Penjelajah Alam Semesta

Penjelajah Alam Semesta
30


__ADS_3

Mereka berempat terus berlari menuju dermaga dengan terus menghajar Marine yang menghalangi jalan mereka.



"Kenapa tiba-tiba ada badai?" Tanya Zoro.



"Bukankah Nami sudah memberitahu tentang ini?" Tanya Tanaka.



"Apa kamu meragukan Nami, Pendekar pedang bodoh!" Ujar Sanji yang marah sambil menendang seorang prajurit Marine dengan sangat keras.



"Siapa yang kamu panggil bodoh!" Ujar Zoro yang juga marah sambil menebas prajurit Marine.



Tanaka menghela nafas melihat kedua orang itu yang bisa-bisa bertengkar dalam kondisi menghajar prajurit Marine.



"Ayo lari, lari dan lari!" Ucap Luffy. "Tapi kemana arah pelabuhan berada?"



"Ke arah sana!" Tunjuk Zoro yang memberikan arah yang berlawanan dari arah tempat pelabuhan berada.



Sekali lagi Tanaka menghela nafas karena tindakan Zoro. "Dia memang masternya buta arah!" Pikir Tanaka.



"Bukan ke arah sana, Lurus saja! Sebentar lagi kita akan sampai ke pelabuhan!" Ujar Tanaka, memberikan arah yang sebenarnya.



Marine masih saja terus mengejar dibelakang mereka berempat.



"Berhenti!"



"Diam disana Bajak laut sialan!"



"Tangkap mereka! Jangan biarkan lolos!"



"Mereka keras kepala sekali! Ingin berhenti dan menghajar mereka?" Tanya Zoro.



"Kita tak ada waktu untuk itu." Jawab Sanji.



Secara tiba-tiba seorang perempuan muncul tidak jauh dari depan mereka berempat yang masih berlari menuju ke pelabuhan.



"Siapa gadis cantik itu?" Tanya Sanji dengan mata lope-lope.



"Sersan mayor Marine, Tashigi!" Jawab Tanaka.



"Jadi kamu Roronoa Zoro, seorang bajak laut dan pria itu juga seorang bajak laut. Aku telah kalian bohongi!" Tegas Tashigi.



Tanaka menaikkan satu alisnya. "Kapan kami berdua membohonginya? Dia aja yang tidak bertanya apa kami bajak laut atau bukan?" Pikir Tanaka.



"Kalau dia bertanya seperti itu, apa master akan menjawabnya?" Tanya Honjo.



"Tentu saja tidak" pikir Tanaka sambil tersenyum.



"Dasar penipu!" Tegas Sengo.



"Hei! Aku belum berbohong padanya, jadi aku tidak terima dituduhkan seperti itu." Pikir Tanaka.



Sementara itu, Sanji yang mendengar kalau Zoro mengenal Tashigi dan membohonginya menjadi marah.



"Nani?! Apa yang telah kamu lakukan pada gadis itu?!" Tanya Sanji.



"Aku tidak sempat mengenalkan diriku saat itu, jadi aku tak pernah membohongimu." Jawab Zoro yang mengabaikan Sanji.



"Itu benar, kamu tidak pernah bertanya apa kami berdua bajak laut atau tidak? Lain kali jadilah lebih pintar, gadis cantik!" Ucap Tanaka dengan nada mengejek sekaligus merayu Tashigi.



"Penjahat seperti kalian memegang pedang-pedang hebat seperti itu, itu tak bisa dimaafkan! Wado Ichimonji, serahkan padaku!" Ucap Tashigi.



"Dua pedangku hanya pedang biasa, bukan pedang luar biasa seperti milik Zoro, apa kamu ingin mengambilnya juga?" Tanya Tanaka.



"Hei! Siapa yang kamu sebut pedang biasa? Kami berdua pedang terhebat yang pernah diciptakan di dunia!" Ujar Sengo yang marah tapi diabaikan begitu saja dengan Tanaka.



"Ambil saja jika kamu bisa." Ucap Zoro.


Zoro dan Tashigi pun mulai bertarung.


Sedangkan Luffy, Sanji dan Tanaka berhenti agak jauh di belakang Zoro.



"Kurang ajar kamu! Beraninya kamu menyerang seorang wanita!" Ucap Sanji.



"Tolong jangan ikut campur! Ini pertarungan antara Roronoa Zoro dan diriku sendiri. Tinggalkan kami!" Ucap Tashigi.



"Kalian dengar itu, kan? Kalian pergi saja dulu." Pinta Zoro.



"Ayo pergi." Ucap Luffy lalu berlari pergi.



"Zoro ingat, lurus terus dari sini, jangan berbelok kanan atau kiri sama sekali, meskipun kamu berpikir untuk itu, jangan pernah melakukannya, abaikan! Tetap lurus, ikuti jalan ini!" Ujar Tanaka yang mengikuti Luffy di belakangnya.



Sekilas saat aku melewati Zoro dan Tashigi, aku melihat Zoro tersenyum menyeringai.



"Hei, Zoro! Jika kamu sampai melukainya, kamu akan mati di tanganku!" Ucap Sanji yang kesal.



Beberapa prajurit Marine yang mengejar langsung berhenti untuk mendukung Tashigi, sisanya terus mengejar Luffy, Sanji dan Tanaka.



"Ujung jalannya sudah terlihat! Pelabuhannya sudah ada didepan!" Ucap Luffy yang senang.



Tepat di depan mereka bertiga terlihat pria kekar dengan jaket putih yang dibiarkan terbuka dan berkerah bulu hitam.



Pria itu adalah pencandu rokok, Smoker, kapten Marine yang bertanggung jawab atas pangkalan Marine di kota Loguetown.



Dia berdiri menghalangi jalan mereka bertiga yang membuat mereka bertiga berhenti berlari.


__ADS_1


"Siapa yang disana itu?" Tanya Sanji.



"Aku, Smoker, kapten Marine yang bertanggung jawab atas pangkalan Marine di pulau ini." Jawab Smoker.



"Mugiwara no Luffy aku akan menangkapmu! Kamu tak akan bisa pergi dari pulau ini, kecuali mengalahkan aku!" Ucap Smoker yang menyerang secara tiba-tiba dengan kekuatan buah iblis nya yakni Moku Moku.



Sekumpulan asap mengelilingi tubuh Luffy dan membuat dia tidak bisa bergerak.



"Akhhhh! Apa ini?" Tanya Luffy.



Sanji ingin menyerang Smoker, tapi dihentikan oleh Tanaka karena itu akan percuma saja. Kekuatan buah iblis moku moku bisa membuat tubuh pemakannya menjadi asap.



"Kamu pergilah duluan ke kapal, aku dan Luffy akan menyusul." Pinta Tanaka.



Sanji terdiam sejenak dan kemudian menganggukkan kepalanya.



"Aku percayakan Luffy padamu, Tanaka!" Ujar Sanji. "Kalian berdua harus cepat ke kapal agar kita bisa cepat pergi ke Grand Line."



Tanaka menganggukkan kepalanya dan melihat Sanji yang kembali berlari tapi Smoker tidak membiarkan hal itu.



Pencandu rokok itu menjadikan tangan kirinya menjadi asap untuk menangkap Sanji. Tentu saja Tanaka tidak tinggal diam.



"Maafkan aku Sanji!" Ujar Tanaka yang menggunakan kekuatan forcenya melempar Sanji ke langit, tepat ke arah kapal Going Merry berada.



"Argghh! Sialan kamu, Tanaka!" Teriak Sanji.



Smoker yang melihat itu terkejut dan menatap Tanaka dengan penuh kewaspadaan.



"Apa kamu juga pengguna buah iblis?" Tanya Smoker.



Tanaka hanya diam saja, tidak menjawab pertanyaan itu. Dia mengeluarkan Honjo dari sarungnya dan bersiap untuk bertarung.



"Lepaskan Luffy, kita bisa bicara baik-baik, jangan ada kekerasan yang terjadi." Pinta Tanaka dengan nada intimidasi.



"Hmpp! Tidak mau jawab, tidak masalah aku akan menangkap kalian semua!" Ujar Smoker yang menyerang Tanaka.



Serangan itu bisa dihindari oleh Tanaka dan kemudian menggunakan kekuatan force untuk mendorong Smoker beberapa meter ke belakang.



"Apa yang kamu lakukan?" Tanya Smoker yang bingung karena dia secara tiba-tiba terbentur oleh sesuatu yang kasat mata dan membuatnya mundur.



"Hanya orang bodoh yang memberitahu rahasia dari kekuatannya." Ujar Tanaka dengan tersenyum seringai.



Secara tiba-tiba, Luffy yang masih terperangkap oleh asap Smoker, melakukan serangan pukulan dengan memanjangkan tangannya.



"Gomu gomu pistol!" Teriak Luffy.



Namun pukulan itu melewati kepala Smoker begitu saja karena kepala pecandu rokok itu berubah menjadi asap.




"Percuma, aku memakan buah iblis Moku Moku. Seluruh tubuhku bisa berubah menjadi asap!" Ucap Smoker lalu membanting tubuh Luffy. "Ada apa? Apa sampai disini saja kemampuanmu?"



Tanaka tidak tinggal diam, dia berlari menuju ke Smoker dan menebasnya secara horizontal tepat di perut pria perokok berat itu.



Akan tetapi, tebasan tersebut terlewati begitu saja karena Smoker mengubah perutnya menjadi Asap.



"Sudah aku bilang, percuma saja!" Ujar Smoker yang menampar Tanaka dengan kumpulan asap yang membuat pria itu terbang ke salah satu bangunan dan terbentur dengan sangat keras sampai membuat dinding bangunan itu retak.



"Awww, itu sangat menyakitkan!" Ujar Tanaka yang merasakan sakit di punggungnya karena benturan tersebut.



Luffy kembali menyerang Smoker dengan pukulan bertubi-tubi.



"Gomu gomu gatling gun!" Teriak Luffy, tapi itu tidak menyakiti Smoker sama sekali.


"Kenapa bajak laut itu tidak pernah belajar dari kebodohannya." Ujar Smoker yang mengubah bagian tubuhnya yang terkena pukulan Luffy menjadi asap.



"Dengan mengalahkanmu, aku bisa pergi ke Grand Line. Aku adalah orang yang akan menjadi Raja Bajak Laut!" Teriak Luffy.



"Sebentar lagi, kamu tak akan bisa berbicara seperti itu lagi!" Ucap Smoker yang langsung menyerang Luffy dengan asapnya.



Dia mendorong Luffy ke dinding dan membuatnya tidak bisa bergerak. Luffy tidak menyerah, dia melancarkan serangan balik dengan melancarkan pukulan ke arah perut Smoker.



Akan tetapi sekali lagi, serangan itu tidak berhasil karena pencandu rokok itu mengubah perutnya menjadi Asap.



"Sial!" Ujar Luffy



"Kamu sudah mengerti, kan? Kamu bahkan tak bisa pergi ke Grand Line. Seperti yang kukatakan sebelumnya!" Ucap Smoker yang muncul secara tiba-tiba di belakang Luffy dan kemudian membanting tubuh Luffy ke tanah.



"Jadi hanya seperti inikah kemampuan buronan 30 juta berry? Sepertinya keberuntunganmu sudah berakhir." Ujar Smoker yang menahan tubuh Luffy agar tidak bisa bergerak lagi.



Dia mengambil senjatanya, Nanashaku Jitte yang ada di punggungnya tapi ditahan oleh seseorang yang menggunakan mantel hujan warna hijau.



"Akhirnya dia datang juga, kalau bisa gawat.' Pikir Tanaka yang bangkit berdiri dan melihat hal tersebut.



"Kurasa tidak akan demikian." Ujar pria bermantel hijau itu.



"Kamu?" Ucap Smoker yang terkejut dengan kehadiran pria bermantel hijau itu.



"Ada apa? Siapa yang disana?" Tanya Luffy yang tidak bisa melihat karena kepalanya di tahan oleh Smoker.



"Pemerintah Dunia menginginkan kepalamu." Ujar Smoker.



"Dunia sedang menunggu jawaban dari kami." Ucap pria bermantel hijau itu yang kemudian secara tiba-tiba angin berhembus sangat kencang.


__ADS_1


Angin kencang itu benar-benar membuat kota Loguetown menjadi kacau dan dengan angin itu Luffy terselamatkan dari cengkraman Smoker.



Tanaka dengan cepat menancapkan pedangnya di tanah agar tidak terbawa angin. Saat angin berhenti berhembus, dia masih melihat pria bermantel hijau itu berdiri di tempat.



"Terima kasih, untuk bantuannya, komandan pasukan revolusioner, Monkey D Dragon." Ucap Tanaka yang memasukkan Honjo ke sarungnya lagi berlari pergi untuk menghampiri Luffy dan yang lain.



"Pria itu ... Entah kenapa aku bisa merasakan sesuatu yang begitu luar biasa padanya, Dia bisa saja menjadi orang berbahaya bagi pemerintah dunia!' Pikir Dragon sambil menatap Tanaka yang berlari pergi.



"Hei! Apa kalian baik-baik saja?" Ucap Tanaka saat sampai di dermaga yang berantakan dan bertemu Luffy dan lainnya, kecuali Nami.



"Luffy!" Panggil Nami.



Mereka berlima melihat kapal Going Merry yang berlayar pergi dengan Nami. Kapal itu terbawa arus laut yang cukup kuat karena badai.



"Kita harus cepat, atau kapal kita akan terbawa arus laut." Ucap Sanji yang berlari ke arah tempat sebuah kapal yang masih berlabuh, begitu juga dengan Zoro dan Usopp.



Tanaka hanya diam saja di tempat sambil menyiapkan diri dengan sangat baik atas tindakan seenaknya Luffy.



"Yosh!" Ucap Luffy lalu berlari kearah berlawanan dengan tiga krunya itu.



Luffy lalu memanjangkan tubuhnya ke belakang.



"Gomu gomu rocket!" Teriak Luffy sambil tersenyum.



"Oh tidak!" Ucap Usopp.



"Tunggu..." Ucap Sanji.



"Ini sangat menjengkelkan!" Ucap Zoro.



"Haaa~" Hela nafas Tanaka sambil memegang erat Honjo dan Sengo agar tidak jatuh.


Luffy menabrakkan tubuhnya pada keempat krunya itu yang membuat mereka berlima terlempar ke arah kapal lalu menabrak layar kapal Going Merry.


Mereka semua lalu terjatuh diatas kapal dengan posisi saling menindih dan sialnya, Tanaka berada di posisi paling bawah.



"Cepat menyingkir dari punggungku! Berat! Ujar Tanaka. "Kenapa aku yang berada di posisi paling bawah!?"



Luffy dan ketiga krunya langsung bangkit berdiri sehingga Tanaka akhirnya bisa merasa lega.



Kemudian sebuah gelombang yang begitu kuat mengenai Going Merry yang membuat kapal itu oleng ke kanan dan kiri secara tidak beraturan.



"Rasanya seperti kapal ini akan terbalik!" Ucap Luffy.



"Lihatlah cahaya itu!" Ucap Nami sambil menunjuk tempat cahaya yang menyala dari sebuah bangunan berbentuk tabung.



"Pulau mercusuar?" Tanya Usopp.



"Itu adalah cahaya pemandu kita. Cahaya itu adalah pintu masuk menuju Grand Line!" Jelas Nami.



"Jadi Grand Line ada disana?" Tanya Luffy.



"Bagaimana?" Tanya Nami yang ingin tahu keputusan Luffy apakah akan melanjutkan perjalanan atau tidak.



"Tapi apa kamu yakin akan berlayar dalam badai seperti ini?" Tanya Usopp.



Mereka berempat hanya tersenyum, tidak menjawab dari pertanyaan Usopp. Tanaka masih berbaring di lantai kapal karena mulai merasa mabuk laut.



Meskipun dia sudah terbiasa dengan goncangan kapal saat berlayar di lautan, tetap saja dia belum terbiasa dengan goncangan kapal saat badai berlangsung.



"Yosh! Mari kita buat pesta kecil untuk memperingati awal perjalanan kita!" Ucap Sanji sambil mengambil sebuah gentong air di tengah mereka berlima.



"Oi!" Ucap Usopp.



"Ya, mari kita lakukan!" Ucap Nami.



"Aku akan mencari All Blue!" Ucap Sanji sambil meletakkan satu kakinya diatas gentong air itu.



"Aku akan menjadi Raja Bajak Laut!" Ucap Luffy sambil melakukan hal yang sama.



"Aku akan menjadi Pendekar Pedang Terhebat!" Ucap Zoro yang juga sama.



"Aku akan membuat peta dunia ini!" Ucap Nami melakukan hal yang sama.



"A-Aku akan menjadi ksatria laut yang pemberani!" Ucap Usopp yang juga sama.



Mereka berlima melihat Tanaka yang belum melakukannya.



"Apakah harus melakukan di kondisi seperti ini?" Pikir Tanaka.



"Dasar lemah! Baru gini aja udah mabuk laut! Apa kamu benar-benar seorang bajak laut?" Tanya Sengo tapi diabaikan oleh Tanaka karena dia sedang tidak ingin berdebat dengannya.



Tanaka berusaha bangkit, menahan rasa mualnya untuk melakukan apa yang dilakukan mereka berlima.



"Aku akan berpetualang ke seluruh alam semesta dan mendapatkan petualangan terhebat sepanjang masa!" Ujar Tanaka yang meletakkan satu kakinya diatas gentong air.



"Alam semesta?" Tanya Usopp.



"Sudah cepat akhiri ini!" Pinta Tanaka yang benar merasa sangat mual.



"Ayo kita pergi ke Grand Line!" Ujar Luffy.



"Ya!" Ucap kami semua lalu mengangkat satu kaki kami dan memecahkan gentong air itu.


__ADS_1


Mereka semua lalu tertawa sedangkan Tanaka langsung menuju ke tepi kapal untuk memuntahkan isi perutnya.


__ADS_2