Perempuan Bernama Fe

Perempuan Bernama Fe
#Berpaling


__ADS_3

Cinta memang motivasi terbaik untuk bertahan hidup. Kekagumanku pada kak Fian terus berlanjut bahkan setelah kak Alan menjadi lebih pengertian dan romantis dari sebelumnya.


Kak Fian telah menjadi motivasiku dalam belajar. Dorongannya selalu membuatku sadar agar fokus dengan kuliahku. Dia mampu merobohkan kemalasanku dengan kata-katanya yg bijaksana. Walau pun kami tidak lagi pernah bertemu, tapi setiap malam dia terus menyemangatiku bahkan membantuku mengerti pelajaranku.


Hasilnya pun sangat terlihat. Sarannya agar aku menghentikan semua keinginan - keinginanku di luar dan fokus kuliah membuahkan hasil. Nilaiku sangat meningkat bahkan melebihi nilai kak Alan yg selalu memuaskan selama ini. Aku juga tidak pernah lagi mendengarkan omelan Prilly yg mengeluh tentang tugasku. Membuatku memutuskan kak Fian adalah penuntunku.


"Fe, kamu kenapa senyum-senyum sendiri dari tadi?" tanya kak Alan yg sibuk menyetir mobil setelah menjemputku.


"Iya dong, nilaiku sangat memuaskan kali jni". jawabku masih terbawa suasana membahagiakan.


"Bagusan mana sama aku?" tanya kak Alan.


"Aku dooooong" jawabku teriak bahagia.


"Karena nilaiku yg memuaskan jadi aku masuk 10 besar yg nantinya magang di luar negeri. Akhir semester depan berangkatnya" lanjutku.


"Wih hebat. Kalau gitu kita langsung cari makan yah. Aku traktir pokoknya sepuasnya" kata kak Alan.

__ADS_1


Aku masih terbawa suasana bahagia sampai tidak bisa merespon kak Alan. Kami pun makan malam bersama lalu berjalan-jalan seperti pasangan pada umumnya. Kak Alan tidak pernah mengistirahatkan wajahnya dari tersenyum. Bahagiaku juga terpancar dari senyumnya.


"Fe, liburan ini kita pulang bareng aja yah?" tanya kak Alan


"boleh boleh" jawabku.


****


Aku menikmati diriku benar-benar bersembunyi dari matahari selama seminggu. Aku menolak semua ajakan teman dan kak Alan untuk keluat di siang hari. Aku hanya ingin bermalas-malasan bersama adikku di rumah. Sesekali kak Alan datang setelah aku mengisyaratkan apa yg ingin aku makan.


"Fe, ini cake kesukaanmu. Orang rumah mana?" tanya kak Alan saat datang lalu melihat sekeliling.


Hanya selang 5 menit dari obrolan kami, sebuah mobil datang. Papa, mama dan kedua adikku turun dari mobil lalu memasuki rumah menemukan ku dan kak Alan sedang santai. Aku dengan gaya santai layaknya bos sedangkan kak Alan duduk sopan seperti pengawal.


"Eh ada Alan yah?" sapa papa.


Kak Alan berdiri menyambut papa dan dengan sopan bersaliman dengan papa dan mama. Menunjukkan seolah dia akan menjadi suami yg baik.

__ADS_1


"Jadi gimana Alan? lancar semuanya kn? " tanya papa yg ikut duduk santai bersama kami.


"Semua baik-baik aja om. Aku juga janji jagain Fe, pokonya sepenuh hati. Tidak bakalan tergores apapun om" jawab kak Alan.


Aku terus menyaksikan keakraban papa mama dan kak Alan. Kak Alan sudah seperti anak mereka sendiri. Seolah mendpat lampu hijau dengan hubungan kami. Melihatku membuatku terus merasa bersalah.


Hatiku yg tetap memilih kak Fian pun tidak bisa kupaksakan lagi. Dengan berusaha menerima statusku dan kak Alan, aku selalu meyakinkan diriku dan kak Alan. Tapi tetap saja kak Fian terlintas di hati dan pikiranku.


"Kak, aku mau ngomong dong" kataku kepada kak Alan.


"Kenapa Fe? mau makan apa lagi? tanya kak Alan.


"Kita pisah yah kak. Putus" kataku dengan berat hati.


Mendengarku berkata sepeti itu untuk pertama kalinya hanya membuat kak Alan dia. Tidak ada respon menolak atau menerima. Dia hanya diam bahkan tidak mempertanyakan alasanku. Ini pertama kalinya aku yg memutuskan setelha bertahun-tahun kami bersama. Pukulan berat tapi dia mencoba untuk santai.


"Kalau ada apa-apa, jangan ragu bilang yah" jawab kak Alan lalu pergi meninggalkanku.

__ADS_1


#bersambung.


Jangan lupa like dan comment yah....


__ADS_2