
Langit yang cukup cerah, Luffy dan kembali berlayar di lautan menuju ke pulau tempat Nami, Usopp, Zoro dan Johnny berada.
Sudah dua hari sejak Tanaka dan Luffy meninggalkan restoran Baratie.
"Cuaca yang bagus! Apakah Grand Line jauh dari sana?! Atau disana?! Disini kah?! Atau disini?! Benar-benar menyenangkan!" Ucap Luffy yang tidak bisa diam.
"Berisik sekali. Duduk dan diam lah." Ucap Sanji yang kesal.
Sanji telah bergabung setelah sebelumnya dia menolak ajakan Luffy saat sadar dari tidurnya di restoran Baratie.
Penggabungan Sanji dengan anggota bajak laut topi jerami diawali dengan drama perpisahan yang dilakukan oleh para koki dan Zerf.
Zerf dan para koki berakting untuk membiarkan Sanji pergi dari restoran itu dengan mengatakan makanan buatannya tidak enak, selalu bertengkar dengan pelanggan pria, menggoda wanita dan hal-hal yang mereka anggap buruk.
Meskipun mereka melakukan akting seperti itu hanya karena ingin Sanji pergi, pada akhirnya Sanji mengetahuinya dan akhirnya menerima ajakan Luffy untuk bergabung sebagai kru bajak lautnya.
"Maaf! Maaf! Tapi akhirnya kita memiliki seorang koki, sekarang tinggal membawa Nami kembali. Dan kita akan pergi ke Grand Line!" Ucap Luffy yang sangat senang dan tersenyum bahagia.
"Buat apa kamu senang seperti itu? Meskipun ada Nami, kita juga hanya ada enam orang." Ujar Sanji yang duduk dengan santainya sambil menyenderkan tubuhnya ke tepi bagian dalam kapal.
"Kamu yakin, kita siap masuk Grand Line dengan hanya enam orang? Lihat saja apa yang terjadi pada bajak laut Krieg yang memiliki 50 kapal, tapi hanya tujuh hari di Grand Line langsung hancur lebur." Jelas Sanji.
"Jangan meremehkan Grand Line!" Sahut Yosaku.
Meskipun begitu, Luffy tidak mendengarkan ucapan Sanji tersebut. Dia hanya memikirkan hal menarik apa yang terjadi di Grand Line nantinya.
"Saat di Grand Line nanti, aku akan mengumpulkan kru lebih banyak lagi karena Grand Line adalah surga." Ujar Luffy.
"Surga? Bukankah Grand Line tempatnya kuburan bajak laut?" Tanya Sanji.
"Sebelum kita berangkat, pak tua memberitahu kalau beberapa orang mengatakan kalau Grand Line adalah surga." Jawab Luffy dengan tersenyum.
"Pria tua ngomong seperti? Terserahlah yang penting Nami, membayangkan kecantikannya saja sudah membuatku senang! Aku tak sabar ingin bertemu dengannya lagi!" Ucap Sanji dengan pipi yang merona sambil tersenyum.
Tanaka menatap Sanji yang seperti itu dengan wajah datar. Sanji lalu menyadari aku yang sedang menatapnya.
"Apa?!" Tanya Sanji dengan ekspresi datar juga.
"Playboy bodoh!" Jawab Tanaka.
"Apa! Kamu mau bertarung denganku?" Tanya Sanji marah.
Tanaka menghela nafas, dia lebih memilih tidak menanggapinya dan hanya menatap lautan.
"Hei, jangan abaikan aku!" Teriak Sanji. Marah.
Sementara itu, Luffy yang mengabaikan pertengkaran Tanaka dan Sanji, dia bertanya pada penumpang selain mereka berdua.
"Hei Yosaku, kita hampir tiba di tempat Nami berada, kan?" Tanya Luffy.
Yosaku kembali ke restoran Baratie setelah pengejaran kapal Going Merry tidak berhasil. Dia disuruh oleh Zoro untuk memandu Luffy dan Tanaka ke pulau yang didatangi Nami.
Tentu saja, Yosaku kembali ke restoran Baratie dengan cara berenang. Meskipun jaraknya sudah cukup jauh dari Baratie, dia tetap terus berenang sampai tidak mempedulikan paus pembunuh, Orca telah menelan sebagian tubuhnya.
"Kalian bertiga terlalu naif! Terlalu naif! Apa kalian tak mengerti itu?! Sebentar lagi kita akan tiba di tempat orang yang bernama Arlong! Mata kak Nami saat itu benar-benar terpaku saat melihat poster Arlong! Dia tak seperti biasanya! Kak Nami berencana untuk menangkap Arlong dan mengambil hadiah buronannya yang berharga 20 juta berry! Dia mungkin sekarang sudah memasuki markas Arlong!" Jelas Yosaku.
'Tidak, kamu salah. Nami justru anggota Bajak Laut Arlong karena terpaksa tapi itu akan berakhir, karena kami pasti akan membuat dia bergabung dengan kami dengan mengalahkan Arlong!' Pikir Tanaka.
"Ayo kita makan dulu." Ucap Luffy.
"Aku sudah lapar juga." Ucap Tanaka.
"Ya, tidak ada buat kamu, Tanaka." Ucap Sanji.
"Cih, dasar playboy ngambek an!" Ujar Tanaka yang kemudian menatap lautan.
"Kalian tidak mendengarkan ucapanku!" Ujar Yosaku yang menangis karena diabaikan.
Tanaka, Luffy dan Sanji benar-benar tidak mendengarkan penjelasan Yosaku tentang tempat yang akan mereka datangi.
"Jangan bilang, kalian bertiga belum pernah mendengar tentang Arlong?!" Tanya Yosaku.
"Arlong? Siapa itu?" Tanya balik Sanji.
"Aku tak tau." Ucap Luffy dengan santainya.
Mendengar itu, membuat Yosaku menjatuhkan rahangnya.
"Aku tau." Ucap Tanaka membuat Yosaku tersenyum lebar. "Arlong itu manusia ikan, kan?"
"Manusia ikan?" Tanya Sanji.
"Manusia ikan, ya? Aku belum pernah melihatnya, apa dia bisa dimakan?" Tanya Luffy yang menyamakan manusia ikan dengan ikan pada umumnya.
"Dia tidak bisa dimakan, kapten!" Jawab Tanaka yang sweetdrop.
"Aku dengar, perempuan manusia ikan di Pulau Manusia Ikan yang ada di Grand Line benar-benar cantik!" Ucap Sanji dengan mata lope-lope.
Tanaka yang melihat tingkah Sanji seperti itu hanya menghela nafas.
'Yah, memang benar putri kerajaan manusia ikan memang sangat cantik! Aku akui itu." Pikir Tanaka.
"Apa manusia ikan itu seperti ini?" Ucap Luffy yang entah kapan dia sudah menggambarkan manusia dan menunjukkan gambarnya yang jelek pada mereka semua.
"Itu bukan karya seni!" Ucap Sanji sambil tertawa melihat gambar Luffy.
"Makhluk mengerikan apa itu? Apa itu monster laut?" Tanya Tanaka.
"Kalian bisa serius atau tidak?!" Ucap Yosaku garang. "Baiklah, aku akan menjelaskannya dari awal tentang tempat yang akan kalian datangi, Grand Line.
"Alasan kenapa Grand Line disebut sebagai Kuburan Para Bajak Laut adalah karena adanya tiga kekuatan di sana. Dan salah satunya adalah tujuh panglima perang laut!" Jelas Yosaku.
"Apa itu?" Tanya Luffy.
"Sederhananya, mereka itu adalah bajak laut yang diakui pemerintah dunia dan bekerja untuk pemerintah dunia." Ujar Yosaku.
"Apa-apaan itu? Memangnya ada bajak laut yang diakui Pemerintah?" Tanya Sanji.
"Dengan membayar Pemerintah menggunakan uang yang mereka dapatkan dari bajak laut lain, mereka bisa diakui oleh Pemerintah! Di mata bajak laut lain, mereka tak lebih dari anjing Pemerintah, tapi mereka sangatlah kuat! Bahkan mata elang, Mihawk yang mengalahkan abang Zoro adalah salah satu anggota kelompok itu!" Jelas Yosaku.
"Itu hebat sekali! Orang seperti dia ada tujuh orang?! Panglima perang laut itu hebat!" Ujar Luffy dengan penuh semangat.
Tidak ada rasa takut sama sekali. Baginya itu adalah hal yang sangat menarik.
"Jadi, salah satu dari kelompok itu juga ada manusia ikan, namanya Jinbei yang merupakan pemimpin Bajak Laut matahari yang anggotanya semuanya manusia ikan." Ungkap Yosaku.
"Dia yang menempatkan seorang bajak laut yang berbahaya di East Blue yaitu Arlong!" Tegas Yosaku.
__ADS_1
"Orang itu seperti ini?" Ucap Luffy sambil menunjukkan gambarnya lagi.
"Apa bedanya? Kamu hanya membuat gambar mu tadi berdiri dengan kaki!" Ucap Sanji.
"Arlong sudah menguasai lebih dari 20 kota sejak datang di East Blue! Dia bahkan lebih kuat dari Don Krieg!" Ungkap Yosaku.
"Tapi, kenapa Nami-san ingin menangkapnya sendirian?" Tanya Sanji.
"Sudah kubilang bukan, dia mengincar hadiah kepalanya!" Tegas Yosaku.
"Mungkin saja Nami-san sendiri adalah seorang duyung. Betapa cantiknya dia!" Ucap Sanji dengan wajah bersemu merah.
"Bagaimana dengan ini?" Ucap Luffy sambil menunjukkan gambarnya lagi yang kali ini ditambah dengan rambut
"Ku bunuh juga kamu!" Ucap Sanji garang.
"Kalian berdua sebenarnya mengerti atau tidak apa yang ku ceritakan tadi?!" Tanya Yosaku.
"Ya, ada manusia ikan yang kuat, kan? Aku mengerti!" Tegas Luffy.
"Dia tidak mengerti sama sekali." Pikir Tanaka yang sweetdrop.
"Tidak, kau tidak mengerti! Kau bahkan tak tau betapa kuatnya manusia ikan!" Bantah Yosaku.
"Kuat atau tidaknya bisa kita lihat nanti, tak perlu khawatir." Ucap Luffy dengan santainya.
"Oh ya, ayo kita makan dulu." Ajak Sanji sambil bangkit berdiri.
"Ya, makan!" Ucap Luffy.
"Kamu ingin makan apa?" Tanya Sanji yang bersiap untuk masak di dalam kabin kapal yang digunakan serbaguna.
"Daging yang masih melekat di tulang!" Jawab Luffy.
"Aku ingin tumis kacang!" Jawab Yosaku.
Sanji melihat ke arah Tanaka dan bertanya juga tentang makanan yang diinginkan oleh pria itu.
"Aku juga dapat?" Tanya Tanaka.
"Hei, aku tidak sekejam itu sampai membuat orang, apalagi rekan aku menjadi kelaparan, jadi cepatlah ingin makan apa?" Tanya Sanji.
"Aku nasi goreng seafood." Ucap Tanaka yang tersenyum kecil.
"Baiklah, serahkan saja padaku! Aku akan segera kembali!" Ucap Sanji lalu masuk ke dapur.
"Memang enak sekali memiliki seorang koki!" Ucap Luffy dengan gembira.
"Benar sekali!" Sahut Yosaku.
"Daging, daging ukuran besar!" Ucap Luffy.
"Dan tumis kacang porsi besar untukku!" Ucap Yosaku.
Mereka berdua menari-nari dengan gembira sedangkan Tanaka hanya menatap lautan sambil memikirkan apa yang akan terjadi di pulau tempat Nami, Usopp, Zoro dan Johnny berada.
"Apa ini akan sama seperti ceritanya atau berubah? Bagaimanapun ini adalah dunia nyata bukan dunia dalam manga ataupun anime, meskipun apa yang terjadi sampai sekarang sama dengan kisah yang dibuat oleh Eiichiro Oda." Pikir Tanaka.
"Biarkan aku melihatnya juga!" Ucap Yosaku yang gak mau kalah.
Dengan sangat cepat, Sanji telah selesai memasak makanan empat menu. Mereka semua langsung menyantap makanan masing-masing.
Tanaka memakan dengan sangat cepat, seperti orang yang tidak makan lebih dari seminggu.
Tanaka tahu apa yang akan terjadi beberapa menit ke depan. Bila berdasarkan cerita yang dia ingat akan ada monster laut yang datang karena mencium aroma makanan yang dibuat oleh Sanji.
"Kamu hebat sekali, abang Sanji! Bumbunya benar-benar enak!" Puji Yosaku.
"Aku akan membuatkan makanan yang lebih enak lagi untuk Nami nantinya." Ucap Sanji lalu meminum wine nya.
"Kuharap kita bisa makan bersama kak Nami dan lainnya!" Ucap Yosaku yang terus-menerus menyantap makanannya tanpa henti.
"Kita akan berkumpul lagi dengan navigator kita! Dia akan pergi ke Grand Line dengan kita!" Ucap Luffy yang juga sama seperti Yosaku.
Yosaku lalu mengambil satu daging yang tersisa. Tanaka sudah menghabiskan makananku sejak lima menit hidangan makanan disajikan dan dia bersikap waspada pada sekitar.
"Itu milikku!" Ucap Luffy yang segera menghentikan Yosaku mengambil satu-satunya daging yang tersisa.
"Kamu sudah memakannya, kan? Biarkan aku makan juga!" Ucap Yosaku yang tidak mau kalah.
"Tapi itu milikku!" Tegas Luffy
"Biarkan aku memakannya!" Ucap Yosaku.
"Tidak, cepat kembalikan padaku!" Ucap Luffy.
"Biar aku yang memakannya!" Ucap Yosaku.
Lalu mereka berdua pun kejar-kejaran karena berebut daging.
"Hentikan keributan kalian!" Ucap Sanji garang. "Kamu ingin membuatku terguyur wine ini, ya!"
Sanji langsung terdiam, seperti menyadari sesuatu, sedangkan Tanaka sudah waspada sejak dia selesai dengan makanannya.
"Diam lah sebentar!" Pinta Sanji lalu melihat ke air.
Tanaka juga melakukan hal yang sama.
"Ada sesuatu dibawah sana." Ucap Sanji.
"Dan itu adalah sesuatu yang besar." Ucap Tanaka.
Yosaku dan Luffy juga melihat ke air dan pada saat itu tiba-tiba saja muncul sapi yang sangat besar tapi memiliki ekor dan sirip dari dalam air.
"Apa itu?" Ucap Luffy.
"Monster laut!" Ucap Yosaku.
"Itu sapi! Besar sekali!" Ucap Luffy.
"Sapi? Sapi tak bisa berenang. Itu kuda nil, kan?" Tanya Sanji.
"Kenapa monster seperti itu ada di East Blue?! Itu adalah makhluk Grand Line!" Ujar Yosaku yang panik.
"Makhluk ini lebih besar dari yang kubayangkan." Pikir Tanaka.
__ADS_1
"Sedang apa dia?" Tanya Luffy.
"Dia mengincar makanan kita!" Jawab Yosaku.
"Apa?" Tanya Luffy yang langsung melindungi makanannya.
"Cepat berikan makanan padanya! Kapal kita bisa terbalik olehnya!" Pinta Yosaku yang panik.
Mengabaikan ucapan Yosaku, Luffy malah memberikan pukulan pada monster laut itu.
"Jangan coba-coba menyentuh makananku!" Tegas Luffy.
"Kenapa kamu malah memukulnya?" Tanya Yosaku yang panik.
Monster laut sapi itu pun terlihat marah.
"Kamu membuatnya marah!" Teriak Yosaku yang ketakutan.
"Mau kupukul sekali lagi?!" Tanya Luffy yang bersiap untuk memberikan pukulan kedua tapi kemudian dia ditendang Sanji.
"Dasar bodoh! Jangan menghajar makhluk yang sedang kelaparan! Dia mungkin sedang terluka dan tak bisa mencari makanan sendiri. Benar, bukan?" Ucap Sanji.
"Benar-benar penuh kasih sayang." Puji Yosaku pada Sanji.
"Ini, makanlah!" Ucap Sanji sambil menyodorkan daging yang besar pada monster laut sapi itu. "Tak perlu sungkan."
Monster laut itu lalu membuka mulutnya lebar-lebar, ingin menelan Sanji juga.
"Mati saja kau!" Ucap Sanji sambil menendang monster laut itu.
Yosaku menjatuhkan rahangnya sedangkan Tanaka tertawa melihat hal itu tapi juga merasa kasihan pada monster laut itu.
"Apa yang kamu lakukan?! Bagaimana dengan kasih sayangmu tadi?!" Ucap Yosaku garang.
"Monster kurang ajar itu berniat memakan aku juga." Bela Sanji.
Lalu monster laut itu muncul lagi dan terlihat sangat marah.
"Dia datang! Dia sangat marah! Dia akan menenggelamkan kapal kita!" Ucap Yosaku panik.
"Kurang ajar!" Ucap Luffy bersiap memukul monster laut itu tapi dihentikan oleh Sanji.
"Mundur lah, biar aku yang melakukannya." Pinta Sanji yang memberikan tendangan bagian bawah monster laut sapi itu dan membuatnya terbang ke langit sampai akhir jatuh kembali ke laut.
"Kasihan sekali, tapi dia memang keterlaluan, itu karena terlalu dimanja oleh Hachi." Pikir Tanaka.
"Baiklah, ayo makan lagi!" Ucap Luffy dengan santainya.
"Lumayan juga untuk pemanasan." Ucap Sanji.
"Mereka benar-benar gila..." Ucap Yosaku yang sweetdrop.
"Itulah mereka, mereka berdua lebih monster daripada monster laut." Ujar Tanaka.
Lalu monster laut itu muncul kembali dengan ketakutan, ingin kabur tapi di hentikan oleh Sanji dan menjadikannya sebagai penarik kapal agar cepat sampai di tempat Nami.
"Yahoo, cepat sekali!" Teriak Luffy yang kegirangan.
"Abang Luffy, aku dapat melihatnya, Arlong Park!" Ucap Yosaku.
"Majulah ke Arlong Park! Tunggulah kami, Nami!" Teriak Luffy.
Tidak lama kemudian Arlong Park sudah terlihat dengan jelas.
"Itu dia, Arlong Park! Hei, jangan melambat, sapi!" Perintah Luffy.
"Sudah kuduga, tendangan Sanji membuatnya terluka!" Ucap Yosaku.
Monster laut itu secara tiba-tiba berbelok arah menuju ke tebing kecil.
"Hei, tujuan kita kesana! Menuju bangunan itu!" Teriak Luffy sambil menunjuk Arlong Park.
"Aaaaaa~ kita akan menabrak daratan!" Ujar Yosaku yang sudah pasrah sambil menangis.
Monster laut itu menabrak tebing dengan sangat keras sampai membuatnya pingsan.
Selain itu dampak dari benturan monster laut dengan tebing tersebut membuat kapal mereka berempat terbang tinggi.
"Kita seperti sedang terbang ke angkasa!" Ucap Luffy yang kegirangan.
"Bukan seperti lagi!" Teriak Yosaku.
"Kita ini terbang, bodoh!" Teriak Sanji.
Tanaka memegang tepi kapal dengan sangat erat. Dia merasa seperti sedang naik rollercoaster.
"Kita jatuh!" Ucap Yosaku.
Kapal itu mendarat di daratan, tapi masih terus meluncur.
"Pendaratan berhasil!" Ucap Luffy lalu melihat seseorang yang berada di depan kapal kami. "Ohh~, Zoro!"
"Luffy!" Ujar Zoro yang terkejut.
Kapal itu pun menabrak Zoro lalu menabrak tebing hingga kapalnya hancur berkeping-keping.
"Kita berhasil!" Ucap Luffy sambil membersihkan topi jeraminya.
"Apa yang sebenarnya sedang kalian lakukan?!" Tanya Zoro garang.
"Apa maksudmu? Tentu saja membawa Nami kembali. Apa kamu masih belum menemukannya? Oh ya, bagaimana dengan Usopp dan Johnny?" Tanya Luffy.
"Usopp? Benar sekali, tak ada waktu untuk mengoceh disini!" Ucap Zoro yang panik.
"Ada apa?!" Ucap Luffy yang bingung.
"Si bodoh itu telah ditangkap Arlong! Kita harus cepat sebelum dia terbu-!" Ucapan Zoro terpotong oleh seseorang.
"Dia telah dibunuh!" Teriak Johnny yang tiba-tiba muncul di depan mereka.
"Apa?!" Tanya Zoro terkejut.
"Kita sudah terlambat. Abang Usopp telah mati! Dia telah dibunuh kak Nami!" Ucap Johnny yang membuat mereka semua terkejut.
Tanaka hanya terdiam mendengar itu karena bila berdasarkan cerita, Usopp tidak mati.
"Tapi ini dunia nyata, jadi bisa saja semuanya tidak sesuai dengan ceritanya." Pikir Tanaka.
__ADS_1