PERANG BHARATAYUDA

PERANG BHARATAYUDA
Episode 3 Kresna Dutha bag 2


__ADS_3

Nampak Prabu Puntadewa atau Yudistira yang menyambut kedatangan Wong Agung Nata Dwarawati ini, disambut oleh semua saudara Pandawa dan Prabu Mangsahpati. Prabu Mangsahpati segera mempersilahkan Kresna untuk menuju paseban agung Negara Wiratha.


Setelah mempersilahkan duduk dan berbasa basi sejenak dengan Sri Bhatara Kresna, akhirnya {rabu Mangsahpati dan Puntadewa segera mengutarakan maksud dan tujuannya mengundang Kresna untuk datang ke Wiratha. Bahwa mereka berniat untuk meminta pertolongan dari Kresna agar mau menjadi dutha atau utusan ke Negara Hastina menemui Prabu Daryudana.


“Begitulah maksud adik memohon kehadiran kakangmas Kresna disini. Adik sangat berharap kangmas bisa membantu kami kadang Pandawa” kata Yudistira.


“O, iya adikku yang saya cintai. Tentu saja saya akan sangat senang jika bisa membantu apa yang menjadi masalah dari saudaraku muda Pandawa. Saya akan berusaha sekuat tenaga, mudah mudahan Hyang Widhi merestui usaha kita dimas Yudistira” kata Kresna


Dengan demikian akhirnya Kresna mau dan sanggup untuk menjadi duta dari Pandawa, duta agung yang ketiga atau yang terakhir. Artinya keputusannya akan mempengaruhi langkah selanjutnya yang akan diambil oleh Pandawa.


Intinya, Kresna akan menanyakan perihal Negara Hastinapura yang merupakan warisan dari Prabu Pandu, orang tua dari Pandawa. Saat ini, Negara tersebut dikuasai oleh Kurawa dengan Daryudana sebagai Rajanya. Jika Daryudana bersedia mengembalikan Negara tersebut dengan sukarela, maka peperangan antar saudara trah Bharata tidak akan terjadi. Tapi jika ternyata Daryudana tetap bersikukuh untuk mempertahankan Negara yang sebenarnya adalah hak Pandawa, maka mau tidak mau perang ini tidak bisa dihindarkan.

__ADS_1


Setelah jelas apa yang menjadi tujuan dari Pandawa yang sekarang dalam lindungan Negara Wiratha, maka Kresna segera kembali ke kereta kencana miliknya. Rupanya Kresna tidak sendirian. Ada Raen Setyaki yang sedang menunggu di dalam kereta kencana wasi jaladara tersebut. Setelah memberikan


keterangan seperlunya kepada Setyaki, Kresna segera menaiki kereta tersebut


untuk secepatnya menuju ke Negara Hastina, untuk menjadi dutha bagi Pandawa.


Kereta itu perlahan naik menuju ke angkasa. Diiringi dengan asap putih yang membawa mereka meninggalkan Wiratha. Tujuan mereka adalah Negara Hastinapura.


****


__ADS_1


Akhirnya setelah bertarung dengan sengit, Narayana berhasil membunuh Prabu Yudakalakresna. Berkat jasa jasanya dalam melindungi kahyangan, akhirnya para dewa memberikan kehormatan berupa kereta yang bisa terbang yaitu Wasi Jaladara dan dinobatkan menjadi Raja di Dwarawati menggantikan Prabu Yudakalakresna.


Itulah sekilas cerita tentang Kereta Jaladara.


****


Sekarang kita ikuti lagi perjalanan Prabu Kresna menuju ke Negara Hastinapura. Perjalanan mereka telah sampai di angkasa menembus mendung dan awan yang sangat tebal. Mendung putih itu seakan menahan perjalanan dari Prabu Kresna. Krena dan setyaki sempat kebingungan, sampai kemudian tanpa diduga, didalam gumpalan awan putih itu ada empat sosok yang ternyata adalah para dewa.


Mereka adalah Bathara Kanwa, Janaka, Ramaparasu dan dipimpin oleh Bathara Naradha.


Para dewa itu menghentikan laju kreta Jaladara karena ada hal penting yang ingin disampaikan oleh mereka kepada Kresna.

__ADS_1


Hal penting apakah itu, nantikan episode selanjutnya ya. Jangan


lupa untuk like, komen dan vote cerita ini. Semoga bermanfaat, selamat membaca……..


__ADS_2