Perempuan Bernama Fe

Perempuan Bernama Fe
#Aya


__ADS_3

Akhir semester sudah tiba. Peringkat akan diumumkan hari ini. Sebenarnya aku juga mulai gugup. Walau selama ini selalu mendapat hasil yg memuaskan, tapi akhir-akhir ini kegiatan sangat padat.


"Selamat pagi papa, mama" aku menyapa papa dan mama yg sudah menunggu di meja makan.


"Selamat pagi" mama menuangkan susu ke gelasku.


"Fe, Rafi mengajak papa untuk berobat di luar kota. Katanya ada pengobatan bagus. Papa ambil penerbangan malam ini, kamu sama Alan bisa nganterin papa ke airport gak?"


"Harus banget malam ini yah pa? kan mama juga mau pergi liatin kakek sama adek. Entar Fe sendiri dong"


"Ya harus. Kamu kan udah gede bukan anak-anak lagi" papa tertawa mengolokku.


"hem, entar aku sama kak Alan nganterin papa deh"


****


Setelah pengumuman peringkat, aku mengajak Nia ke kantin. Hasil juga memuaskan, prestasiku masih bisa aku pertahankan.


"Nia, si Aya kemana aja sih? gak muncul"


"Apa lagi kalo bukan pacaran" jawab Nia yg sedang menikmati makanannya.


Sementara kami menikmati makanan, beberapa murid laki-laki tertawa saat bergosip tentang Aya.


"Gak nyangka, dia pura-pura manis mau aja diraba-raba"

__ADS_1


"Ray benar-benar beruntung bisa tiap saat mainin Aya"


"Ray juga gak mungkin bisa ngelakuin kalo ceweknya gak mau. Coba aja nanti lo curi kesempatan buat ngerasain juga"


Obrolan mereka sangat jelas terdengar olehku dan Nia. Nia tiba-tiba berhenti makan lalu pergi. Wajar saja, Nia ada teman paling setia Aya. Mereka bersama sejak kecil.


****


Semua murid berkumpul, Nia terlihat sangat kurang bersemangat sedangkan Aya hanya menempel terus disamping kak Ray.


"Nia, kamu kenapa sih?"


"Fe, Aku gak suka kita saling iri. Kita semua kan temen"


"Ha? kok tiba-tiba ngomong gitu? ada apa sih? "


Aku mengerti yg dimaksud Nia. Sudah dari awal Aya terlalu iri karena nilaiku selalu lebih baik dan juga yg lain selalu memujiku di depannya. Dia juga selaku berusaha mencuri perhatian orang-orang.


Menghamburkan uangnya untuk orang lain agar terlihat dermawan. Itu cara yg selalu dipakai. Sekarang memamerkan pacarnya, dan jujur aku mulai sedikit iri karena itu. Kak Alan berada di sekolah yg beda, kami tidak bisa terus bertemu.


Setelah semua dibubarkan, kami anggota pramuka berkumpul. Kali ini kami membahas latihan terakhir sebelum libur semester.


"Aya, kak Ray mana? kok gak ikut kumpul?" aku mendekati Aya yg nampak sendirian.


"Kak Ray udah balik duluan Fe, dia ada isi acara malam ini soalnya" Aya menjawab dengan senyum paksa

__ADS_1


"Oh iya, papa mama ku lagi pergi, dirumah cuman aku sendiri. Gimana kalo kamu sma Nia nginep dirumahku?"


"Liat nanti deh Fe" Aya menjawab seadanya lalu pergi.


****


Latihan terakhir hari ini menjadi hari terakhirku sebagai murid kelas 1 SMA. Kedepannya pasti akan lebih seru.


"Fe, liat Aya tidak?" kak Henry menanyakan Aya dengan gelisah.


"Oh Aya lagi ke toilet kak. belum lama juga"


Kak Henry langsung pergi ke arah toilet dengan gelisah. Melihat itu, aku curiga dan mulai mengikuti kak Henry diam-diam. Dan benar saja dia menyusul Aya ke toilet.


"Hai Aya, Ray mana kok gak dateng yah? " Kak Henry mengangetkan Aya yg baru keluar dari toilet.


"Ada isi acara malam ini kak jadi gak bisa dateng dia" jawab Aya sambil senyum manis ke kak Henry.


"Kamu bantuin aku dulu yuk!" kak Henry langsung mendaratkan tangannya ke dada Aya.


Aku melihat mereka dari jarak yg cukup dekat tapi tersembunyi. Hari ini benar-benar sepi tidak seorangpun lewat.


Kak Henry terus meraba dada Aya, Aya hanya menunduk tanpa melawan. Lalu tangan kiri kak Henry meraih tangan Aya lalu menariknya kebagian selangkangan kak Henry. Aya hanya mengikuti lalu memainkan tangannya. Mereka tampak menikmati semuanya.


#bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like dan comment yah.....


__ADS_2