
Cinta memang bisa mengubah segalanya. Ketertarikanku kepada kak Fian menjadi motivasiku di kampus. Lebih serius dalam belajar dan berusaha menjadi yg terbaik pun aku lakukan.
Melihatku lebih rajin kak Alan sangat senang. Kadang dia menahan diri agar tidak mengangguku. Kami pun jadi jarang bertemu kalau pun ketemuan pasti sekedar menemaniku makan. Kak Alan menjadi orang paling pengertian di muka bumi sedangkan aku menjadi orang brengsek secara diam-diam.
Aku dan kak Alan menuju restauran favorit kami. Dia bersikap begitu hangat seperti yg biasa aku damba-dambakan dulu. Saat jalanan sedikit longgar, kak Alan akan meraih dan menggenggam tanganku. Aku hanya mengikuti apa yg dilakukan.
Kami tiba di parkiran restaurant. Kak Alan dengan cepat turun dari mobil lalu dengan sigap membuka pintu mobil untukku. Tidak seperti biasanya. Kami pun berjalan memasuki rastaurant dengan bergandengan tangan. Membuatku semakin bersalah kepada kak Alan.
Kami duduk berhadapan dan memilih meja yg berada di area outdoor restaurant. Pelayan restaurant pun memberi kami buku menu yg disediakan dan siap mencatat pesanan kami. Kak Alan sudah hafal apa yg aku inginkan. Lengkap seolah itu pesanannya sendiri. Aku baru menyadari ini, betapa mengertinya kak Alan tentangku.
"Fe, kamu sibuk yah akhir-akhir ini?" tanya kak Alan yg menatapku begitu dalam
Aku sedikit kaget dan gelisah mendengar pertanyaan kak Alan. Apa dia menyadari atau tidak.
"Tidak juga sih. Cuman mau buru kelas yg tertinggal kemarin aja kak. Kenapa?" jawabku menghindari tatapannya.
"Minggu depan kak Fita tunangan. Kalau ada waktu balik yuk sekalian liat papa kamu kan. Udah lama kamu gak pulang" kata kak Alan
Sedikit membuatku terkaget, aku mengira kak Alan menyebut kak Fian awalnya. Sepertinya aku benar-benar dihantui ketakutanku sendiri karena rasa bersalahku.
"Wah boleh. Lama juga gak ketemu kak Fita. Tunangan yah" jawabku dengan salah tingkah.
__ADS_1
"Kamu kenapa? Mau tunangan juga?" tanya kak Alan menggodaku membuatku tersendak.
"Kamu masih kecil, tunangannya nanti aja. Fokus sekolah dulu aku gak bakalan lari kemana-mana kok" lanjut kak Alan.
Kak Alan membuatku luluh dengan kata-katanya. Seorang yg paling mengenalku, selalu ada dan siap menjajikan masa depan ada di depanku. Bodohnya aku yg mendambakan orang lain yg bahkan tidak jelas menyukaiku atau tidak.
****
Rumahku yang hangat ada di depanku. Aku sangat merindukan mama dan papa. Rasanya sangat bahagia bisa pulang sejenak.
"Mamaaaaa..... Papaaaa..... " kataku teriak saat memasuki rumah mencoba mencari mama papa.
"Fe... kamu pulang?" sambut mama.
Saat melihat papa aku pun langsung memeluknya. Keadaannya memang semakin baik tapi kakinya masih terlihat berat saat papa berjalan.
****
Rumah kak Alan sudah mulau ramai. Bunga-bunga putih menghiasi dinding. Ibu kak Alan sibuk mengatur semuanya dengan gelisah. "Wanita karir ini mencoba jadi ibu terbaik hari ini" kata kak Alan saat melihat ibunya tadi.
Aku berjalan menuju kamar kak Fita penasaran bagaimana dia terlihat hari ini. Kak Alan kutinggalkan di luar agar bisa membantu ibunya.
__ADS_1
"Kak Fita...." sambutku melihatnya yg baru saja selesai berdandan dan memakai gaun berwarna dusty pink kombinasi putih.
"Feeee..... Sini sini. Kamu kok baru muncul" jawab kak Fita.
"Sudah dari tadi kak datangnya. Tapi takut gangguin kakak. Aduh cantik banget sih" kataku sambil memeluknya sejenak.
"Aduhh deg-degan euh" kata kak Alan sambil terus menatap dirinya sendiri di depan cermin.
"Para gadis ngapain nih?" suara kak Alan terdengar dari pintu kamar.
"Kak, selamat yah" lanjutnya sambil memeluk kak Fita.
"Kalian kapan nih? Ayo nyusul cepat" kata kak Fita menggodaku.
Aku salah tingkah dan sedikit malu mendengarnya. Memang sudah lama aku bersama kak Alan hanya saja kami masih sama-sama sibuk dengan kuliah.
Belum sempat aku menjawab kak Fita, tiba-tiba handphone ki berbunyi. Di layar nampak nama kak Fian. Betul-betul waktu yg tidak tepat tapi akan terlihat aneh jika aku abaikan.
Aku menjawab telefon kak Fian dan meninggalkan kamar kak Fita. Kami mengobrol yg diawali dengan masalah koesionernya yg sudah selesai lalu melebar ke pembahasan lain. Kak Alan menyadarkanku dan segera ku akhiri telfon kak Fian dan ikut bersama kak Alan menyambut tamu yg datang.
#bersambung.
__ADS_1
Jangan lupa like dan comment yah....