" Tanya Nami.



"Mereka adalah berandalan dari kota didekat sini. Mereka mengincar daging paus ini. Jika mereka menangkap Laboon, dagingnya bisa dimakan penduduk selama 2-3 tahun, jadi..." Jelas Crocus.



"Laboon?" Tanya Nami.



"Nama paus ini. Dia adalah paus yang berasal dari West Blue dan dari semua spesies paus yang ada di dunia ini, Laboon adalah paus yang paling besar." Jawab Crocus.



"Takkan kubiarkan mereka menjadikannya makanan." Tegasnya.



"Guncangan tadi dilakukan oleh paus ini kan, apa yang dilakukannya?" Tanya Sanji.



Crocus menghela nafas sejenak dan kemudian menjelaskan, "Dia menabrakkan diri ke dinding Red Line."



"Ada alasan kenapa dia menabrakkan kepalanya ke dinding Red Line dan meraung di Reverse Mountain." Ucap Crocus.



"Alasan?" Ucap Nami.



"Apa dia ingin kembali ke tempat asalnya, west Blue dan ingin bertemu seseorang yang dia kenal di sana?" Tanya Tanaka



Crocus menganggukkan kepalanya. "Ya, Laboon adalah paus yang berhati manusia dan sedang menunggu sebuah kelompok bajak laut yang datang 50 tahun yang lalu." Jawab Crocus.



Crocus pun menceritakan kisah tentang Laboon dan bajak laut yang ditunggu-tunggunya.



Tanaka hanya duduk diam sambil memandang langit yang dilukis oleh Crocus.



"Butuh berapa lama dia melukis dan membuat semua ini?" Pikir Tanaka.



Selagi Tanaka sedang memikirkan tentang itu, Crocus sudah selesai menceritakan kisah Laboon dan bajak laut pemusik.



"Dan sudah 50 tahun sejak saat itu." Ucap Crocus mengakhiri ceritanya.



"Laboon sudah menunggu mereka selama 50 tahun?!" Ucap Usopp yang kaget.



"Jadi karena itu dia terus meraung di dinding dan menabrakkan dirinya?" Tanya Nami.



"Ya." Ucap Crocus.

__ADS_1


__ADS_2