Perempuan Bernama Fe

Perempuan Bernama Fe
#Menjadi Jahat


__ADS_3

"Kalau ada apa-apa, jangan ragu bilang yah" jawab kak Alan lalu pergi meninggalkanku.


Rasanya ingin aku jelaskan ke kak Alan tentang keputusanku. Tapi itu hanya akan membuatnya lebih sakit. Aku juga tidak ingin bingung terus menerus dan akan lebih menyakiti kak Alan.


****


Hidupku yg selama ini ternyata sering bergantung pada kak Alan. Dengan setia dia yg mengantar atau menjemputku jika ingin kemana-mana kalau pun tidak sempat, pasti salah satu temannya datang menggantikannya.


Setelah hubunganku dan kak Alan berakhir, hubunganku dan kak Fian tetap tidak ada kemajuan. Kami masih saling mengisi waktu satu sama lain seperti teman. Caranya yg membuatku jatuh hati masih sama. Orang ini sangat bijaksana.


Hujan malam ini begitu deras. Asyiknya bercerita tentang hari ini ke kak Fian lewat telfon membuatku lupa. Aku belum makan apapun hari ini, sepulang dari kampus dengan menggunakan taxi online aku tidak sempat mampir membeli makanan. Waktu juga sudah larut dan kak Fian harus beristirahat.


Aku memainkan handphoneku setalah telfon kak Fian berakhir mencoba mencari tempat makan terdekat. Di layar handphone tiba-tiba menampilkan telfon kak Niko salah satu sahabat kak Alan.


"Yah halo kak" kataku saat menerima panggilan telfon kak Niko.


"Fe, kamu sibuk?" tanyanya.


"Gak kak, lagi santai aja. Kenapa yah?" jawabku.


"Aku mau minta tolong ini masalah gambar. Cuman 1 sih, tapi butuh sekarang. Bisa bantu tidak?" kak kak Niko.


"Ooohh. Boleh kak. Kak Niko bawa ke rumah aja" kataku.


"Oh iya ini udah di jalan. Kamu udah makan belum? Aku bawain makanan yah?" tanya kak Alan.

__ADS_1


"Kebetulan belum sama skali kak seharian ini. Boleh tuh. Makasih yah" jawabku mengakhiri panggilan.


Aku mulai tenang kak Niko selalu muncul disaat yg tepat. Tidak perlu lagi memesan makanan di tengah hujan seperti ini. Makanannya akan muncul bersama kak Niko.


Kak Niko muncul tidak lama setelah panggilam telfon berakhir. Sepertinya memang dia sudah berada di jalan menuju tempatku saat menelfon. Dia turun dengan makanan dari mobil.


"Ya ampun kak, ini sogokannya banyak banget." kataku melihat kak Niko yg tergesa-gesa membawa 3 tentengan berisi makanan.


"Ini persediaan seminggu kalau kamu mau ngemil. Ini buat makan malam ini dan juga persediaan air minum buat kamu" kata kak Niko.


"Aduuuhh. Tau aja aku suka ngemil" jawabku.


"Ya udah aku pergi dulu yah, silahkan menikmati" kata kak Alan terburu-buru kembali ke mobil.


"Loh, kak yg tugas gambarnya mana?" aku meneriaki kak Niko.


Aku sadari ini pasti karena kak Alan. Kak Alan mengirim kak Niko untuk membawa semua yg kubutuhkan seperti yg selalu dia lakukan.


Air mataku menetes dan tetap menatap arah mobil kak Niko pergi. Aku merasa menjadi orang terjahat. Kak Alan masih sangat pengertian kepadaku bahkan setelah aku tinggalkan tanpa alasan.


****


Aku dan Yuri dengan santai jalan sambil mengobrol dari kampus menuju rumah kos Yuri. Banyak yg kami bahas, mulai dari Prilly yg mulai jatuh cinta sampai pembahasan tidak berfaedah lainnya.


Di depan rumah kos Yuri ada mobil yg kusadari itu mobil kak Alan. Aku ingin pura-pura tidak melihat lalu bersembunyi tetapi badanku kaku dan hanya bisa terdiam. Yuri terus berjalan tanpa menghiraukanku.

__ADS_1


"Fe, aku kesini bawa makan siang sekalian cemilan buat kamu dan Yuri" kata kak Niko yg telah berdiri pas di depanku lalu memberikan semua bawaannya kepadaku dan Yuri.


Aku tidak merespon apa-apa dan kak Niko langsung kembali ke dalam mobil. Aku pandangi mobil itu dan berpikir pasti kak Alan sedang melihatku dari mobil. Yang dilakukannya hanya membuatnya semakin kasihan dan aku semakin jahat.


Aku dan Yuri masuk ke dalam kamar kpsnya setelah mobil kak Alan pergi. Aku masih tetap diam sampai Yuri menyadari sikapku.


"Fe, kamu kenapa? bukannya bahagia dibawain makanan segini banyaknya" tanya Yuri.


"Ri, aku putusin kak Alan bulan lalu" jawabku lemas.


"Eh, kenapa?" tanya Yuri.


"Aku sedang dekat dengan kak Fian, aku suka kak Fian" jawabku lalu mulai menangis.


"Ya ampun Fe. Kamu pasti bingung yah?" kata Yuri.


"Aku jahat banget yah Ri? Kak Alan selalu menjagaku tapi aku malah suka ornag lain. Kenapa kak Alan masih baik sama aku" aku mulai menangis.


"Fe, kamu mendingin jelasin alasan kamu ke kak Alan. Daripada kayak gini kan. Walaupun kamu bakalan terkesan jahat, tapi itu lebih baik daripada kak Alan tidak tau apa-apa" kata Yuri mencoba menenangkanku.


Aku mendengarkan nasehat Yuri lalu menjelaskan alasanku kepada kak Alan saat kami bertemu. Kak Alan merasa kecewa tapi juga menerimanya dengan baik.


"Itu sudah pilihan hatimu. Tapi tetap saja, kalau kamu ada apa-apa cari aku Fe" kata kak Alan.


#bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa like dan comment yah....


__ADS_2