PERANG BHARATAYUDA

PERANG BHARATAYUDA
Episode 29 Hutang Pati Dibayar Pati


__ADS_3

 


 


 


 


Suasana barisan Garudabyuha dari para Kurawa sudah tidak berbentuk lagi. Barisan itu kini kocar kacir tak terbelah menjadi dua bagian.


Apa yang dilakukan Raden Abimanyu sungguh diluar dugaan. Amukan dari satriya muda itu berhasil membuat para Kurawa seperti kehilangan arah.


Mengetahui para Prajurit Kurawa porak poranda barisannya, Raden Djayadrata sebagai salah lagi senapati perang Kurawa yang berdiri di belakang sang Beghawan Druna, juga sedikit merasakan kekawatiran.


Pada saat itu, tiba tiba Raden Abimanyu menyerang kea rah Prabu Daryudana dengan serangan yang sangat cepat. Untung saja, Beghawan Druna berhasil menyambar tubuh Daryudana. Rja muda itu selamat dari amukan panah Sang Abimanyu.


Namun diluar dugaan, putra Daryudana yaitu Raden Lesmana Mandrakumara, yang berwajah sedikit mellow danlemah gemulai itu tiba tiba maju ke depan Raden Abimanyu. Tentu saja niatnya adalah agar dia dianggap jagoan dan dipuji oleh ayahnya.


Namun, Raden Lesmana walaupun putra seorang raja, tapi  pikirannya tidak terlalu cerdas, apalagi dalam hal perang. Dia tidak pernah berfikir tentang apa yang akan dilakukannya. Dia hanya melangkah tanpa memperdulikan sekitarnya.


“Abimanyu, jangan sok jagoan kau. Berani beraninya kau mengobrak abrik barisan Kurawa. Kalau berani, majulah. Ayo berperang denganku” kata Lesmana sambil berkacak pinggang. Saying, dengan poster yang memang tidak ada pantas pantasnya sebagai kesatriya, ketika Lesmana berkacak pinggang, malah lebih mirip sebuah teko tua yang sudah penyok.

__ADS_1


Banyak para prajurit Pandawa yang tersenyum geli melihat Raden Lesmana berkacak pinggang.


Namun rupanya, Sang Abimanyu tidak ingin terlalu lama meladeni anak raja yang agak kurang waras itu. Dia segera merentangkan busur panahnya, dan mengarahkan tepat pada tubuh Raden Lesmana.


Saat panah itu melesat cepat, Raden Lesmana bahkan tidak menyadari sama sekali jika dirinya dan nyawanya sedang terancam, malah tertawa cekikikan.


Semua yang memandang hanya tersenyum.


Sang Daryudana, Resi Druna dan Raden Djayadrata yang mengetahui hal itu berteriak hampir bersamaan. Maksudnya untuk memperingatkan Raden Lesmana akan bahaya yang sedang mengancam. Namun teriakan mereka terlambat.


Panah dari Raden Abimanyu melesat cepat dan tepat mengenai ulu hati dari Raden Lesmana. Pemuda itu tidak sempat mengelak. Dan akhirnya jatuh dengan darah yang menyembur dari panah yang tertancap di dadanya.


Naas. Panah itu langsung menghujam ke ulu hatinya, sehingga Raden Lesmana tidak bisa bertahan lama. Tubuh itu segera diam di pangkuan pamannya Raden Djayadrata.


***


Beghawan Druna yang mengetahui bahwa amukan dari Raden abimanyu sungguh sangat membahayakan dan bahkan sudah menelan korban, Raden Lesmana sudah terbunuh. Akhirnya dia menggunakan siasat yang sedikit agak licik. Tapi dalam perang, kadang apapun bisa terjadi


Beghawan Druna kemudian bersiap melepaskan anak panah. Tapi sasarannya bukan Raden Abimanyu. Kini sasarannya adalah Raden Sumitra. Kusir dari kereta kuda Raden abimanyu.


Dalam perhitungan Beghawan Druna, kunci amukan dan terjangan Raden Abimanyu adalah kusir kereta kudanya.

__ADS_1


Kuda yang berjumlah empat itu, akan tidak terkendali jika kusirnya telah lenyap.


Maka, dengan segera Beghawan Druna melepaskan anak panah dan tepat mengenai leher dari Raden Sumitra.


Raden Sumitra yang sedang mengarahkan kudanya agar bisa terus memp[orak porandakan musuh tidak menyangka akan datangnya serangan yang membopong dari belakang, tidak sempat menghindari panah tersebut. Dan akhirnya anak panah itu menembus lehernya, membuat tubuhnya limbung dan jatuh ke tanah.


Raden Sumitra akhirnya gugur di medan pertempuran.


.


.


.


Apa yang akan dilakukan beghawan Druna selanjutnya ?


Bagaimana keadaan Raden Abimanyu setelah kehilangan kusir kereta kudanya /


Nantikan episode selanjutnya…….


Jangan lupa share ke medsos readers ya, agar makin banyak yang mendapat manfaat dari cerita ini. . . .

__ADS_1


Selamat membaca


__ADS_2