Penjelajah Alam Semesta

Penjelajah Alam Semesta
47


__ADS_3

Sementara Ace dan Smoker saling bertarung, Vivi bersama dengan para kru bajak laut topi jerami terus berlari menuju tempat Going Merry berlabuh.



"Luffy! Apa benar orang tadi itu kakakmu?" Tanya Nami.



"Ya, namanya Ace dan dia lebih kuat dari aku!" Jawab Luffy.



"Kalau kamu memiliki kakak bukan lagi hal mengejutkan, tapi apa yang sedang dia lakukan di Grand Line?!" Tanya Zoro.



"Ace itu bajak laut! Dia meninggalkan kampung halamanku tiga tahun lebih dulu dariku!" Ucap Luffy.



Mereka semua terlihat terkejut mendengar cerita Luffy, Tanaka hanya memasang wajah datar seperti biasa.



"Tapi, tak kusangka bisa bertemu Ace di tempat seperti ini!" Ucap Luffy.



Tanaka melihat jalan di depan terpisah menjadi dua sehingga dia bertanya, "Jalan yang mana?"



"Ke kiri! Semuanya dengar, kan?" Tanya Nami.



"Ha'i, kemana pun Nami-san, akan selalu ku ikuti!" Ucap Sanji dengan senangnya.



Semuanya mengambil jalur kiri tapi hanya Luffy yang mengambil jalur kanan. Tanaka menyadari hal itu dan membiarkannya karena ada Ace yang akan membantunya.



Bila tidak ada Ace maka Tanaka sudah menarik Luffy ke arah yang sesuai.



"Cepat naikkan muatannya! Kita akan langsung berlayar!" Ucap Nami begitu mereka sudah sampai di pelabuhan.



"Cepatlah! Kembangkan layar!" Ucap Usopp.



Para kru bajak laut topi jerami bersama Vivi bergerak dengan cepat untuk bisa membuat kapal Going Merry kembali berlayar sampai tidak ada yang menyadari ketidakhadiran Luffy bersama mereka.



"Hei, padahal kita baru sampai, apa kita akan langsung berlayar?" Tanya Chopper.



"Ya, kita berlabuh di kota ini untuk mencari apa yang kita butuhkan. Sekarang kita akan pergi ke Alabasta melalui sungai. Tujuan kita selanjutnya adalah kota hijau, Erumalu." Jelas Vivi.



"Erumalu?" Tanya Chopper.



"Ya." Ucap Vivi. "Namanya kota hijau, seharusnya kota itu adalah kota yang subur sesuai dengan namanya."



Semuanya bergerak dengan cepat dan melakukan tugasnya masing-masing sehingga kapal Going Merry bisa dengan cepat kembali berlayar.



"Baiklah, kita berlayar!" Teriak Nami.



Pada saat itu mereka mulai menyadari adanya yang kurang yakni kehadiran Luffy.



"Rasanya ada seseorang yang belum kehitung." Ucap Usopp yang pertama kali menyadarinya.



"Luffy tidak ada disini." Ucap Tanaka lalu menghela nafas. "Sepertinya dia mengambil jalur yang salah saat jalan bercabang tadi."



"Si bodoh itu!" Ucap Zoro kesal.



Meskipun Luffy belum naik ke kapal, Nami memutuskan untuk tetap memberangkatkan kapal.



"A-Apa tak apa memberangkatkan kapal tanpa Luffy?" Tanya Chopper.



"Kapal Marine akan berkumpul di pulau ini dan kapal kita akan terlihat bila tetap disini." Ungkap Nami. "Pertama, kita harus menyembunyikan kapal kita dulu."



Vivi sebagai tuan rumah mengetahui seluk beluk tempat itu sehingga dia langsung mengarahkan tempat yang aman dan tersembunyi.



Saat berlayar tersebut para anggota kru bajak laut topi jerami, kecuali Tanaka dan Chopper mengeluh tentang perilaku Luffy yang selalu membuat mereka kerepotan.



Tanaka yang memandang ke tepi pantai, melihat seseorang dengan baju merah dan topi jerami melambaikan tangannya kearah kapal kami.



Belum sempat Tanaka memberitahu pada yang lainnya, Nami sudah memberitahu tentang keberadaan Luffy.



"Aku menemukan Luffy!" Ucap Nami yang melihat dengan teropong.



"Ketemu, ya? Dimana?" Tanya Zoro.



"Ya, tak salah lagi, si bodoh itu." Ucap Sanji yang juga melihat dengan teropong.



Luffy lalu memanjangkan lengannya supaya bisa kembali ke kapal dan berakhir menabrak Sanji dan Chopper karena tindakannya barusan itu.



"Aku kembali!" Ucap Luffy dengan santainya.



Tanaka tertawa kecil melihat kelakukan kaptennya itu.



"Selamat datang, kapten." Sahut Tanaka.



"Shi shi shi~" Tawa Luffy dengan santainya, lalu bangkit berdiri.



"Kamu itu, sama sekali nggak kapok, ya?! Aku Bunuh juga kamu!" Ucap Sanji sambil menarik kerah baju Luffy saat dia sudah bangkit berdiri.



"Benar sekali, mau sampai kapan kamu merepotkan kami? Sedikit saja bersikaplah seperti seorang kapten." Ujar Nami yang kesal dengan tingkah Luffy yang selalu seenaknya.



"Sudahlah teman-teman, bagaimanapun juga dia itu Luffy, mau dibilang sampai kapanpun dia tidak akan melupakannya." Jelas Tanaka.



"Kamu terlalu memanjakannya, Tanaka." Ngeluh Nami.



Usopp menganggukkan kepalanya dan dengan kesempatan itu dia mengajukan diri untuk menjadi kapten, pengganti Luffy. Tapi tidak ada satupun yang menanggapinya.



"Oh iya, Ace." Ujar Luffy yang langsung mendekati pagar kapal dan melihat ke tepi pantai tempat dia berada tadi. "Ace!?"



"Kakakmu bersamamu?" Tanya Zoro.


__ADS_1


"Apa tak apa meninggalkannya?" Tanya Usopp.



"Yah, tenang saja! Ace itu kuat." Jawab Luffy.



"Dia kuat?" Ucap Chopper.



"Ya! Dulu dia belum memakan buah iblis Mera Mera, meski begitu aku belum pernah sekalipun mengalahkannya! Yang jelas si Ace itu kuat sekali!" Ucap Luffy dengan bangganya.



Nami terkejut karena dia belum pernah melihat ada lawan Luffy yang tidak bisa dikalahkannya. Semua lawan Luffy yang dia lihat selama ini selalu dapat dikalahkan tanpa bisa melawan balik lagi.



"Kakak dari seorang monster itu memang lebih monster lagi, ya." Ucap Usopp.



"Benar sekali, aku selalu saja kalah! Tapi kalau sekarang mungkin bisa menang!" Ucap Luffy lalu tertawa.



"Siapa yang kau bilang akan menang?" Ucap Ace yang muncul secara tiba-tiba dan berjongkok diatas pagar kapal.



"Oh, Ace! Mereka ini teman-temanku yang ku ceritakan tadi!" Ungkap Luffy.



"Oh, halo semuanya! Maaf kalau adikku sudah banyak merepotkan!" Ucap Ace dengan sopan sambil sedikit membungkuk.



"Tidak, sama sekali tidak." Ucap mereka semua sambil balas membungkuk kecuali Luffy dan Tanaka yang hanya berdiri diam menatap Ace.



"Dia mungkin sangat merepotkan kalian dan susah diatur, tapi..." Ucap Ace dengan sopan dan ramah.



"Tidak, sama sekali tidak." Ucap mereka semua kecuali Tanaka dan Luffy.



"Dia memang merepotkan." Ucap Tanaka jujur. "Benar-benar sangat merepotkan!"



Nami memperingati aku untuk tidak mengatakan hal seperti itu secara langsung pada Ace yang merupakan kakak Luffy.



"Tapi itu kenyataannya." Ucap Tanaka dengan wajah datar. "Bukankah tadi kamu mengatakan kalau Luffy itu selalu merepotkan kita."



Nami tidak bisa membalas perkataan Tanaka sehingga yang bisa dia lakukan adalah menatap pria itu dengan wajah garangnya.



Tanaka hanya mengalihkan pandangan ke arah lain, tidak berani menatap Nami yang seperti itu.



"Hahaha, meskipun adikku ini merepotkan kalian, tolong dimaklumi dan tolong jaga dia, ya." Ucap Ace lalu membungkuk lagi pada kami.



Mereka semua membungkuk lagi kecuali Tanaka dan Luffy.



"Pasti ada banyak hal yang ingin kalian perbincangkan, bukan? Kenapa tidak ke dalam saja? Akan ku buatkan teh." Saran Sanji.



"Ah tidak, disini saja. Tak perlu repot-repot." Ucap Ace yang menolak tawaran Sanji dengan sopan.



Ace lalu menyalakan rokok milik Sanji dengan apinya.



Mereka semua, kecuali Tanaka dan Luffy benar-benar dibuat terkejut dengan sikap ramah dan sopannya Ace. Benar-benar berbanding terbalik dengan Luffy yang merupakan adiknya bertindak seenaknya saja.



"Tidak mungkin, laki-laki bijak seperti ini tak mungkin kakaknya Luffy!" Ucap Nami yang tidak bisa menerima hal tersebut.




"Dia itu kakak yang bijak, ya!" Ucap Zoro.



"Saudara itu hebat, ya!" Ucap Chopper.



"Di lautan itu memang banyak hal yang mengejutkan, ya." Ucap Sanji.



"Tunggu dulu, semuanya, Kalian tidak bisa mengatakan seperti itu di depan kakak Luffy." Ujar Vivi dengan cemas.



"Tuh, kan? Mereka semua lucu, kan?" Ucap Luffy.



Kemudian terlihat banyak kapal milik Baroque Works di dekat kami. Vivi memberitahu kalau kapal-kapal itu adalah kapal yang digunakan oleh para Billion.



"Hiken no Ace dan Mugiwara no Luffy! Jangan pikir kalian bisa kabur, ya!"



"Akan kami tunjukkan kekuatan dari Billion Baroque Works!"



"Mereka lagi, ya?" Ucap Luffy.



"Luffy, biar kubereskan mereka. Akan kutunjukkan sesuatu yang keren padamu." Ucap Ace lalu mengedipkan matanya padaku dan melompat ke kapal kecil miliknya.



Zoro dan Sanji mendengus melihat Ace yang ingin bertindak keren sedangkan Nami, Usopp, Vivi, dan Chopper terlihat kebingungan dan juga penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh Ace sendirian melawan para Billion nya Baroque Works.



Luffy menatap kepergian Ace dengan mata berbinar-binar, dia merasa bersemangat karena Ace ingin menunjukkan sesuatu yang keren padanya.



Sedangkan Tanaka hanya memberikan ekspresi datar dan tidak ada niatan untuk melihat sesuatu yang sudah pasti tersebut.



Ace dengan kekuatan buah iblisnya, menggerakkan kapal kecilnya itu, pergi menuju kapal para Billion dan kemudian terjadi kobaran api yang cukup besar di kapal-kapal para Billion itu.



Hanya dalam waktu sekitar kurang dari lima menit, Ace telah menghancurkan semua kapal itu dengan satu serangan.



"He...bat!" Ucap Usopp yang terkejut, begitu juga dengan semua orang kecuali Tanaka dan Luffy.



Luffy berteriak dengan gembira sedangkan Tanaka hanya diam tanpa ekspresi.



Setelah Ace menghancurkan semua kapal Billion, ia kembali ke kapal Going Merry dan para kru bajak laut topi jerami bersama Vivi melangsungkan pesta penyambutan dan kemenangan untuk Ace.



"Sekarang Ace jadi teman kita!" Ucap Usopp yang memberikan pengakuan.



"Kanpai!!" Ucap Usopp, Chopper dan Luffy yang bersulang.



"Siapa yang bilang bergabung dengan kalian?" Ucap Ace yang hanya diabaikan oleh mereka bertiga.



"Minuman yang nikmat!" Ucap Usopp dengan senang.

__ADS_1



"Kanpai!!" Ucap mereka bertiga yang bersulang lagi.



"Tak perlu dipikirkan! Mereka selalu mencari-cari alasan untuk berpesta!" Ucap Nami.



"Ace, apa kamu yakin tak mau bergabung dengan kami?" Tanya Luffy yang mengundang kakak angkatnya itu untuk menjadi krunya.



Ace menolaknya dengan cepat dan kemudian memberikan alasan, "Aku sedang mencari seseorang. Namanya adalah Kurohige." Ucap Ace.



Mendengar nama Kurohige membuat Tanaka merasa marah dan kesal, bukan karena dia penyebab musibah yang akan dialami oleh Ace nantinya, tapi karena sejak awal kemunculan di manga one piece, Tanaka sudah tidak menyukai karakter itu.



Setelah beberapa jam melakukan pesta untuk Ace, kapal Going Merry telah memasuki sungai Sandora.



"Pertama, kita akan berlabuh di Erumalu, lalu pergi ke Alabasta agar sampai ke Oasis atau Yuba. Di Yuba ada pemimpin dari pasukan pemberontak." Ucap Vivi yang menjelaskan rencana selanjutnya.



"Begitu, jadi tujuan kalian selanjutnya Yuba?" Tanya Ace.



"Kemana pun perginya Nami, dan Vivi akan ku ikuti." Ucap Sanji dengan mata lope-lope.



"Enyah saja kamu, koki mesum." Ucap Zoro yang kesal.



"Bilang apa kamu?" Ucap Sanji yang marah.



Mereka berdua pun saling bertatapan dengan jarak yang begitu dekat.



"Yang jelas, sepertinya kita bisa pergi bersama-sama!" Ucap Nami yang mengabaikan dua orang itu.



"Ya, kakaknya Luffy bisa sangat membantu!" Ucap Usopp.



"Ayo kita bersenang-senang, Ace!" Ucap Luffy.



"Ya!!" Ucap kami semua sambil bersulang.



Sementara mereka sibuk sendiri, Tanaka memutuskan untuk pergi ke bagian belakang kapal dan merenung sambil menatap air sungai yang luas di depanku.



"Apa yang harus aku lakukan pada Ace?" Pikir Tanaka.



Dia ingin mengubah takdir Ace yang cukup kejam, tapi dia telah berjanji pada dirinya untuk hanya berpetualang tanpa mengubah apapun yang seharusnya terjadi.



"Bila aku menyelamatkannya, itu akan membuat sebuah perubahan dalam cerita one piece dan mungkin malah mengarah ke hal yang buruk." Pikir Tanaka. "Tapi kalau aku tidak menyelamatkan, Luffy akan sangat sedih, meskipun nantinya dia bisa move on."



Tanaka menghela nafas panjang karena dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan pada Ace.



"Apa yang kamu lakukan sendirian disini?" Tanya Ace yang tiba-tiba saja muncul di belakang Tanaka dan membuatnya terkejut.



"Kamu mengejutkanku Ace!" Ujar Tanaka.



"Oh, maaf, aku tidak bermaksud seperti itu." Ujar Ace yang merasa bersalah. "Tapi aku ingin tahu, kenapa kamu menyendiri disini? Yang lainnya masih berpesta dengan makanan dan minuman."



"Tidak ada hal yang spesial, aku hanya suka menyendiri seperti ini." Jawab Tanaka. "Bagaimana denganmu?"



"Aku hanya penasaran saja melihat kamu yang berpisah dari yang lainnya." Jawab Ace yang berdiri di samping Tanaka.



Mereka berdua kembali terdiam sambil melihat ke sungai Sandora.



"Aku mendengar dari Luffy kalau temannya yang sangat diandalkan dan selalu menolongnya saat mendapatkan masalah." Ujar Ace yang menatap Tanaka. "Aku sangat berterima kasih padamu karena sudah menjaga adikku yang merepotkan itu dengan sangat baik."



Ace menundukkan kepalanya sebagai tindakan atas perkataannya itu.



"Tidak, kamu tidak perlu seperti itu, aku hanya melakukan dengan senang hati karena aku ini temannya dan juga kru bajak lautnya." Jelas Tanaka.



"Meskipun begitu, aku benar-benar mengucapkan terima kasih dan untuk kedepannya tolong jaga dia karena dia itu adikku satu-satunya dan paling aku sayangi." Ungkap Ace.



Tanaka menghela nafas dan kemudian berkata, "Baiklah, aku akan menjaganya, tapi ini bukan karena kamu yang minta karena aku tetap akan menjaga dan membantunya tanpa perlu kamu minta sekalipun."



Ace menganggukkan kepalanya dan kembali menatap ke sungai Sandora.



"Ace ... " Panggil Tanaka.



Pemilik nama itu langsung mengarahkan pandangan ke Tanaka saat dipanggil dan menunggu apa yang ingin dikatakan oleh pria itu.



" ... mengenai orang yang kamu cari itu, Kurohige, bisakah kamu berhenti mencarinya." Pinta Tanaka.



Ace merasa bingung dengan permintaan Tanaka tersebut, akan tetapi dia tidak menanyakan alasan Tanaka meminta seperti itu. Ace hanya menunggu Tanaka menjelaskan padanya tentang hal itu



"Aku tidak tahu apa yang telah dia perbuat sampai kamu mencarinya, tapi akan mendapatkan masalah yang cukup besar bila terus mencarinya dan itu berhubungan dengan Luffy." Ungkap Tanaka.



"Luffy?" Tanya Ace yang semakin bingung karena adik laki-lakinya itu ada hubungannya dengan Kurohige.



"Ya, mungkin kamu tidak percaya, aku bisa melihat masa depan dengan kekuatan yang aku miliki ini, meskipun penglihatan itu tidak dapat aku kendalikan karena muncul secara tiba-tiba tanpa aku ketahui." Jelas Tanaka.



"Pada saat aku melihat kamu, aku melihat kalau kamu akan mendapatkan masalah besar dan itu akan membuat Luffy sangat sedih." Ungkap Tanaka. "Aku tidak tahu masalah besar apa yang akan kamu dapatkan bila terus mencari orang itu, tapi karena ini membuat Luffy akan sangat sedih, aku meminta kamu untuk berhenti mencarinya."



Tanaka tidak memberitahu secara jelas tentang masa depan Ace. Dia hanya memberikan sebuah gambaran besar agar Ace berhenti mencari Kurohige.



Meskipun itu akan membuat dampak yang cukup besar dalam cerita one piece karena dia tidak akan tahu lagi apa yang akan terjadi bila Ace masih tetap hidup.



Akan tetapi dia sudah siap untuk perubahan tersebut. Tanaka juga ingin Ace tetap hidup karena pada saat kematian Ace itu merupakan hal yang sangat menyedihkan bagi semua pencinta one piece.



"Meskipun kamu mengatakan seperti itu, aku tetap akan mencari Kurohige karena ini adalah tanggung jawab aku." Ujar Ace dengan tenangnya. "Aku yakin penglihatan masa depan yang kamu katakan itu tidak akan terjadi."



Tanaka menghela nafas panjang karena Ace tidak mengabulkan permintaannya. Meskipun begitu tidak ada yang bisa dilakukan oleh Tanaka karena Ace memang seperti Luffy yang sekali sudah menetapkan tujuannya, maka tidak akan ada yang bisa mengubahnya.



"Baiklah, kalau kamu sudah seperti itu, maka yang bisa aku lakukan hanya membuat apa yang terjadi padamu tidak akan terjadi." Ujar Tanaka.

__ADS_1



Dia telah menetapkan tujuannya untuk bisa menyelamatkan Ace dan ini mungkin akan menjadi pertama dan terakhirnya dia melakukan sesuatu yang tidak pernah dia lakukan sebelumnya.


__ADS_2