
Beberapa hari kemudian kapal Going Merry kembali berlayar di lautan menuju Alabasta.
Mereka telah berlayar lebih dari tiga hari sejak meninggalkan pulau musim dingin, kota asalnya Chopper yang telah bergabung dengan kru bajak laut topi jerami sebagai dokter kapal.
Selain menjadi dokter kapal, Chopper juga menjadi cadangan stok makanan oleh Sanji.
Hari demi hari mereka lalui dengan terus menerus bersenang-senang dan keributan. Tidak pernah sepi.
Ada saja kelakuan Luffy, Usopp dan Chopper yang selalu saja membuat kapal Going Merry menjadi begitu sangat ramai seperti sebuah pasar.
Hanya saat malam hari, dimana semuanya sudah tidur, hari yang cukup tenang berada di kapal tersebut.
"Luffy, jangan bohong! Kalau kamu tau sesuatu, bilang! Hei, kenapa memalingkan wajahmu? Lihat aku baik-baik!" Ucap Sanji yang sedang mengintrogasi Luffy karena stok makanan telah berkurang drastis.
"Yah, yah, aku nggak tau apa-apa, kok!" Ucap Luffy dengan mulut monyong tanda ia sedang berbohong.
"Kalau begitu, aku ingin tanya. Bagaimana mungkin makanan yang dengan hati-hati aku bagi-bagi agar cukup sampai kita tiba di Alabasta bisa hilang begitu saja?" Tanya Sanji yang menatap Luffy dengan penuh kecurigaan.
"Berhentilah mengelak! Wajah pura-pura mu itu nggak akan mempan!" Ucap Sanji tapi Luffy tetap tidak mau mengaku. "Hei, ada sesuatu didekat mulutmu."
"Ah, gawat! Ada makanan sisa yang menempel!" Ucap Luffy yang panik yang segera menghilangkan barang bukti tersebut.
Meskipun sebenarnya tidak ada yang menempel di mulut Luffy. Sanji hanya mengecoh manusia karet itu sehingga tanpa disadari oleh Luffy dia mengakui perbuatannya itu.
"Jadi memang kamu rupanya!" Ucap Sanji sambil menendang Luffy hingga Luffy menabrak dinding. "Dasar. Ah, Nami sayang, kamu lihat sendiri, kan? Jebakan besar untuk tikusnya udah nggak mempan. Tolong belikan lemari makanan yang ada kuncinya, dong."
"Kamu benar, akan aku pertimbangkan, karena hal itu juga menyangkut nyawa kita." Ucap Nami.
Sementara itu, Chopper, Usopp dan Karu yang sedang memancing merasa gugup meskipun mereka sedang mengunyah makanan yang mereka curi juga bersama dengan Luffy.
"Baiklah, kita tangkap sesuatu demi Sanji-kun." Ucap Usopp.
Karu dan Chopper menganggukkan kepalanya.
"Yo, udah dapat belum?" Tanya Sanji yang muncul secara tiba-tiba di belakang mereka.
"Y-yah." Ucap Usopp yang gugup.
Begitu juga dengan Chopper dan Karu. Sanji pun menghantamkan kepala mereka bertiga.
"Ya ampun, aku tak boleh lengah dari mereka." Ucap Sanji.
Tanaka yang sedang yang sedang bersantai menikmati angin laut di tempat pemantauan kapal Going Merry hanya tertawa melihat itu.
Tempat itu sudah menjadi tempat favoritnya yang seharusnya menjadi tempat Zoro untuk aktivitas tidurnya.
"Tempat ini memang nyaman untuk bersantai dan tidur, pantas saja Zoro menjadikan tempat ini sebagai tempat favoritnya selama dia tidak berlatih."
Beberapa saat kemudian Tanaka memutuskan untuk tidur di tempat itu karena Sanji belum membuat makanan akibat stoknya telah habis oleh keempat makhluk rakus tersebut.
Waktu berjalan dengan cepat saat Tanaka tidur. Dia terbangun karena mendengar suara berisik yang cukup mengganggu.
Dia pun memutuskan untuk bangkit dan melihat ke bawah untuk mengetahui apa yang terjadi di bawah sana.
"Hmmm, bukankah itu si ... siapa ya?" Gumam Tanaka.
Dia lupa dengan agen Baroque Works, Mr 2 atau Bon Clay yang memakai make up wajah cukup berlebihan, hampir mirip seperti make up yang dipakai Buggy si badut.
Selain itu orang itu juga memakai pakaian mencolok dengan aksesoris angsa di punggungnya sedang menari berputar-putar dengan Luffy, Usopp dan Chopper yang asik bertepuk tangan.
Tanaka memerhatikan dari atas, Bon Clay sedang menunjukkan kemampuan buah iblis Mane Mane nya yang bisa mengubah tubuhnya dengan orang yang dia lihat, baik itu wajah dan tubuhnya.
Saat Bon Clay menunjukkan tubuh atas Nami, Chopper, Usopp dan Luffy berteriak sambil melotot melihat tubuh Nami yang ditiru oleh makhluk jadi-jadian itu.
Tentu saja Nami langsung menghajar Bon Clay sampai babak belur di wajahnya.
"Bagaimana bakatku ini? Biasanya nggak pernah ku pamerin, loh." Ucap Bon Clay dengan bangga.
"Keren banget!!!" Teriak Usopp, Chopper dan Luffy yang sudah lengkap anggotanya sebagai trio bodoh di kelompok bajak laut topi jerami.
Mereka lalu menari-nari bersama Bon Clay.
"Sesuka kalian saja!" Ucap Nami yang terlihat sakit kepala.
Dia kemudian melihat sebuah kapal yang mendekati Going Merry dan bertanya pada Bon Clay tentang kapal tersebut.
"Itu kapalku!" Ucap Bon Clay saat sebuah kapal berbentuk angsa dan berwarna pink sudah semakin dekat.
"Sudah waktunya mengucapkan salam perpisahan? Sayang sekali, ya." Ucap Bon Clay.
"Tolong jangan pergi!" Ucap Usopp.
"Jangan sedih, ya! Pertemuan akan selalu disertai perpisahan, tapi jangan lupakan ini. Persahabatan itu, tak ada hubungannya dengan seberapa lama kita saling mengenal. Jangan nangis, ya!" Ucap Bon Clay lalu melompat ke kapalnya.
"Sampai jumpa lagi!" Ucap Luffy sambil menangis bersama Usopp dan Chopper.
__ADS_1
"Baiklah, ayo berangkat!" Ucap Bon Clay.
"Baik, Mr. 2, tuan Bon Clay!"
Kapal mereka pun berlayar pergi dan saat sudah menjauh suasana di kapal Going Merry menjadi sangat heboh.
Tanaka memutuskan untuk turun ke bawah dengan cara melompat. Meskipun ketinggian pemantau kapal Going Merry ada lebih dari 10 meter tapi dia melakukannya tanpa merasa takut sama sekali.
"Mr. 2?!" Ucap Usopp.
"Jadi dia Mr. 2, Bon Clay?" Tanya Vivi yang terjatuh terduduk di lantai kapal.
"Vivi, kamu tak mengenali wajahnya?" Ucap Luffy.
"Ya, aku belum pernah bertemu Mr. 2 dan Mr. 1 dan partnernya. Aku pun juga tak tau kekuatan mereka, hanya mendengar rumornya saja. Mr. 2 adalah seorang penari balet bertubuh besar yang berbicara seperti wanita. Dia selalu mengenakan mantel bertuliskan 'Bon Clay' di bagian belakangnya." Jelas Vivi.
"Harusnya nyadar dong!" Ucap Luffy, Zoro dan Usopp bersamaan.
"Ada apa, Vivi?" Ucap Luffy.
"Tadi, diantara wajah yang ia tunjukkan dalam ingatannya...dalam ingatannya...aku melihat wajah ayahku. Wajah raja Alabasta, wajah Nefertari Cobra telah..." Ucap Vivi yang tubuhnya gemetaran kemudian tidak bisa melanjutkan kata-katanya.
"Jika makhluk itu bisa menyerupai wajah raja, mereka pun bisa melakukan sesuatu yang jahat dengan wajah itu." Ucap Tanaka. "Musuh yang cukup merepotkan."
"Kamu berada berada dimana tadi?" Tanya Nami yang baru menyadari keberadaan Tanaka.
Pria itu hanya menunjuk ke atas, tempat pemantau kapal Going Merry berada.
Pada saat itu, Zoro juga melihat ke tempat tersebut dan Tanaka menyadarinya.
"Itu tempatku, jangan seenaknya kamu ambil!" Tegas Tanaka. "Kamu bisa gunakannya saat malam hari, pagi sampai sore itu akan menjadi tempat aku!"
Zoro hanya diam dan Tanaka kembali fokus pada pembicaraan tentang Mr 2 tersebut.
"Kita membiarkan seseorang yang berbahaya pergi begitu saja, ya?" Ucap Usopp.
"Jadi dia musuh kita, ya?" Tanya Chopper.
"Dia akan sangat berbahaya kalau memang jadi musuh kita. Jika dia sadar kalau kita ini musuhnya. Lalu dia mengubah dirinya menjadi salah satu dari kita seperti tadi, kita takkan bisa mempercayai teman kita sendiri." Jelas Nami.
"Benarkah?" Ucap Luffy.
"Yah, anggap saja kita beruntung sudah bertemu dengannya karena dengan begitu kita bisa melakukan tindakan pencegahan!" Ujar Zoro dengan tersenyum seringai.
"Ada sesuatu yang keluar!" Teriak Luffy.
"Kucing laut!" Ucap Vivi.
"Itu monster laut!" Ucap Chopper yang ketakutan.
"Jatah makan empat hari!" Ucap Zoro yang sudah bersiap dengan pedangnya untuk menyerang kucing laut itu.
"Makanan!" Ucap Luffy yang juga akan menyerang kucing laut itu.
Luffy, Zoro dan Sanji yang merupakan trio monster bajak laut topi jerami telah bersiap untuk menyerang kunci, akan tetapi Vivi mencegah mereka untuk melakukan itu.
"Jangan!" Ucap Vivi sambil memukul mereka bertiga.
"Vivi, kurang ajar, apa yang kamu lakukan?!" Ucap Luffy.
"Kenapa Vivi-chan?" Ucap Sanji.
"Yang itu nggak boleh dimakan! Di Alabasta, Kucing Laut itu binatang suci!" Ucap Vivi.
Kucing laut itu kemudian menyelam dengan merasa lega karena tidak jadi dibunuh oleh trio monster itu.
"Di lautan ada bermacam-macam binatang, ya!" Ucap Chopper.
"Tentu saja, laut itu sangat luas, Chopper." Ucap Tanaka. "Dunia ini hampir 90% persen adalah laut, sisanya daratan."
"Kalau gitu aja takut, kamu itu masih belum hebat, tau!" Ucap Usopp yang menyombongkan diri padahal dia sendiri ketakutan. "Baiklah! Akan ku ceritakan mengenai gagahnya diriku yang bertarung melawan monster laut di Calm Belt."
"Bertarung melawan monster laut?!" Ucap Chopper yang percaya pada Usopp membuatku hanya bisa menghela nafas.
"Dia sangat polos!" Pikir Tanaka.
"Dia terlihat imut, Master!" Ujar Honjo yang sepertinya menyukai hal-hal yang lucu dan imut.
"Dia hanya hewan bodoh seperti kapten kapal ini!" Ujar Sengo.
Tanaka hanya mengabaikan dua pedang itu dan melihat Luffy yang sedang menggigit pagar kapal.
"Makanan kita kabur." Ucap Luffy yang sedih.
"Jangan khawatir, pasti sebentar lagi kalian bisa makan." Ucap Vivi yang menghibur Luffy.
__ADS_1
"Benarkah?!" Ucap Luffy dengan wajah berbinar-binar.
"Tentu saja. Jika mendengar ucapan Vivi tadi, kita seharusnya sudah berada di wilayah Alabasta." Ungkap Tanaka.
"Dan yang muncul dibelakang kita pun, juga jadi bukti kalau sudah dekat dengan Alabasta." Sahut Zoro.
Mereka semua melihat kebelakang kapal dimana ada banyak kapal Baroque Works. Mereka semua, kecuali Vivi, Zoro dan Zoro terlihat terkejut melihat lautan Alabasta dipenuhi dengan kapal organisasi yang dipimpin oleh Crocodile.
"Para anggota Baroque Works mulai berkumpul, mereka mungkin Billion, anak buah dari agen tinggi." Ungkap Vivi.
"Itu artinya musuh kita sekitar 200 orang." Ucap Nami.
Para trio monster ditambah Usopp yang gemetaran mencoba untuk bertarung dengan pasukan Baroque Works tersebut, namun Tanaka mencegahnya.
"Kita lebih baik berlabuh di sebuah tempat yang aman dan langsung menuju ke ibukota kerajaan." Saran Tanaka.
Vivi dan Nami menyetujui saran dari Tanaka dan putri itu segera meminta kapal menuju ke sebuah tempat yang cukup aman, yakni pulau Sandy.
Saat berlabuh di tempat yang cukup tersembunyi dan tidak diketahui banyak orang, mereka semua mengikat perban di lengan kanan mereka masing-masing dengan dibalik perban itu ada tanda X berwarna merah.
"Ikat yang kuat, musuh kali ini benar-benar tak bisa diprediksi." Tegas Zoro.
"Jika kita melihat ini, kita tak perlu ragu siapa teman kita." Ucap Nami.
"Apa buah iblis Mane Mane itu benar-benar bisa berubah menyerupai kalian?" Tanya Sanji.
Pada saat Bon Clay berada di kapal Going Merry, Sanji berada di dalam kabin serbaguna dan itu berlangsung sampai Bon Clay pergi sehingga Mr 2 tidak akan bisa meniru wajah Sanji karena dia belum pernah melihatnya.
"Sudah bukan lagi menyerupai! Tapi sama persis! Sayang sekali, kamu nggak lihat, ya? Kami bahkan menari bersamanya." Jelas Usopp.
"Aku nggak tertarik dengan penari balet laki-laki." Ucap Sanji.
"Sungguh sangat sayang sekali, padahal dia memperlihatkan tubuh Nami saat menirunya." Ujar Tanaka.
"Apa!? Ah kenapa aku melewatkan nya!" Ujar Sanji yang menyesal dan menangis.
Nami langsung menghajar mereka berdua sampai babak belur. Meskipun begitu Sanji masih memuji Nami dengan mata lope-lope.
"Kalau ada musuh seperti itu, kita tak boleh bertindak sendirian." Ucap Zoro.
"Hei, aku harus apa?" Tanya Chopper.
"Lakukan saja apa yang bisa kau lakukan. Kalau musuh tak bisa kau kalahkan, lari juga boleh!" Ucap Usopp.
"Apa kau sedang membicarakan dirimu sendiri?" Tanya Sanji.
"Apa yang bisa kulakukan? Aku mengerti!" Tegas Chopper.
"Baiklah, yang jelas, apapun yang terjadi, tanda di lengan kanan kita adalah tanda persahabatan kita!" Ucap Luffy sambil mengacungkan tangan kirinya begitu juga dengan kami semua.
Mereka semua langsung turun dari kapal dan Luffy sangat bersemangat karena dia ingin segera makan dan setelah itu menuju ke ibukota kerajaan untuk menghajar Crocodile.
"Luffy tunggu!" Teriak Nami.
Nami ingin membuat rencana tapi sang kapten telah pergi duluan menuju ke kota untuk mencari restoran.
"Percuma, Nami, kapten bodoh itu tidak akan mendengar orang lagi saat dia seperti itu." Ujar Tanaka sambil menepuk pundak perempuan itu.
Nami hanya menghela nafas melihat Luffy yang sudah pergi menjauh.
"Bagaimana ini?" Tanya Vivi.
"Tak perlu khawatir. Cari saja tempat yang ribut, dia pasti disana." Ucap Sanji.
"Bener banget." Sahut Usopp.
"Dasar, paling tidak harusnya dia itu sadar kalau dia menjadi buronan. Apalagi di negeri sebesar ini!" Ucap Nami yang kesal.
"Biarkan saja, terserah dia mau apa. Yang penting makan dulu, kita pikirkan yang lainnya nanti saja." Ucap Zoro dengan santainya.
"Semuanya sama saja." Ucap Nami yang kesal.
"Aku dan Karu tak bisa ikut dengan kalian." Ucap Vivi.
"Ada apa? Apa sedang tak enak badan?" Ucap Usopp.
"Disini wajahku sangat mudah dikenali." Ucap Vivi.
Mereka semua, kecuali Tanaka menganggukkan kepalanya. Wajah mereka juga telah dikenali oleh Mr 2, kecuali Sanji, Tanaka dan Chopper sehingga mereka tidak akan bisa bergerak dengan bebas.
"Kalau begitu, tutupi saja kepala kalian dengan sesuatu yang membuat orang tidak bisa melihat wajah kalian dengan jelas." Saran Tanaka.
Usopp segera mendapatkan ide untuk hal tersebut. Dia segera mengambil beberapa kain besar untuk dijadikan sebagai penyamaran.
__ADS_1
Mereka semua, kecuali Tanaka, Sanji dan Chopper segera pergi ke kota Nanohara yang merupakan kota terdekat dengan tempat Going Merry berlabuh.