Perempuan Bernama Fe

Perempuan Bernama Fe
#Gosip Sekolah


__ADS_3

Ujian kelulusan untuk angkatan kak Alan sudah semakin dekat. Hari-hari kak Alan selalu mengkhawatirkanku karena sebentar lagi dia akan melanjutkan sekolah di kota lain.


"Fe, aku ajarin bawa motor dan mobil yah? " kak Alan menatapku lembut


"Hem? Kenapa? " jawabku heran dengan perkataan kak Alan yg selama ini selalu melarangku menyetir.


"Ya karena kamu harus mandiri. Kamu itu harus bisa independen! " jawab kak Alan.


Aku berpikir sejenak lalu mengiyakan usul kak Alan. Dengan sabar dia mengajarkanku cara mengemudi motor dan mobil sampai aku bisa. Tidak butuh waktu yg lama, hanya 2 minggu aku sudah bisa mengemudi dengan baik. Mungkin karena kesabaran kak Alan yg mengajariku pelan-pelan.


****


Situasi di sekolah sangat tidak menguntungkanku akhir-akhir ini. Kecemburuan Aya melihat kedekatanku dengan Nia sudah sampai puncaknya. Dengan pengaruhnya, dia mulai menyebarkan gosip murahan tentangku.


"Fe, akhir-akhir ini banyak cerita tentang kamu tersebar di sekolah" Nia menghampiriku dan mengacaukan lamunanku


"Ya udahlah Nia. Apa pun yg mereka katakan biarin aja" jawabku santai.

__ADS_1


"Kalau mereka cuman bilang kamu pelit, sombong atau bal sepele lainnya yah gak apa-apa. Tapi, ini mereka bilang kamu cewek gampangan" Nia dengan suara panik.


"Nia, kamu kan tau, selama ini aku cuman punya pacar yaitu kak Alan. Pertama dan masih awet sampe skarang. Lagi pula aku sama kak Alan gak langsung sama-sama juga. Prosesnya panjang, di sisi mananya aku gampangan?" aku coba menjelaskan kepada Nia.


"Kalau kamu tanggepin mereka, malah tambah masalah nantinya. Makanya diemin aja" aku menenangkan Nia. Sebenarnya aku juga sangat kepikiran akan masalah ini.


Tidak hanya membuat orang-orang menjauhi ku tapi juga membuatku risih bertemu orang lain. Tatapan mereka seolah menggambarkan aku sebagai wanita menjijikan. Untungnya tidak semua terpengaruh berita itu.


"Fe, entar jalan bareng yuk! " kak Henry meneriakiku saat aku berjalan di koridor sekolah dan semua ikut tertawa bersama kak Henry.


****


"Fe, kamu ada masalah yah?" kak Alan menatapku khawatir saat kami sedang makan malam bersama.


"Gak ada" jawabku singkat


"Sadar gak kamu, udah 2 minggu ini kamu ngekorin aku terus. Bahkan ngumpul sama anak-anak juga kamu ikut. Biasanya kamu kan paling gak suka ikut-ikut gini"

__ADS_1


Aku hanya bisa diam mendengar kak Alan bicara. Aku pun tidak percaya hal klise begini bisa membuatku jatuh semangat. Apalagi bila aku ingat situasi yg sebenarnya, aku hanya korban.


"Kak, ada yg bikin cerita jelek tentang aku di sekolah. Beberapa orang percaya dan itu membuatku tidak nyaman" aku mencoba jujur kepada kak Alan.


"Cerita apa emang?" tanya kak Alan


"Mereka bilang aku pelit, sombong, dan yang paling parah mereka menganggap aku cewek gampangan yg mudah disentuh orang. Katanya prestasiku semua karena uang papa" aku menjelaskan dengan sedikit emosi.


"Ada yg pernah sentuh kamu?"


"Selain kak Ray waktu itu gak ada. Ini benar-benar membuatku tidak nyaman di sekolah" lanjutku.


"Fe, aku suruh kamu independen juga ada baiknya sekarang. Kamu tidak butuh banyak teman di sekolah, semakin banyak yg dekat semakin kamu banyak pikiran. Mending kamu mandiri, gak bergantung sama orang lain. Kalau gitu kan kamu gak bakalan mikirin pendapar teman-temanmu" kak Alan mencoba menenangkanku.


#*bersambung


**Jangan lupa like dan comment yah***...

__ADS_1


__ADS_2