
Gemercik hujan terdengar sangat keras. Aku sedang menunggu makanan pesananku, warung bakso agak ramai mungkin karena musim hujan yg malai datang. Rasa yg pas untuk menghangatkan perut dari cuaca dingin.
Warung ini selalu jadi tempat favoritku dan kak Alan. Atau mungkin cuman favoritku tapi terpaksa dia ikuti. Baksonya memang enak, walau tempatnya tidak cocok dijadikan tempat pacaran.
"Fe.... " sebuah suara memanggilku dari belakang. Terdengar sangat familiar tapi ku kira hanya khayalanku saja.
"Fe.... " lagi lagi suara itu memanggilku.
Aku membalikkan badan dan berharap suara itu benar-benar dia.
"Ya itu dia. Dia kembali" gumamku dalam hati bahagia seakan satu impianku terwujud.
"Fe, boleh duduk bareng?" kata kak Alan melirik kursi kosong di depanku.
"Silahkan" jawabku mencoba menahan senyumku. Aku rasa pancaran mataku yg bahagia tidak bisa tersembunyi.
Kak Alan duduk di depanku. Di tengah riuhnya para pelanggan lain kami hanya diam dan saling menatap. Aku tau ada banyak kata yg tertahan di mulut kak Alan. Dia tidak biasanya berbuat salah, selama ini selalu aku yg membuat masalah.
Abang tukang bakso akhirnya memecah keheningan kami. Dengan sigap mengantarkan pesananku dan juga pesanan kak Alan.
__ADS_1
"Ini mbak, bang, baksonya" kata abang tukang bakso
"Makasih bang" kata kak Alan
"Makasih" kataku.
Kami berdua mencoba menikmati bakso andalan kami secara perlahan. Hujan masih tetap semangat membasahi bumi.
"Fe, masih hujan. Kamu aku anterin pulang yah?" kata kak Alan dengan suara pelan.
"Iya" jawabku singkat.
Akhirnya kami tiba di rumahku. Aku persilahkan kak Alan masuk dan kulihat kak Alan pun berharap bisa mampir sejenak.
"Fe, masalah Paula kemarin, aku... Makasih yah" kak Alan bicara dengan ragu-ragu.
"Dan juga maaf." lanjutnya lalu menundukkan kepalanya
"Kak Alan kan putusin aku dulu baru balik sama Paula. Jadi tidak perlu minta maaf. Waktu itu aku sudah kehilangan hak marah" kataku mencoba menahan air mataku.
__ADS_1
"Maaf... Aku tidak bermaksud menyakiti kamu Fe. Aku cuman gak tau kenapa... Aku merasa butuh hal seperti itu" jelas kak Alan dengan terbata-bata.
"Aku kira kak Alan bukan tipe cowok brengsek yg nafsu sama cewek. Tapi melihat kak Alan sama Paula, maaf aku gak bakalan bisa kayak dia" jelasku.
"Fe, aku bersumpah tidak pernah ada sedikit pun pikiran bakalan melecehkan kamu" kak Alan berdiri dan bersumpah
"Karena itu kak Alan putusin aku biar bisa dipuasin cewek lain?" tanyaku.
"Gak.. Gak gitu Fe. Aku gak bisa jelasin aku kenapa karena aku juga gak tau Fe. Aku mohon, aku mau jaga kamu lagi." kak Alan mulai meyakinkanku.
"Kak Alan ngarepin aku gimana?"
"Fe, cukup jadi seperti kamu biasanya. Seperti adanya kamu. Aku janji hal buruk itu gak akan terulang lagi" kak Alan meneteskan air mata.
Untuk pertama kalinya aku melihat kak Alan meneteskan air mata. Bahkan saat terpuruk karena keadaan keluarganya dia hanya bisa bersikap cuek. Mungkin karena ini pertama kalinya dia berbuat salah kepadaku setelah 4 tahun kami bersama.
Aku putuskan untuk kembali memberi kak Alan kesempatan, sama seperti dia yg selalu memberiku kesempatan saat melakukan kesalahan. Hanya saja untuk percaya dia sepenuhnya, aku belum siap.
#bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like dan comment yah...