Perempuan Bernama Fe

Perempuan Bernama Fe
#Masa kecil


__ADS_3

Namaku Felicia Adams, semuanya memanggilku Fe. Gadis kecil yang aktif dan jadi kebanggaan banyak orang. Keluargaku bukan keluarga kaya tapi juga tidak miskin. Keluarga kami sederhana.


Kami tinggal bersama kakek ayah dari mama yang sangat sayang kepadaku di Desa. Tapi tidak seperti yang kalian kira. Kakek mendidikku berbeda, dia adalah orang yang tegas. Penuh dengan aturan tapi selalu bersikap bijaksana.


Di usiaku yang masih 8 tahun bahkan aku sudah bisa mengurus pakaianku sendiri dan tentunya membantu ibu membersihkan rumah. Tapi urusan sekolah, aku juga tidak kalah dan mendapatkan juara kelas serta mengikuti beberapa perlombaan anak-anak. Inilah mengapa mereka semua menaruh harapan besar kepadaku.


****


Usia 10 tahun keluargaku harus pindah ke kota dan tinggal bersama keluarga papa. Karena kesibukan papa mama bekerja, akhirnya aku tinggal bersama tante.


Keluarga papa berbeda, mereka selalu melihat uang. Kecuali tante yang merawatku. Tapi sikap tante yang selalu memanjakanku akhirnya mengubahku perlahan.

__ADS_1


Seorang anak yang tadinya rajin berubah jadi putri yang makan pun harus disuapi. Tapi aku bersyukur tidak mengubahku untuk urusan sekolah.


****


Ini aku sekarang, gadis SMA kelas 1 yang sedang aktif berkarya. Aku senang menjadi kebanggan banyak orang, selalu diandalkan guru, menjadi teman yang disenangi. Usiaku sekarang juga membuatku selalu ingin tau hal baru.


Ekstrakurikulerku akan mengikuti perkemahan tingkat regional, kami pun antusias. Setiap anggota diseleksi menurut kecakapan. Ini yang merupakan hal baru bagiku pun membuatku agak kurang percaya diri. Tidak ada yang bisa diandalkan dariku kecuali akademik.


Hasilnya pun diumumkan. Hanya 3 orang murid kelas 1 yg bisa ikut serta dan itu termasuk diriku. Walau pun aku masih bingung kenapa namaku bisa muncul. Tapi ini benar-benar membahagiakan.


Papa sangat sibuk beberapa tahun ini. Kehidupan kami membaik dan diberi keberuntungan karena bisnis papa sangat berkembang sekarang. Mama pun masih tetap menjadi pegawai teladan tapi tetap mengurusku dan adikku. Tapi itu membuat mama lebih tidak disukai keluarga papa. Katanya mama sibuk bekerja tidak bagus saat mempunyai bayi.

__ADS_1


****


Latihan untuk mengikuti perkemahan dilakukan tiap hari setelah jam sekolah selesai. Terkadang diakhir pekan kami harus tetap di sekolah. Kami menjadi lebih akrab, dan juga senior-senior ini ternyata sangat ramah dan lucu.


Minggu depan kami akan berangkat. Semua latihan akan berakhir disana. Semua antusias tapi juga sangat degdegan.


Aku pulang agak cepat dari latihan hari ini, papa dan mama juga sedang pergi menghadiri undangan temannya. AC dikamarku rusak membuatku gerah dan memutuskan kekamar orang tuaku beristirahat.


Di atas meja kerja papa tidak sengaja aku melihat sebuah proposal. Ternyata itu dari sekolahku. Aku membukanya dan kubaca secara seksama. Itu proposal permohonan dana untuk kami yg akan berkemah. Sekilas kupikir papa hanya ingin melihat apa yg akan aku lakukan diperkemahan nanti tapi ternyata itu lampiran surat permintaan dana khusus untuk papa.


Ternyata ini alasan kenapa aku lolos dengan mudah. Kukira karena memang kerja kerasku. Ternyata agar papa bisa memberikan dana bantuan dan transportasi. Aku kecewa dengan diriku sendiri, kecewa pula dengan keramahan mereka.

__ADS_1


Kejadian ini membuatku berpikir mungkin mereka baik karena memang selalu ada tujuan lain. Sekilas kurasa lebih baik minta kepada papa mengirimku ke sekolah lain. Sekolah yg teman SMPku tempati sekarang. Ini membuatku selalu berpikir negatif kepasa sikap orang di depanku. Membuatku menjadi waspada dan mengubah sikapku menjadi sinis ke orang lain.


#bersambung


__ADS_2