PERANG BHARATAYUDA

PERANG BHARATAYUDA
Episode 7 Negara Wiratha


__ADS_3

Setelah gagal membujuk Raja Awangga Narpati Basukarna, akhirnya Prabu Kresna melanjutkan perjalanan menuju ke Panggombakan. Tujuan dari Prabu Kresna adalah untuk menjemput Dewi Kunthi Talibrata, agar bisa bersatu dengan putra putranya yang sekarang sudah berada di Negara Wiratha.


Namun sebelum pergi ke Wiratha, sekali lagi Prabu Kresna yang kali ini ditemani oleh Dewi Kunthi yang merupakan ibu dari Adipati Karna, kembali menemui anak muda itu di tepi sungai Jamuna.


“Anakku, Ibu sangat berharap kamu bisa bergabung bersama adik adikmu Pandawa. Ibu berharap kamu bisa memimpin adik adikmu untuk meminta kembali Negara Hastina yang merupakan warisan dari ayahanda Prabu Pandudewanata” kata Dewi Kunthi lirih…….


“Kanjeng Ibu, maafkan Karna. Bukan berarti Karna tega terhadap Ibu dan adik adikku Pandawa. Tapi Karna telah bersumpah untuk setia dan melindungi tumpah darah Hastina. Dan sebagai prajurit sekaligus senapati perang, di Hastina lah Karna hidup. Jadi maafkan anakmu Ibu, Karna akan tetap berada di Hastina” kata Karna.


“Apakah keputusanmu sudah bulat anakku?”Tanya Dewi Kunthi.


“Iya Ibu, keputusanku sudah bulat” kata Karna.


Walaupun dengan berat hati, akhirnya Dewi Kunthi mau tidak mau merelakan Adipati Karna untuk membela Kurawa, yang itu artinya mereka akan menjadi musuh Pandawa ketika perang Bharatayuda terjadi.


Sepanjang perjalanan dari sungai Jamuna ke Negara Wiratha tidak henti hentinya Dewi Kunthi bersedih. Dia berkali kali menangis dan menyesali kenapa takdir harus terjadi begini.


Prabu Kresna berusaha menghibur perasaan dari Dewi Kunthi Talibrata,

__ADS_1


“Kanjeng Bibi, jalan hidup Adipati Karna memang harus seperti itu. Dan itu adalah takdir dari para dewa yang harus diterima oleh para Pandawa” kata Kresna.


“Kenapa takdir harus seperti itu Kresna? Apa tidak ada takdir yang lebih adil selain menyaksikan darah dagingku saling berperang?” Tanya Dewi Kunti.


“Karna menepati janjinya sebagai senopati perang Negara Hastina Kanjeng Bibi”


“Tapi kenapa harus membela angkara murka dari Kurawa?” Tanya Kunthi di sela sela tangisnya


“Bibi, Kanjeng Bibi ingat perjalanan kisah Ramayana. Ketika Raden Kumbakarna harus gugur di medan perang. Apakah dia membela Prabu Rahwana yang menculik Dewi Sinta dari tangan Prabu Ramawijaya? Tidak Bibi. Raden Kumbakarna menepati janji sebagai satriya Negara Alengka, yang telah makan dan minum dari bumi Alengka. Akhirnya dia gugur sebagai kusuma bangsa mempertahankan tumpah darahnya. Demikian pula yang terjadi pada Adipati Karna. Dia tidak membela Kurawa, tapi membela Negara Hastinapura.”


Tidak terasa perjalanan mereka sudah sampai di Negara Wiratha.


Kreta kuda milik Prabu Kresna segera menuju ke alun alun Negara Wiratha. Kebetulan saat itu juga tengah diadakan paseban agung.



Prabu Mangsahpati atau Prabu Matswapati yang merupakan Raja di Wiratha tengah mengadakan pertemuan dengan para Pandawa dan para punggawa Negara Wiratha termasuk Patih Nirbita.

__ADS_1


Mereka sedang menantikan kedatangan dari utusan atau duta ketiga Prabu Kresna yang diutus untuk ke Negara Hastina.


Tidak berselang lama, Nampak Prabu Kresna dan Dewi Kunti Talibrata yang sudah datang di Negara Wiratha. Setelah saling berbasa basi sejenak, akhirnya Prabu Matswapati bertanya kepada Prabu Kresna.


“Bagaimana hasilnya Kresna?” kata Prabu Matswapati.


Kemudian Prabu Kresna segera menceritakan detail perjalananya ke Hastina. Bahwa pada akhirnya Prabu Daryudana tetap mempertahankan Negara Hastina dan Amarta. Sampai kapanpun tidak akan menyerahkan Negara tersebut ke tangan Pandawa.


Bahkan para Kurawa juga sempat mengeroyok Prabu Kresna dan Setyaki. Sehingga Prabu Kresna sempat sangat marah kala itu.


Setelah mendapatkan keterangan dari Prabu Kresna secara gambling, akhirnya mereka kemudian memutuskan untuk menyusun strategi perang.


Dengan kata lain, perundingan dan musyawarah sudah tidak bisa ditempuh untuk meminta kembali Negara Hastina dan Amarta yang sebenarnya adalah merupakan hak dari Pandawa.


Setelah selesai menjalankan tugasnya akhirnya Prabu Kresna pamit untuk kembali ke Dwarawati. Namun sebelumnya Prabu Matswapati mengajak mereka untuk mengadakan jamuan makan yang telah disiapkan di Negara Wiratha.


Bersambung………..

__ADS_1


__ADS_2