
Setelah kejadian di ruang sekretariat, aku mulai takut. Aku cuman bisa lari dan bersembunyi di kelas. Ku peluk Nia dan kuikuti kemana pun dia pergi. Setidaknya mereka tidak mungkin berani mendekat saat ada orang lain.
Disaat rasa was-was muncul seperti ini, kak Alan akhirnya membalas pesanku. Aku sangat ingin berlari memeluk kak Alan kali ini. Aku butuh rasa aman.
"Kak, jemput aku di sekolah!" aku menelfon kak Alan sambil mencoba menahan air mataku tapi gagal.
"Fe, kamu kenapa?" jawab kak Alan dari seberang telfon.
"Aku mau kak Alan" aku pun menangis merengek ke kak Alan
Melihat aku yg terus menangis, Nia kaget. Mencoba nembuatku tenang dengan mengusap punggungku. Aku tetap merengek di telfon berharap tiba-tiba kak Alan muncul di depanku.
Setelah pelajaran terakhir dan waktunya pulang sekolah, kubereskan semua perlengkapanku dengan terburu-buru. Aku menarik Nia agar bisa segera meninggalkan kelas
"Fe.... " kak Alan sudah menungguku di gerbang sekolah.
__ADS_1
"Aku duluan yah" aku melepaskan tangan Nia dan mulai mendekati kak Alan.
"Fe, kamu kenapa sih? Ada yg gangguin kamu?" kak Alan mulai khawatir
Aku hanya berjalan lurus ke arah mobil kak Alan tanpa menggubris pertanyaan kak Alan. Kak Alan yg khawatir hanya mengikutiku masuk ke dalam mobil. Lalu kami meninggalkan sekolah tanpa sepatah kata.
"Kak, minggirin mobilnya dulu" aku mulai menangis saar kami sudah agak jauh dari sekolah.
"Aku takut" aku memeluk kak Alan sambil menangis
Aku pun memberanikan diri menceritakan kejadian hari ini di sekolah. Mulai dari kak Henry yg meminta uang sampai sikap tidak sopan kak Ray di Sekretariat. Rasanya agak lega setelah cerita ke kak Alan.
"Kak, aku mau pulang aja" aku kembali memeluk kak Alan.
"Ray brengsek!" jawab kak Alan yg masih emosi.
__ADS_1
"Mulai sekarang, di sekolah kamu harus jaga diri. Jangan mudah percaya orang lain. Jangan pernah sendiri, minta Nia temenin kamu terus. Sepulang sekolah langsung pulang aja, gak usah macem-macem. Aku jemput. Setelah itu kalo mau keluar rumah sama aku!" kak Alan mulai sedikit tenang.
Kami melanjutkan perjalan pulang ke rumah. Sepanjang jalan kak Alan mencoba menghiburku. kami pun mampir sejenak membeli ice cream dan cake. Sebenanrnya aku seidkit khawatir, karena kak Alan memang cepat emosi. Kadang hanya hal sepeleh tidak segang-segang memukul orang yg mengganggu.
****
Di sekolah aku mengekori Nia kemana-mana. Tapi Nia tidak berkomentar apa pun. Sepulang sekolah pun aku langsung pulang ke rumah atau ikutan nongkrong bersama kak Alan dan teman-temannya. Perlahan aku pun mulai melupakan kejadian itu. Kak Ray tidak berani mengangguku lagi setelah diancam oleh kak Alan.
"Nia, pulang sekolah nanti ikut yuk ke rumah. Mamaku kangen sama kamu" tiba-tiba Aya muncul mendekati kami.
"Iya, liat ntar yah" Jawab Nia singkat.
Aya pergi karena kesal dengan jawaban Nia. Dia menggerutu sambil melirik ke arah kami. Tapi Nia pun tidak peduli dan kami kembali asik mengobrol.
Aya sangat kesal karena sahabatnya dari kecil sekarang lebih akrab dengan orang lain. Dia merasa ditinggalkan oleh sahabatnya itu. Dunianya harus mengelilingi kak Ray sekarang. Tapi dia mulai sadar sebentar lagi kak Ray lulus dan dia harus mendapatkan sahabatnya kembali agar tidak sendirian di sekolah.
__ADS_1
#bersambung
Jangan lupa like dan comment yah...