Penjelajah Alam Semesta

Penjelajah Alam Semesta
49


__ADS_3

Para kru bajak laut topi jerami bersama dengan Vivi dan Ace berjalan di atas padang pasir yang begitu banyak gundukan seperti gunung kecil sehingga mereka beberapa kali harus mendaki dan turun lagi dari gundukan gunung padang pasir tersebut.



"Kebakar...keringat pun nggak keluar." Ngeluh Luffy sambil berjalan dengan tongkat seperti kakek-kakek.


"Jangan kebanyakan mengeluh, Luffy. Kamu akan lelah sendiri kalau begitu." Ucap Nami tapi Luffy tidak menjawab. "Pasti nggak didengerin."


Selain Luffy, Chopper yang merupakan rusa telah mengalami kehilangan kesadarannya beberapa kali akibat sinar matahari yang cukup terik.



"Aku tak sanggup, aku tak tahan dengan cuaca panas, lebih baik berada di cuaca dingin." Ngeluh Chopper yang ditarik oleh Zoro menggunakan kereta kecil karena tidak sanggup bergerak lagi.



"Kamu kepanasan karena bulu-bulu mu itu, kenapa nggak lepasin aja?" Tanya Usopp.



"Apa kamu bilang barusan, kurang ajar?!" Ucap Chopper yang kesal lalu berubah menjadi besar. "Jangan menghina rusa!"



"Monster!" Teriak Usopp.



"Chopper, jangan berubah jadi besar! Takkan kutarik, loh!" Ancam Zoro marah karena tindakan Chopper tersebut.



Tanaka yang melihat itu hanya menghela nafas panjang. Dia merasa ingin memukul kepala ketiga orang itu, tapi tenaganya benar-benar terkuras akibat sinar matahari yang bersinar tanpa ada awan yang menghalanginya sehingga membuat udara menjadi sangat panas.



"Bisakah kalian bertiga diam dan terus bergerak dengan tenang?" Pinta Tanaka tapi suaranya kecil sehingga tidak didengarkan oleh ketiga orang itu.



Mereka semua terus berjalan dibawah teriknya sinar matahari yang menguras energi yang mereka miliki dengan begitu cepat.



"Tapi, kenapa ada banyak sekali bukit pasirnya? Padang pasir itu kukira tanah datar semua." Tanya Usopp.



"Padang pasir disini sudah ada sejak lama, jadi gundukan pasir disini tingginya lebih dari 300 meter." Ucap Vivi.



"Ti-Tiga ratus meter?! Pantas saja seperti mendaki gunung." Ucap Usopp.



"Nggak enak banget, panas..." Ucap Luffy. "Tanaka berikan aku air."



"Bukankah beberapa menit yang lalu kamu sudah meminum air sebanyak 5 kali?" Tanya Tanaka yang membawa gentong kayu yang berisi air.



Sebelumnya Luffy yang membawa gentong kayu tersebut tapi Tanaka mengingat kalau Luffy akan membuat persediaan air terbuang percuma sehingga dia yang membawa persediaan air tersebut.



"Aku tidak memiliki energi lagi untuk berjalan." Ujar Luffy dengan suara serak karena tenggorokannya terasa kering.



Tanaka hanya menghela nafas sehingga dia memberikan segelas air penuh pada Luffy.



Setelah meminum air tersebut, Luffy meminta lagi, tapi Tanaka menolaknya karena persediaan air akan semakin berkurang. Dia harus menjaga stok air agar tetap tersedia untuk semuanya sampai mereka sampai di kota Yuba.



Luffy yang merasa sangat haus menjadi kehilangan akalnya dan menyerang Tanaka untuk merebut gentong air tersebut tapi pria itu dengan mudahnya menghentikan Luffy.



Tangan Luffy yang ingin merebut gentong air terhenti beberapa meter di depan Tanaka.



"Apa yang kamu lakukan, bodoh!" Teriak Nami yang memukul kepala Luffy sehingga tangan yang memanjang itu kembali seperti semula.



Nami memarahi Luffy yang terkapar di atas padang pasir sambil mengeluarkan lidahnya karena benar-benar kehausan.



"Dia pasti tidak mendengar Nami bicara." Pikir Tanaka.



Sedangkan Ace yang melihat kejadian itu merasa takjub dan bingung atas apa yang dilakukan Tanaka.



"Apa yang tadi kamu lakukan?" Tanya Ace.



Tanaka hanya menatap Ace yang ekspresi wajahnya seperti anak kecil yang takjub akan sesuatu yang dilihatnya.



Akan tetapi, meskipun Ace berekpresi seperti itu, Tanaka hanya diam. Dia ingin menjelaskannya tapi tidak sekarang karena dia harus menjaga kondisi tubuhnya agar tetap bisa bergerak.



Saat hari sudah gelap, mereka akhirnya memutuskan untuk berkemah.


"Laper banget." Ngeluh Luffy yang telah berubah dari kehausan saat berjalan menjadi lapar.



"Jangan serakah gitu, dong! Masih mentah, jangan dimakan!" Ujar Sanji yang memukul tangan Luffy yang ingin mengambil daging yang sedang dimasak di sekeliling api unggun.



"Nami, Vivi, Sebentar lagi siap, tunggulah sebentar, ya!" Ucap Sanji dengan suara lembut.



Usopp juga secara diam-diam ingin mengambil daging tersebut tapi Sanji melihatnya sehingga dia terkena pukulan juga oleh Sanji seperti Luffy.


"Jangan dekat-dekat!" Ucap Sanji marah.


"Nggak masalah, kan? Dasar pelit, biar aku makan!" Ucap Luffy.



"Menjauh sana!" Teriak Sanji.



"Padahal tadi siang panas banget, ada apa dengan cuacanya?" Tanya Nami yang menggigil kedinginan.



"Karena di padang pasir tak ada bangunan atau pohon sama sekali, saat siang akan panas sekali dan saat malam akan dingin sekali. Di padang pasir ada banyak bahaya yang tak bisa diprediksi." Jelas Vivi yang juga sama meskipun dia penduduk asli Alabasta.



Setelah makan malam selesai, Tanaka menguap kecil karena merasakan angin dingin yang membuatnya merasa mengantuk.



Dia melihat Luffy, Zoro, dan Usopp sudah tertidur dengan menempel pada Chopper yang juga tertidur. Rusa itu memiliki bulu sehingga membuat mereka bertiga merasa sedikit lebih hangat.



Tanaka ingin menempel pada Chopper juga tapi dia melihat tidak ada tempat lagi sehingga membuatnya menyerah untuk tidur sambil menempelkan tubuhnya dengan Chopper.



"Apa yang sedang Kamu pikirkan? Apa Kamu sedang memikirkan Luffy?" Tanya Tanaka yang berjalan mendekati Ace yang terlihat menatap Luffy dan duduk disampingnya.



"Sejak kecil sampai sekarang, dia tak berubah sama sekali. Meski begitu, banyak orang yang berada di sisinya." Ungkap Ace. "Meski dia adikku, dia memiliki semacam daya tarik misterius."



"Itu semacam satu-satunya kekuatan yang dimiliki oleh setiap protagonis." Pikir Tanaka.



"Mengenai tadi siang, yang kamu lakukan pada Luffy, apa yang sebenarnya kamu lakukan itu?" Tanya Ace yang masih penasaran.



Tanaka menjelaskan tentang kekuatan force dan meskipun dia menjelaskan Ace tidak terlalu mengerti karena konsep force tidak ada dalam dunia one piece.


__ADS_1


Bahkan orang-orang dalam dunia one piece juga tidak paham tentang apa itu alam semesta, planet dan galaksi.



"Kamu benar-benar sangat menarik, Tanaka." Ujar Ace. "Apa kamu ingin bergabung dengan bajak laut Shirohige?"


"Eh?" Tanya Tanaka yang bingung dengan ajakan tiba-tiba dari Ace.


"Aku ingin membawamu bertemu dengan Pops, dia pasti akan senang bertemu denganmu." Ungkap Ace.



Tanaka menggelengkan kepalanya karena dia ingin berpetualang dengan Luffy dan para krunya.



"Begitu, sayang sekali. Tapi aku akan tetap memperkenalkan mu pada Pops jika kita bertemu lagi." Ucap Ace.



Setelah berbincang-bincang dengan Ace, rasa ngantuk menjadi lebih parah dari sebelumnya akibat udara dingin yang sangat nyaman untuk tidur sehingga Tanaka memutuskan untuk masuk ke dalam tenda pria agar bisa tidur dengan nyaman.



Malam itu pun berlalu dengan tenang dan damai sampai akhirnya sinar matahari yang akan muncul di ufuk timur membuat langit yang tadinya gelap dengan taburan bintang-bintang telah berubah menjadi sedikit kebiruan dengan awan putih melayang-layang.



Pria itu terbangun dari tidurnya karena suara yang cukup berisik di luar tenda sehingga dia bangkit dari tidurnya, mengambil Sengo dan Honjo untuk digantung di pinggangnya dan kemudian keluar dari tenda untuk melihat apa yang terjadi.



"Semuanya! Cepat bersembunyi dibalik bebatuan!" Teriak Vivi. "Badai padang pasirnya datang!"



"Oh?" Ucap Ace lalu dengan cepat bersembunyi dibalik bebatuan.


Tanaka juga segera melakukan hal yang sama seperti Ace begitu juga dengan yang lainnya.


"Wuah, keren! Begini lagi, ya?! Padang pasir itu isinya badai semua, ya!" Ucap Luffy yang senang.



"Aku lupa mengatakannya, tapi badai padang pasir juga merupakan sesuatu yang berbahaya!" Ucap Vivi.



"Bilang dari tadi, dong!" Teriak Usopp sambil tetap memegang batuan agar tidak ikut terbawa oleh badai pasir itu.



Setelah badai itu sudah lewat, Tanaka bangkit dari dalam pasir karena badai tadi. Dia melihat keadaan sekitarnya begitu kacau.



Selain itu, Tanaka juga melihat Nami dan Vivi yang tergeletak di atas pasir dengan sebagai tubuhnya teredam pasir.



Dengan cepat Tanaka segera menghampiri Nami untuk membantunya bangkit sedangkan Vivi sudah dibantu oleh Ace.



"Terima kasih, Tanaka." Ujar Nami.



"Tidak masalah." Balas Tanaka.



Luffy segera memerintahkan untuk kembali melanjutkan perjalanan ke kota Yuba. Mereka semua pun segera berbenah diri dan kemudian melanjutkan perjalanan.



Setelah berjalan sampai matahari sudah hampir mencapai puncaknya, Luffy kembali mengeluh.



"Hei Sanji, buatin bekal! Bekal bajak laut!" Pinta Luffy.



"Tidak!" Tolak Sanji. "Aku akan membuatnya sampai Vivi yang nyuruh."



Luffy segera mendekati Vivi dan membujuknya agar meminta Sanji untuk dibuatkan bekal bajak laut.


"Tapi ini masih sepersepuluh perjalanan ke Yuba." Ucap Vivi.


Meskipun begitu, Luffy terus menerus membujuk Vivi agar mau menuruti permintaannya sehingga membuat Vivi menyerah akhirnya.




"Baiklah, bebatuan! Semuanya, kalau ada bebatuan istirahat makan dulu, ya! Yang menang suit, harus bawa tas semua orang!" Ucap Luffy dengan begitu semangatnya.



"Jangan buat aturan seenaknya!" Ucap Usopp yang kesal.



"Bukannya yang kalah harusnya bawa tasnya?" Tanya Sanji.



Luffy tidak mendengar keluhan tersebut dan langsung memulainya sehingga membuat semuanya kecuali Ace langsung menggerakkan tangan mereka untuk membuat batu gunting kertas.



"Wuah, aku menang!" Ucap Luffy yang senang.



Mereka semua kembali berjalan dengan Luffy membawa barang-barang semuanya, kecuali barang milik Ace.



"Be-Berat, berat banget tau, dan panas. Padahal aku yang menang suit, kenapa begini?" Tanya Luffy yang lupa kalau dia yang membuat aturannya seperti itu.



Luffy berjalan di paling belakang karena dia membawa banyak barang. Tanaka ingin membantu Luffy tapi dicegah oleh Nami agar tidak selalu memanjakan Luffy.



Selain itu, hal tersebut juga menjadi pelajaran bagi Luffy atas tindakan yang seenaknya.



"Bebatuannya telah ditemukan, didepan sana!" Ucap Usopp.



"Benarkah?! Waktunya istirahat makan!" Ucap Luffy lalu dengan cepat berlari meninggalkan kami.



"Wah~, cepat banget!" Ucap Usopp terkejut.



Tidak lama kemudian, Luffy lalu berlari kembali lagi dengan tangan kosong dan itu membuat Tanaka sadar akan apa yang terjadi selanjutnya.



Belum juga Luffy sampai, Tanaka sudah berlari menuju ke tempat berbatuan tersebut.



"Tanaka?" Panggil Vivi.



"Ada apa dengannya?" Tanya Zoro dan Sanji.



"Kebelet buang air kecil mungkin." Ujar Usopp.



Sesampainya di sana Tanaka tidak melihat barang-barang yang dibawa oleh Luffy sebelumnya. Semuanya hilang begitu saja, seperti ditelan oleh pasir hidup.



"Sial aku terlambat!" Ujar Tanaka. "Seharusnya aku sadar akan hal ini."



Luffy dan lainnya pun tiba dan mereka kebingungan karena tidak melihat barang-barang mereka tersebut.



"Dimana barang-barang kita, Luffy?" Tanya Zoro.


__ADS_1


"Are? Aku menaruhnya disini tadi." Jawab Luffy yang juga kebingungan.



Tanaka menghela nafas panjang dan bertanya, "Apa kamu melihat ada burung disini tadi?"



"Ah, iya, aku melihat banyak burung yang sekarat!" Jawab Luffy. "Tapi, kenapa burung-burungnya tidak ada lagi?"



Tanaka kembali menghela nafas karena perkiraannya memang benar terjadi.



"Aku minta maaf, harusnya kukatakan lebih awal." Ujar Vivi. "Burung Warusagi adalah bandit padang pasir yang menipu para pengelana dan mencuri barang-barang mereka."



"Apa?!" Tanya Luffy terkejut.



"Burungnya berpura-pura mati?! Bukannya itu penipuan?!" Tanya Usopp.



"Benar, mereka memang penipu." Tegas Vivi.



"Mereka menipuku?!" Ucap Luffy yang marah.



"Luffy, kalau cuman maaf saja, nggak akan menyelesaikan masalah! Itu bekal kita untuk tiga hari, tau!" Ucap Sanji yang marah sambil memegang kerah baju Luffy. "Kamu membiarkan barang-barang kita semua dicuri burung padang pasir dan kita jadi tak punya apa-apa di tengah padang pasir?! Bagaimana kita bisa melalui padang pasir tanpa makanan dan minuman?"



"Habisnya, mau bagaimana lagi, karena aku ditipu." Ucap Luffy dengan tenangnya tidak merasa bersalah.



"Apa otakmu lebih bodoh dari otak burung?" Tanya Sanji.



"Apa kamu bilang?!" Ucap Luffy yang terpancing.



Mereka berdua pun bertengkar.



Tanaka hanya duduk, menyenderkan punggungnya ke dinding batu, mengabaikan mereka berdua sedangkan Zoro meminta mereka berdua berhenti bertengkar.



"Dihentikan pun percuma. Disaat seperti ini, lebih baik dibiarkan saja." Saran Ace.



"Benar juga, ya." Ucap Zoro lalu duduk di sebuah batu. "Ayo kita istirahat sebentar, hawa panas inilah yang membuat mereka ribut. Yah, entah bagaimana caranya kita pasti dapat makan! Lagipula takkan membuat kita mati seketika. Kita anggap saja begitu!"



"Yah, kalau mikir terus aku jadi haus." Ucap Usopp.



"Dia memang pantas menjadi Wakil Kapten." Pikir Tanaka sambil menatap Zoro.



"Apa? Kenapa menatapku seperti itu?" Tanya Zoro.



"Bukan apa-apa." Jawab Tanaka.



Burung-burung Warusagi itu lalu berdiri di depan mereka dengan tatapan mengejek. Saat mereka berjalan pergi, Luffy langsung lari mengejar mereka.



Tanaka bisa saja menjatuhkan para burung itu dengan kekuatan forcenya, tapi dia tidak melakukan karena ingin menghemat energinya.



"Kembalikan barang-barang kami!" Teriak Luffy.



"Luffy-san, jangan dikejar!" Panggil Vivi.



Luffy mengabaikan panggilan Vivi dan terus mengejar para burung bandit tersebut sampai tidak kelihatan lagi wujudnya.



"Luffy lama banget kembalinya!" Ucap Usopp.



"Ya, apa dia memang tersesat?" Tanya Chopper khawatir.



"Kemungkinan besar begitu." Jawab Tanaka yang seenaknya.



"Dasar, padahal nggak tau arah tetap saja nekat lari!" Ucap Nami.



"Dan ada begitu banyak bahaya di padang pasir yang belum ia ketahui." Ucap Vivi.



Para kru bajak laut topi jerami pada mengeluh atas sikap Luffy yang benar-benar seenaknya itu.



Ace yang mendengarnya langsung meminta maaf pada semuanya atas sikap adik laki-lakinya itu.



Meskipun mereka mengeluh, tapi mereka juga khawatir akan keadaan Luffy sehingga Tanaka, Zoro dan Sanji bangkit untuk mencari Luffy.



"Kuserahkan pada kalian, ya!" Ucap Usopp.



"Ya." Ucap ketiga orang itu.



Tiba-tiba saja terjadi guncangan yang membuat semuanya terkejut dan panik.



"Guncangan apa ini?! Ada badai lagi?! Tanya Chopper panik.



Tidak, bukan! Itu..." Ucap Usopp yang menggunakan kacamata khusus miliknya untuk melihat ke kejauhan. "Luffy?!"



Terlihatlah Luffy yang sedang menaiki unta dan dikejar oleh sesuatu yang berasal dari dalam pasir.



"Kenapa dia naik unta?!" Tanya Nami.



"Entahlah! Apa yang sedang mengejarnya?" Tanya Sanji.



"Aku tak bisa melihatnya! Tapi sepertinya ada sesuatu dibalik pasir itu!" Jawab Zoro.



"Zoro, Sanji, bersiaplah!" Ujar Tanaka yang langsung berlari menuju ke tempat Luffy.



Seekor reptil besar berwarna ungu muncul di belakang Luffy dan unta yang dinaikinya.



"Besar banget!" Ucap Usopp dan Chopper yang terkejut.

__ADS_1



"Apa itu?!" Tanya Zoro.


__ADS_2