Penjelajah Alam Semesta

Penjelajah Alam Semesta
31


__ADS_3

Kapal Going Merry berlayar dengan kondisi cuaca badai sehingga membuat kapal terombang ambing ke kanan dan kiri.



Tanaka sudah mulai terbiasa dengan goncangan kapal tersebut sehingga rasa mualnya mulai berkurang.


Luffy yang berada di tempat favoritnya yakni kepala domba yang berada di haluan kapal. Dia bergelantungan dengan posisi terbalik, kakinya melingkar di kepala domba tersebut sehingga membuatnya tidak terjatuh.


"Nami, aku tidak melihat cahaya itu lagi!" Ujar Luffy yang panik. "Padahal itu, cahaya petunjuk kita! Bagaimana ini?"



Meskipun cahaya dari mercusuar sudah hilang, Nami masih bersikap biasa saja, tidak panik seperti Luffy.



"Tentu saja, lampu mercusuar tidak terus menyala, lampu itu hanya menyala dalam waktu tertentu saja." Jelas Nami. "Tapi tenang saja, meskipun cahaya sudah tidak ada, aku masih hapal jalurnya karena itu tugas navigator, kita masih berada di jalur yang benar."



Luffy yang tadinya bergelantungan di bawah kepala domba dalam kondisi terbalik, mengubah posisi menjadi bergelantungan di depan kepala domba.



"Dia memang tidak ada rasa takut sama sekali akan jatuh ke laut, padahal dia tidak bisa berenang karena buah iblis nya itu." Pikir Tanaka.



"Kapten master itu seorang pemberani yang tidak merasa takut terhadap apapun." Ujar Honjo.



"Dia hanya orang bodoh yang tidak takut dengan apapun itu karena orang bodoh tidak bisa berpikir dengan baik." Sahut Sengo.



Tanaka menganggukkan kepalanya, dia setuju dengan ucapan Sengo. Luffy memang bodoh dan polos jadi dia tidak pernah memikirkan apapun, hanya bertidak seenaknya saja selama itu cukup menarik baginya.



"Wah, kamu hebat juga ya, Nami." Puji Luffy.



"Kamu juga lebih baik menyingkir dari tempat itu, kamu menghalangi pandanganku." Pinta Nami.



"Tidak! Aku tidak akan menyerahkan tempat ini padamu, ini tempat aku!" Ujar Luffy yang salah paham dengan ucapan Nami.



"Siapa juga yang mau duduk disitu!" Ujar Nami marah.



Setelah beberapa saat Luffy memposisikan diri duduk di atas kepala domba. Nami melihat ke depan dan kemudian melihat ke lembaran peta.



"Jika tempat itu benar seperti informasi, maka kita akan kesulitan." Ujar Nami dengan sedikit khawatir.



Dia segera meminta semuanya berkumpul di dalam kabin serbaguna.



"Semuanya, berdasarkan informasi yang aku dapatkan, pintu gerbang masuk Grand Line adalah sebuah gunung, sesuai dengan namanya reverse mountain." Jelas Nami sambil meletakkan selembar peta di atas meja makan.



Semuanya terkejut mendengar itu, kecuali Tanaka yang hanya duduk diam. Rasa mualnya sudah hilang karena sudah mulai terbiasa secara penuh dengan kondisi badai yang berada di luar.



"Gunung?" Tanya Usopp.



"Ya, awalnya aku mengira itu tidak mungkin tapi coba lihat ini, cahaya mercusuar itu mengarah ke sebuah gunung di red line." Jelas Nami sambil menunjuk ke sebuah tempat di peta.



Luffy dengan polosnya bertanya, "Jadi kita akan menabrak gunung?"



Nami menggelengkan kepalanya, "bukan seperti itu, tapi kita akan menggunakan kanal untuk masuk ke Grand Line."



Kali ini Usopp yang bingung karena dia belum pernah mendengar ada kanal yang bisa membuat kapal mendaki gunung.



"Walaupun aneh, tapi seperti inilah yang di tunjukkan oleh peta." Tegas Nami.



Sanji mendukung pernyataan Nami meskipun dia juga merasa tidak percaya seperti Usopp.



"Asyik! Kapal mendaki gunung, sangat luar biasa!" Ujar Luffy dengan mata berbinar-binar.



Sementara itu Zoro yang tadinya diam saja, mulai meragukan keakuratan peta tersebut karena bagaimanapun itu peta yang dicuri dari Buggy.



"Kenapa harus repot-repot masuk ke Grand Line dengan melewati tempat itu, kita bisa masuk ke Grand Line dengan pergi ke arah selatan." Ujar Zoro dengan santainya.



"Tidak bisa Zoro, kita harus masuk ke Grand Line dengan melewati tempat itu! Kalau tidak bisa gawat nantinya" Ujar Tanaka.



"Ya, itu cara yang salah!" Ujar Luffy dengan tegas.



Nami menganggukkan kepalanya dan saat mendengar alasan dari Luffy yang konyol, dia langsung meninju wajah Luffy.



"Hei, badainya sudah menghilang." Ujar Usopp secara tiba-tiba yang melihat melalui jendela bulat di pintu kabin serbaguna.



"Ya, cuacanya sangat cerah sekali." Ujar Sanji yang juga melihat ke arah luar melalui jendela bulat itu.



Tanaka segera panik mendengar itu, dia segera pergi menuju kabin gudang untuk mengambil dayung.



"Kenapa dia?" Tanya Zoro.



Sementara itu Nami yang merasa bingung langsung keluar dan melihat cuacanya memang cerah, bahkan tidak ada angin yang berhembus.



"Celaka, kita berada di calm belt!" Ujar Nami yang panik.



"Calm Belt?" Tanya Sanji.



"Apa itu?" Tanya Luffy.



"Hei lihat, disana ada badai tapi disini tenang sekali bahkan tidak ada angin yang berhembus." Ujar Usopp sambil menunjuk ke arah tempat terjadinya badai.



Nami segera meminta semuanya untuk mendayung ke arah badai lagi, tapi Zoro, Usopp dan Luffy protes karena tidak ingin berada di tempat badai lagi.



Mendengar itu Nami sangat marah dan meminta mereka untuk melakukan itu.



"Cepat lakukan saja, akan aku jelaskan nanti." Ujar Nami.



"Mungkinkah, kita sudah berada di Grand Line?" Tanya Zoro.



"Bodoh, kalau segampang itu masuknya, akan banyak orang yang masuk ke Grand Line." Ujar Nami yang marah.



Tanaka yang sudah keluar dengan beberapa dayung segera melemparkan ke para pria. Mereka berempat merasa bingung dengan tindakan Tanaka.



"Bagus Tanaka, cepat kalian dayung kapal ini kembali ke tempat badai itu." Perintah Nami.



Tapi lagi-lagi Zoro, Luffy dan Usopp memprotes dan tidak mau kembali ke tempat badai berada.



"Cepat lakukan saja, dengarkan perintah navigator!" Ujar Tanaka yang kesal karena kapal Going Merry benar-benar harus pergi dari tempat tersebut secepatnya.

__ADS_1



"Nami, tolong jelaskan pada kami, kenapa harus kembali ke tempat badai itu daripada di tempat yang tenang dan nyaman ini?" Tanya Sanji.



Nami menghela nafas panjang dan kemudian menjelaskan tentang lokasi Grand Line yang diapit oleh dua area bernama calm Belt secara horizontal dan secara vertikal dipisahkan oleh red line yang memisahkan west Blue dan North Blue dengan East Blue dan South Blue.



"Di Calm Belt ini merupakan sarang ... "



Belum juga Nami selesai menjelaskan terjadi goncangan yang seperti gempa di kapal itu.



"Apa ini?" Tanya Zoro.



"Gempa?" Tanya Luffy.



"Bodoh! Kita berada di laut, tidak mungkin merasakan gempa!" Ujar Sanji.



Tanaka hanya menghela nafas karena apa yang dikhawatirkan nya benar-benar terjadi.



"Seharusnya, aku bilang pada mereka tentang ini!" Pikir Tanaka.



"Master sudah tahu tentang ini? Bagaimana bisa?" Tanya Honjo.



Tanaka kemudian menunjukkan secara visual melalui pikirannya dengan membayangkan tentang dirinya sebenarnya dan dunia one piece ini pada Honjo daripada harus menjelaskan dengan kata-kata.



Sengo juga bisa melihat hal itu dan dia sangat terkejut dan tidak percaya.



"Apa itu benar?" Tanya Sengo.



"Ya, itu benar, tapi dalam cerita itu, kalian berdua tidak ada, bisa dikatakan ini adalah dunia nyata yang mirip dengan cerita one piece di dunia aku." Pikir Tanaka.



Selagi percakapan itu, kapal Going Merry sudah berada di atas sebuah monster laut ya mirip seperti belut dengan sekitarnya dipenuhi para monster laut lainnya.



"Aaaaaa~ sudah terlambat ... " Ujar Nami yang pasrah, menangis sambil memeluk tiang kapal. "Calm Belt merupakan habitatnya para monster laut raksasa berada."



Sanji, Luffy, Zoro dan Usopp terkejut melihat Going Merry berada di atas kepala monster laut raksasa dan dikelilingi oleh monster laut raksasa lainnya.



Bahkan saking terkejutnya, Usopp pingsan sambil mengeluarkan busa di mulutnya.



"Inilah mengapa kalian harus mendengarkan perintah navigator!" Ujar Tanaka.



"Apa yang harus kita lakukan dalam situasi seperti ini?" Ucap Sanji yang panik.



"Yang penting, kalian jangan bergerak. Mungkin mereka akan kembali ke lautan lagi. Saat mereka kembali, kita akan mendayung sekuat tenaga." Jawab Zoro.



"Yang benar aja?!" Ucap Usopp yang sudah sadar tapi kemudian mulutnya ditutup oleh Nami.



"Bodoh!" Ucap Nami dengan suara rendah. "Jangan bersuara keras dan membuat monster laut raksasa ini marah!"



"Maaf." Ucap Usopp.



Lalu secara tiba-tiba monster laut raksasa itu bersin, membuat Going Merry terlempar ke langit dan melayang di udara.




Seekor katak raksasa melihat kapal Going Merry yang melayang di langit.



"Katak raksasa itu melihat kita!" Teriak Sanji.



"Pegangan yang kuat!" Perintah Luffy.



"Ah, Usopp jatuh!" Teriak Nami.



"Arrggh, tolong aku!" Teriak Usopp.



Tanaka segera menggunakan kekuatan forcenya, menarik Usopp kembali ke kapal. "Kamu benar-benar sangat merepotkan!"


Secara ajaib, kapal Going Merry kembali ke tempat badai berlangsung.


Para kru bajak laut topi jerami merasa sangat lelah dengan kejadian tersebut. Sehingga mereka hanya duduk atau berbaring di lantai kapal.



"Sudah aman, kita sudah kembali ke tempat badai berada." Ujar Luffy.



"Jadi kamu sudah tahu kenapa kita harus masuk ke Grand Line melalui reverse mountain?" Tanya Nami.



"Ya, aku tahu, aku tidak akan mendatangi tempat itu lagi, tidak akan pernah!" Jawab Zoro.



"Terima kasih, Tanaka! Kamu sudah menyelamatkan aku dari makanan kodok raksasa tadi." Ujar Usopp yang mengacungkan jempol meskipun dia dalam posisi berbaring lemas.



Tanaka hanya menganggukkan kepalanya dan dia adalah orang yang bangkit berdiri dan kemudian tertawa. "Hahaha tadi itu petualangan yang cukup seru tapi juga menakutkan."



"Aku penasaran bagaimana dengan Grand Line, pasti lebih seru dari yang tadi." Ujar Tanaka dengan tertawa.



Dia ingin meningkatkan semangat dari lima rekannya dan tentu saja hal itu berhasil, terutama Luffy yang menjadi langsung bersemangat.



"Ya, di Grand Line pasti penuh dengan hal-hal yang menarik dan menakjubkan, aku sudah tidak sabar untuk sampai di sana." Ucap Luffy.



Zoro, Nami, Usopp dan Sanji tersenyum mendengar itu.



"Ah, aku akhirnya mengerti!" Ujar Nami tiba-tiba.



"Apa? Apa yang kamu mengerti Nami?" Tanya Usopp.



Nami kemudian menjelaskan tentang reverse mountain dengan sangat detail. Tentu saja penjelasan itu sesuai dengan yang dia tahu.



" ... Karena reverse mountain adalah sebuah gunung yang sangat besar, air laut yang tidak masuk ke dalam kanal akan kembali lagi ke laut" jelas Nami.



"Kita harus benar-benar memasuki jalur air laut yang masuk ke kanal, kalau tidak kapal ini akan menabrak gunung." Ungkap Nami.



Sementara itu, Luffy mengambil kesimpulan yang sangat mudah dimengerti oleh orang seperti dirinya.



"Jadi gunung itu adalah gunung ajaib, ya?" Ujar Luffy yang bergaya seperti orang pintar.



"Tidak ada gunanya aku menjelaskan tentang ini ... " Ujar Nami yang menghela nafas panjang.

__ADS_1



"Nami kamu sangat jenius!" Puji Nami dengan mata lope-lope.



Tanaka hanya tertawa pelan melihat tingkah laku mereka.



"Apa benar gunung itu bisa membuat kapal mendaki?" Tanya Zoro.



"Aku pernah mendengarnya." Jawab Sanji.



"Apa? Gunung ajaib itu?" Tanya Zoro.



"Bukan, ini tentang Grand Line." Jawab Sanji. "Kudengar memasuki Grand Line itu merupakan tantangan yang cukup besar, setengah dari jumlah orang yang berusaha memasukinya mati sebelum mencapai Grand Line, jadi itu memang tidak akan mudah untuk memasuki Grand Line."



Beberapa saat kemudian arus laut semakin kencang dan itu seperti kapal mereka tersedot menuju ke sesuatu tempat.



"Bersiap, kita sudah mendekati mountain reverse!" Ujar Tanaka.



Keadaan menjadi lebih sibuk saat Tanaka mengatakan hal tersebut. Nami sebagai navigator memberikan perintah untuk membuat Going Merry berada di tempat yang tepat menuju kanal.



"Hei, aku melihat gunung misteriusnya!" Ucap Luffy yang melihat sebuah gunung di depan kapal.



"Apa itu red line? Tanya Tanaka yang kagum dengan betapa besar dan tingginya tebing red line tersebut sampai tidak terlihat puncaknya.



"B-Benar-benar super besar!" Ucap Usopp.



"Pintu masuk menuju Grand Line." Ucap Nami.



"Jadi itu Red Line, ya?" Ucap Luffy.



"Ba-Bagian atasnya tertutupi oleh awan!" Ucap Usopp.



Kapal Going Merry mulai terbawa arus yang lebih kuat dari sebelumnya.



"Pegang kemudinya! Gulungkan layar! Biarkan kapal maju dengan arus laut dari Red Line." Perintah Tanaka yang langsung dituruti oleh Usopp, Sanji, Zoro dan Luffy.



Sanji dan Usopp mengendalikan kapal sedangkan Zoro dan Luffy menggulung layar kapal.



"Nami, dimana pintu masuknya?!" Tanya Tanaka.



"Nami, bagaimana?!" Tanya Usopp yang berusaha menstabilkan kemudi kapal bersama Sanji dan itu sangat berat rasanya.



"Terus saja maju ke depan!" Jawab Nami.



"Apa kamu serius?!" Tanya Usopp.



"Lakukan saja, perintah Nami!" Ucap Tanaka



"Nami, apa itu kanal masuknya?" Ucap Luffy yang duduk di atas kepala domba, tanpa merasa takut jatuh ke laut sama sekali.



"Kemungkinan begitu!" Ucap Nami.



"Tak bisa dipercaya!" Ucap Zoro yang melihat dengan teropong. "Airnya benar-benar mengalir keatas gunung!"



"Kita akan pergi melalui pintu gerbang air itu! Kalau tidak kapal kita bisa hancur!" Ucap Nami.



"Kita akan keluar jalur! Ke kanan, lebih ke kanan lagi!" Ucap Luffy.



"Ke kanan? Ayo ke kanan!" Ucap Usopp sambil mengendalikan kemudi dengan Sanji.



Tapi karena tekanan arus yang sangat kuat membuat kemudi terasa berat dan berakhir dengan patahnya kemudinya.



Nami, Luffy, Zoro dan Tanaka melotot melihat hal itu.



"Gawat! Kalau seperti ini kita akan menabrak gerbang air itu!" Ujar Tanaka.


Dia ingin segera menggunakan kekuatan forcenya untuk mendorong kapal kembali ke jalurnya agar bisa masuk ke dalam gerbang air.


Akan tetapi Luffy telah bertindak duluan, saat kapal akan menabrak gerbang air, Luffy melemparkan topi jerami ke Zoro dan melompat ke antara kapal dan gerbang air.



Gomu gomu balon!" Teriak Luffy yang membuat kapal memantul kembali ke jalur yang benar.



"Luffy!" Teriak Nami saat melihat Luffy akan jatuh ke laut.



Tanaka langsung menarik Luffy untuk kembali ke kapal sehingga dia menabrak Zoro dan mereka terbentur tiang kapal meskipun hanya Zoro saja yang terbentur tiang tersebut sedangkan Luffy terbentur tubuh Zoro.



"Fuhhh~ kerja bagus Tanaka." Puji Nami.



"Tidak tidak, aku hanya melakukan apa yang aku bisa, kita harus berterima kasih pada kapten karena sudah menyelamatkan kita, meskipun dia mempertaruhkan nyawanya." Ucap Tanaka.



Sedangkan Sanji dan Usopp bersorak senang karena kapal berhasil selamat.



Kapal terus berlayar mendaki gunung.



"Dengan begini, kita hanya perlu naik ke puncak!" Ucap Nami.



"Hei, aku juga mau lihat!" Ucap Luffy setelah bangkit berdiri dan langsung menuju ke tempat favoritnya l, yakni kepala domba yang berada di haluan kapal Going Merry.



Luffy melihat pemandangan yang ada di depan dengan sangat takjub. "He-hebat! Kita benar-benar mendaki gunung dengan kapal."



Beberapa saat kemudian, Going Merry telah mendekati puncak mountain reverse.



"Kita memasuki awan!" Ucap Luffy saat kapal mulai memasuki awan. "Hebat! Kita berada diatas awan!"



Mereka semua begitu terpukau melihat pemandangan yang ada di depan kami.



"Melihat secara langsung memang tidak bisa dibandingkan dengan melihatnya di layar ponsel atau TV atau manga." Gumam Tanaka.



"Lihatlah, puncak, puncaknya kelihatan!" Ucap Nami.



Setelah itu, kapal mulai menuruni gunung.


__ADS_1


"Terlihat! Itu adalah lautan terhebat di dunia, Grand Line! Di suatu tempat di depan sana, ada One Piece! Maju!" Ucap Luffy dengan gembiranya.


__ADS_2