Perempuan Bernama Fe

Perempuan Bernama Fe
#Camping Gabungan


__ADS_3

Matahari sudah mulai tenggelam, semuanya bersiap untuk makan malam. Angin malam agak dingin, kami belum membuat api unggun.


Semua sudah berjejer, kali ini kami akan makan bersama beralas daun pisang. Sangat seru apalagi kita juga bergabung dengan sekolah lain.


"Aya, setelah ini temenin yah. Mau bawain kak Alan cemilan" aku menyenggol tangan Aya yg sedang menikmati makanannya


"Waduh, Sorry Fe gak bisa. Abis ini mau ketemuan dulu" jawab Aya dengan nada bersalah.


Dalam hati sebenarnya aku kecewa, rencanaku untuk memamerkan ke Aya kalau aku juga punya pacar akhirnya gagal.


"Sini biar aku yg temenin. Kali aja ada temennya kak Alan yg guanteng" komentar Nia dengan penuh semangat.


"Uhhh. dasar jomblo genit" aku dan Aya tertawa mengejek Nia.


Setelah makan kami kembali ke tenda untuk istirahat sejenak sebelum game dimulai. Aku dan Nia juga berencana membawa cemilan untuk kak Alan. Sedangkan Aya buru-buru menemui pacarnya.


"Fe, keluar dulu dong" aku mendengar suara kak Alan memanggil di luar tenda.


"Loh, kak Alan kok kesini? baru juga aku mau samperin kak Alan" aku segera mengeluarkan kepalaku dari tenda untuk melihat kak Alan.


"Ayoo, keluar dulu baru bicara" kak Alan membelai rambutku lalu membantuku keluar dari tenda.


"Ini aku bawain minuman sama cemilan buat kamu" kak Alan menyodorkan sekantong besar makanan dan minuman.


"Aku bawa kok kak. Malah rencananya mau bawain kak Alan. Dan ini berat! " aku mengerutkan kening karena cemilan yg diberi kak Alan terlalu berat.

__ADS_1


Kak Alan langsung gercep mengambilnya dan masuk ke tendah. Nia yg sedang mengintip langsung kaget dan keluar dari tenda.


"Aku simpen disini yah?" kak Alan menyimpan rapi lalu keluar dari tendaku.


"Tenang aja, aku itu bawa banyak. Ada di mobil. Itu kamu makan sama Nia" kak Alan melirik Nia yg sedang menatap kami


"Kok kak Alan bawa mobil gak naik bus aja?" aku mencubit kecil kak Alan yg melirik Nia.


"Yah biar bisa bawa makanan trus pulangnya sama kamu" kak Alan mencubit keras pipiku lalu pergi meninggalkan aku dan Nia.


"Yes, kita punya banyak stock makanan" Nia melompat kegirangan.


****


Game sudah dimulai. Kami telah dibagi menjadi beberapa kelompok gabungan. Semua bersenang-senang melewati game lalu kami mulai menyalakan api unggun.


"Nia, karena kamu jomblo, jadi aku temenin kamu aja" Aku mengolok-ngolok Nia dan tertawa kecil.


"Aya kemana yah?" aku melirik semua orang mencoba mencari Aya


"Gak tau tuh, tega banget ninggalin aku" Nia menampilkan muka bete dan menggerutu.


Kami mengambil cemilan lalu memutuskan untuk berkeliling mencari Aya. Sebenarnya aku hanya mau mengambil hp ku yg kutitip di tas Aya.


Saat berkeliling kuliat Nia sedang gelisah dipinggiran hutan. Aku menoleh dan mencoba mencari tau apa yg diliat Nia. Nia hanya pergi membawa cemilan dengan gelisah.

__ADS_1


"Astaga Aya, pantesan Nia kabur" Aku mengomel dalam hati setelah kaget melihat Aya


Aya dan dan kak Ray sedang berciuman dan tangan kanan kak Ray tepat di atas dada Aya dan tangan yg satunya sepertinya berada dibagian bawah Aya.


Aku hanya terus memandangi mereka. Mereka nampaknya sangat asik. Aya sangat menikmati.


"Kamu tatap mereka gitu banget, emangnya mau juga?" tiba-tiba kak Alan berbisik ditelingaku membuatku kaget.


"Ayo sini, balik ke tenda. Ngapain ngintipin orang" kak Alan menarikku meninggalkan kak Ray dan Aya.


Setelah kembali ke tenda, ternyata Nia sudah tertidur. Aku dan kak Alan memutuskan untuk duduk di depan tenda.


Aku mengambil sisa cemilan di dalam tenda dengan pelan takut membangunkan Nia.


"Kamu jangan pikir macam-macam liat adegan tadi. Mending fokus belajar aja. Dan lebih baik pura-pura gak tau di depab Aya" kak Alan mengambil cemilan dan memakan pelan-pelan.


"Gak nyangka dia sok kalem beneran. Aku aja gak berani sampe gitu" benar-benar membuatku syok. Selama ini kak Alan hanya mengecup bibirku sedikit saja sudah kuanggap luar biasa.


"Yah, itu karena kamu punya pacara yg gak berengsek kayak dia" kak Alan mencoba menenangkan ku lalu beridiri.


"Udah sana masuk tidur. Gak usah dipikirin lagi" kak Alan menarik tanganku mencoba membantuku berdiri.


"Kak Alan langsung balik ke tenda yah, gak boleh kemana-mana lagi!" aku membersihkan celana ku.


"Iya, iya sayang" kak Alan membantu membersihkan celanaku lalu mencium kening dan bibirku sebelum aku masuk ke tenda.

__ADS_1


#bersambung


Jangan lupa like dan comment yah....


__ADS_2