
Setelah melakukan perencanaan yang cukup matang, para Kurawa mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi perang Bharatayuda pada hari ini.
Beghawan Durna yang menjadi mahasenapati menggunakan gelar baris Garudabyuha untuk strategi nya pada saat ini. Gelar baris ini dinilai efektif karena bisa digunakan untuk mengurung pertahanan Yudistira. Raja Amarta itu akan dikepung dengan prajurit yang membentuk setengah lingkaran dan membuat pertahanan mereka menjadi gampang dipatahkan.
Sementara itu, Prabu Gardhapati dan Prabu Wersaya juga sudah siap dengan tugasnya masing masing. Mereka akan memancing Bima dan Arjuna meninggalkan Tegal Kurusetra.
Hari sudah beranjak siang, matahari sudah naik sepenggalah menyinari tegal Kurusetra. Pada saat itulah, mereka sudah mulai bertarung dengan sengit. Nampak Resi Kumbayana yang saat itu sedang mengatur barisan para Kurawa.
Di sebelah utara tegal Kurusetra, Nampak Prabu Wersaya yang sedang mendekati Raden Arjuna.
“Inikah yang bernama Raden Arjuna, satriya Pandawa itu?” Tanya Wersaya.
“Benar, siapakah tuan yang telah berani membela orang yang bersalah seperti Kanda Daryudana?” Tanya Arjuna.
“Itu bukan urusanmu. Jika kau memang kesatria sejati, kutantang kau bertarung di pantai pesisir utara. Jika tidak berani, kau tidak lebih dari seorang pecundang” kata Wersaya sambil mencibir kea rah Arjuna/
__ADS_1
Mendapatkan perlakuan seperti itu, tentu saja membuat Raden Arjuna menjadi sangat marah. Dia kemudian meladeni apa yang menjadi tantangan dari Prabu Wersaya. Arjuna tidak sadar bahwa itu hanya siasat dari Prabu Wersaya untuk menjauhkan dia dari kakaknya. Raden Arjuna kemudian melompat dari atas kereta kuda tanpa sepengetahuan Prabu Kresna sebagai kusir kereta. Lalu secepat kilat menyusul Prabu Wersaya ke pantai pesisir utara.
Sementara itu, Prabu Gardapati juga sedang berusaha untuk mendekati Bima atau Raden werkudara. Diapun ingin membuat Bima meninggalkan tegal Kurusetra.
Dengan segala siasat dan akal liciknya akhirnya dia berhasil memancing kemarahan Bima dan mengajaknya bertarung di pantai pesisir selatan, jauh meninggalkan tegal Kurusetra.
Sang Kumbayana tersenyum puas melihat Bima dan Arjuna sudah berhasil disingkirkan dari tegal Kurusetra, dan dibawa untuk bertarung di pesisir utara dan selatan yang letaknya sangat jauh dari tegal Kurusetra.
Lain halnya dengan Arjuna dan Bima, mereka tidak menyangka jika sebenarnya mereka hanya diperalat dengan akal licik agar menjauh dan tidak bisa melindungi kakaknya, yudistira.
Setelah yakin, Arjuna dan Bima sudah cukup jauh meninggalkan tegal Kurusetra,kemudian Beghawan Druna segera menatabarisan Kurawa untuk mengepung Yudistira.
Di barisan para Pandawa, Yudistira yang semenjak kepergian dari Arjuna merasakan sesuatu yang tidak beres, segera memanggil Abimanyu, putra dari Arjuna.
“ Iya uwa Prabu, ada apa ?” Tanya Raden Abimanyu.
“ Apakah kamu mengetahui perginya Ramandamu Arjuna dan Uwamu Bima tadi ? “ Tanya Yudistira.
“ Iya, Uwa Prabu. Abimanyu mengetahui, mereka sedang berhadapan dengan Prabu Gardhapati dan Prabu Wersaya. Mereka sedang bertarung tapi entah dimana mereka akan bertarung “ kata Abimanyu.
“ Itulah yang ingin Uwa katakana Abimanyu. Kepergian Uwamu dan Ramandamu itu sepertinya memang disengaja oleh para Kurawa. “ kata Yudistira
“Apakah mereka sengaja dijebak untuk meninggalkan tegal Kurusetra Uwa ? “ Tanya Abimanyu.
__ADS_1
“ Kelihatannya begitu Abimanyu. Mungkin ada sesuatu yang direncanakan oleh para Kurawa. Terutama di Tegal Kurusetra ini. Karena Kurawa itu, selain jumlahnya banyak, mereka juga sering menggunakan akal licik “ kata Yudistira.
“Lalu apa yang harus Abimanyu lakukan Uwa ? “ Tanya Abimayu.
Yudistira berhenti sejenak. Dia menghela nafas berat. Bahaya yang dihadapi para Pandawa saat ini sangat berat. Senapati Kurawa saat ini adalah orang yang sangat cerdik. Resi Kumbayana atau Beghawan Druna bukan hanya senapati perang. Dia juga guru Kurawa dan Pandawa dalam olah keprajuritan. Jadi untuk melawan strategi perangnya bukan hal yang mudah.
Saat ini, Bima dan Arjuna tidak ada di Tegal Kurusetra. Oleh sebab itulah, Yudistira meminta Abimanyu untuk menggantikan posisi Arjuna sebagai senapati perang melawan amukan Beghawan Druna….
.
.
.
Sanggupkan Abimanyu menerima beban berat ini?
Strategi apa yang akan digunakan untuk menandingi siasat perang Beghawan Druna?
Ikuti episode selanjutnya . . . . . . . . . .
Selamat membaca . . . . . . . . . . . . . . .
__ADS_1