Perempuan Bernama Fe

Perempuan Bernama Fe
#Papa Sakit


__ADS_3

Aku terus memikirkan perkataan Raka tadi. Ini menganggu konsentrasiku. Aku dapat teguran lagi di kantor karena terus melamun dan kerjaanku terbengkalai. Kak Alan juga belum bisa diajak bicara. Membuatku pusing dan bahkan selera makan pun hilang.


"Halo Fe.. " kata mama di telfon.


"Ya mama" jawabku.


"Kamu pulang dulu yah, papa kamu sakit" kata mama lalu menangis dibalik telfon.


Aku kaget mendengar papa sakit karena kesehatan papa sudah membaik bahkan papa rajin untuk memeriksakan kesehatan. Tanpa berpikir panjang, aku mengambil tas dan koperku lalu memasukan beberapa pakaian ke dalam. Kuperiksa jadwal penerbangan untuk memesan tiket pesawat agar bisa tiba lebih cepat.


"Halo Raka, bisa tolong anterin ke bandara?" aku menelfon Raka setelah mencoba menlfon kak Alan tapi tidak terhubung.


"Ya Fe, kapan?" tanya Raka


"Sekarang Ka, harus berangkat sekarang." jawab ku.


"Ya udah kamu share lokasi kamu aku jemput sekarang" kata Raka


Aku tidak tenang menunggu Raka. Sangat khawatir oleh keadaan papa. Memikirkan mama yg punya bayi tapi harus merawat papa juga.


Raka sudah tiba di rumahku, tanpa menyapa aku langsung memasukan koper dan tasku ke dalam mobil yg dibawa Raka. Lalu aku pun ikut masuk ke dalam mobil.


"Fe, kamu mau kemana?" tanya Raka yg sedang menyetir mobil.

__ADS_1


"Mau pulang. Tadi mamaku telfon kalau papaku lagi sakit." jawabku tidak tenang berharap segera sampai ke bandara.


"Oh gitu entar aku bantuin izin di kampus deh" kata Raka.


Raka konsentrasi membawa mobil ke bandara, aku pun gelisah sepanjang perjalanan. Sampai tiba di bandara dan aku pun buru-buru membawa tas dan koperku lalu diikuti Raka.


"Raka, antarnya sampai sini aja. Makasih yah udah ngerepotin" kataku.


"Oh tidak kok. Berkabar yah. Aku balik" kata Raka.


"Okeoke."


Raka pun pulang, aku langsung masuk mengikuti prosedur sampai duduk di kursiku. Aku masih belum tenang berharap pesawatnya segera terbang lalu membawaku ke papa.


****


"Mama...." Aku langsung melepas koper dan tas ku lalu ku peluk mama.


"Fe, kamu udah sampai nak. Syukurlah" mama menepuk pundakku lalu melepas pelukanku.


"Ma, papa kenapa?" tanyaku kepada mama.


"Papa mu kena serangan Stroke lagi" jawab mama.

__ADS_1


"Kok bisa, papa kan udah rutin berobat ma? Papa juga baik-baik aja kemarin di telfon."


"Ada masalah pekerjaan, papa mu syok jadi sakit begini" kata mama.


"Kamu jaga papamu dulu, mama pulang lihat adekmu sama Riko. Tas sama kopernya mama bawa pulang saja" lanjutnya.


Aku menjaga papa bergantian dengan mama. Papa semakin membaik, tapi lucunya tidak satu pun saudaranya muncul. Hanya om Adi yg menelfon tiap hari karena dia sedang ada pekerjaan di luar kota.


"Ma, papa besok sudah bisa pulang kata dokter tadi" kataku kepada mama yg baru tiba.


"Oh iya. Kalau gitu separuh barangnya kamu bawa pulang yah." kata mama.


****


Setelah papa merasa lebih baik, aku baru teringat sudah tidak ke kampus cukup lama. Begitu pulang masalah kerjaan sudah lama aku tinggalkan.


"Halo Raka, maaf baru sempat telfon, kampus gimana?" aku menelfon Raka setelah teringat kelas yg tertinggal.


"Oh iya Fe, aman. Kamu rawat papa kamu aja dulu" jawabnya meyakinkan.


Aku kembali menemani papa. Kaki dan tangan kiri papa agak berat untuk digerakan. Kata dokter harus sering terapi dan juga latihan. Aku terus memotivasi papa agar terus berlatih.


#bersambung.

__ADS_1


Jangan Lupa Like dan Comment yah...


__ADS_2