
Arlong bangkit berdiri dan menatap Tanaka kemudian Luffy.
"Kamu bilang kekurangan aku itu, terlalu sombong dan meremehkan spesies lain? Hahaha, kalian, para manusia memang pantas untuk diremehkan karena kalian itu lemah." Ujar Arlong yang masih bersikap sombong dan angkuh.
"Siapa yang lemah? Aku kuat dan aku tidak mungkin dikalahkan oleh seekor manusia ikan karena aku adalah orang yang akan menjadi Raja Bajak Laut!" Ucap Luffy.
"Raja Bajak Laut? Jangan membuatku tertawa! Tidak mungkin manusia lemah sepertimu bisa menjadi raja bajak laut." Ucap Arlong.
"Itu past! Aku akan menjadi raja bajak laut." Jawab Luffy dengan polosnya.
"Jangan mengelak! Manusia adalah spesies bodoh dan lemah. Apa yang bisa kamu lakukan saat kamu sendiri tak bisa keluar dari air?" Ucap Arlong lalu menyerang Luffy lagi yang Luffy hindari dengan mudah.
"Karena itulah aku membutuhkan bantuan!" Ucap Luffy sambil mengambil dua pedang yang tidak terpakai di lantai.
"Apa dia tidak tahu cara menggunakan pedang?" Tanya Sanji.
Luffy mengayunkan pedang di tangannya secara sembarangan.
"Apa yang dia lakukan? Kalau tidak tahu cara menggunakan pedang lalu kenapa mengambil pedang?" Tanya Nami.
"Entahlah, tidak ada yang tahu apa yang dipikirkan oleh kapten, semuanya dilakukan seenaknya dia aja." Ujar Tanaka yang menghela nafas.
"Kamu hanya mengayunkan pedang sembarangan." Ucap Arlong yang dapat menangkis semua serangan pedang Luffy.
Lalu satu pedang yang digunakan oleh Luffy pun terlempar.
"Jika kamu hanya bermain-main, aku tak ada waktu untuk itu." Ucap Arlong.
Luffy mengayunkan pedang yang satunya lagi yang ditahan oleh Arlong dengan giginya. Ujung pedang itu pun patah dan pedang itu dihancurkan oleh Arlong menjadi berkeping-keping.
"Sudah cukup bermain-mainnya." Ucap Arlong.
"Tutup mulutmu!" Ucap Luffy sambil memukul Arlong yang membuat gigi-gigi Arlong patah.
"Pada akhirnya, pakai pukulan juga seperti biasanya." Ujar Tanaka.
"Dia menghancurkan gigi Arlong!!"
Para penduduk bersorak gembira melihat itu.
"Aku memang tak tau cara menggunakan pedang, kurang ajar!" Ucap Luffy.
"Untuk apa dia mengatakannya?" Tanya Usopp.
"Aku tak tau bagaimana cara berlayar di lautan, aku tak bisa memasak, aku tak tau bagaimana cara mengobati orang, aku tidak tahu cara membuat orang melayang, dan aku juga tak bisa berbohong." Ucap Luffy.
"Oi!" Ucap Usopp yang tersinggung.
"Aku yakin aku tak akan bisa tanpa bantuan orang lain!" Teriak Luffy.
"Hahaha, kamu mengakui betapa menyedihkannya dirimu. Kamu benar-benar orang yang jujur. Krumu pasti terganggu oleh keberadaan kapten tak berguna sepertimu." Ejek Arlong.
"Hei, jaga kata-katamu itu! Kapten kami sangat berguna, meskipun dia bodoh, tapi setidaknya kami merasakan kalau keberadaan Luffy sangat berguna bagi kami!" Ujar Tanaka yang membantah perkataan Arlong.
"Aku tak mengerti kenapa krumu begitu ingin menyelamatkan kapten sepertimu. Seseorang yang tak memiliki kebanggaan dan kepantasan sepertimu menjadi seorang kapten? Apa yang bisa kau lakukan?" Tanya Arlong.
"Aku bisa mengalahkan mu!" Ucap Luffy.
"Itu buktinya bahwa kapten kami ada gunanya, yakni menghajar wajah jelek mu itu." Ejek Tanaka.
Nami tertawa kecil mendengar pernyataan Luffy itu.
"Tentu saja, kurang ajar!" Ucap Sanji.
"Aku akan menjaga baris belakang!" Ucap Usopp.
"Aku akan menghajarnya, jika kalah..." Ujar Zoro yang sudah bangun.
"Kamu sudah bangun? Bagaimana keadaanmu?" Tanya Tanaka dengan santai.
"Aku bersumpah akan membunuhmu jika kamu melakukan hal seperti tadi!" Ancam Zoro yang masih marah.
Tanaka hanya tertawa mendengar ancaman tersebut. Dia kembali melihat pertarungan Luffy dan Arlong.
"Habisi dia, Luffy Aniki!" Ucap Johnny dan Yosaku.
"Berjuanglah!!"
"Mengoceh lah sepuasnya, makhluk rendahan!" Ucap Arlong lalu giginya tiba-tiba saja tumbuh kembali.
"Ah, giginya tumbuh lagi!" Ucap Luffy dengan polosnya.
"Aku adalah hiu, gigi baruku akan tumbuh setelah rusak dan gigi baru ini akan lebih kuat dari sebelumnya." Ucap Arlong lalu melepaskan semua giginya.
"Bisa aku tumbuhkan sebanyak yang ku mau, berapa kali pun itu." Ujar Arlong sambil memegang dua gigi hiunya.
Johnny dan Yosaku menjatuhkan rahangnya mendengar hal itu sedangkan Tanaka sendiri hanya memasang wajah datar.
"Lalu kenapa? Itu padahal tidak penting." Pikir Tanaka yang tidak peduli tentang gigi Arlong.
"Inilah perbedaan yang surga berikan pada kita." Ucap Arlong."
Hebat!" Ucap Luffy yang malah memujinya.
"Apa kamu sekarang sudah mengerti betapa hebatnya manusia ikan?" Tanya Arlong yang kemudian menyerang Luffy dengan dua gigi di tangannya masing-masing.
Luffy dengan cepat menghindari serangan serangan gigi-gigi hiu itu.
"Hentikan!" Ucap Luffy yang akhirnya terlihat seperti terkena serangan gigi-gigi Arlong.
"Abang Luffy!" Ucap Johnny dan Yosaku.
Luffy tidak terkena serangan gigi-gigi hiu itu tapi dia ternyata menjadikan tubuh salah satu anggota Bajak Laut Arlong sebagai tameng agar tidak terkena serangan Arlong.
"Manusia Karet kurang ajar! Beraninya kamu menggunakan saudaraku sebagai tamengmu!" Ucap Arlong.
"Bicara apa kamu ini? Kamu sendiri yang menyerangnya." Ngeles Luffy.
"Jangan bergerak, Manusia Karet kurang ajar!" Ucap Arlong yang marah.
"Oh ya! Aku memiliki ide bagus." Ucap Luffy.
"Ide bagus?" Ucap Johnny.
"Apa yang akan dia lakukan?" Ucap Yosaku.
"Pasti dia akan melakukan sesuatu yang aneh lagi." Ujar Tanaka yang menghela nafas.
Arlong terus menyerang Luffy yang Luffy hindari terus menerus.
Pada saat ada kesempatan, Luffy menendang wajah Arlong yang membuat gigi-gigi Arlong terlepas.
"Itu dia!" Ucap Luffy dengan semangat.
"Tak ada artinya kamu menghancurkan gigiku berkali-kali." Ucap Arlong lalu menumbuhkan giginya lagi. "Kamu masih belum mengerti juga?!"
"Abang Luffy, jadi kamu sebenarnya tak memiliki rencana, ya?" Tanya Yosaku.
Pada saat itu terjadi keanehan pada mulut Luffy.
"Lihatlah, aku juga punya taring!" Ucap Luffy yang menggunakan gigi Arlong yang sebelumnya terlepas.
Johnny dan Yosaku pun menjatuhkan rahang mereka.
Tanaka hanya menggelengkan kepalanya karena sudah menduga Luffy akan melakukan hal seperti itu saat dia senang melihat gigi Arlong terlepas.
"Sampai kapan kamu akan bermain-main?" Ucap Arlong sambil menyerang Luffy lagi.
Manusia karet itu pun terkena serangan Arlong.
"Aku digigit oleh hiu!" Teriak Luffy.
"Itu karena kau bermain-main!" Teriak Johnny dan Yosaku yang marah.
Tanaka tertawa melihat komedi yang dilakukan tiga orang itu.
"Aku tak bermain-main!" Ucap Luffy dengan tegas..
Arlong menyerang Luffy lagi dan manusia karet itu terus menerus mengelak hingga akhirnya Arlong berhasil menggigit tubuh Luffy.
"Dia tergigit!!" Ucap Johnny dan Yosaku.
Luffy tidak tinggal diam, dia lalu balas menggigit Arlong sehingga Arlong melepaskan gigitannya.
"Apa kau suka dengan gigitan gigimu sendiri?!" Tanya Luffy.
"Meski kamu menggunakan gigiku, rahangmu itu tetaplah lemah. Dengar, gigi hiu menjadi kuat karena rahang merekalah yang kuat!" Jelas Arlong lalu berusaha menggigit Luffy lagi yang Luffy tahan dengan lengannya sehingga lengannya yang tergigit.
"Lengan abang Luffy tergigit!" Ucap Yosaku.
"Luffy!" Ucap Nami.
Luffy terus berteriak kesakitan hingga kemudian dia membanting tubuh Arlong dan Arlong melepaskan gigitannya.
"Gigimu tidak ada apa-apanya!" Ujar Luffy yang tersungkur ke lantai tepat di bagian atas Arlong.
"Apa tangannya baik-baik saja?" Tanya Usopp yang memasukkan kepala ke dalam lubang dinding pagar.
"Kalau saja dia sedikit terlambat membantingnya, sudah dipastikan tangannya akan putus." Ujar Gen.
"Orang bodoh sepertinya tidak akan pernah memikirkan hal seperti itu." Sahut Sanji.
Tanaka sedikit khawatir akan keadaan Luffy.
"Kapten! Apa kamu baik-baik saja? Apa perlu gantian untuk melawan manusia ikan itu?" Teriak Tanaka.
"Tidak, aku yang akan mengalahkannya!" Jawab Luffy yang bangkit tapi dia tidak melihat keberadaan Arlong.
"Kemana perginya dia?" Tanya Luffy yang mencari-cari keberadaan Arlong.
"Luffy, dia masuk ke dalam air!" Ucap Nami.
"Masuk dalam air?" Ucap Luffy lalu ia melihat sirip hiu. "Ada ikan hiu?"
"Padahal itu Arlong." Pikir Tanaka sambil menghela nafas karena kepolosan Luffy.
"Itu Arlong, bodoh!" Ucap Usopp.
"Dia menyelam, ya?" Ucap Luffy saat melihat sirip Arlong tidak terlihat lagi. "Apa dia melarikan diri?"
Arlong lalu menyerang Luffy, saat dia mendekati pinggiran kolam laut.
"Tidak ada yang bisa menandingi kecepatan aku dalam air ... Shark on darts!!!"
"Apa itu?!" Ucap Usopp.
"Sesuatu melompat dari kolam laut!"
"Sakit!" Ucap Luffy.
Arlong meluncur seperti peluru torpedo ke permukaan dan menghantam Luffy dan berakhir di bangunan lantai dua Arlong Park yang mana di dindingnya dibuat berlubang olehnya.
Akan tetapi Luffy berhasil menghindari serangan itu meskipun dia masih terkena hidung Arlong yang seperti gergaji.
"Oh, aku terkesan kau bisa menghindarinya. Tapi semakin kamu menghindarinya, penderitaanmu akan semakin berlanjut." Ucap Arlong sambil menatap Luffy yang terbaring kesakitan pada bagian bawah ketiak.
Arlong kembali menyerang Luffy lagi dengan cara sama dan dengan cepat Luffy hindari.
Serangan Arlong itu membuat hidungnya tertancap di lantai. Dia benar-benar meluncur seperti peluru torpedo.
__ADS_1
"Apa! Hidungnya sangat kuat sekali." Teriak Sanji yang terkejut. "Hidungnya bisa menghancurkan lantai batu itu!"
Arlong terus menyerang Luffy yang tidak bisa dihindarinya sehingga dia terlempar terus menerus seperti bola.
"Hei Luffy, bersembunyi lah! Arlong masuk kedalam air lagi!" Pinta Usopp.
"Abang, cepat bersembunyi lah!" Pinta Yosaku juga.
"Dia mengincar mu lagi!" Peringat Johnny.
"Cepat pergi dari sana!" Pinta Usopp lagi.
"Tidak." Ucap Luffy.
"Jangan bodoh! Kamu akan menjadi sasaran empuknya? Cepat menjauh dari kolam!" Pinta Sanji.
"Aku tak mau! Aku bisa menangkapnya dan menghancurkan hidungnya! Majulah, hiu!" Ucap Luffy yang pantang mundur.
"Apa kamu mendengar apa yang kami katakan?! Bersembunyi lah, Luffy! Kamu memang bisa menghindari serangannya, tapi tetap saja mengenai mu! Jika kamu terkena serangannya lagi, kamu akan-!" Ucap Usopp yang terpotong.
"Usopp, diam! Kapten sudah memutuskannya!" Teriak Tanaka dan membuat Usopp terdiam. "Aku tahu kamu memikirkan keselamatannya, tapi Luffy sudah memutuskan untuk tidak mundur, kita sebagai kru bajak lautnya hanya harus mendukungnya."
Nami melihat Tanaka yang sudah mengepalkan tangannya sampai membuat kukunya menusuk kulit tangannya itu.
Nami memegang tangan pria itu untuk tidak mengepalkan tangannya begitu kuat lagi.
"Tapi ... " Ujar Usopp.
"Percayalah, Luffy pasti akan menang karena dia akan menjadi raja bajak laut, dia tidak akan berakhir disini dan tidak akan kalah dari manusia ikan seperti Arlong brengsek itu." Jelas Tanaka.
Tanaka dan lainnya melihat Luffy yang sedang berdiri di pinggir kolam laut lagi, menatap dengan waspada, menunggu kemunculan Arlong.
"Akan aku tangkap dia dan aku patahkan hidungnya." Ujar Luffy.
"Hahaha, berani juga bocah itu atau dia pikir percuma bersembunyi?" Ujar Arlong yang masih berada di dalam air menunggu momen pas untuk meluncur ke permukaan.
Luffy membuat gerakan yang cukup aneh di mata orang-orang.
"Gerakan macam apa itu?" Ucap Yosaku.
"Jangan-jangan dia akan menghentikan serangannya dengan itu?!" Ucap Johnny.
Arlong yang sudah mendapatkan momen yang pas untuk meluncur ke permukaan langsung melakukannya.
"Dengan jarak lebih dekat dan kecepatan lebih cepat dari sebelumnya, akan aku hancurkan jantungnya!" Ucap Arlong yang keluar dari air, menerjang Luffy dengan hidung gergajinya.
"Gomu gomu shield." Ujar Luffy sambil tersenyum karena berhasil menahan serangan itu. "Kena kamu! he he he"
Meskipun begitu, Luffy ikut terbang ke bangunan lantai dua Arlong Park bersama Arlong.
"Dia kena!" Teriak Johnny dan Yosaku.
"Apa?! Apa dia terkena serangannya?!" Tanya Usopp panik.
"Tidak, dia melontarkan diri sendiri ke belakang sebelum Arlong mengenainya." Jelas Sanji.
"Ternyata kapten tidak sebodoh yang kita kira." Ujar Tanaka yang menghela nafas lega.
Sebelum mengenai bangunan lantai dua, Luffy segera menghindar dan menempel seperti cicak di dinding bangunan lantai tiga.
"Hehe, sekarang aku tahu cara menahan seranganmu." Ujar Luffy. "Kamu tidak akan bisa menyerang aku dengan serangan yang sama lagi." Ucap Luffy dengan tersenyum nyengir.
Arlong kembali menyerang Luffy lagi yang membuat Luffy terkena serangannya dan jatuh ke bawah.
"Kamu tidak akan bisa lari dariku!" Ucap Arlong yang menempel di bawah atap yang lebih lantai tiga seperti Spiderman.
"Kurang ajar! Yang barusan itu hanya kebetulan saja? Bikin takut saja." Ucap Luffy yang terkejut.
"Ini serangan terakhir!" Ucap Arlong lalu menyerang Luffy.
"Kamu tak akan bisa mengenai aku! Gomu gomu net!" Ucap Luffy yang membentuk tangannya seperti jaring dan Arlong masuk kedalamnya. "Memancing, memancing, Ayo memancing ikan!"
Luffy lalu menyerang Arlong lagi dengan cara merapatkan kedua kakinya dan kemudian memajangkan nya saat berada di udara
"Gomu gomu spear!" Ujar Luffy.
Kakinya telah diubah menjadi seperti sebuah tombak yang mengenai tubuh bagian depan Arlong yang berada di bawahnya yang juga masih berada di udara.
"Guuhaa!"
Arlong jatuh dengan sangat keras sampai membuat huruf C dalam bentuk horizontal. Mulutnya mengeluarkan darah.
"Ohhhh!" Ujar Usopp yang kaget dan juga gembira.
"Berhasil!" Ujar Yosaku dan Johnny yang juga senang melihat Arlong terkapar di lantai.
Sementara itu Luffy yang masih berada di udara, jatuh perlahan-lahan tepat di atas Arlong.
"Apa dia sudah mati?!" Tanya Luffy.
"Lihatlah sorot mata Arlong barusan!" Ucap Gen yang kaget.
"Sorot matanya seperti monster laut saat sedang marah. Sepertinya dia benar-benar marah dengan serangan Luffy yang terakhir tadi!" Jelas Sanji.
"Aku tak pernah melihat sorot mata Arlong yang seperti itu." Ucap Nami.
"Luffy menghindar!" Teriak Tanaka yang memperingati Luffy akan serangan Arlong yang sedang dalam mode berseker.
"Dasar manusia rendahan! Apa yang telah kamu lakukan padaku yang seorang manusia ikan, ras terkuat di dunia?!" Ucap Arlong yang menangkap kepala lalu memutar tubuh Luffy dan melemparkannya.
B"Ah, mengejutkan sekali! Tidak sakit, tapi sepertinya dia benar-benar marah." Ucap Luffy.
Arlong lalu menyerang Luffy lagi yang dengan cepat Luffy hindari dengan memanjangkan tangannya ke atap lebih di atasnya.
Arlong yang meninju Luffy tapi tidak kena sehingga tangannya menembus dinding bangunan Arlong park yang mana ada sebuah pedang yang menempel di baliknya dinding itu.
"Apa itu?" Tanya Luffy
"Pedang penghancur!" Ucap Nami.
"Gergaji yang besar sekali!" Teriak Johnny dan Yosaku.
Arlong kembali menyerang Luffy dengan senjatanya yang dengan cepat Luffy hindari lagi. Arlong terus saja mengejar Luffy dan menyerangnya sampai akhirnya berada di lantai paling atas bangunan Arlong park itu.
"Dia melarikan diri ke dalam bangunan itu!" Ucap Sanji.
"Nami, apa ruangan yang menjadi penjara untukmu ada di lantai itu?" Tanya Tanaka.
Nami menganggukkan kepalanya. "Ya selama 8 tahun aku belajar navigasi dan membuat peta di ruangan itu." Jawab Nami.
"Kalau begitu, kamu dapat melupakan ingatan itu karena kapten akan membuat semuanya hilang." Ujar Tanaka.
Nami merasa heran dengan perkataan Tanaka tapi beberapa saat kemudian sebuah meja terlempar keluar dari ruangan navigasi yang menjadi penjara bagi Nami selama 8 tahun.
"Apa itu?!" Tanya Yosaku.
"Meja..." Jawab Sanji.
"Itu meja!" Jawab Usopp lebih tegas.
Johnny dan Yosaku lalu menghela nafas lega.
"Apa, ternyata hanya meja, ya." Ujar Johnny.
"Yah, itu mengejutkanku. Kukira itu tadi adalah abang Luffy." Ucap Yosaku.
"Hei, temanku! Apa kamu ingin bilang kamu tak percaya pada kekuatan Luffy Aniki?!" Ucap Johnny.
"Johnny, kamu sendiri juga takut, kan?" Ucap Yosaku.
Mereka berdua pun berdebat dan itu membuat Tanaka kesal mendengarnya.
"Diam kalian berdua!" Teriak Tanaka membuat mereka berdua diam.
Tanaka kembali menatap ke tempat Luffy berada. Lalu berbagai macam barang yang ada di kamar itu terjatuh.
Dia melirik Nami yang sedang mengeluarkan air matanya sambil menutup mulutnya.
Tanaka menepuk kepala Nami yang sedang memakai topi jerami.
"Kapten sedang menghapus semua yang ada dalam ruangan itu agar kamu dapat melupakannya." Ujar Tanaka.
"Terima kasih..." Ucap Nami sambil berlinangan air mata.
"Apa yang sedang terjadi?! Banyak benda-benda berjatuhan!" Tanya Usopp.
"Ini benar-benar pertarungan yang sengit!" Ucap Yosaku.
"Ya, seperti pertarungan hidup dan mati!" Ucap Johnny.
"Begitulah!" Ucap Yosaku.
Tiba-tiba kaki Luffy muncul keluar dari atap bangunan. Lalu kaki itu kembali masuk ke dalam bangunan yang juga membuat terdengar suara suara seperti sesuatu sedang jatuh ke bawah.
Arlong terkapar di atas lantai bangunan paling bawah dan tidak sadarkan diri.
"Lihatlah! Serangan barusan tadi membuat Arlong Park..." Ucap Dokter.
"Tidak mungkin, bangunannya runtuh!"
"Ini berbahaya, semuanya menjauh!"
"Kak Nami, abang Tanaka, ayo cepat menyingkir jauh!" Pinta Johnny.
"Tapi Luffy masih ada didalamnya!" Ujar Nami yang panik dan khawatir.
"Luffy akan baik-baik saja!" Ucap Tanaka yang menarik tangan Nami untuk menyingkir jauh dari bangunan yang rubuh itu.
"Tapi..." Ucap Nami.
"Kau percaya padanya kan? Dia tidak akan berakhir di tempat ini, dia akan menjadi raja bajak laut." Tegas Tanaka yang segera menyingkir jauh dari tempat itu sambil menarik tangan Nami.
"Arlong Park hancur!" Ucap Dokter yang tidak percaya dengan apa dilihatnya.
"Abang..." Ucap Johnny.
"Apa yang sebenarnya terjadi didalam?" Tanya Yosaku.
"Siapa yang menang?!" Tanya Sanji.
"Melihat reruntuhannya... jangan-jangan..." Ucap Gen.
"Luffy..." Panggil Usopp.
Luffy lalu terlihat muncul dari sisa-sisa Arlong Park yang sudah hancur.
"Apa dia baik-baik saja?!" Ucap Usopp.
"Nami! Kamu adalah temanku?!" Ucap Luffy.
"Ya!" Ucap Nami sambil menangis.
Tanaka tersenyum menatap Luffy. Lalu para penduduk bersorak senang karena Arlong Park yang sudah hancur.
"Kerja bagus, Luffy! Kamu mendapat pujian dariku! Aku tetap akan memujimu meskipun kamu akan menjadi lebih terkenal dariku!" Ucap Usopp yang mulai bersikap angkuh.
__ADS_1
"Dasar, membuat kami gelisah saja. Mulai sekarang selesaikan urusanmu dengan cepat ya, kurang ajar!" Ucap Sanji.
"Ini hebat sekali!" Ucap Luffy.
Nami lalu meletakkan topi jerami Luffy di kepalanya.
"Ini, aku kembalikan barang berharga mu, jarang-jarang ada pencuri yang mengembalikan barang berharga pada pemiliknya lagi." Ujar Nami.
"Shi shi shi, terima kasih, Nami." Ujar Luffy dengan tertawa.
"Aku yang harusnya berterima kasih padamu, Luffy." Ujar Nami. "Terima kasih, kapten sudah membebaskan aku dari penjara penderitaan ini." Ujar Nami dengan tersenyum manis.
Sanji yang melihat itu langsung keluar mata lope-lope nya dan terus memuji Nami seperti seorang om-om hidung belang.
"Tanaka, Sanji, Zoro, terima kasih juga buat kalian." Ujar Nami.
Zoro dan Tanaka hanya menganggukkan kepalanya sedangkan Sanji masih dalam mode playboy nya yang semakin bersemangat.
"Oi, aku juga!" Ujar Usopp.
"Haha, iya, kamu juga Usopp, terima kasih." Ujar Nami.
Selagi merayakan momen kejatuhan Arlong park dan kekalahan Arlong, muncul beberapa orang yang merusak perayaan itu.
"Cukup sampai disitu, kalian semua!" Ucap perwira Marine yang berwajah tikus, bernama Nezumi
"Dia..."
"Betapa beruntungnya aku hari ini! Kerja bagus, aku menonton pertarungan kalian. Kebetulan sekali, tak pernah kusangka manusia ikan akan dikalahkan oleh bajak laut tak terkenal seperti kalian." Ungkap Nezumi dengan gaya sombong.
Tapi, berkat kalian, semua uang serta benda-benda berharga Arlong akan jadi milikku!" Ucap Nezumi yang tersenyum senang.
"Semuanya, jatuhkan senjata kalian! Apa yang kalian lakukan disini akan berada dibawah kendaliku, kapten Marine Divisi 16, Nezumi!" Perintah Nezumi.
Zoro lalu menarik kerah baju Nezumi dari belakang.
"Jangan merusak kebahagiaan orang lain!" Tegas Zoro
"Zoro jangan banyak bergerak, lukamu akan terbuka lagi." Ujar Tanaka yang memberikan peringatan pada Zoro.
"Berisik! Jangan mengatur-atur apa yang ingin aku lakukan!" Ujar Zoro yang marah.
Tanaka hanya menggelengkan kepalanya dan melihat Nezumi sedang dihajar oleh Luffy, Zoro, Usopp dan Sanji.
Para prajurit Marine yang menjadi bawahannya ingin menolong komandan mereka tapi mereka tidak bisa bergerak sedikitpun karena Tanaka menggunakan kekuatan force untuk menahan pergerakan mereka semua.
"Lebih baik kalian semua diam saja! Atau kalian ingin mati!" Ancam Tanaka dengan tatapan mengintimidasi.
"Hmmm~ sepertinya aku semakin hebat menggunakan kekuatan force, apa mungkin karena sudah terbiasa?" Pikir Tanaka.
"Ka...kalian telah memukuli perwira Marine, kalian akan menyesal!" Ucap Nezumi.
"Dia masih bisa bicara?" Tanya Sanji.
"Ini untuk tembakan kamu pada Nojiko." Ujar Nami yang melayangkan tongkatnya menuju ke wajah Nezumi dengan sangat keras.
"Kapten!" Teriak para prajurit Marine.
"Dan untuk kamu yang telah merusak kebun jeruk Bellemere." Ucap Nami lalu memukul Nezumi dengan tongkatnya lagi, tapi kali ini diarahkan ke perut Nezumi.
"Terima kasih, Nami! Itu membuatku lega!" Ucap Nojiko.
"
Akan aku pukul seribu kali lagi!" Ucap Gen yang sangat marah.
Nami berjongkok dan kemudian menarik kumis Nezumi yang juga seperti kumis tikus.
"Tugas kalian disini adalah membereskan para manusia ikan itu! Dan kalian akan membantu membangun kembali kota Gosa! Dan jangan sampai kamu menyentuh uang atau benda berharga Arlong! Itu adalah milik pulau ini, mengerti!?" Perintah Nami.
"Sakit, sakit, aku akan melakukan apa yang kamu katakan!" Ucap Nezumi yang kesakitan.
"Dan satu hal lagi! Kembalikan uangku!" Tegas Nami.
"Aku akan mengembalikan...aku akan mengembalikannya! Aku sudah tak membutuhkannya lagi..." Ucap Nezumi yang ketakutan.
Dia segera memerintahkan anak buahnya untuk kembali ke kapal dan mengambil harta Nami yang diambilnya secara paksa.
Setelah mendapatkan hartanya kembali, Nami melepaskan Nezumi.
Mereka pun langsung pergi dengan cara berenang untuk menuju ke kapal mereka.
Tapi pada saat mereka sudah agak jauh, "Akan kuingat semua ini, bajak laut sampah! Laki-laki topi jerami, namamu Luffy, bukan?! Kamu kaptennya, kan?! Jangan lupakan ini! Kalian akan dicari, karena telah berani mempermainkanku! Sudah terlambat untuk menyesal! Aku akan membalas dendam pada kalian, lihat saja nanti!" Ancam Nezumi.
"Kita akan masuk daftar pencarian Marine, ya." Ucap Sanji dengan santainya.
"Bagaimana dia bisa tau kalau aku akan menjadi Raja Bajak Laut?" Tanya Luffy yang salah paham.
"Bukan itu yang dia maksud, dasar bodoh!" Ucap Zoro marah.
Tanaka tertawa melihat komedi yang dilakukan oleh Luffy dan Zoro.
"He-Hei, apa yang harus kita lakukan?! Bagaimana kalau dia benar-benar mendatangkan masalah besar?! Hei, ayo katakan sesuatu!" Ucap Usopp yang panik.
Sementara itu di tempat yang agak jauh dari kelompok bajak laut topi jerami itu Gen sedang mengobrol dengan dokter.
"Tak disangka pulau ini akan diselamatkan oleh bajak laut." Ucap Gen.
"Aku juga tidak mengerti, tapi apapun itu kita harus merayakannya kebebasan dari Arlong dengan semua penduduk pulau ini! " Ucap Dokter.
Lalu malam pun tiba dan warga desa Cocoyashi mengadakan pesta untuk merayakan jatuhnya Arlong Park.
Kegiatan yang sudah lama hilang, kini kembali lagi. Para warga desa bisa berpesta dengan sangat gembira.
Pada pesta itu Luffy sedang makan banyak. Meskipun dia dihajar babak belur oleh Arlong tapi sebagian besar luka yang diterimanya tidak terlalu parah sehingga dia bisa ikut pesta tersebut.
Sedangkan Tanaka sedang membantu dokter yang sedang merawat Zoro karena lukanya kembali terbuka.
"Sebenarnya kalian ini gila atau ada kelainan otak, luka separah ini kalian lakukan perawatan seperti luka kecil." Ujar dokter yang marah.
Luka yang dialami oleh Zoro, berdasarkan pengamatan medis, membutuhkan waktu 2 tahun untuk sembuh total.
Itupun kalau lukanya tidak terbuka lagi.
"Kami tidak memiliki dokter di kapal, jadi tidak ada yang tahu mengenai perawatan medis." Jelas Tanaka sambil memegang Zoro yang kesakitan karena lukanya sedang dijahit tanpa memakai obat penghilang rasa sakit.
"Kenapa tidak mencari dokter terlebih dahulu sebelum berlayar?" Tanya dokter yang terus-menerus memberikan jahitan pada tubuh Zoro agar lukanya kembali tertutup.
"Itu karena kapten kami yang bodoh, dia bersikukuh mencari pemusik terlebih dahulu daripada dokter." Jawab Tanaka.
"Kenapa begitu?" Tanya dokter lagi yang sudah selesai menjahit semua bagian luka Zoro.
"Itu karena dia berpikiran bajak laut suka bernyanyi sehingga musisi lebih dibutuhkan terlebih dahulu daripada dokter." Jelas Tanaka yang menghela nafas panjang.
Dokter hanya terdiam dan merasa simpati pada Tanaka dan kru lainnya karena mendapatkan kapten seperti Luffy.
Pesta berlangsung selama tiga hari dan itu berlangsung sepanjang hari. Tanaka dan Zoro dapat mengikuti pesta pada hari kedua.
Luffy terus menerus makan, lalu tidur dan saat bangun dia makan lagi. Itulah kerjaannya selama pesta. Sedangkan Usopp terus menerus menceritakan tentang kebohongannya yang hebat pada penduduk desa.
Sanji, seperti biasanya, mencoba-coba makanan khas dan kemudian menanyakan resepnya, lalu menggoda para wanita cantik yang ada di desa Cocoyashi meskipun wanita itu sudah bersuami dan memiliki anak.
Sementara itu, Zoro terus menerus mengisi perutnya dengan minuman keras yang membuat Tanaka semakin yakin kalau tubuh Zoro memang monster.
Pada hari selanjutnya, hari ke empat, Luffy memutuskan untuk kembali berlayar sehingga Tanaka dan lainnya, kecuali Nami segera bersiap-siap untuk berlayar menggunakan Going Merry.
"Ini yang terakhir, kan?" Tanya Usopp.
"Ya!" Ucap Zoro.
"Apa kalian sudah membawa semuanya?" Tanya Luffy.
"Ya!" Ucap Usopp.
"Baiklah, kita sudah banyak membawa persediaan, kita bisa berangkat." Ucap Sanji.
"Padahal hanya beberapa hari disini, tapi pulau ini membawa banyak kenangan, ya?" Tanya Usopp.
"Ya!" Ucap Luffy dengan tersenyum nyengir.
"Kami benar-benar berhutang budi pada kalian. Kami akan kembali ke pekerjaan kami sebagai pemburu hadiah!" Ucap Yosaku yang berada di daratan.
"Dari sini kita akan berpisah, tapi kami bisa menantikan saat bisa bertemu dengan kalian lagi nanti!" Ucap Johnny yang berada di samping Yosaku.
Mereka sedang berpose menjadi pria keren dan cool.
"Jaga diri kalian!" Ucap Zoro.
"Terima kasih, Johnny, Yosaku atas semua yang kalian lakukan pada kami, semoga kita dapat bertemu lagi." Ujar Tanaka.
Setelah semua persediaan sudah benar-benar berada di dalam kapal, Going Merry siap untuk berlayar.
"Baiklah, kita harus berangkat!" Ucap Usopp.
"Hei tunggu, bagaimana dengan Nami?!" Tanya Sanji.
"Dia memang tak datang, kan?" Tanya Zoro.
"Hah, kenapa tidak?! Lagi-lagi kamu tak memperhitungkan Nami lagi sebagai anggota kita." Tuduh Sanji sambil mendekatkan kepalanya ke Zoro dan mendorongnya.
"Kenapa aku melakukan itu?" Tanya Zoro yang tidak mau kalah.
"Oh ya, dia sudah mendapatkan apa yang diinginkannya. Tak ada alasan lagi baginya untuk menjadi seorang bajak laut. Bukankah dia akan lebih bahagia jika berada disini?" Ungkap Usopp.
"Lalu bagaimana dengan kebahagiaanku?! Jika Nami-san tak naik ke kapal ini, aku jadi akan kehilangan kebahagiaanku!" Tegas Sanji.
Tanaka setuju dengan Sanji karena berlayar dengan kapal yang berisikan pria semua itu tidak membuat bahagia.
"Setidaknya ada satu bunga cantik yang bagus untuk dipandang." Pikir Tanaka.
Beberapa saat kemudian, Tanaka melihat Nami.
"Kembangkan layarnya!" Tanya Nami lalu berlari ke arah kami.
"Ada apa ini?" Tanya Usopp.
"Dia bilang kembangkan layarnya?; kita turutin saja." Ucap Luffy.
Zoro segera menarik tali yang terhubung dengan jangkar dan Tanaka membuka ikatan layar utama sehingga terkembang karena tiupan angin.
Para penduduk desa Cocoyashi berusaha menghentikan Nami karena mereka ingin memberikan salam perpisahan dan juga mengucapkan terima kasih atas perjuangannya Nami untuk mereka selama 8 tahun.
"Hei, apa tak apa membiarkannya seperti itu?" Tanya Sanji.
"Tak apa, kan? Dia sendiri yang menginginkannya." Jawab Luffy.
Nami terus berlari dan kemudian melompat ke kapal dengan selamat.
Dia menunjukkan hasil curiannya saat melewati para penduduk desa. Hal itu tentu saja membuat mereka semua terkejut dan memeriksa kantong mereka masing-masing.
"Semuanya, jaga diri kalian, ya!" Ucap Nami.
"Pencuri, kembalikan uang kami !" Ucap mereka semua dengan marah.
"Hei, dia sama sekali tidak berubah." Ucap Usopp.
"Kita tak tau kapan dia akan berkhianat lagi." Ucap Zoro.
"Nami, hebat!" Ucap Sanji sambil memberikan jempol pada Nami.
Tanaka tersenyum menatap Nami, sedangkan Luffy tertawa.
__ADS_1
"Sampai jumpa semuanya! Aku berangkat!" Ucap Nami.