PERANG BHARATAYUDA

PERANG BHARATAYUDA
Episode 28 Sang Abimanyu


__ADS_3

 


 


 


 


Raden Abimanyu yang mendapatkan tugas dari Yudistira untuk menggantikan tugas Ramandanya menjadi sangat gelisah. Dia menyadari bahwa kemampuannya masih sangat jauh dibandingkan Raden Arjuna, apalagi Raden Werkudara.


Yudistira yang mengetahui kebimbangan di hati Raden Abimanyu segera mendekati keponakannya itu dan memberinya semangat. Memang sangat wajar jika Abimanyu merasa agak berkecil hati, karena musuh yang akan dihadapinya bukan main main. Dia adalah mahasenapati Kurawa sekaligus guru dari para Kurawa dan Pandawa.


“Abimanyu….” Kata Yudistira sambil memegang pundak keponakannya itu.


“Iya Uwa Puntadewa” kata Abimanyu lirih.


“Uwa tahu, ini adalah tugas yang berat, untuk menghadang amukan dari Beghawan Druna. Tapi menurut Uwa, setelah perginya Arjuna dan Bima tidak ada yang lebih pantas untuk menandingi perang panah yang dilakukan oleh Beghawan Druna selain kamu Abimanyu” kata Yudistira.


“Lalu bagaimana caranya Abimanyu bisa menahan amukan dari Eyang Druna Uwa. Bukankah Eyang Druna sangat ahli dalam strategi perang” Tanya Abimanyu.

__ADS_1


“Kamu bisa masuk kedalam barisan Cakrabyuha anakku. Dan mengobrak abrik barisan itu agar tidak mengepung dan mambahayakan kita.” Kata Yudistira.


“Untuk masuk dalam barisan dan mengobrak abrik musuh mungkin bukan perkara sulit Uwa. Tapi bagaimana caranya nanti jika Abimanyu sudah ada ditengah mereka agar bisa menghindar dan keluar dari kepungan Cakrabyuha? Abimanyu belum pernah mendapat pelajaran ini dari Ramanda Arjuna?” kata Abimanyu.


“Abimanyu, kamu tidak usah kawatir. Uwa dan para senapati yang lain, Adi Dresthajumena, Setyaki. Prabu Drupada dan para prajurit akan berada di belakangmu dan di luar barisan untuk menjaga kamu” kata Yudistira.


Setelah mendapatkan wejangan dan ilmu perang dari Yudistira, Abimanyu segera menuju ke kereta kudanya yang berada tidak jauh dari mereka. Para prajurit dari Kurawa dan Pandawa yang saat ini sedang melakukan peperangan juga masih berimbang.


Sementara itu, Beghawan Druna sudah bersiap siap untuk segera mengarahkan kereta kudanya dan panah panahnya menuju kea rah Prabu Puntadewa.


Orang tua itu kemudian mewnyiapkan busur panah, para prajurit Kurawa yang menggunakan formasi gelar baris Garudabyuha sudah membuat formasi setengah lingkaran untuk mengepung dimana Yudistira berada.


Namun ketika para Kurawa dan Beghawan Druna sudah menunjukkan wajah berseri seri. Tiba tiba saja, dari arah pasukan prajurit Pandawa, muncul seorang pemuda yang mengendarai kereta perang dan busur panah yang sudah siap melepaskan ribuan anak panah.


Pemuda itu mengarahkan kereta kuda melewati para prajurit Kurawa yang sedang menata gelar baris. Kereta kuda yang dikusiri oleh Raden sumitra itu benar benar mengamuk. Kereta yang ditarik oleh empat kuda sekaligus itu, langkah kereta kuda itu ibarat seekor singa yang sedang mengamuk. Menerjang siapapun yang menghalangi jalannya.


Barisan Kurawa yang sudah tertata rapi porak poranda diterjang oleh kereta kuda itu. Bahkan banyak dari para prajurit itu yang terluka , patah tulang tangan dan kaki atau meninggal dunia. Sunguh sangat miris melihat keadaan para Kurawa saat itu.


Akibat dari amukan Raden abimanyu, gelar Garudabyuha terpecah. Para Kurawa terpecah menjadi dua bagian dan kondisinya cukup memprihatinkan. Hal ini membuat Beghawan Druna sangat murka. Bagaimana tidak, rencana yang sudah disusun dengan rapid an cermat, harus poranda karena seorang anak kemarin sore.

__ADS_1


Namun tentu saja, Beghawan Druna juga sangat memahami kepintaran dan kekuatan dari Partasuta atau anak dari Arjuna yang bernama Abimanyu ini. Kemampuan nya dalam hal memanah dan berperang hampir setara dengan Ramandanya Arjuna. Juga dalam hal taktik berperang, anak muda ini juga tidak kalah hebat. Hanya saia, yang membedakan adalah pengalamannya dalam hal bertarung atau berperang yang memang masih sedikit dibandingkan orang tuanya.


Sambil menahan marah melihat para Kurawa yang kocar kacir, Sang druna menghela nafas panjang.


Harus ada cara lain untuk menghentikan Raden Abimanyu,agar tidak terus menerus membuat kerusakan di barisan Kurawa. Yang akibatnya bisa merugikan para Kurawa dengan lebih banyak korban lagi.


.


.


.


.


Bersambung . . . . . . . . .


 


 

__ADS_1


__ADS_2