Perempuan Bernama Fe

Perempuan Bernama Fe
#Pertengkaran


__ADS_3

"Fe, kita putus aja yah" kubaca pesan kak Alan yg begitu tiba-tiba.


Aku memutuskan untuk tidak merespon pesan kak Alan semalaman. Tapi sebenarnya aku sangat kepikiran. Pemikiran-pemikiran aneh sekarang menyerang otakku. Cerita orang di kampus, kak Alan dan papa yg masih sakit.


****


Sudah seminggu aku tidak merespon kak Alan. Tapi, kak Alan juga tidak ada kabar lagi. Tidak seperti biasanya, dia akan melunak setelah beberapa hari.


Hp ku berdering dan kulihat itu adalah panggilan telfon dari ayahnya kak Alan. Dia memang biasa menelfon ku saat ada masalah dengan kak Alan.


"Halo, Fe. Kamu lagi sama Alan?" tanya ayah kak Alan.


"Halo om, tidak om. Kenapa yah?" jawabku.


"Anak itu, dia mengabaikan telfon ibunya. Sudah sebulan, kami tidak bisa kesana mencarinya karena lagi banyak pekerjaan. Kamu bisa suruh dia telfon ibunya?" kata ayah kak Alan.


"Oh iya om, sebentar aku ke rumah kak Alan" kataku.


Setelah panggilan telfon itu, akhirnya aku punya alasan untuk bertemu kak Alan. Aku pun berinisiatif ke rumah kak Alan segera.


Di halaman rumahnya ada beebrapa motor terparkir, mobil kak Alan juga ada. Berarti kak Alan ada di rumah. Pintu juga terbuka lebar, mungkin ada teman-teman kak Alan.


"Kak Alan..." aku memanggil kak Alan lalu masuk ke dalam rumah.


"Eh, Fe. Kamu kenapa bisa kesini?" tanya kak Niko.

__ADS_1


"Cari kak Alan. Kak Alan mana yah?" jawabku mencoba mencari kak Alan.


Mungkin karena kebiasaan, aku langsung menelusuri rumah kak Alan dari ruang tamu ke dapur dan tidak ada. Berarti kak Alan ada di kamar.


"Fe, Alan lagi keluar" kata kak Niko mencegahku.


"Gak mungkinlah kak. Orang mobil sama motornya ada" kataku lalu kuterobos kak Niko dan membuka kamar kak Alan.


Terkejutnya aku melihat kak Alan yg sedang berduaan dengan wanita lain. Aku tau wanita itu. Dia adalah Paula, mantan pacar kak Alan sebelum denganku. Paula juga satu sekolah denganku, dan rumahnya tidak jauh dari rumahku.


Aku terpaku melihat mereka yg tidak menyadari kehadiranku. Adegan ini aku tidak nyangka akan melihatnya dari kak Alan.


Wanita ini sungguh menikmati sentuhan-sentuhan kak Alan. Tanpa malu tidak berpakaian di hadapan kak Alan. Bagian dadanya diraba oleh kak Alan dan dia hanya menikmati. Aku tidak tahan lagi melihatnya.


"Kak Alan..... " aku meneriaki kak Alan dan mereka menghentikan permainannya.


Aku berlari keluar kamar menuju ruang tamu. Air mataku tidak bisa ku tahan lagi. Tidak pernah ada di pikiranku kak Alan akan melakukan hal seperti ini.


"Fe, kamu ngapain kesini hah?" tanya kak Alan yg membentakku setelah menyusulku keluar.


"Kita kan udah putus, kenapa cari aku lagi? Sudah sibuk aja sana!" lanjutnya dengan suara tinggi.


"Oh iya, aku sampai lupa. Kita putus yah? Harusnya aku jawab itu pas ayahmu telfon cari kamu tadi" aku balik berteriak ke kak Alan lalu pergu meninggalkan rumah kak Alan.


****

__ADS_1


Semenjak bertengkar dengan kak Alan, aku numpang hidup di tempat Yuri. Selain rumahku agak jauh dari kampus, aku juga terlalu kepikiran dengan kak Alan.


Aku memutuskan untuk pulang menengok papa. Sekalian membantu mama merawat papa. Terapinya lumayan lancar hanya saja papa sudah mulai mengeluh lelah harus sering ke rumah sakit.


"Fe, kamu ke warung beli gula dulu yah?" kata mama.


"Iya ma." jawabku.


Aku menuju warung dekat rumah untuk membeli gula permintaan mama. Nampak ramai karena hari ini adalah hari minggu. Banyak ibu-ibu yg bertemu di warung lalu melanjutkan dengan bergosip.


"Katanya sih, dia aja gak tau ayahnya siapa?"


"Kok bisa gitu bu?"


"Dia itu pacarnya aja gak jelas. Mau aja diajakin laki-laki sembarangan keluar"


"Aduh si Paula itu yah. Benaran salah gaul"


Aku mencuri dengar dari obrolan ibu-ibu ini. Tenryata mereka membahas Paula yg sedang hamil. Aku pun kepikiran, apa kak Alan tau gosip ini atau tidak. Aku percaya itu bukan anak kak Alan, tapi kalau orang tau Paula sedang bersama dengan kak Alan, mereka akan mengira kak Alan yg melakukan.


****


Setelah kembali dari rumah, aku langsung mencari kak Niko. Aku harus memberitahu kak Alan masalah ini, tapi tidak mungkin langsung ke dia.


"Kak, aku gak mau kak Alan terjebak. Aku gak mau kak Alan jadi korban. Kalau kak Alan mau cari cewek lain, boleh asal bukan Paula!" kataku setelah menjelaskan gosip yg kudengar.

__ADS_1


#bersambung.


Jangan lupa like dan comment yah....


__ADS_2